program lalu | past programs

Download Jadwal Pemutaran Kineforum Januari 2012

Di Awal Tahun 2012

Selamat Tahun Baru. Di awal tahun ini kami kembali menayangkan film-film pilihan dari Dewan Program Kineforum. Dua orang penyaji, Mohamad Ariansah (Dosen FFTV IKJ) yang mengkurasi film-film dalam program Kinefilia dan Akbar Yumni (Redaktur http://www.jurnalfootage.net) dalam program Tokoh yang sebelumnya kami sebut Body of Works. Di dua program ini akan ada diskusi khusus yang akan membicarakan film-film pilihan para penyaji.

Dengan tema Evolusi Bahasa Film: Hollywood & Sinema Klasik, Kinefilia akan menayangkan Stagecoach (John Ford, 1939), The Wizard of Oz (Victor Fleming, 1939) dan His Girl Friday ( Howard Hawks, 1940). Dalam Tokoh, Hou Hsiao-Hsien akan menjadi sorotan utama. Hou Hsiao-Hsien lahir tahun 1947 seorang sutradara Taiwan dan tokoh utama Sinema Baru Taiwan. Hou Hsiao-Hsien: Periode Film Pembebasan di Asia (Taiwan)A Summer at Grandpa’s (1984), A Time to Live and A Time to Die (1985), dan Dust in the Wind (1986/Taiwan) akan ditayangkan untuk membahas tema ini.

World Features, berganti nama Sinema Dunia. Bulan ini Sinema Dunia akan menayangkan The Jackal of Nahueltoro (1969/Miguel Littín/Chili). Berdasarkan kejadian nyata tentang seorang petani alkoholik yang membunuh seorang wanita dan lima orang anaknya di tahun 1960. Dijerat hukuman mati dan dieksekusi pasukan penembak pada 1963. Man Bites Dog (1992/Rémy Belvaux, André Bonzel, Benoît Poelvoorde/Belgia), Sebuah kru film yang membuat dokumenter tentang seorang pembunuh. Film ini mengeksplorasi teknik yang menggambarkan kekerasan sebagai sebuah kejadian biasa. Dalam beberapa hari kru mengikuti Ben (Benoît Poelvoorde)—seorang pembunuh yang melihat membunuh adalah sebuah gairah hidup dalam masyarakat modern. Film ini mencoba memutar balik logika kita, apakah Ben ada di realitas masyarakat kita? Human Nature (2001/Michel Gondry/Amerika Serikat-Prancis), tentang seorang wanita yang jatuh cinta dengan pria yang menyukai wanita lain, dan ketiganya memiliki rencana pada seorang pemuda yang dibesarkan sebagai monyet.

Dokumenter Dunia yang sebelumnya adalah World Documentary menayangkan dua film yaitu  Calcutta (1969/Louis Malle/Prancis), dokumenter di Kolkata (India) dari bidikan (shotfootage-footage saat ia membuat dokumenter Phantom IndiaNanook of the North (1922/Robert J. Flaherty/Amerika Serikat-Prancis), tentang kehidupan seorang Inuit Eskimo di Lingkaran Kutub Utara.

Sinema Indonesia, akan menayangkan Sang Penari (2011), film Pemenang Terbaik FFI  2011. Film ini diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk tahun 1982 karya Ahmad Tohari. Dan Cemeng 2005 (1995) kisah tragis tentang sebuah rombongan kesenian rakyat bernama Cemeng dan tentang primadonanya. Dua buah film yang menarik untuk ditonton.

The Shorts, adalah sebuah program penayangan film pendek yang merupakan bagian yang juga tak dapat dipisahkan dari perkembangan film secara garis besar. Lumiére Bersaudara di awal sejarah film pun membuat film pendek, dengan keterbatasan teknis tentunya. Tapi hal ini adalah pendorong untuk perkembangan film-film selanjutnya. Kali ini, 6  film pendek karya siswa SMP dan SMA dari Purbalingga akan ditampilkan. Keenam film tersebut, merupakan pilihan dari film-film yang terlibat di Festival Film Purbalingga 2010-2011. Bowo Leksono, direktur Festival Film Purbalingga akan hadir untuk menyajikan program tersebut dalam sebuah diskusi, yang juga akan dihadiri oleh beberapa pembuat filmnya

Di awal tahun ini juga akan ada Filmmaker Forum yaitu diskusi antara pembuat film yang akan membahas hal-hal teknis perfilman. Forum ini merupakan kegiatan yang dihadiri oleh para pembuat film, khususnya divisi visual (Penata Kamera dan Penata Artisitk). Forum ini dimulai dengan membahas film Ada Apa Dengan Cinta (2001/Rudi Soedjarwo/Indonesia) dengan pembicara: Adrianto Sinaga. Dan film May (2008/Viva Westi/Indonesia) dengan pembicara Ical Tanjung.

Semoga program Kineforum di awal tahun 2012 ini menjadi semangat baru dalam mengembangkan perfilman Indonesia.

Salam,

Kineforum

KINEFILIA

Baca tulisan mengenai “Evolusi Bahasa Film I: Bahasa Film dan Sinema Klasik” di sini.

Stagecoach (1939) | 96 menit | Amerika Serikat | Sutradara: John Ford | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Sekelompok orang yang berpergian dengan kereta kuda, dipersulit oleh sekawanan Indian yang dipimpin oleh Geronimo, dalam prosesnya mereka belajar tentang satu sama lain.

The Wizard of Oz (1939) | 101 menit | Amerika Serikat | Sutradara: Victor Fleming | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK SEMUA UMUR

Dorothy Gale terseret kedalam dunia magis, Oz. Dia lalu memulai perjalanan untuk menemukan si tukang sihir, yang diharapkan bisa membantunya kembali pulang.

His Girl Friday (1940) | 92 menit | Amerika Serikat | Sutradara: Howard Hawks | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Seorang editor surat kabar melakukan trik yang dibacanya di dalam buku, untuk mencegah mantan istrinya, seorang wartawan ulung, agar tidak menikah lagi.

TOKOH

Bulan ini, Kineforum memutar film-film karya Hou Hsiao-Hsien. Tulisan tentang “Hou Hsiao-Hsien: Periode Film Pembebasan di Asia (Taiwan)” bisa dilihat di sini.

A Summer at Grandpa’s (1984) | 93 menit | Taiwan | Sutradara: Hou Hsiao-Hsien | Subteks: Bahasa Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Musim panas telah berakhir, Tung Tung kembali ke kota besar, Taipei. Dia akan menghadapi kehidupan sekolah yang keras dan lingkungan orang dewasa yang kejam. Perpisahan untuk liburan musim panas dan perpisahan untuk masa kanak-kanak.

A Time to Live and A Time to Die (1986) | 138 menit | Taiwan | Sutradara: Hou Hsiao-Hsien | Subteks: Bahasa Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Penggambaran masa kanak-kanak dan remaja Hou Hsiao-Hsien yang  menarik. Seperti kebanyakan dari rekan-rekan mereka, keluarga Hou pindah dari daratan utama ke Taiwan 1948 dan tidak pernah kembali lagi. Film ini terfokus pada jarak antara generasi yang terputus dan budaya yang masih dianut.

Dust in the Wind (1987) | 109 menit | Taiwan | Sutradara: Hou Hsiao-Hsien | Subteks: Bahasa Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

A-Yuan dan A-Yun berasal dari kota kecil Jio-Fen. Di kota besar, A-Yuan menjadi pekerja kontrak dan mengikuti sekolah malam, dan A-Yun bekerja di sebuah tempat penjahit. Semua orang berpikir mereka saling membutuhkan satu sama lain, tetapi mereka gagal melihat waktu dan keyakinan yang berada di luar kendali mereka.

SINEMA DUNIA

The Jackal of Nahueltoro (1969) | 95 menit | Chili | Sutradara: Miguel Littín | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Diambil dari kisah nyata seorang petani alkoholik yang membunuh seorang wanita dan lima anaknya pada tahun 1960. Dia dijatuhi hukuman mati pada tahun 1963.

Man Bites Dog (1992) | 95 menit | Belgia | Sutradara: Rémy Belvaux, André Bonzel, Benoît Poelvoorde | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Kru film membuntuti rutinitas  seorang pencuri dan pembunuh yang kejam. Masalah muncul ketika mereka menemukan diri mereka terjebak dalam kekerasan yang semakin kacau.

Human Nature (2001) | 95 menit | Amerika Serikat-Prancis | Sutradara: Michel Gondry | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Puff, manusia liar yang dibesarkan dengan kepercayaan bahwa dirinya adalah kera. Puff belajar memposisikan dirinya dalam masyarakat dengan cara yang aneh.

DOKUMENTER DUNIA

Calcutta (1969) | 105 menit | Prancis | Sutradara: Louis Malle | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Kalkuta, sebuah kota dengan 8 juta penduduk pada akhir 1960-an: kaya, miskin, eksotis dan duniawi, sekuler dan agama, hidup dan tak hidup, tersirat hanya dengan membacanya melalui visual.

Nanook of the North (1922) | 79 menit | Amerika Serikat-Prancis | Sutradara: Robert J. Flaherty | Non-Subteks | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Pada film yang merupakan film pendahulu antara film bisu dan dokumenter modern ini, pembuat film Robert J. Flaherty menghabiskan satu tahun mengikuti kehidupan Nanook dan keluarganya, Inuit Eskimo yang tinggal di Lingkaran Kutub Utara.

SINEMA INDONESIA

Sang Penari (2011) | 112 menit | Sutradara: Ifa Isfansyah | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS | Donasi Rp20.000,-

Sebuah cerita cinta yang terjadi sebuah desa kecil dan miskin, Dukuh Paruk pada pertengahan 1960-an. Rasus seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang, Srintil. Lalu jaman bergerak, di mana Rasus harus memilih: loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil.

Cemeng 2005 (1995) | 115 menit | Sutradara: N. Riantiarno | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Kisah tentang sebuah rombongan kesenian rakyat bernama Cemeng dan tentang primadonanya. Masalah internal yang terjadi antara mereka membuat Cemeng pun mengalami nasib tragis. Nurkatonah dan Badri, satu-satunya anggota rombongan yang tinggal, mengamen dan akhirnya tersungkur-sungkur di tempat pembuangan sampah bak orang tak waras.

THE SHORTS

Kompilasi Film Pendek Purbalingga

Bowo Leksono

Usai bergerilya ke beberapa sekolah sejak keberadaan kegiatan perfilman di Purbalingga tahun 2004, dua tahun kemudian, bermunculan karya film pendek pelajar seiring lahirnya Cinema Lovers Community (CLC) yang bertugas memfasilitasi kegiatan anak muda Purbalingga di bidang film.

Diyakini pelajar menjadi basis regenerasi bagi perfilman di Purbalingga. Maka, keberadaan Festival Film Purbalingga (FFP) menjadi pemantik merebaknya karya-karya film pendek lokal. Dari FFP inilah, terkumpul film-film pelajar Purbalingga dan Banyumas Raya.

Karya-karya film itu beradu sembari memperkuat nyali sebelum akhirnya diapresiasi dan dikirim ke berbagai festival film di luar Banyumas Raya.

1.      Pigura / Darti dan Yasin / Sawah Artha Film (SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol) / 24 menit / 2010

Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.

*Film Terbaik Festival Film Remaja 2010 | *Film Terbaik II Festival Film Anak Medan 2010 | *Penghargaan Khusus Dewan Juri Festival Film Indonesia 2010 | *Film Terbaik Festival Film Solo (FFS) 2011 kategori Gayaman Award

2.      Kado Suket / Puspa Juwita / Ekskul Sinematografi (SMAN Rembang Purbalingga) / 6 menit / 2010

Siti, sahabat Sarpin sejak kecil, hendak berulang tahun. Namun Sarpin merasa tak pantas menghadiri hari bahagia sahabatnya itu. Kenangan masa kecil menyeruak, mewujud sebagai kenangan abadi tak terlupa.

*Harapan 1 Festival Film Remaja 2010 | *Official Selection Festival Film Pelajar Jogja 2010 | *Official Selection Malang Film Video Festival 2010 | *Nominator Festival Film Purbalingga 2011

3.      Endhog / Padmashita Kalpika / Brankas Film (SMAN 2 Purbalingga) / 15 menit / 2010

Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.

*Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga 2010 | *Film Fiksi Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010 | *Finalis Festival Film Solo (FFS) 2011 Kategori Gayaman Award | *Film Terbaik 1 Klasifikasi Mahasiswa Festival Video Edukasi 2011

4.      Ling-Lung / Amrizal Faturrochman / Bozz Community (SMAN 1 Bobotsari Purbalingga) / 9 menit / 2010

Seorang pelajar SMA yang pelupa berkendaraan motor vespa. Dalam setiap langkah lakunya selalu aneh dan benar-benar menggambarkan kalau dia memang pelupa.

*Film Fiksi Pilihan Juri (JKFB Award) Festival Film Purbalingga 2010

5.      Kalung Sepatu / Dwi Astuti / Papringan Pictures (SMAN Kutasari Purbalingga) / 15 menit / 2011

Bagaimana reaksi Bapak Budi setelah mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh Budi?

*Finalis Festival Film Solo (FFS) 2011 Kategori Gayaman Award | *Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga (FFP) 2011

6.      Sarung / Anis Septiani / Care Community (SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga) / 11 menit / 2011

Solih, cucu kesayangan, begitu ingin membelikan sarung buat kakeknya. Berbagai cara dilakukan, bahkan cara yang tidak disuka oleh kakeknya sekalipun.

*Film Favorit 1 Pengunjung bioscope.com Festival Film Purbalingga (FFP) 2011 | *Offical Selection Festival Film Solo (FFS) 2011 | *Editor Terbaik Festival Film Anak (FFA) Medan 2011

FILMMAKERS FORUM

Filmmakers Forum merupakan forum diskusi para pembuat film, membicarakan hal-hal teknis, berbagi pengalaman, juga kritik dan saran. Forum ini diharapkan agar menjadi asosiasi pembuat film yang didedikasikan untuk memajukan perfilman Indonesia melalui diskusi serta program-program lain. Bulan ini, Filmmakers Forum membahas bidang Sinematografi dan Artistik bersama Adrianto Sinaga (Penata Artistik) dan Ical Tanjung (Penata Kamera), mendiskusikan film Ada Apa Dengan Cinta (2001) dan May (2008). Acara ini tertutup.

KULIAH UMUM

Migrasi Imaji: Film ke Digital, Digital ke Film

Pembicara: Agni Ariatama

Selasa, 17 Januari 2012

Pukul 15.00 – 17.00

Terbuka untuk Umum

Menjelang berakhirnya milenium kedua dan awal milenium ketiga, praktek dalam sinema menunjukkan sebuah dinamika baru dalam perkembangan digital yakni mengenai asal-usul dari imaji  dan tujuannya. Jika sebelumnya imaji hanya berasal dari film atau mekanisme produksi fotografik, maka kini terbuka banyak kemungkinan lain dengan perkembangan kamera digital video. Dengan dukungan dari teknologi terkini kita bisa memindahkan imaji yang berasal dari film ke digital, serta begitu juga sebaliknya. Konsekuensinya adalah munculnya ledakan produksi film independen di dunia dengan biaya sangat rendah hingga no budget seiring tumbuh suburnya budaya DIY (do it yourself), atau kemungkinan imaji yang tidak terhingga tersebut juga dimanfaatkan oleh sineas seperti Harmony Korine dan David Lynch untuk menghasilkan visualisasi dunia yang sangat unik dalam karya-karya mereka.

Migrasi imaji tersebut kini menjadi sesuatu yang sangat umum dan digunakan (mungkin) di semua produksi film di seluruh dunia karena berbagai macam faktor, entah ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya ataupun estetika. Tapi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan migrasi imaji tersebut, baik secara teknis ataupun konsekuensi secara estetika?

Download Buku Program Kineforum Desember 2011

Salah satu adegan film “Berlin: A Simphony of a Big City”

 

Suara & Sinema*

“Seni film adalan seni gerak”. Ini tidak berarti bahwa citra-citra itu harus memperlihatkan manusia atau kuda yang berlari cepat melalui padang rumput. Tetapi ini berarti citra-citra yang runut itu memperlihatkan gerak dan irama.

Alat-alat penghubung antara gramofon dan alat-proyeksi membuktikan kegunaannya dalam hal ini. Usaha-usaha untuk menggabungkan gambar dan suara dalam filem pertama kali telah berhasil. Tiga-sekawan Vogt, Engl dan Massolletelah mencipta pita-filem yang diperlukan untuk filem-bicara di bioskop-bioskop. Peristiwa ini terjadi di tahun 1923 dalam pengambilan gambar diplomat Jerman, Gustav Stresemann. Di Amerika, Lee de Forest juga mencapai hasil-hasil yang sama dengan filem “bicara”nya. Namun demikian baru di tahun 1927 para penonton dapat melihat filem-bicara dan menyanyi sebagai barang impor dari Amerika.

Dan peristiwa ini memang dapat dikatakan cepat berkembang.

Serentak dengan adanya filem-filem bicara ini, yang dengan meriah dipertunjukkan di bioskop-bioskop, dipertunjukkan pula filem-filem sandiwara. Para penonton merasa girang, kalau dapat mendengar sri-panggung berbicara, mengeluh dan bernyanyi di layar putih.

Namun para pencipta filem menjadi lupa dengan bahasa gambar, dengan sendirinya melupakan seni-filem. Mereka segera mencipta filem-filem yang mempunyai dialog-dialog panjang dan gambar-gambar yang lama tak bergerak, agar apa yang diucapkan dapat didengar dan ditangkap penonton. Dengan cara kemudian, bahasa gambar pun menjadi tidak penting! Arah pikiran yang seharusnya dapat dilakukan oleh dialog-dialog gambar menjadi takluk pada dialog-dialog suara sebagaimana telah dilakukan oleh teater dan tak ada sangkut pautnya dengan filem. Rupa-rupanya mereka tak lagi menghargai gambar filem yang terlepas dari suara filem.

Suatu kemungkinan baru yang dicipta oleh suara, adalah pemakaian kesunyian (silence). Dalam filem-filem tanpa suara. Kesunyian terjadi setelah ada suara, jadi atas kurnia suara, seperti bayang karena cahaya. Suatu kamera mengelana di medan pertempuran yang telah ditinggalkan. Terasa oleh penonton suatu kesunyian yang mengerikan. Terutama karena lokasi itu terjadi kekejaman-kekejaman yang meresap di dalam hati sewaktu pertempuran sedang berkecamuk. Kekejaman yang telah lenyap itu dan kicauan seekor burung dengan tangkas menegaskan kesunyian sebagai unsur yang dramatis.

Dan apakah pengaruh musik dalam filem? Mula-mula para avant-gardis mengelakkan musik dalam filem-bicara. Mereka masih mencipta filem-filem bisu karena menurut pandangan mereka kebanyakan suara sama saja dengan kebanyakan musik. Memang ada benarnya: kalau musik tidak merdeka (berdiri sendiri) dan seharusnya musik itu harus takluk pada gambar. Jadi adalah suatu kesalahan besar kalau gambar-gambar pada filem itu menjadi tak berarti karena “dihiasi” dengan musik-klasik seperti banyak terjadi dengan filem-filem zaman sekarang. Sebagai contoh dapat kita ambil filem-filem dokumenter dan filem “Fantasi” ciptaan Walt Disney.

Demikianlah dalam garis besarnya penemuan-penemuan dan pendapat-pendapat hakiki yang dapat dikorek para avantgardis dari permulaan zaman filem-bicara. Mereka telah menghasilkan beberapa teori asasi yang perlu untuk estetika filem-bicara.

Di Desember ini, Program Kinefilia akan menjadi program bulanan Kineforum dimana Anda akan menjadi bagian dalam penayangan karya sejarah sinema dan membahas karya karya besar dunia, bersama para pecinta sinema. Film yang disajikan dalam tema “Masterpiece dalam sistem” adalah Make Way for Tomorrow , Leo McCarey dan Sunrise, F.W. Murnau. Sebagaimana diajukan oleh penyaji program Kinefilia, “Apakah hal menarik yang ingin ditawarkan oleh Kineforum dengan kedua film di atas selain fakta dari konteks sosial yang menjadi latar belakang dari penciptaan kedua film tersebut?”

Dalam Program World Documentary hadir dengan kolaborasi antara Musik dan Sinema yang terekam dalam film Brass Unbound, Johan van der Keuken dan Berlin: Symphony of A Big City, Walther Rutmann. Dua tautan film menarik untuk dibahas dalam perkembangan film-suara.

Program World Features akan diisi dengan penayangan The Mirror (Ayneh), Jafar Panahi, serta Sinema Indonesia diisi dengan Benyamin Tukang Ngibul, Nawi Ismail dan Drupadi, yang setelah penayangannya akan dilanjutkan diskusi bersama sutradaranya, Riri Riza.

KineFriends merupakan program Kineforum yang bekerjasama dengan sahabat-sahabat Kineforum dalam program penayangan karya-karya audio-visual maupun diskusi. Untuk menyemarakkan Program RRREC FEST (ruangrupa Record Music Festival), Kineforum menjadi ruang serta forum untuk membahas serta  memutarakan video-video musik dalam program ruru.mov. Peringatan Hari HAM Sedunia ke-63 bekerjasama dengan KontraS, Kineforum menjadi ruang penayangan video hasil workshop  tentang hak asasi manusia, serta bersama Jakarta Biennale #14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”, Provoke! Magazine, Kineforum mengadakan online video competition “Jakarta Kata Gw.”

Jangan lewatkan akhir tahunmu, bebas mengekspresikan diri dengan menonton program-program Kineforum bulan ini.

Salam,

Kineforum

*Sebagian besar isi di pengantar ini diambil dan disarikan dari situs http://www.jurnalfootage.net, dalam rubrik Kronik.

Kinefilia

Baca tulisan mengenai “Masterpiece dalam Sistem” di sini.

Make Way for Tomorrow (1937) | Fiksi | 91 menit | Amerika Serikat | Sutradara: Leo McCarey| Pemain: Victor Moore, Beulah Bondi, Fay Bainter, Thomas Mitchell | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Sepasang orang tua terpaksa berpisah ketika mereka kehilangan rumah. Namun, tidak ada di antara kelima anak mereka yang menerima mereka di rumahnya.

Sunrise (Sunrise: A Song of Two Humans) (1927) | Fiksi | 95 menit | Amerika Serikat | Sutradara: F.W. Murnau | Pemain: George O’Brien, Janet Gaynor, Margaret Livingston | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Seorang petani yang sudah menikah, berada di bawah mantra seorang wanita dari kota, yang mencoba meyakinkan dia untuk menenggelamkan istrinya.

World Documentary

Brass Unbound (1993) | Dokumenter | 106 menit | Belanda | Sutradara: Johan van der Keuken | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Sebuah ajakan melihat beberapa brass band di Nepal, Indonesia, Ghana dan Suriname sebagai sisa-sisa hidup kolonial masa lalu dan sebagai bagian dari kehidupan lokal. Kenikmatan dan kesantaian, sejarah adalah satu hal ringan untuk ditangani, terutama melalui wawancara dengan orang-orang tua. Terdapat banyak warna lokal beragam.

BERLIN : Symphony of A Big City (1927) | Dokumenter | 65 menit | Jerman | Sutradara: Walter Ruttmann | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Film ini mengisahkan tentang satu hari di Berlin, harmoni pada saat itu, mulai dari pagi yang paling awal dan berakhir di malam yang terdalam.

World Feature

The Mirror (Ayneh) (1997) | Fiksi | 95 menit | Iran | Sutradara: Jafar Panahi | UNTUK SEMUA UMUR

Mina, seorang gadis kecil, mencari ibunya yang tidak bisa menjemput dirinya sepulang sekolah, lalu Mina memutuskan untuk pulang ke rumah sendirian.

Sinema Indonesia

Benyamin Tukang Ngibul (1975) | Fiksi | 81 menit | Indonesia | Sutradara: Nawi Ismail | Pemain: Benyamin Su’eb, Grace Simon, Eddy Gombloh | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Benny pergi ke kota untuk mengadu nasib, tapi nasib buruk yang datang lebih dulu. Ia kalah berjudi hingga uang hampir ludas. Dengan sisa uang yang ada, ia bertekad menggandakannya dengan jalan apapun. Maka mulailah ia berjualan obat palsu. Keberhasilan ini tidak berlanjut, karena setelah uang terkumpul, ia cekcok dengan kawan-kawannya. Peristiwa itu berlanjut sampai ke tangan polisi. Nasib sial di kota ini terus-menerus menimpa Benny.

Drupadi (2008) | Adaptasi | 40 menit | Indonesia | Sutradara: Riri Riza| Pemain: Dian Sastrowardoyo, Dwi Sasono, Nicholas Saputra, Ario Bayu | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Drupadi adalah adaptasi dari bagian cerita epik Mahabharata dari India. Film ini menggambarkan cerita sang Drupadi, istri dari kelima bersaudara yang dikenal sebagai Pandawa. Dalam sebuah malam yang amat penting, para Pandawa diundang ke sebuah permainan dadu untuk bermain dengan para Kurawa. Di akhir permainan, Yudhistira, kakak tertua dari Pandawa, kehilangan seluruh kekayaannya, lalu seluruh kerajaannya. Dia kemudian mempertaruhkan saudara-saudaranya, dirinya sendiri, dan akhirnya Drupadi sebagai pelayan para Kurawa.

RRREC FEST #2

RURU.MOV merupakan program pemutaran karya film dan video terbaru yang erat kaitannya dengan dunia musik. Dalam program ini terpilih karya–karya yang dalam berbagai cara melihat dan bicara mewakili dunia anak muda yang memilik ekspresi artistik tersendiri. Tujuh film ditayangkan dalam festival ini.

Live from RRREC Fest #1 (2011) | Video Dokumentasi | 57 menit | Indonesia | Editor: Faesal Rizal | UNTUK SEMUA UMUR

Preview dari dokumentasi video acara RRREC Fest yang pertama berlokasi di Galeri Nasional Indonesia.  Rekaman ini memperlihatkan suasana festival dan 12 band yang bermain di indoor stage yang sempit, panas, dan intim.

Aku seperti Burung yang ingin Terbang Bebas – ‘Komodo’ (2011) | Video Musik | 57 menit | Indonesia | Sutradara: Anggun Priambodo | UNTUK SEMUA UMUR

Saya dan Zeke setuju pada apa yang sudah alam berikan pada kita, sesuatu yang tidak dapat kita duga, hanya suara binatang, suara angin yang jatuh pada daun-daun yang lebat, ombak yang pecah menabrak karang, alam yang tidak bising bikin pusing, tidak palsu, jauh dari keelokan yang diada-adakan, memberikan pada kita sesuatu yang indah sekali, maka saya ingin pergi merekam alam  yang  jauh dari kota, saatnya keluar dari Jakarta. – Anggun Priambodo

Dongeng Rangkas (2011) | Dokumenter | 75 menit | Indonesia | Sutradara: Andang Kelana, Badrul ‘Rob’ Munir, Fuad Fauji, Hafiz, Syaiful Anwar (Forum Lenteng) | UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Film Dongeng Rangkas adalah sebuah dokumenter panjang yang berkisah tentang dua pemuda yang hidup paska Reformasi 1998. Iron dan Kiwong adalah dua pemuda yang memilih hidup sebagai Pedagang Tahu, sementara mimpi-mimpinya tetap dipegang teguh. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang lebih baik, yang menjadikan keluarga hidup lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Iron, percaya musik adalah anugerah dari Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur Underground.

Dua Tiang Tujuh Layar (2010) | Video Musik | 8 menit | Indonesia | Sutradara: Ida Bagus Charisma (Swargaloka) | DOP: Shadtoto Prasetio, Pramono Prakoso, Dimas Wisnuwardono | UNTUK SEMUA UMUR

Dokumenter musikal tentang kehidupan para pembuat kapal Pinisi di Tana Beru, daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Lagu indah dari kelompok musik The Trees and The Wild, Malino (terdapat dalam album Rasuk), merayu pikiran untuk mengikuti perjalanan megah bersama sebuah mahakarya Indonesia, kapal Pinisi.

Ambisi (1973) | Fiksi-Komedi | 95 menit | Indonesia | Sutradara: Nya’ Abbas Akup | Pemain: Benyamin Su’eb, Bing Slamet, Anna Mathovani, Fifi Young | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Bing Slamet dan Benyamin Su’eb adalah penyiar pada radio swasta Undur-Undur. Pekerjaan ini membuat mereka tidak akur dengan istrinya. Seorang penggemar mereka, Anna Mathovani, pun menjadi “alternatif”. Bing kemudian mengorbitkan Anna sebagai penyanyi. Setelah Anna sukses, pacarnya pun muncul. Beruntung istri Bing sadar juga. Tampilnya banyak penyanyi terkenal adalah daya tarik film Indonesia “klasik” ini. Dalam film ini kita bisa melihat video musik dari band-band ternama seperti Koes Plus, God Bless, dan Bimbo. Film ini ditutup oleh sebuah konser musik bertempat di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

25 Inspiring Music Videos in Indonesia (2001-2011) | Video Musik | 95 menit | Indonesia | Kompilasi | Kurator: Indra Ameng | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Program ini mempersembahkan 25 video musik yang paling menginspirasi dari band dan musisi Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun. Sejumlah video musik terpilih ini memiliki elemen-elemen artistik, kreativitas, dan kecenderungan untuk berbeda dari logika video musik komersil pada umumnya. Karya-karya video musik tersebut menunjukkan kekuatan proses kolaborasi pada tataran audio-visual; musik; penulisan dan gambar; dan membuat kita sadar bahwa video musik bisa menjadi media yang efektif untuk berkomunikasi, serta bisa mei sumber inspirasi bagi semua kalangan, khususnya para pemerhati dan penggemar musik, pembuat video dan penonton, atau bagi siapa saja yang tertarik.

Selecta Pop – Club Eighties (2001 / Video oleh Platon) | Mendekati Surga – Koil (2002 / Video oleh Xonad / Cerahati) | Life Keeps On Turning – Mocca (2003 / Video oleh Lynda Irawaty) | Burn – Brisik (2002 / Video oleh Ari Satria Darma) | Ode to A Scar – Anomicratrap (2002 / Video oleh Satellite of Love) | Train Song – Lain (2003 / Video oleh The Jadugar) | Modern Bob – The Upstairs (2004 / Video oleh Syauqi Tuasikal) | Celaka – Kornchonk Chaos (2004 / Video oleh Aswan Tantra) | Taste of Harmony – Homogenic (2004 / Video oleh Cerahati) | A.S.T.U.R.O.B.O.T. – Goodnight Electric (2005 / Video oleh Anggun Priambodo) | Eksploitasi – Teknoshit (2002 / Video oleh Eddy Cahyono) | Lihat – Sore (2005 / Video oleh Ramondo Gascarro dan Zeke Khaseli) | Detektif Flamboyan – C’mon Lennon (2004 / Video oleh Henry Foundation) | Lingkar Labirin – The Brandals (2004 / Video oleh The Jadugar) | Serigala Militia – Seringai (2006 / Video oleh Tromarama) | Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia – Naif (2005 / Video oleh The Jadugar) | Mighty Love – Zeke & The Popo (2009 / Video oleh Bian Dwijo) | Absolute Beginner Terror – Teenage Death Star (2007 / Video oleh Anggun Priambodo | Wanderlust – Santa Monica (2007 / Video oleh Dibyokusumo Hadipamenang) | Banyak Asap Disana – Efek Rumah Kaca (2009 / Video oleh Famosando) | Menulis Lagu Cinta – Bite (2010 / Video oleh Heytuta) | Mesin Penenun Hujan – Frau (2010 / Video oleh Nana Miyagi dan Edwin Dolly Rosseno) | Jakarta Motor City – Sir Dandy (2011/Video oleh Tandun) | Amerika – Armada Racun | (2011 / Video oleh Armada Racun, Hyde Project dan Batu&Gunting) | Ode Buat Kota – Bangku Taman (2010 / Video oleh Anggun Priambodo)

Video Peringatan Hari HAM Sedunia ke-63

KontraS menyadari bahwa menyebarluaskan gagasan dan nilai-nilai hak asasi tidak harus melalui komunikasi (hukum) formal. Di sisi lain komunitas dan kreativitas komunikasi visual makin berkembang, seperti karya-karya audiovisual. Dengan situasi ini KontraS dan ruangrupa bermaksud menyelenggarakan sebuah program penayangan video hasil workshop video tentang hak asasi manusia, terutama kaitannya dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional pada 10 Desember ini. Dalam workshop video ini akan menggunakan materi-materi advokasi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh KontraS selama 13 tahun, sejak 1998.

Juicioy Cerco | Dokumenter | 46 menit | Argentina | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Dokumenter Juicioy Cerco berkisah tentang perjuangan seorang perempuan bernama Patricia Isasa, dalam mencari pelaku kekerasan yang terjadi pada dirinya. Ia adalah salah satu dari perempuan-perempuan Argentina yang menjadi korban rezim militer Argentina di tahun 1976.

Kompilasi Video “Remind” (2011) | Ragam Durasi | Video | Indonesia | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Kompilasi ini adalah kumpulan karya video durasi pendek hasil dari workshop video Remind yang diadakan oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan ruangrupa selama tiga hari. Workshop ini diadakan bersamaan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang ke-63. Sehingga tema yang diambilpun erat kaitannya dengan masalah hak asasi manusia.

“Jakarta Kata Gw”

Dalam rangka menyambut perhelatan seni kontemporer internasional Jakarta Biennale #14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”, Provoke! Magazine dan Kineforum mengajak para kaum muda yang masih duduk di bangku SMA untuk merekam kejadian sehari-hari yang terjadi di sekitar kota Jakarta. Kompetisi Video ini berusaha untuk mengajak siswa/i SMA yang peka terhadap lingkungan dan problematika kota Jakarta. Jakarta, kota yang sesak dari berbagai sisi dan penuh dengan paradoks dapat menciptakan berbagai ruang khususnya bagi kaum muda untuk berekspresi dan berkreasi. Bulan ini, pada 9 Desember 2011, diadakan workshop bersama Dimas Jayasrana pukul 16.00-18-00 di Kineforum, dan terbuka untuk siswa/i SMA.

 

Download Jadwal Pemutaran Kineforum November 2011

Kinefilia

Kineforum melakukan pembenahan internal dengan mengundang kawan-kawan organisasi film/video di Jakarta untuk kerja bersama dalam pembuatan program-program Kineforum selama 6 bulan ke depan.  Kecintaan akan sinema dan keinginan untuk berbagi pengalaman, Dewan Program baru yang terdiri dari Andang Kelana, Dimas Jayasrana dan Widiani Budiarti mempersembahkan program-program  film  pilihan di bulan ini. Di bulan yang sama, Kineforum juga bekerjasama dengan Festival Film Eropa (Europe On Screen), Jakarta Biennale, dan Yayasan Sanggar Anak Akar yang akan menampilkan film-film pilihan dari Indonesia maupun skala dunia.

November ini akan dibuka dengan program Festival Film Eropa, sebuah festival yang menjadi jendela untuk menyaksikan budaya Eropa lewat beragam film dan sarana bagi penonton untuk mengembangkan apresiasi terhadap film-film di luar arus besar, tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima dengan tema “Old and Young Europe”.

Program Body of Works, memilih Jean-Luc Godard dengan Histoire(s) du Cinéma-nya. Karya ini dapat disebut sebagai capaian terdahsyatnya sebagai pembuat film/kritikus/seniman/penyair/sejarawan. Diproduksi kurun sepuluh tahun (1988-1998), Histoire(s) du Cinéma telah digembar-gemborkan sebagai karya yang paling signifikan dalam praktek sinema dan sejarahnya. Histoire(s) du Cinéma terdiri dari 4 kisah, tiap-tiapnya dibagi dalam dua bagian dan menjadikannya 8 episode. Dengan hampir keseluruhan film ini terdiri dari kutipan visual dan auditori dari beberapa film yang terkenal dan diketahui.

Untuk menantang kecintaan kalian terhadap sinema, Kineforum ingin membuat para pecinta film untuk datang dan berdiskusi mengapresiasi film-film yang merupakan kunci dalam sejarah sinema Indonesia maupun dunia, dalam program baru Layar Kinefilia. Dalam bulan ini kita akan menyaksikan salah satu karya besar dari Jacques Tati dan Francis Veber.

Untuk memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang jatuh pada bulan ini, Kineforum bekerjasama dengan Peace Women Across the Globe akan menayangkan film-film tentang kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Payung Hitam dengan tayang perdananya dan Tuhan Pada Jam 10 Malam.

Menyadari akan potensi kreasi anak dalam memanfaatkan medium audiovisual dan berkaitan dengan ulang tahun Sanggar Anak Akar yang ke-17 sekaligus dalam rangka Hari Anak Internasional, Sanggar Anak Akar akan menyelenggarakan Festival Video Karya Anak. Diisi dengan penayangan hasil penjurian festival dan beberapa film-film anak-anak pilihan untuk ditonton bersama.

Kineforum dan Komite Film Dewan Kesenian Jakarta turut menyambut dan memeriahkan Jakarta Bienalle 2011 dengan mempersembahkan program bertema BodyBody atau tubuh memang menjadi salah satu dari beberapa diskursus besar yang diusung dalam perhelatan seni rupa Jakarta dua tahunan ini.

Untuk itu, mari para pecinta film di tanah air, bergabung bersama kami untuk menikmati sinema-sinema dunia.

Salam,

Andang Kelana

Dewan Program Kineforum

Europe on Screen 2011 – Old and Young Europe

Europe on Screen (Festival Film Eropa) 2011: Old and Young Europe | Penayangan Film di Jakarta 5-10 November 2011 | http://www.europeonscreen.org | Ikuti di twitter @EuropeonScreen

Body of Works: Jean-Luc Godard

Body of Works bulan ini mengajak berkenalan dengan Jean-Luc Godard lewat salah satu karyanya yang paling signifikan: Histoire(s) du Cinéma. Ini adalah sebuah proyek video Godard pada akhir tahun 1980 dan selesai pada tahun 1998. Histoire(s) du Cinéma terdiri dari 4 kisah, tiap-tiapnya dibagi dalam dua bagian dan menjadikannya 8 episode. Hampir keseluruhan film ini terdiri dari kutipan visual dan audio dari beberapa film yang terkenal dan diketahui. | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Chapter 1(a): Toutes les histories (All the (Hi)stories) (1988) | DVD | 51 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard

Chapter 1(b): Une histoire seule (A Single (Hi)story) (1989) | DVD | 42 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard

Chapter 2(a): Seul le cinema (Only Cinema) (1997) | DVD | 26 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard | Pemain: Jean-Luc Godard

Chapter 2(b): Fatale beauté (Deadly Beauty) (1997) | DVD | 28 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard | Pemain: Jean-Luc Godard

Chapter 3(a): La Monnaie de l’absolu (The Coin of the Absolute) (1998) | DVD | 27 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard | Pemain: Alain Cuny

Chapter 3(b): Une Vague Nouvelle (A New Wave) (1998) | DVD | 27 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard

Chapter 4(a): Le Contrôle de l’univers (The Control of the Universe) (1998) | DVD | 27 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard

Chapter 4(b): Les signes parmi nous (The Signs Among Us) (1998) | DVD | 38 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jean-Luc Godard

Layar Kinefilia

Layar Kinefilia merupakah salah satu program baru di Kineforum yang memutarkan film-film kunci dalam sejarah film dunia dan telah memberikan kontribusi dan inspirasi terhadap perkembangan estetik, teknologi, sosial maupun politik. Digagas oleh Mohamad Ariansah, tujuan program ini adalah menjadikan Kineforum sebagai tempat apresiasi terhadap perfilman agar terwujud komunitas cinephille/penikmat film serius di Jakarta dan sekitarnya. Kinefilia sendiri berangkat dari kata Cine: Kine/Sine dan Philia: Filia/Fili, yang berarti Cinta Sinema.

Le dîner de cons (The Dinner Game) (1998) | DVD | 80 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Francis Veber | Pemain: Thierry Lhermitte, Jacques Villeret, Francis Huster, Daniel Prévost, Catherine Frot | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Setiap minggu, Pierre dan teman-temannya membuat apa yang disebut sebagai “Permainan Makan Malam”. Setiap orang harus membawa orang yang dianggap paling tolol sebagai tamu. Pierre berpikir bahwa jagoannya, François Pignon, akan bisa diajak ‘beraksi’.

Play Time (1967) | DVD | 155 menit | Prancis | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Jacques Tati | Pemain: Jacques Tati, Barbara Dennek, Rita Maiden, France Rumilly, France Delahalle | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Monsieur Hulot harus menghubungi seorang pejabat Amerika di Paris, tapi ia tersesat karena labirin arsitektur modern yang penuh dengan gadget terbaru.Terperangkap dalam invasi turisme, Hulot menjelajah sekitar Paris dengan sekelompok turis Amerika, dan menyebabkan kekacauan.

No to Violence Against Women

Memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kineforum bekerja sama Peace Woman Across the Globe (PWAG) menyajikan program “No to Violence Against Women”. Program ini ingin memaparkan begitu banyaknya kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia dari satu dekade yang lalu sampai sekarang belum ada perubahan banyak. Baik itu dalam ranah publik maupun ranah domestik. Banyak perempuan korban kekerasan belum bersuara. Program ini ingin memaparkan sebagian dari masalah, termasuk dua film terbaru dan diskusi bersama sutradara.

Program 1 | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Payung Hitam (2011) | DVD | Dokumenter | 30 menit | Indonesia | Sutradara: Chairun Nissa

Perjuangan dua tokoh perempuan,  Neneng (35th) salah satu  warga Rumpin yang tanah 1000 hektarnya,  diambil secara paksa oleh angkatan udara pada tahun 2007,  dan Ibu Sumarsih adalah orang tua Wawan (mahasiswa Atmajaya), korban penembakan ketika era reformasi, yang sampai sekarang belum di tindak lanjuti kasusnya. Mereka berdua bertemu di hari Kamis, di aksi diam. Di mana setiap hari Kamis para pejuang-pejuang dari berbagai macam kasus, dari era 65-sekarang selalu berdiri di depan istana, memegang payung hitam, membawa pesan-pesan para pejuang untuk di sampaikan ke Presiden.

Pemutaran tanggal 27 November 2011 pukul 14.15 akan dilanjutkan diskusi dengan sutradara.

Tuhan pada Jam 10 Malam (2011) | DVD | 45 menit | Indonesia | Sutradara: Ine Febriyanti | Pemain: Hanindawan soetikno, Non Karlina, Wulan Septikasari

Sebuah tragedi tentang pergulatan hitam dan putih. Proses sebuah tarik menarik antara nurani dan naluri yang berujung pada kekejian seorang guru moral terhadap Gadis , murid kesayangannya. Sebuah perdebatan tentang nilai-nilai yang dipercaya dalam masyarakat dalam sebuah kasus kekerasan.

Pemutaran tanggal 18 November 2011 pukul 14.15 akan dilanjutkan diskusi dengan sutradara.

Program 2 | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Menguak Kekerasan dalam Rumah Tangga (2001) | VCD | 46 menit | Indonesia | Sutradara: Herri Ketaren Purba

Film ini bercerita tentang seorang perempuan yang dalam perkawinan pertamanya mengalami kekerasan demi kekerasan, akhirnya dia memutuskan bercerai. Pada perkawinan kedua dia berharap akan mendapatkan hidup yang lebih baik, teryata kekerasan yang dialaminya lebih berat lagi. Menyadarkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah persoalan sosial, bukan cuma persoalan individu.

Ketika Mata Jiwa Bicara (2002) | VCD | 74 menit | Indonesia | Sutradara: Herri Ketaren Purba

Film ini menggambarkan perjalanan hidp seorang korban perkosaan oleh ayah kandungnya (incest). Bagaimana perjuangan dia untuk keluar dari situasi yang sulit di mana tidak saja dia yang mengalaminya, tapi juga adiknya. Bagaimana dia bersama ibu dan adik-adiknya keluar dari rumah yang sarat dengan kekerasan. Serta upaya-upaya yang ditempuhnya dalam mencari keadilan.

Mollo di Timor (2007) | DVD | 10 menit | Indonesia | Sutradara: IGK Trisna dan Olin Monteiro

Masyarakat adat Mollo, di dataran pegunungan Mollo, Timor Tengah Selatan, NTT, telah menempuh hampir satu dekade memperjuangan hak tanah suci milik komunitas adat. Bagi mereka tanah mereka yang mengandung marmer ini adalah air susu ibu, sumber kehidupan masyarakat. Bila investor datang, melakukan kekerasan eksploitasi sumber daya alam, menancapkan mesinnya mengambil marmer, bagaimana ibu pertiwi mereka bisa melanjutkan hidupnya? Para ibu-ibu pemberani ini juga bercerita tentang hidup mereka dan masa depan Mollo.

Jakarta Bienalle 2011: “Body”

Ketika voyeurism sudah menjadi bagian psikologis dari penghuni Jakarta, maka pencitraan akan tubuh menjadi bagian penting dalam kehidupan urban. Tubuh bukan lagi satu-satunya identitas bagi manusia kota, persepsi atasnya dan penerimaan akan tubuh tentunya sudah berkembang dan membentuk skema berpikir yang tentunya berbeda dari dekade-dekade sebelumnya. Body atau Tubuh memang menjadi salah satu dari beberapa diskursus besar yang diusung dalam perhelatan seni rupa Jakarta dua tahunan ini. Tubuh dengan segala pemaknaannya. Tubuh sebagai medium. Tubuh sebagai citra. Tubuh sebagai identitas. Tubuh sebagai rupa.

Programmer

Alex Sihar

Program ini juga akan diikuti diskusi mengenai Pemaknaan Tubuh dalam Medium Seni.

Umihiko, Yamahiko, Maihiko: Min Tanaka Dance Road Indonesia | DVD | Dokumenter | 120 menit | Jepang | Sutradara: Katsumi Yutani | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Lahir tahun 1945 di Tokyo, Min Tanaka mempelajari ballet klasik dan tari modern. Tahun 1978, ia mendirikan Body Weather Laboratory. Dengan grupnya, Maijuku, ia berkeliling dunia untuk mencari jiwa universal tari. Alam, flora dan fauna dianggap sebagai poros proses kreatifnya dalam bidang tari. Tahun 2004, ia bepergian sendiri ke beberapa pulau di Indonesia yang pengalamannya menjadi dasar film ini.

The Shorts: “Body” 1 | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Meta Ekologi (1979) | DVD | Eksperimental | 15 menit | Indonesia | Sutradara: Gotot Prakosa

Sebuah film eksperimental berdasarkan pertunjukkan yang dikoreografikan oleh Sardono W. Kusumo. Sebuah upaya untuk masuk ke dalam dialog dengan ekologi bumi dan air. Penari membenamkan diri di sawah dan berjalan, tampak kusut satu sama lain, dan berlumur tekstur lumpur di tubuh mereka. Ekspresi kemanusiaan melalui sensasi tubuh menjadi serupa dengan proses penciptaan puisi.

Awirota (2007) | DVD | Eksperimental | 20 menit | Indonesia | Sutradara: Agni Ariatama

Seorang pemuda Awirota (nama Sang Awirota diambil dari cerita Nawaruci/Dewaruci saat Werkudoro/Bima keluar dari kuping Dewaruci) sedang mencari jati dirinya, terdorong oleh kondisi yang terjadi sekarang. Di dalam pertapaannya ia melihat seberkas cahaya yang menuntunnya ke dalam laut.

Dongeng dari Dirah (The Sorceress of Dirah) (1992) | DVD | Eksperimental | 45 menit | Indonesia | Sutradara: Sardono W. Kusumo & Robert Chappel

Film ini merupakan adaptasi dari sebuah drama dengan judul sama, berdasarkan tari tradisional dan legenda Bali, dan telah dipentaskan berkali-kali selama bertahun-tahun. Ini kisa tentang kinerja penduduk desa dengan empat bagian mereferensikan mitos desa dan sebuah drama; ini mempercayakan masa depan untuk tradisi bahwa makhluk suci dan para pemuda menjaga keseimbangan di desa dan semakin jelas jika ada pertanda sebuah serangan di desa.

The Shorts: “Body” 2 | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Untuk Apa? (2008) | Dokumenter | DVD | 25 menit | Indonesia | Subteks Bahasa Inggris | Sutradara: Muhammad Ichsan dan Iwan Setiawan

Di Indonesia, praktek sunat pada perempuan diterima secara luas oleh berbagai kalangan dengan alasan untuk “membersihkan” anak perempuan dari spirit setan yang akan mengarahkannya menjadi liar. Meski demikian, sampai sekarang masih banyak orang yang tidak sadar akan adanya praktek ini. Film ini membawa penonton pada semrawutnya kepercayaan dan konteks dibalik praktek sunat perempuan.

Kembali Merajah Mentawai (2010) | Dokumenter | DVD | 30 menit | B. Mentawai | Subteks Bahasa Indonesia | Sutradara: Rahung Nasution

Aman Durga Sipatiti, seniman tato yang berbasis di Jakarta, mengunjungi tetua adat Mentawai Aman Lusin Kerei Sangaimang. Suatu upaya pendokumentasian titi atau tato Mentawai yang kini nyaris “punah” dan hanya tersisa di pulau Siberut.

Festival Video Karya Anak

Menyadari akan potensi kreasi anak dalam memanfaatkan multimedia, terutama filem video, maka berkaitan dengan ulang tahunnya yang ke 17 sekaligus dalam rangka Hari Anak Internasional, Sanggar Anak Akar bermaksud menyelenggarakan Festival Video Karya Anak. Tema kali ini adalah Suara Anak untuk Dunia yang Lebih Baik”. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk kalangan anak-anak dari berbagai komunitas atau lembaga.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi penyebaran ekspresi gagasan anak-anak yang sudah dikemas dengan menggunakan sarana multimedia, khususnya video. Di samping sebagai ruang ekspresi dan apresiasi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai wahana komunikasi antar generasi; anak-anak dan orang dewasa.

Download Jadwal Program Kineforum Oktober 2011

Pesta  Karya

Setiap orang memiliki karakter dan kesenangan yang berbeda. Namun, salah satu hal yang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan dalam keharmonisan adalah.. pesta.

Bulan ini Kineforum hadir dengan tema Pesta Karya. Mari bersama sama merayakan  Q! Film Festival yang tahun ini berusia 10 tahun. OK. Video -5th Jakarta International Video Festival 2011 juga akan meramaikan pesta karya dengan beragam video dari berbagai penjuru dunia. Hadir pula CinéCanada yang mengajak kita mengintip kehidupan di wilayah Kanada bagian utara, film dokumenter Jerman yang mengangkat bagaimana orang-orang di Ougadougou, Korea Utara, Wyoming, dan India mencoba mewujudkan mimpi mereka tentang sinema, dan tiga film dari Add Word Productions. Lalu, bulan ini akan ditutup dengan pesta karya lewat program Courts-Circuits Spécial à courts d’écran #5, pemutaran film-film pendek Indonesia-Prancis.

Pesta Karya adalah tentang  kebersamaan, tentang kebahagiaan menunjukkan karya, melihat cerita dari berbagai dunia, berbagai kalangan datang, dengan dan untuk berbagi.

Wow! Mari berpesta dengan 100 orang setiap hari, berdiskusi dengan para pembuat film setiap hari, dan menunjukkan karya kepada 700 orang setiap minggu. Atur waktumu sekarang dan bersiap-siap lah menjadi bagian dalam pesta dankarya!

Selamat berpesta di Kineforum!

Salam,

Sugar Nadia Azier

Manajer Kineforum

10th Q! Film Festival Jakarta 2011

Q! Film Festival kembali hadir di Jakarta pada tanggal 1-8 Oktober 2011. Ada kompilasi film-film pendek yang terkumpul dalam Break The ChainFamily MatterFinger Licking GoodKilling Me SoftlyPink Homemade, dan Under the Sheets. Juga film-film feature dalam program I’ve Got the PowerAbrakaboobraBorn This WayJar of HeartsPop the Cherry, dan Broken Heels. Untuk jadwal Q!FF di Kineforum, silakan download di sini. Untuk keterangan, sinopsis film, keterangan dan ketentuan lainnya, silakan buka http://www.q-munity.org

OK. Video Flesh – 5th Jakarta International VideoFestival 2011

Pada tahun ini, OK. Video kembali hadir di Kineforum lewat beragam programnya. Untuk jadwal OK! Video di Kineforum, silakan download di sini. Untuk keterangan, sinopsis film, keterangan dan ketentuan lainnya, silakan bukawww.okvideofestival.org

25 Inspiring Music Video in Indonesia (2001 – 2011)

Lewat karya-karya video dalam kompilasi ini bisa dilihat bagaimana medium video musik masih bisa terus berkembang lebih jauh lagi, bukan hanya sebagai karya seni kontemporer, tapi juga sebagai bahasa ungkap. Karya-karya video ini menegaskan kekuatan video musik lebih sebagai ekspresi artistik dan mampu melepaskan diri dari logika komersialitas video musik pada umumnya.” – Indra Ameng, Kurator Program

Open Submission Selections (Cinema Video) 

Program ini menawarkan video pilihan yang masuk adalah karya luar biasa yang tak hanya menunjukkan talenta produksi video yang kreatif dan inovatif namun juga teknologi pembuatan video yang kian canggih. 60 video terpilih meliputi video dari 50 negara dari seluruh penjuru dunia. Panel kurator dan staf OK. Video FLESH menyaring lebih dari 500 video untuk menentukan 60 video terpilih, untuk selanjutnya diputar.

Focus On Sebastian Diaz Morales

Program Focus On Sebatian Diaz Morales pada OK. Video FLESH adalah pembacaan atas pencapaian bahasa video dan sinema seorang Sebastian Diaz Morales. Seniman yang kini tinggal di Amsterdam ini terkenal dengan ‘sinema video’ dengan bahasa puitis.” – Hafiz, Kurator Program

Oberhausen on Tour 2011 – From the International Short Film Festival Oberhausen

OK. Video FLESH mengundang International Short Film Festival Oberhausen untuk menghadirkan karya-karya pilihan di Jakarta. Tujuannya untuk membuka prespektif baru tentang seni video yang berkembang saat ini—bahwa hubungan saling terkait antara seni video dan sinema telah melahirkan eksperimental visual dan ekspresi-ekspresi baru dalam bahasa audiovisual di festival Oberhausen. Harapannya tentu agar program ini menjadi inspirasi bagi para pelaku seni video dan film pendek di Indonesia.

There is a Video Cassette in the Soup

Tinjauan 63 menit sejarah seni video, disutradarai oleh Stefaan Decostere, yang berkolaborasi dengan Dercon pada konsep, menggunakan grafis-elektronik untuk menggabungkan kutipan dan wawancara seni dan seniman dari seluruh dunia, dan hasil yang penuh dengan keindahan yang tidak konvensional.

Focus On Vincent Moon

Vincent Moon sejak 5 tahun yang lalu telah membuat lebih dari 300 video dan kini hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Ia secara terus-menerus mengerjakan berbagai macam project film yang memiliki relasi khusus dengan musik, dan menggunakan internet untuk menyebarkan karya filmnya secara gratis.

CinéCanada : A Journey to the Top of the World

Kanada bagian utara adalah salah satu wilayah alam liar yang luas yang tersisa di muka bumi, yang mencakup daerah yang terbuka, binatang-binatang liar dalam jumlah yang banyak, dan tempat tinggal bangsa Inuit dan penduduk asli lainnya. Saat ini Kanada bagian utara tengah mengalami transformasi yang sangat cepat di tengah-tengah perburuan akan sumber daya minyak, gas alam dan intan yang berlimpah. Meski demikian, banyak tradisi yang masih bertahan, dan para wisatawan berkunjung karena tertarik akan cahaya Aurora Borealis yang menari-nari di langit, pemandangan yang mempesona dan warisan budaya penduduknya yang kaya. Bulan ini, Kanada bagian utara akan menjadi fokus serangkaian film yang akan diputar di Kineforum. Datang dan berkunjunglah bersama kami ke wilayah dinamis ini yang telah memainkan peran yang tak terpisahkan dalam sejarah dunia Barat.

Atanarjuat the Fast Runner (2000) | DVD | 161 menit | Kanada | B. Inuktitut | English Subtitle | Sutradara: Zacharias Kunuk | Pemain: Natar Ungalaaq, Sylvia Ivalu, Peter-Henry Arnatsiaq | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Film ini diadaptasi dari legenda suku Inuit, yang bercerita tentang suatu masyarakat Inuit nomaden yang tiba-tiba kehidupan mereka dikacaukan oleh seorang dukun yang menyebabkan persaingan antar keluarga. 

The Journals of Knud Rasmussen(2006) | DVD | 110 menit | Kanada, Denmark | B. Inuktitut | English Subtitle | Sutradara: Zacharias Kunuk, Norman Cohn | Pemain: Pakak Innuksuk, Leah Angutimarik, Neeve Irngaut| UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Mengambil cerita di daerah Igloolik tahun 1922, film ini mengisahkan tentang seorang dukun dan anak perempuannya yang harus memilih antara shamanisme atau ajaran Kristen.

Before Tomorrow (Le Jour avant le lendemain)  (2008) | DVD | 93 menit | Kanada | B. Inuktitut | English Subtitle | Sutradara: Marie-Hélène Cousineau, Madeline Ivalu | Pemain: Peter-Henry Arnatsiaq, Madeline Ivalu, Paul-Dylan Ivalu | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Diambil dari novel klasik karya penulis Denmark Jorn Riel, film ini mengetengahkan kisah dari Kutub Utara mengenai seorang perempuan Inuit dan cucu kesayangannya yang, sekembalinya ke perkampungan mereka dari pulau untuk menjemur ikan, menemukan bahwa keluarga mereka telah musnah karena infeksi yang dibawa oleh pendatang kulit putih. Saat mereka kembali ke pulau mereka harus menghadapi kenyataan menjadi manusia yang terakhir di muka bumi.

3 Shorts by Add Word Productions

Red Umbrella (Payung Merah) (2010) | DVD | 10 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Edward Gunawan, Andri Cung | Pemain: Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Zubir Mustaqim | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Malam begitu larut, dan supir taksi bernama Reza lebih ingin berada di rumah, tetapi harus menyusuri jalanan mencari penumpang. Naiklah kemudian seorang penumpang cantik dan misterius. Ketika taksi hampir sampai di rumah yang dituju, perempuan itu menghilang. Dari Ayah si perempuan, Reza segera memahami masa lalu kelam penumpangnya yang misterius, lalu belajar menghargai orang-orang yang ia cintai

WINNER - 2011 Asian Short Film Awards @ Screen Singapore

Borrowed Time (2011) | DVD | 8 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Edward Gunawan, Lucky Kuswandi | Pemain: Atiqah Hasiholan, Edward Gunawan, Andrew Trigg, Marissa Trigg | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Angela adalah seorang suster yang bekerja di rumah Caesar untuk merawat istrinya, Paula, yang sedang sakit parah. Suatu hari, Paula mengetahui perselingkuhan mereka dan kembali terserang stroke. Selagi Caesar menunggui Paula membaik, Angela harus mengambil keputusannya sendiri untuk meninggalkan Caesar.

Broken Vase (2010) | DVD | 16 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Edward Gunawan | Pemain: Atiqah Hasiholan, Marissa Trigg | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Catherine mengobral barang di garasi sebelum pindah ke Hawaii bersama tunangannya, Paul. Datanglah Susan yang semula terlihat sebagai pelanggan biasa, namun ternyata mantan kekasih Paul. Ia datang ke rumah itu untuk mengambil barang-barangnya. Sambil berusaha mengenali Susan lebih jauh, Catherine harus menghadapi rahasia masa lalu tunangannya dan mengambil sikap atas segala keragu-raguan nya terhadap sang tunangan.

World Documentary

Comrades in Dreams (2006) | Dokumenter | DVD | 100 menit | English Subtitle | Sutradara: Uli Gaulke | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Film ini menampilkan orang-orang yang di berbagai belahan dunia yang sangat berbeda mencoba mewujudkan mimpi mereka tentang sinema dan menunjukkan film pada orang-orang. Ada Lassane dan teman-temannya di

Ougadougou, Burkina Faso; Han Jong Sil di Chong-San-Ri, Korea Utara; Penny Teffertiller di Wyoming, AS; dan Anup, yang membuat sinema keliling di negara bagian Maharashtra, India.

Courts-Circuits Special àcourts d’écran #5

Download Katalog CourtsCircuits 2011

A courts d’écran menggabungkan pemutaran film dan debat setiap bulannya, serta menawarkan ruang diskusi bagi film pendek Indonesia dan Prancis. Puncak dari program ini mengambil bentuk sebuah festival berjudul Courts-Circuits : Spécial à courts d’écran dan tahun ini adalah edisi ke-limanya.

Diseleksi oleh mitra tetap kami, Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand dan Signes de Nuit, Festival Seni Dokumentasi dan Kreasi Audiovisual dan Sinematografi di Paris, sejumlah film pendek Prancis akan hadir. Disamping itu, hasil kerja sutradara muda independen dan mahasiswa film Indonesia akan disuguhkan. Tidak ketinggalan, diskusi mengenai distribusi dan ekshibisi film pendek di Indonesia akan mengiringi pemutaran film ini.

Berkesinambungan dengan acara ini, CampusFrance akan memperlihatkan tinjauan pendidikan tinggi sinematografi di Prancis dan peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk bidang tersebut.

Download Jadual Pemutaran Film Kineforum September 2011 (*.pdf)

Mari Bermimpi dan Bertualang!

Bermimpi adalah hal yang mudah, tapi tidak semudah mewujudkannya. Kemarin adalah visi, esok adalah mimpi, dan hari ini menandai awal masa depan baru yang berani diisi dengan semua impian kita. Dengan bertualang kita akan menemukan potongan-potongan inspirasi untuk mewujudkan mimpi.

September ini Kineforum mengajak bertualang dan bermimpi lewat menonton dan berdiskusi dengan sutradara- sutradara muda yang juga akan berbagi pengalaman.

Kita akan menyaksikan kumpulan film pendek dari Paul Agusta yang terangkum dalam ‘Hearts, Memories, and Dreams’. Paul Agusta mengajak kita bertualangan menyelami kisah cinta, impian dan kenangan melalui puisi-puisi yang menjadi inspirasi karya-karyanya.

Kita juga akan menyaksikan cerita panjang berjudul “Euphoria” dari Pandu Birantoro. Sebuah film yang mengisahkan perasaan sebenarnya akan hubungan personal maupun kelompok demi satu tujuan: mewujudkan impian.

Ada pula kisah pertemuan, sebuah reuni di hari-hari terakhir seorang lelaki dengan orang-orang yang disayanginya, di  “Les Invasions Barbares”. Film yang berbungkus drama-komedi ini memenangkan kategori Best Foreign Language Filmpada Academy Awards 2004.

Pada bulan ini, Kineforum bekerja sama dengan U.S. Embassy akan kedatangan sutradara dari Amerika yaitu Mustafa Davis dengan film-filmnya yang berjudul Wayward Son” dan “Deen Tight”. Kedua film itu bercerita tentang perjuangan Muslim di Amerika untuk menemukan keseimbangan antara budaya dan agama mereka.

Jangan sampai terlewat kisah Iron dan Kiwong, dua pemuda yang memilih hidup sebagai pedagang tahu, sementara tetap memegang teguh mimpi-mimpinya, dalam film dokumenter panjang  berjudul “Dongeng Rangkas”. Film ini merupakan produksi Forum Lenteng dan Komunitas Saidjah Forum.

Kineforum juga mengisi hari Minggu dengan film-film anak dan mengajak anak-anak atau adik-adik bertualang di hari libur dengan menonton “Petulangan Sherina” dan “Die Konferenz Der Tiere” atau “Konferensi Hewan-Hewan”, sebuah film animasi Jerman yang diangkat dari kisah milik Erich Kästner.

Saatnya menyaksikan dan merangkai puzzle inspirasi. Mari wujudkan impian karena kita adalah pemenang.

Selamat bertualang dan mewujudkan mimpi!

Sugar Nadia Azier

Manajer Kineforum

World Documentary

Dongeng Rangkas (2011) | Dokumenter | DVD | 75 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Andang Kelana, Badrul “Rob” Munir, Fuad Fauji, Hafiz, Syaiful Anwar | Produksi: Forum Lenteng, Akumassa, Saidjah Forum | UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Dongeng Rangkas menggambarkan situasi sebuah kota kecil yang terletak 120 KM dari ibu kota Jakarta yaitu Rangkasbitung. Kota yang menjadi terkenal oleh buku Multatuli itu, sepertinya begitu lambat tumbuh, diantara hingar-bingar pembangunan pasca Reformasi. Filem Dongeng Rangkas adalah sebuah dokumenter panjang yang berkisah tentang dua pemuda yang hidup paska Reformasi 1998. Iron dan Kiwong adalah dua pemuda yang memilih hidup sebagai Pedagang Tahu, sementara mimpi-mimpinya tetap dipegang teguh. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang lebih baik, yang menjadikan keluarga hidup lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Iron, percaya musik adalah anugrah dari Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur Underground.

Films by Mustafa Davis | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Pada bulan ini, Kineforum kedatangan sutradara muda, Mustafa Davis, untuk menonton dua filmnya sekaligus berdiskusi. Dua filmnya mengangkat seputar muslim di Amerika, yang mencari dan menemukan keseimbangan antara budaya dan agama mereka. Untuk melihat karya-karyanya dan mengenal lebih jauh tentang dia, bisa dilihat di situs www.mustafadavis.com


World Cinema Features

Les Invasions Barbares (The Barbarian Invasions) (2003) | DVD | 99 menit | B. Perancis | English Subtitle | Sutradara: Denys Arcand | Pemain: Rémy Girard, Stéphane Rousseau, Marie-Josée Croze, Marina Hands | UNTUK 18+

Pada hari-hari terakhirnya, seorang pria sekarat kembali bertemu dengan teman lama, mantan kekasih, mantan istri, dan putranya yang tidak ia kenal.

Euphoria (2011) | DVD | 130 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Pandu Birantoro | Pemain: Ananda Moechtar, Suryanata Hatta, Maurits Fandoe, Indri Sriwattana | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS | Donasi Rp10.000,-

Film ini mengisahkan empat orang yang terlibat di dalam produksi teater berjudul  “Srikandi” yang sedang dalam perjalanan untuk mencari jati diri mereka dan Euphoria mereka masing-masing. Harris  adalah anak seorang pengusaha sukses yang ditugaskan mengaudit produksi teater. Ia telah lama berjuang untuk membuktikan diri dan keluar dari bayang-bayang ayahnya. Giras adalah seorang sarjana muda yang tengah berusaha untuk menjadi seniman terkemuka. Ia bergabung menjadi storyboarder. Ara, penggila olahraga yang mengikuti jejak ibunya menjadi penari, mendapatkan peran utama di “Srikandi” dan bertemu dengan Vanya yang membuatnya mengevaluasi kembali apa yang dia tahu tentang orientasi seksualnya, cinta dan dirinya sendiri . Karakter terakhir adalah Valerie, yang kembali ke Indonesia setelah sepuluh tahun tinggal di Rusia. Ia mempertanyakan apa arti keluarga dan tempat tinggal sebenarnya.

World Shorts

Hearts, Memories, and Dreams UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Ini merupakan tema kompilasi lima film pendek terbaru dari Paul Agusta. Paul Agusta adalah seorang penulis danfilmmaker kelahiran Jakarta, 1 September 1980. Ia telah meyutradarai dua film panjang, Kado Hari Jadi (2008) dan AtThe Very Bottom of Everything (2010). Keduanya telah diputar di berbagai festival dan event film di berbagai negara termasuk International Film Festival Rotterdam 2009 dan 2010. Saat ini, ia sedang mengerjakan omnibus Parts of the Heart dan Menara Bala, sebuah thriller supernatural.

The Game Kiss (2010) | 9 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Paul Agusta

Salah satu bagian yang telah selesai dari omnibus 10 cerita oleh Paul Agusta berjudul Parts of the Heart. Bercerita tentang apa yang terjadi ketika perasaan terpendam antara dua sahabat yang sudah lama terpendam tiba-tiba muncul ke permukaan.

The Memory Room 1 (2011) | 2 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Paul Agusta

Sebuah adaptasi video dari puisi berjudul yang sama oleh Paul Agusta, sebagian dari seri Video Poems yang sedang ia kerjakan.

The Last Time (2011) | 2 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Paul Agusta

Sebagian lagi dari omnibus Parts of the Heart. Peter telah ditinggal pacarnya, Tri, selama 6 bulan tanpa kabar. Tiba-tiba Tri minta bertemu. Film pendek ini menggambarkan pertemuan mereka yang mungkin saja akan menjadi pertemuan terakhir.

Dream #2 (2011) | 2 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Paul Agusta

Sebuah adaptasi video dari puisi berjudul yang sama oleh Paul Agusta, sebagian dari seri Video Poems yang sedang dia kerjakan.

Why Isn’t Peter Happy(2011) | 14 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Paul Agusta

Sebagian lagi dari omnibus Parts of the Heart. Apa yang terjadi ketika seorang pria yang sebenarnya bahagia, mulai meragukan kebahagiannya? Dan bagaimana jika pada saat yang bersamaan, muncul sebuah godaan berat?

Film Anak

Petualangan Sherina (1999) | 35mm | 123 menit | B. Indonesia | Sutradara: Riri Riza | Pemain: Sherina Munaf, Derby Romero, Ratna Riantiarno, Didi Petet, Mathias Muchus, Ucy Nurul, Djaduk Ferianto | UNTUK SEMUA UMUR

Sherina yang baru saja pindah ke Bandung mendapat musuh di sekolah barunya bernama Sadam. Permusuhan mereka berubah menjadi persahabatan ketika keduanya diculik oleh Pak Raden, anak buah Kertaredjasa.

Die Konferenz der Tiere (Konferensi Hewan-Hewan) (1969) | Animasi | DVD | 95 menit | B. Jerman | Subtitel: B. Indonesia | Sutradara: Curt Linda | Pengisi Suara: Anita Bucher, Paul Bürks, Rosemarie Fendel, Klaus Havenstain | UNTUK SEMUA UMUR

Karena manusia tampaknya tak mampu lagi menciptakan perdamaian di bumi, hewan-hewan sirkus yang diselamatkan bertindak aktif. Mereka menghimbau dilakukannya sebuah konferensi hewan. Tamu kehormatan pada konferensi ini adalah anak-anak yang wajib mendapatkan perhatian demi masa depan mereka. Ketika himbauan perdamaian ini perlahan hilang tanpa didengar manusia, hewan-hewan mengambil tindakan: semua anak-anak di seluruh dunia menghilang dalam waktu satu malam disembunyikan para hewan, sampai pihak yang berkuasa kembali menggunakan akal sehat mereka.

Guru Cerdas Menonton Film (closed-event)

Menyadari begitu besarnya kekuatan film yang sangat efektif dalam menginternalisasi sebuah nilai, maka Kineforum Dewan Kesenian Jakarta, Plot Point dan Lazuardi-Next menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng Guru-Guru.Kegiatan yang melibatkan guru-guru sebagai peserta ini bertujuan mengupayakan terjadinya proses ‘melek’ film, sehingga para peserta tidak saja menjadi penonton yang pasif tapi kritis.

Nonton bareng ini dilaksanakan pertama kali pada tanggal 28 Juni, lalu dilanjutkan pada 13 Agustus lalu. dan akan kembali diadakan pada tanggal 17 September ini. Film yang ditonton adalah Petualangan Sherina dan materi untuk kelas diskusinya berupa film editing dan sound oleh Cesa David.

Cerdaskan anak Indonesia dengan film Indonesia!

Download Jadual Program Kineforum Agustus 2011

The Taste of Freedom

Saya ingat sewaktu kecil kita merayakan hari kemerdekaan di RT atau RW lingkungan rumah kita dengan ikutan lomba makan kerupuk, balap karung, balap gundu (kelereng) di sendok, sampai panjat pinang. Lalu malamnya di tengah-tengah lapangan yang ada di RT/RW kita akan dibangun panggung besar dimana setiap pemenang lomba dianugerahi hadiah dan akan ada pertunjukkan musik semalam suntuk sambil menikmati potluck party (alias pesta makanan hasil swadaya sumbangan warga setempat). Malam itu semua warga bergembira, bertemu muka dan bercanda dengan tetangga-tetangga dan semua anak-anak kecil bisa tetap bermain sampai lewat jam tidurnya.

Semua perlombaan dan ritual itu masih berlangsung sampai sekarang. Namun saya tidak lagi berada di tengah-tengah keramaian. Kini yang saya lakukan untuk menikmati 17 Agustus adalah dengan leyeh-leyeh lebih lama di tempat tidur. Sangat tidak produktif dan kadang saya sering bertanya pada diri sendiri, kemana semua energi yang dulu saya miliki untuk melakukan semua petualangan dan bersenang-senang seperti itu? Hmmm, apakah kebebasan bermain itu kini hilang termakan usia dan kesibukan bekerja? Atau karena semangat kecintaan saya terhadap negeri ini mulai memudar akibat setiap hari membaca berita-berita tentang korupsi, pelanggaran HAM dan sebagainya di koran? Saya jadi teringat satu kutipan seorang pemimpin bernama John F. Kennedy, yang mungkin sudah seringkali dipakai atau over rated. Namun kalimat klise ini tetap mampu menggelitik ketika kita butuh suntikan nasionalisme. Bunyinya begini: ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country. Basi sih, tapi ada benarnya. Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini. Kecil atau besar tidak jadi masalah. Yang penting kita lakukan sesuatu untuk bangsa dengan hati.

Jadi, daripada pusing memikirkan pemerintahan kita yang carut marut atau tidak punya ide untuk merayakan hari kemerdekaan, mendingan nonton fillm-film pilihan Kineforum di bulan Agustus 2011. Ada trilogi Merah Putih, Darah Garuda dan Hati Merdeka. Ada World Film seru seperti River of Life dan Ce Quil Faut De Vivre (The Right of Living) dari Kanada tentang kebebasan itu sendiri. Juga kompilasi Video Diary buatan anak muda dalam program Jalan Remaja 1208 dari komunitas Kampung Halaman untuk memperingati Hari Remaja Internasional pada 12 Agustus. Semuanya bisa ditonton secara gratis, lho. Dan siapa tahu, sepulang dari Kineforum, Anda bisa tersenyum lagi dan memandang negeri ini dengan kacamata yang lebih baik.

Salam,

Meninaputri Wismurti

Programmer

Trilogi Merah Putih

Merah Putih (2009) | DVD | 109 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Yadi Sugandi |  Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Enam orang pemuda dengan dari latar belakang yang berbeda-beda sedang mengikuti pelatihan militer sekitar tahun 1947. Sebelum mereka menyelesaikan masa latihan di sebuah kamp pelatihan, Belanda datang dan membumihanguskan tempat tersebut dan membunuh teman-teman seangkatan mereka. Keenam pemuda tersebut: Amir, Thomas, Dayan, Marius dan Soerono berhasil lolos dari kejaran Belanda untuk kemudian melawan balik.

Darah Garuda (Merah Putih II) (2010) | DVD | 105 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn | Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rudy Wowor | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Sebuah cerita mengenai kelompok heroik kadet yang bergerilya di pulau Jawa pada tahun 1947.Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu, dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda, demi menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai.

Hati Merdeka (Merah Putih III) (2011) | DVD | 102 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn | Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rudy Wowor, Michael Bell | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Dengan latar belakang masa revolusi di awal tahun 1948, sekelompok kadet menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para calon prajurit di tahun 1947. Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir, dari Angkatan Darat. Para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda.

CinéCanada

Ce Quil Faut De Vivre (The Necessities of Life(2008) | DVD | 102 menit | Kanada | English Subtitle | Sutradara: Benoît Pilon |  Pemain: Natar Ungalaaq, Denis Bernard, Paul-André Brasseur, Éveline Gélinas | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Pada tahun 1952, seorang pemburu Inuit bernama Tivii, mengidap tuberculosis dan meninggalkan rumah beserta keluarganya untuk memulihkan diri di sanatorium Quebec City. Ia menjadi rapuh, bukan karena penyakitnya melainkan karena dihadapkan dengan dunia yang sepenuhnya asing. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Kaki, seorang bocah yatim piatu.

Special Grand Prize of Jury of the Montreal World Film Festival 2008

Canada’s submission for Best Foreign Language Film at the 81st Academy Awards

River of Live (2007) | Dokumenter | DVD | 53 menit | Kanada | English Subtitle | Sutradara: Werner Welcher | | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Yukon River Quest adalah lomba tahunan kano dan kayak terpanjang dunia, yakni sepanjang 740 kilometer garis pantai sungai kasar pada malam hari. Film ini merupakan sebuah cerita menggembirakan dari kelompok perempuan yang menghadapi kematian dan memahami betapa berharganya hidup ini. Dengan mengikuti Yukon River Quest, mereka menggambarkan apa artinya menjadi benar-benar hidup.

Jalan Remaja 1208: Me, Instan?

Jumat, 12 Agustus 2011 – pukul 15.00

Kompilasi Video Diary dari para remaja di daerah dari inisiatif Kampung Halaman untuk gerakan Jalan Remaja. Kineforum bekerja sama dengan Kampung Halaman, menyelenggarakan Jalan Remaja 1208 (JR 1208), sebuah program menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia ke publik melalui media. Kegiatan kampanye bersama ini merupakan refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional yang diperingati pada tanggal 12 Agustus tiap tahunnya. Tema tahun ini adalah Me, Instan? yang diangkat untuk menanggapi gaya hidup jaman sekarang yang serba instan. Gaya hidup yang serba instan ini disadari bisa menumbuhkan sifat curang, mudah menyerah, memikirkan diri sendiri dan menghllangkan hal-hal penting yaitu bahwa proses, kerja keras, jujur itu adalah hal yang dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang bertanggung jawab.

Layar Klasik Indonesia (closed-event)

Selama beberapa bulan ke depan, Kineforum bekerja sama dengan Cinemags, sebuah majalah yang membahas banyak hal seputar film. Untuk bulan ini, dengan acara bertajuk Layar Klasik Indonesia, kami memutarkan film Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986). Dibintangi Deddy Mizwar dan Lydia Kandau, disutradarai oleh Chaerul Umam, dan naskahnya ditulis oleh Asrul Sani, sebuah film tentang cinta dan kedudukan suami-istri dalam rumah tangga. Tidak hanya memutarkan filmnya, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi, baik dengan para aktor maupun kru film lainnya.

Acara ini juga diselenggarakan bersama teman teman #AsrulSaniFansClub dari Indonesian MovieMakers United Database (IMMUD) dan Kinekuma Pictures (Paul Agusta), PlotPoint (Ginatri S Noer) dan Ceritamu.com – Forum Cerita Film (Edwin Rizky Supriyadi) dan akan berlangsung selama beberapa bulan berikutnya. Untuk mengikuti atau mendapat informasi acara ini, silakan follow update di twitter @CINEMAGSNEWS.

Nonton Bareng Guru (closed-event)

Sejak bulan Juni 2011 lalu, Kineforum, PlotPoint, serta Lazuardi-Next, mengadakan acara menonton bersama beberapa guru-guru di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan film, baik karakter maupun teknis, serta pembekalan materi mengenai metode pengajaran movie-learning. Dalam diskusi juga dijelaskan mengenai klasifikasi film, sehingga para guru ini bisa memilih film yang sesuai dan tepat untuk putra-putri maupun siswa-siswinya. Setelah sebelumnya memutar dan berdiskusi tentang film ‘Garuda di Dadaku’, bulan ini film ‘Denias (Senandung di Atas Awan)’ yang akan diputar dan didiskusikan. Kerja sama ini masih akan berlangsung untuk beberapa bulan ke depan.

Download Jadual Program Kineforum Juli 2011 (.pdf)

Human Touch

Apa hal yang paling menyenangkan menjadi manusia?”

Pertanyaan itu tiba-tiba diajukan keponakan saya yang kelas 4 SD pada suatu minggu. Dengan kaget, karena anak sekecil ini bisa melontarkan pertanyaan se’dalam’ itu, saya balik bertanya (juga karena ingin mengulur waktu memikirkan jawabannya), “Kalau menurut kamu apa?” Dia pun menjawab sambil tersenyum lebar, “Hati.”

Terus terang, saya sempat tertegun mendengar jawaban itu dan tampaknya dia makin senang melihat mimik wajah saya. Dia pun langsung menceritakan, bahwa menurutnya, bentuk hati manusia (yang sering dilihat di toko pernak-pernik) adalah cantik dan manusia memiliki kemampuan untuk memberikan hatinya kepada orang lain (dia bilang begitu karena salah seorang teman menghadiahinya bantal berbentuk hati).

Lalu…

Menurut saya, walaupun bentuk hati manusia tak segamblang imaji keponakan saya itu, tapi mekanisme ‘memberikan hati’ seperti yang dia katakan sangat luar biasa. Bahwa perbuatan dan niat baik manusia, apapun bentuknya, mengandung sejuta makna. Apalagi bila kita bisa memberikan hati, peduli, dan berempati dengan orang lain yang membutuhkan (tertindas).

Kita diberikan empati, hati, dan akal untuk menghargai manusia lain apapun bentuk, asal, agama, warna kulit, pilihan hidupnya. Bagilah empati Anda dengan menikmati film-film pilihan kerjasama KONTRAS dengan Q!FilmFestival dan Kineforum selama bulan Juli di mana kebebasan hidup, perbedaan, dan hak asasi manusia dirayakan. Human Touch’s matter! Selain itu, jangan lupa menikmati cerita singkat manis yang dikumpulkan komunitas film Boemboe di bulan Juli. Masih ada pilihan film-film dari Swiss dan Kanada di World Films. Dari negeri sendiri, nikmati lagi film Tanda Tanya dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.

Semuanya bisa Anda nikmati, seperti manisnya rasa kebebasan manusia itu sendiri. Let’s celebrate Civil Libertis!

 

Meninaputri Wismurti

Programmer Tamu

World Cinema Features

Das Fliegende Klassenzimmer (The Flying Classroom)(2002) | DVD | 110 menit | B. Jerman | English Subtitle | Sutradara: Tomy Wigand |  Pemain: Hans Broich-Wuttke, Hauke Diekamp, Francois Goeske, Anja Kling | UNTUK SEMUA UMUR

Jonathan telah merasakan enam sekolah asrama. Kesempatan terakhirnya adalah St. Thomas School Leipzig. Ia bertemu teman-temannya, mobil kereta yang terabaikan, pria misterius bernama Bob, dan skrip sebuah drama, The Flying Classroom. Petualangan yang membawanya mengenal nilai persahabatan dan keberanian.

Die Konferenz der Tiere (The Conference of The Animals) (2010) | Animasi | DVD | 93 menit | B. Jerman | English Subtitle | Sutradara: Reinhard Klooss, Holger Tappe  | Pemain: Billy Beach, Jim Broadbent, James Corden | UNTUK SEMUA UMUR

Sekelompok hewan, yang menunggu banjir tahunan untuk mendapatkan makanan dan air, baru mengetahui bahwa manusia, yang telah menghancurkan habitat mereka, telah membangun bendungan untuk dijadikan sebuah resor rekreasi.

Pünktchen und Anton(1999) | DVD | 107 menit | B. Jerman | English Subtitle | Sutradara: Caroline Link | Pemain: Elea Geissler, Max Felder, Juliane Koehler, August Zirner | UNTUK SEMUA UMUR

Pünktchen dan Anton adalah teman yang sangat dekat. Pünktchen muda tinggal di rumah yang besar sedangkan Anton adalah anak laki-laki dari seorang ibu yang sakit dan menjanda serta memiliki masalah finansial. Mereka saling membantu lalu kemudian beberapa masalah muncul. Dua keluarga bermasalah akhirnya menyadari tindakan yang perlu dilakukan.

Emil und Die Detektive (Emil and The Detectives) (2001) | DVD | 111 menit | B. Jerman | English Subtitle | Sutradara: Franziska Buch | Pemain: Tobias Retzlaff, Anja Sommavilla, Jurgen Vogel, Maria Schrader, Kai Weisinger | UNTUK SEMUA UMUR

Ketika Emil berumur 11 tahun, ia berkeliling kota Berlin dan uangnya dicuri. Sementara Emil mengikuti pencurinya, ia bertemu dengan Pony. Pony adalah kepala gank detektif cilik yang ingin membantu Emil. Ketika Pony tertangkap oleh pencuri tersebut, petulangan pun dimulai.

3 Hati 2 Dunia 1 Cinta(2010) | DVD| 108 menit | B. Indonesia | Sutradara: Benni Setiawan |  Pemain: Reza Rahadian, Laura Basuki, Arumi Bachsin | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Bekerja sebagai wartawan freelance dan terobsesi jadi penyair, Rosid (Reza Rahadian) yang lahir di keluarga Muslim yang taat, tampak menarik bagi Delia (Laura Basuki) yang beragama Katolik dan aktivis kampus. Keduanya mempertahankan keyakinan masing-masing tetapi saling mengagumi. Sayangnya orangtua masing-masing tidak setuju.

Tanda Tanya(2011) | 35mm | 106 menit | B. Indonesia | Sutradara: Hanung Bramantyo |  Pemain: Reza Rahadian, Revalina S. Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Henky Solaiman | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS | Donasi Rp10.000,-

Mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan yang terjadi di mana antar individu, dengan latar belakang berbeda, memiliki hubungan  satu sama lain. Hubungan antar keluarga maupun individu ini terkait dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku.

Cool Canada

Return to Kandahar(2003) | Dokumenter | DVD | 65 menit | B. Inggris | Sutradara: Paul Jay, Nelofer Pazira | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Nelofer Pazira kembali ke Afghanistan untuk mencari temannya yang hilang.

Small Places, Small Homes(2006) | Dokumenter | DVD | 60 menit | B. Inggris | Sutradara: Julia Fong, Hana Abdul |UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Sebuah dokumenter tentang imigran minoritas yang tumbuh di kota kecil Kanada.

 

Film-film Isu HAM

Kanan Hijau Kiri Merah(2010) | Dokumenter | DVD | 49 menit | B. Indonesia| Sutradara: Dandhy Dwi Laksono | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Film ini menceritakan tentang komentar teman, guru dan orang terdekat Munir. Tentang kehidupan dia ketika masih muda. Selain itu, film ini juga menceritakan tentang Munir yang menjadi inspirasi bagi kelompok muda untuk berjuang bisa lewat lagu dan lainnya.

Bunga Dibakar(2005) | Dokumenter | DVD | 46 menit | B. Indonesia| Sutradara: Ratrikala Bhre Aditya | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Film ini bercerita tentang Munir, seorang aktivis yang terbunuh oleh racun di pesawat Garuda ketika hendak meneruskan pendidikan S2nya di Belanda. Selain itu film ini menceritakan apa yang ia kerjakan dan juga pertemuan Munir dengan belahan hatinya, Suciwati, yang kerap mendampinginya dikala mendapat teror atas apa yang dilakukannya, juga tingkah lucu dua buah hatinya.

HiStory(2006) | Dokumenter | DVD | 29 menit | B. Indonesia| Sutradara: Steve Pillar Setiabudi |UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Menceritakan tentang perkembangan persidangan kasus Munir dengan terdakwa Pollycarpus Budihary priyanto, pilot Garuda Boeing, yang didakwa membunuh Munir di pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 794 dengan racun Arsenik yang dicampurkan dengan makanan, selama dalam penerbangan.

 

Memecah Kebisuan| Dokumenter | DVD | 22 menit | B. Indonesia| Sutradara: Muhammad Zulfan | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Bercerita tentang tragedi Mei 1998 sebelum jatuhnya pemerintahan Soeharto, yakni kebakaran, penjarahan. Suara-suara saksi, korban dan keluarga korban yang kehilangan anaknya ditampilkan dengan gambar yang bagus.

Swiss Animasi Demokrasi | Animasi | DVD | 23 menit | Swiss | Sutradara: Akinori Oishi |  UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Kumpulan animasi menarik yang mencoba memudahkan kita mengerti tentang apa itu demokrasi dan hal-hal seputarnya.

Local Flavour by Q! Film Festival | DVD | 73 menit | Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Film-film ini adalah buatan Indonesia dan dibuat oleh orang Indonesia. Semuanya tersembunyi hingga kebenaran menunjukkan dirinya di akhir. Ini adalah tentang sebuah impian masa kecil, impian yang mengganggu, selingkuh dan kejutan hadiah ultah dan cerita-cerita kehidupan yang terbentang di antaranya.

Birthday Gift (Daud Sumloang/Stea Lim) | Gay/Tidak (Sigi Wimala, 12 min, 2009) | Kuda Laut (Shalahudin Siregar, 25 min, 2009) | Gincu(Agnes Cristina, Givary Malik Sutawikana, 2 min, 2010) | Sang Badut  & Pengantin (Billy Christian, 27 min, 2010)


Boemboe Forum

Boemboe Forum 2010 berlangsung di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis Jakarta pada tahun 2010 lalu. Kompilasi ini menghadirkan 5 film pendek Indonesia berdurasi 79 menit. UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Fronteira (Tapal Batas)(2008) | 26 menit | Jakarta | Sutradara: Emil Heradi

Seorang pemberontak Fretelin dan tentara Indonesia terjebak di ladang ranjau yang sama.

Kompetisi Festival Film Pendek Konfiden 2008, Jakarta Courts-Circuits 2009, Jakarta Ganesha Film Festival 2010, ITB Bandung 3 Cities Short Film Festival 2010, Maumere, Bangkalan, Mataram

Hujan Tak Jadi Datang (2009) | 16 menit | Yogyakarta | Sutradara: Yoseph Anggi

Sepasang pegawai toko perabot rumah terjebak dalam situasi perselingkuhan. Namun, salah satu pihak masih dilanda keraguan. Di sofa pelanggan, mereka menjawab keraguan itu.

Cinemanila International Film Festival 2009 Festival Film Pendek Konfiden 2009, Jakarta |International Film Festival Rotterdam 2010 Singapore International Film Festival 2010 Purbalingga Film Festival 2010

Di Bawah Tangan(2010) | 16 menit | Surabaya | Sutradara: Rosana Yuditia

Juwairiyah dan Istifaroh adalah dua orang perempuan yang tinggal di desa dengan kultur agama dan adat Madura yang sangat kental. Kemiskinan dan tekanan adat memaksa perempuan-perempuan di desa itu untuk segera menikah. Demi memenuhi kebutuhan hidup, kedua perempuan itu bersedia menikah sirri tanpa perlu mengenal lebih dulu calon suami mereka.

Dramativi(2009) | 13 menit | Solo | Sutradara: Noves Hendiansa

Televisi merupakan kotak ajaib yang dapat menyulap seseorang untuk menjadi autis. Televisi membuatnya asyik dengan dirinya sendiri tanpa menghiraukan segala sesuatu yang ada pada sekitarnya, bahkan lingkungan keluarganya sendiri.

Mereka Sudah Sampai di Jawa(2009) | 8 menit | Jakarta | Sutradara: Andra Fembriarto

Seorang laki-laki melarikan diri menuju pantai sebab kawasan sekitarnya sudah dipenuhi oleh zombie-zombie yang tersebar dari dunia luar dan akhirnya datang juga di pulau jawa. Namun ia pun tidak bisa kabur dari hal terburuk yang akan terjadi pada dirinya.

 

Boemboe Forum 2011 yang telah memasuki tahun ke delapan, menghadirkan 6 film pendek Indonesia. Acara ini merupakan kerja sama Boemboe.org dengan Klub Kajian Film IKJ, serta didukung oleh Kineforum. Bentuk acara akan berupa presentasi oleh peserta Boemboe Forum dan pemutaran karya peserta, lalu dilanjutkan dengan diskusi selama kurang lebih 30 menit setiap karyanya. UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Film Dunia Sempit (Billy Christian), Mampus 2: Hilang (Jaka Wiradinata), Paotere (Andi Arfan Sabran) dan
Fullan (Eldiansyah Ancha Latief) akan diputar di Kelas GA 2A Lantai 2 FFTV IKJ pada pukul 14.00-17.45.

Film ’Cuma 5 Ribu’ (Yusuf Radjamuda) dan Mamalia (Tumpal Tampubolon) akan diputar di Kineforum pada pukul 18.30 – 20.00

*) Catatan:
Bila pembuat film yang bersangkutan tidak hadir sejak awal acara, film karyanya akan diputar pada akhir acara.

Dunia Sempit(2010) | 24 menit | Jakarta | Sutradara: Billy Christian

Tentang Arie yang merasa tidak bisa mencapai mimpinya utk bekerja di dunia fashion karena tubuh besarnya. Terinspirasi dari cerita “It’s Me project” karya Arie Prestiwanti.

Asia Africa Film Festival 2011 | Terasinema 2011

Mampus 2: Hilang(2011) | 20 menit | Surabaya | Sutradara: Jaka Wiradinata

Salim terbangun di tempat umum dalam keadaan yang janggal. Dia harus menemukan jati dirinya dengan uang Rp. 500 dan nomer telepon.

Surabaya AnimNation

Paotere (The Fish Market)(2009) | 16 menit | Makassar | Sutradara: Andi Arfan Sabran

Reza (9 tahun) dan Arfah (12 tahun) adalah anak-anak dengan tanggung jawab yang besar. Keduanya harus bekerja di pasar ikan, sejak fajar menyingsing hingga malam menjelang. Selain harus membantu orangtua menghidupi keluarganya, mereka juga punya mimpi-mimpi untuk diwujudkan.

Jakarta International Film Festival, Indonesia 2009 | Finalis Film Dokumenter Terbaik, Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2009

Fullan(2010) | 7 menit | Palu | Sutradara: Eldiansyah Ancha Latief

Fullan adalah pemuda sederhana yang ada di kota Palu, pukul 17:30 Fullan melakukan rutinitasnya ke mesjid. Sepanjang perjalananya menuju mesjid, Fullan bertemu dengan beberapa orang yang meminta pertolonganya.

EFEK (Eksebisi Felem Kita), Palu 2010 | Juara 3 Islam Movie Days Universitas Indonesia Jakarta 2011.Presentasi Jaringan Film Independen/JALIN Sulawesi Tengah, Festival Film Solo 2011

‘Cuma 5 Ribu’(2009) | 10 menit | Palu | Sutradara: Yusuf Radjamuda

Uang 5 ribu rupiah sering kali dianggap remeh. Namun uang senilai itu bisa jadi sangat berharga, nyawa pun bisa bergantung padanya.

EFEK (Eksebisi Felem Kita), Palu 2009 | Nominasi ‘Film dengan Teknis Terbaik’, MAFVIE Fest 2010 |
Presentasi JALIN Sulawesi Tengah, Festival Film Solo 2011

Mamalia(2010) | 9 menit | Jakarta | Sutradara: Tumpal Tampubolon

Wati mencari sebuah alamat, dibantu Maman, seorang tukang ojek. Ketika alamat yang dicari tak kunjung ditemukan, Wati menawarkan Maman sebuah pengalaman termanis dalam hidupnya.

Film Mamalia adalah bagian dari omnibus Belkibolang (2010) yang terdiri dari 9 film pendek karya 9 sutradara muda Indonesia dan diputar perdana di JiFFest 2010

Download Jadual Program Kineforum Juni 2011 (.pdf)

A Change Would Do Me Good!

Perubahan. Satu kata yang mengundang sejuta makna. Mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan. Billy Crystal, pemeran tokoh Harry dalam film When Harry Met Sally bilang, change is such a hard work. Bahkan dari hal sederhana seperti ketika pacar kita bilang dia harus pindah sekolah atau pindah kerja ke kota bahkan negara lain. Mungkin reaksi pertama yang timbul adalah termenung, tercekat dan berpikir, duh apa jadinya hidup saya tanpa orang ini ya? Semua kebiasaan yang kita bangun bersamanya dalam sekejap harus runtuh atas nama perubahan. Tidak ada lagi orang yang menanyakan kabar setiap pagi atau seseorang yang bisa kita SMS ‘goodnight and sweet dreams’ sebelum tidur. Semua kebiasaan mau tak mau harus berganti atau setidaknya disesuaikan ke sesuatu yang mungkin tak terpikir oleh kita sebelumnya.

Beberapa memilih melampiaskannya dengan menciptakan drama beberapa babak, beberapa lain memilih menjauh agar tidak terlalu merasakan sakitnya perpisahan (ketika menulis ini saya teringat episode serial House dimana Dr. House menjauh dari Cuddy karena ia tidak mau merasakan sakit), beberapa lagi memilih untuk menerima perubahan dengan terbuka sambil berpikir “Tenaannggg masih ada skype, cinta masih bisa lanjut” atau malah berpikir “Asyiiikkk mumpung dia nggak ada, saya bisa cari pacar baru, dong!”

Perubahan memang tidak mudah. Lihat saja negara kita yang butuh waktu 30 tahun untuk mau melek dan berbenah, (lucunya proses berbenah ini malah disalahartikan dengan membiarkan orang berbuat semaunya). Namun perubahan tetap akan terjadi dan apapun hasilnya nanti, perubahan akan melahirkan harapan baru, pandangan/ide baru, impian baru, warna baru, membuka pintu ke hidup yang bisa jadi berbeda dari sebelumnya. Karena itu saya merasa sebuah perubahan di bulan Juni yang masih saja dituruni hujan, akan memberikan kebaikan dan mengapa saya memilihnya untukProgram Kineforum Juni 2011Like Sheryl Crow sings, A Change Would Do You Good!

Seperti film-film Alain Resnais di Kineforum bulan Juni ini. Pertemuan yang dialami karakter-karakter unik di film seperti L’année derniere à Marienbad (Last Year at Marienbad), Stavisky dan Mon oncle d’Amérique (My American Uncle) membawa setiap pribadi ke situasi yang tak biasaKita pun bisa belajar arti perubahan dari mata dua bocah Afghanistan yang terpisah dari keluarga dan berusaha survive di tengah perang sambil tetap mencari keluarganya di The Sweetest Embrace: Return to Afghanistan, film dari Kanada. Atau bagaimana seorang perempuan harus melakukan perubahan drastis akibat tuntutan suami dan keluarga dalam film Indonesia terbaru, KhalifahPerubahan manis pun bisa dinikmati dalam kumpulan film pendek Indonesia koleksi Boemboe Forum 2009, seperti cerita soal lelaki yang menemukan dompet wanita di film NyarutangSelain itu nikmati pula perubahan lucu dan unik di kumpulan film Future Shorts One, seperti dalam film Muscles dan RitaSaya tidak memaksa Anda untuk berubah. Saya hanya ingin Anda tetap memiliki berbagai pilihan untuk menikmati hidup yang tak selamanya abadi ini dan sebelum terlambat, kenapa tidak sesekali mencoba membuka pintu yang lain?

Programmer Tamu

Meninaputri Wismurti

Body of Works: Alain Resnais

Alain Resnais (lahir 3 Juni 1922) adalah sutradara film asal Perancis yang telah berkarir lebih dari enam dekade. Film-filmnya sering diasosiasikan dengan aliran French New Wave atau yang biasa dikenal dengan nouvelle vague, meskipun ia sendiri tidak menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan tersebut sepenuhnya. Ia juga dekat dengan grup penulis dan pembuat film ‘Left Bank’, yang berkomitmen pada modernisme dan ketertarikan pada politik ‘sayap kiri’. Lalu kemudian ia mengembangkan ketertarikannya pada interaksi antara sinema dan bentuk kebudayan lain seperti teater, musik, dan buku komik. Film-filmnya mengeksplorasi hubungan antara kesadaran, memori, dan imajinasi. Ia juga dikenal karena inovasi rancangan struktur formal narasinya. Tak heran jika ia mendapatkan beberapa penghargaan untuk film-filmnya.

L’année dernière à Marienbad (Last Year at Marienbad) (1961) | DVD | 94 menit | B. Perancis | English Subtitle | Sutradara: Alain Resnais |  Pemain: Delphine Seyrig, Giorgio Albertazzi, Sacha Pitoëff | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Sebuah kisah ambigu di sebuah chateau, tentang seorang pria dan wanita yang mungkin pernah atau mungkin tidak pernah bertemu tahun sebelumnya di Marienbad.

Golden Lion Award – Venice Film Festival 1961

Nominated Best Writing, Story and Screenplay – Written Directly for the Screen – Academy Award 1963

Hiroshima Mon Amour (1959) | DVD | 90 menit | B. Perancis | English Subtitle | Sutradara: Alain Resnais |  Pemain: Emmanuelle Riva, Eiji Okada | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

1959. Seorang wanita muda Prancis telah menghabiskan malam dengan seorang pria Jepang, di Hiroshima, di mana dia pergi untuk syuting sebuah film tentang perdamaian. Laki-laki itu mengingatkannya pada pria pertama yang dicintainya. Semuanya terjadi selama Perang Dunia II dan ia adalah seorang prajurit Jerman. Film ini berkisah tentang memori dan yang dilupakan.

Mon oncle d’Amérique (My American Uncle) (1980) | DVD | 125 menit | B. Perancis | English Subtitle | Sutradara: Alain Resnais |  Pemain: Gérard Depardieu, Nicole Garcia, Roger Pierre | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Prof. Henri Laborit menggunakan kisah dari kehidupan tiga manusia untuk membahas teori-teori perilaku bertahan hidup, pertempuran, penghargaan dan hukuman, serta kecemasan.

Nominated for Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen – Academy Awards 1981

Grand Prize of the Jury – Cannes Film Festival 1980


Boemboe Forum 2009

Boemboe Forum 2009 diadakan Pusat Kebudayaan Italia Istituto Italiano di Cultura Jakarta menghadirkan 6 film pendek Indonesia beserta pembuatnya. Kompilasi film-film pendek ini berdurasi 62 menit. UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Across The Universe(2007) | DVD | 16 menit | Jakarta | Sutradara: Steven F. Winata

Sebuah hiburan tentang kekerasan dan absurditas televisi. 

Europe On Screen 2007

Kawon(2007) | DVD | 4 menit | Solo | Sutradara: Joko Narimo

Ketika dalam posisi kalah, aku adalah orang yang benar-benar sendiri dan asing sebagaimana maling. Tapi meski dalam terali besi, aku masih bebas menari.

Nyarutang(2009) | DVD | 10 menit | Purbalingga | Sutradara: Asep Triyatno

Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.

Finalis Kompetisi Film SMA Se-Banyumas Besar, Purbalingga Film Festival 2009

Jangan Bilang Aku Gila (2008) | DVD | Dokumenter | 18 menit | Jember | Sutradara: Kiki Febriyanti

Suharto dan Rufiana adalah mantan penderita gangguan jiwa yang sembuh setelah menjalani terapi di pesantren Al-Ghafur, Bondowoso. Rufiana kini telah menikah dan dikaruniai seorang anak, sedangkan Suharto tetap tinggal di pesantren. Baik Rufiana maupun Suharto berusaha untuk dapat kembali ke keluarga dan masyarakat. Bisakah keluarga dan masyarakat menerima keberadaan mereka?

Finalis Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2008

Calling Herman (2008) | DVD | Dokumenter | 5 menit | Makassar | English Subtitle | Sutradara: Adityahmad, Patmawaty Taibe, Nur Azikin  dan Kiri Depan Community

Herman sangat suka handphone, apa yang akan ia bicarakan melalui handphone?

Appalshop Convening, Yogyakarta 2008

Indonesia Bukan Negara Islam (2009) | DVD | Dokumenter | 9 menit | Jakarta | Sutradara: Jason Iskandar

Film dokumenter stop motion tentang dua orang siswa Muslim yang bersekolah di sekolah Katholik berpendapat tentang Indonesia dan Islam sebagai agama mayoritas.

Purbalingga Film Festival 2009

Film Terbaik Kategori Pelajar Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2009

Future Shorts One – June 2011

Future Shorts One kembali keliling dunia pada bulan Juni, membawa film-film pendek terbaik untuk acara internasional, di mana penonton dengan budaya yang bertabrakan, dipertemukan. UNTUK 15 TAHUN KEATAS.

Big Day (2010) | DVD | Norwegia | Sutradara: Emil Trier

Para siswa perempuan Rampaging Scandinavian merasakan bagaimana ‘suka-duka’ sebuah malam yang besar.

Muscles (2009) | DVD | Australia | Sutradara: Edward Housden

Millie, saudari Richard, memang bukan binaragawan terkenal di dunia. Ia adalah seorang gadis 14 tahun yang didominasi testosteronnya dan merupakan kekuatan yang dominan dalam keluarganya. Apa yang terjadi ketika Millie adalah seorang anak yang lebih ‘laki-laki’ daripada Richard?

Rita (2009) | DVD | Italy | Sutradara: Fabio Grassadonia & Antonio Piazza

Rita berusia 10 tahun dan buta sejak lahir. Ia tinggal di tepi laut Palermo. Ia seorang yang keras kepala, selalu ingin tahu, dan merasa selalu digagalkan oleh ibunya yang terlalu protektif dan diktator. Dunia yang sesak di rumahnya tiba-tiba ‘diterobos’ oleh sebuah kehadiran yang misterius.

Peaches ‘Show Stopper’ (2010) | DVD | USA | Sutradara: Caroline Sascha Cogez

Satu hari dalam kehidupan peach, dibintangi Charlotte Munck.

Bruce (2009) | DVD | UK | Sutradara: Tom Judd

Apa yang terjadi ketika sebuah video game menjadi kenyataan?

Scumbag, Pervert and The Girl In-Between (2011) | DVD | China, Republic of (Taiwan) | Sutradara: Bruce Hwang Chen

Seorang buangan SMA mencoba untuk mengesankan seorang gadis dengan mendapatkan kembali celana pendek sang gadis yang dicuri dari seseorang yang aneh di kota.

Heartwork (2010) | DVD | Jerman | Sutradara: Nils Strüven

Sebuah perjalanan yang intens ke kehidupan malam di Berlin – sebuah set ke trek Trentemøller, Moan.

It Could Have Been A Perfect World (2011) | DVD | Indonesia | Sutradara: Adhyatmika Euuy

Sebuah ode untuk jiwa yang sepi – karena terkadang, butuh dua orang kesepian (loners)  untuk menjadi sepasang kekasih (lover).

World Cinema Features

Not The Cops, Not The Blacks, Not The Whites(2004) | DVD | 72 menit | Switzerland | B. Perancis | English Subtitle | Sutradara: Ursula Meier | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dari yang merasa paling benar sampai terjadinya dialog antar budaya – sebuah transformasi menakjubkan dari Polisi Jenewa yang telah membentuk integrasi unik dan skema mediasi. Proyek ini tidak akan pernah terwujud tanpa upaya dari seorang perempuan pekerja komunitas Perancis-Tunisia dan dukungan teman polisinya.

The Way I Look At You(2004) | DVD | 51 menit | Switzerland | B. Perancis | English Subtitle | Sutradara: Jean-Stephane Bron | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Cerita tentang lima pertemuan, komik dan tragis secara bersamaan, terjebak dalam sebuah mobil di sekolah mengemudi. Lima pasangan bersatu demi mendapatkan Surat Izin Mengemudi tetapi terpisahkan karena kewarganegaraan dan bahkan karena warna kulit mereka masing-masing.

The Sweetest Embrace: Return to Afghanistan (2008) | DVD | Dokumenter | 74 menit | Canada | English Subtitle | Sutradara: Najeeb Mirza | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Soorgul dan Amir, dua bocah Afghanistan yang terlupakan, kembali ke negara mereka untuk mencari keluarga mereka setelah dibawa ke Tajikistan (Soviet) 16 tahun silam. Film ini merupakan sebuah kisah intim perlawanan terhadap salah satu pemandangan paling keras sekaligus paling indah di dunia, di mana kehidupan telah dibentuk oleh perang dan kesulitan tetapi masih ada semangat yang tangguh.

The Water Bearer (2007) | DVD | Dokumenter | 52 menit | Canada | English Subtitle | Sutradara: Pascal Gélinas | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Pencarian air bersih membuat umat Katolik dan keturunan Muslim di Pulau Flores bekerja sama dan bersama dengan Gilles Raymond, seseorang dari Quebec, mewujudkan demokrasi langsung. Sebuah road movie di mana solidaritas mengatasi rasa kalah dan kemurahan hati mengalahkan korupsi.

Khalifah (2011) | DVD | 94 menit | B. Indonesia | Sutradara: Nurman Hakim| Pemain: Marsha Timothy, Indra Herlambang, Ben Joshua, Titi Sjuman | UNTUK 15 TAHUN KEATAS | Donasi Rp10.000

Khalifah, gadis 23 tahun yang bekerja di sebuah salon kecantikan, dijodohkan ayahnya dengan pria bernama Rasyid. Ia begitu mengabdi kepada suaminya, termasuk ketika ia diminta memakai jilbab dan cadar. Perubahan drastis pun dialami Khalifah.

Program Kineforum Mei 2011: My So-Called Weekend

Download Jadual Program Kineforum Mei 2011

My So-Called Weekend

Biasanya begitu kamis sore tiba, saya langsung membuat daftar hal-hal yang ingin saya lakukan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Mulai dari makan enak bareng teman segeng, creambath, pijat, shopping, nge-date (kalau lagi punya pacar) bahkan sampai ke hal-hal yang agak ambisius seperti bangun pagi untuk ke gym atau yoga. Semua hal yang tidak pernah bisa kita lakukan di hari kerja karena kesibukan yang menggila. Hal-hal yang selalu kita harap bisa lakukan, namun yang terjadi di ujung hari kita hanya bisa terkapar di atas tempat tidur, setibanya di rumah.

Lucunya rutinitas menulis daftar ini membuat saya tersenyum-senyum sendiri karena adanya harapan akan sesuatu yang baru. Malah kadang rasanya seperti deg-degan menunggu SMS  dia atau balasan twitter-nya. Sesuatu di luar rutinitas sehari-hari. Walau mungkin pada kenyataannya, hanya satu-dua hal saja dari daftar itu yang bisa terpenuhi. Tapi tetap saja, sebuah harapan membuat hidup lebih mendebarkan. Harapan membantu manusia menyadari bahwa seburuk-buruknya hari Senin, toh masih ada hari Jumat, Sabtu atau Minggu yang menyimpan kejutan dan memberikan kita sesuatu yang berarti untuk ditunggu.

Begitu pula dengan pilihan film-film dunia yang diputar tiap akhir pekan di Kineforum pada bulan Mei ini. Mulai dari omnibus Belkibolang yang penuh kejutan kecil di akhir cerita, betapa menyenangkannya menerima kartu pos di zaman twitter seperti di The Postcard dan Police Box karya Josh Kim, menikmati indahnya bunga sakura dari sudut pandang yang berbeda di Hanami, bahwa bertinju pun bisa terlihat cantik di Beautiful Boxer atau membiarkan hati menerima bahwa angan kadang menjadi indah ketika hanya terbang dibawa angin di Marie dalam kumpulan film pendek Lucky Kuswandi.

Kali ini saya akan masukkan satu hal lagi yang akan saya kerjakan di akhir minggu. Merayu seekor beruang untuk nonton film akhir pekan gratis di bioskop Kineforum TIM. Biar bahasa Indonesianya makin lancar dan syukur-syukur makin sayang saya…

Meninaputri Wismurti

Programmer


World Shorts

Facebooked (2009) | DVD | 15 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Siti Nurul Anniza |  Pemain: Aziman Fadhli, Agus Mediarta, RR Nissa Pressinawangi KP, Marazuddin Budianto H | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Tulisan Rezky di Facebook membuat gurunya, Sarjono, tersinggung. Rezky merasa ia tidak melakukan hal yang salah tetapi Sarjono tetap menyudutkannya. Lalu, Rezky pun merencanakan sebuah pembalasan.

Linimas(s)a (2011) | DVD | Dokumenter | 45 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Dandhy Dwi Laksono | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

“Linimasa” atau “timeline” merupakan istilah yang banyak digunakan dalam penggunaan media sosial di tengah-tengah “massa” digital. Film ini menggambarkan kekuatan gerakan sosial di ranah offline maupun online dan menceritakan pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa.

Pemutaran Perdana #linimas(s)a Sabtu, 7 Mei (17.00) akan disertai diskusi bersama @donnybu, Inisiator @internetsehat dan #linimas(s)a

Belkibolang (2010) | DVD | Kompilasi Film Pendek | 87 menit | B. Indonesia | English Subtitle | UNTUK 18 TAHUN KEATAS | Donasi Rp10.000,00

Sembilan cerita tentang hubungan dua manusia urban. Tentang kepercayaan, ketegangan, penipuan terselubung dan monster. Semua ada di Jakarta malam hari.

Payung – Agung Sentausa, babibutafilm, 6”24’

Sebuah pertemuan antara Wahyu, seorang pekerja keras, dengan Fitri, menghangatkan dinginnya malam.

Percakapan Ini – Ifa Isfansyah, babibutafilm, 9”59’

Percakapan antar tetangga, Omen dan Nuri, tentang hubungan, pilihan dan rasa keibuan. Percakapan tak berawal ataupun berakhir.

Mamalia – Tumpal Tampubolon, zuura pictures and babibutafilm, 8”27’

Wati mencari sebuah alamat, dibantu Maman, sang tukang ojek. Saat alamat belum juga ditemukan, Wati berhasil membuat Maman tertidur dalam pelukannya.

Planet Gajah – Rico Marpaung, dermaga films, 12”40’

Seorang peramal melihat angka 25 dan 2010. Malam ini Nathan merayakan ulang tahunnya yang ke 25 di tahun 2010. Apakah yang akan terjadi?

Tokek – Anggun Priambodo, babibutafilm, 10”15’

Malam ini PLN kembali menggilir rumah2 untuk gantian mematikan lampu. Edwin mencoba menikmati malam gelap gulita sambil mendengarkan pembicaraan tetangga, hingga sebuah tokek menghampirinya.

Peron – Azhar Lubis, timecode pictures, 8”06’

James selalu memakai ipod nya sambil membayangkan cewek-cewek di stasiun, tiap hari. Malam itu, seorang cewek hinggap lebih lama dari sekedar imajinasinya.

Ella – Wisnu Surya Pratama, renjani films and babibutafilm, 7”55’

Ella bersiap-siap mudik menjelang lebaran. Sahabatnya, pak Gendut, menyiapkan makan malam paling enak, sambil merayakan  persahabatan mereka.

Roller Coaster – Edwin, babibutafilm, 9”21’

Sepasang sahabat lama bermain-main di sebuah hotel, sambil menguji nilai persahabatan mereka.

Full Moon – Sidi Saleh, babibutafilm, 11”34’

Isna ingin merayakan keriaan tahun baru bersama Bobi, suaminya. Malam Tahun Baru berhasil mendekatkan sekaligus menjauhkan mereka.

Pemutaran Jumat, 6 Mei 2011 (19.30) akan dilanjutkan tanya jawab dengan pembuat film.

 

FUTURE SHORTS – Lihat sinopsis di sini.


World Cinema Features

Beautiful Boxer (2004) | DVD | 118 menit | B. Thailand | English Subtitle | Sutradara:Ekachai Uekrongtham |  Pemain: Asanee Suwan, Sorapong Chatree, Orn-Anong Panyawong | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Berdasarkan kisah nyata dari kehidupan Parinya Charoenphol, seorang petinju Muaythai yang menjalani operasi perubahan jenis kelamin menjadi seorang wanita.

Hanami (Cherry Blossoms) (2008) | DVD | 127 menit | B. Jerman, Jepang, Inggris | English Subtitle | Sutradara: Doris Dörrie |  Pemain: Elmar Wepper, Hannelore Elsner, Aya Irizuki, Maximilian Brückner | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Ketika Trudi mengetahui bahwa suaminya Rudi mengidap penyakit serius, mereka pergi ke Laut Baltik. Kemudian di sana Trudi tiba-tiba meninggal. Rudi terpukul apalagi ketika ia mengetahui bahwa istrinya ingin hidup yang sama sekali berbeda, di Jepang.

Were The World Mine (2008) | DVD | 95 menit | B. Inggris | English Subtitle | Sutradara: Tom Gustafson |  Pemain: Tanner Cohen, Wendy Robie, Judy McLane, Zelda Williams | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Jika Anda memiliki ramuan-cinta, siapa yang akan Anda pilih untuk jatuh cinta kepada Anda? Timotius mencoba melarikan diri dari realitas suram sekolahnya melalui lamunan-lamunan ‘musikal’nya dan menjawab pertanyaan tadi dengan cara yang sangat nyata.

Claudia/Jasmine (2008) | DVD | 112 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Awi Suryadi |  Pemain: Kirana Larasati, Kinaryosih | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Claudia adalah seorang gadis SMU yang sangat percaya bahwa satu wanita diciptakan untuk satu manusia. Sedangkan Jasmine adalah seorang wanitaindependent, pekerja keras, dan skeptis tentang cinta. Keduanya memiliki rahasia yang sama.

Shorts from Josh Kim

The Police Box (2006) | DVD | 7 menit | B. Korea | English Subtitle | Sutradara: Josh Kim |  Pemain: Carol Chan, Josh Kim, Kirsty Lam | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Seorang gadis menulis surat cinta untuk seorang polisi dan meletakkannya dalam sebuah kotak di pos jaga. Suatu hari seorang anak laki-laki yang cemburu melihat gadis itu merusak kotak tersebut dan memutuskan untuk memainkan trik antara mereka berdua.

The Postcard (2007) | DVD | 15 menit | B. Korea | English Subtitle | Sutradara: Josh Kim |  Pemain: Suh Inwoo, So Yun Park, Sun Zoo Park, Simo | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dua perempuan petugas kantor pos keliru dengan mengira bahwa seorang pelanggan sedang mencoba untuk mendapatkan perhatian mereka dengan menuliskan surat cinta terbuka pada kartu pos yang dikirimkan. Namun, sebenarnya kartu-kartu tersebut ditujukan untuk orang lain.

Shorts from Lucky Kuswandi

Marie! (2004) | DVD | 9 menit | English Subtitle | Sutradara: Lucky Kuswandi |  Pemain: Marie Mojica, Ash Steffy |UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Seorang wanita eksentrik bernama Marie bertemu pria impiannya. Karena rasa atas realitas dan fantasi, masa lalu dan masa depan, yang bertabrakan dalam pikirannya, dia harus memutuskan apakah dia akan mengambil kesempatan untuk tinggal di saat ini atau mengejar mimpi yang sukar dipahami itu.

Black Cherry (2005) | DVD | 5 menit | English Subtitle | Sutradara: Lucky Kuswandi |  Pemain: Juliana Sutarman |UNTUK 15 TAHUN KEATAS


Seorang wanita menemukan dirinya dihadapkan dengan gambar dirinya: siapa ia dan apa yang membuat ia seorang wanita? Saat ia menemukan ceri hitam yang menggoda, ia dipaksa untuk mengeksplorasi dan akhirnya mengendalikan penuh tubuhnya sendiri.

STILL (2005) | DVD | 15 menit | English Subtitle | Sutradara: Lucky Kuswandi |  Pemain: Jason Woo | UNTUK 15 TAHUN KEATAS


Seorang pemuda menjalani hidupnya dengan ragu, dipenuhi keinginan untuk menyelesaikan masalah dengan ayahnya.

A Letter of Unprotected Memories (2008) | DVD | 9 menit | English Subtitle | Sutradara: Lucky Kuswandi |  Pemain: Juliana Sutarman | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Lucky Kuswandi mengajak kita serta ke dalam sebuah perjalanan personal yang dialaminya ketika Imlek kini menjadi ‘tanggalan merah’. Perayaan hari istimewa itu senantiasa membawanya kembali ke masa kecilnya saat perayaan Imlek masih dilarang.

Sampai Besok (Until The Morning Comes) (2009) | DVD | 21 menit | English Subtitle | Sutradara: Lucky Kuswandi & Moonaya |  Pemain: Moonaya, Justin Flood | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Pasangan muda menghabiskan hari terakhir mereka di rumah bersama-sama, melalui tugas dan rutinitas seperti biasa, dengan harapan bahwa besok, segala sesuatu akan tetap sama.

Pemutaran film akan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan pembuat film.

Program Kineforum April 2011: Daulat Diri pada Tanah, Tubuh, Jiwa

Unduh Jadual Program Kineforum April 2011 (.pdf)

Pada bulan April tahun ini kineforum mengundang kurator tamu Meninaputri Wismurti untuk menyusun program tematik tentang perempuan. Film-film dunia yang ia sajikan di kineforum bulan ini bercerita tentang hal-hal kecil, tentang kekurangan dan kelebihan menjadi perempuan. Ia ingin mengembalikan gagasan tentang perempuan kepada tubuh dan jiwa yang menjalani, bukan semata-mata mengulang mitos kepahlawanan atau tunduk pada stereotip.

Selain program tematik tentang perempuan, pada bulan ini kineforum menawarkan variasi film-film pendek dalam World Shorts, mulai dari dokumenter Indonesia mengenai tradisi tato, pengungkapan tentang pembunuhan massal komunitas Tionghoa sampai film-film animasi internasional.

Kami juga kembali mempresentasikan film-film dokumenter panjang. Mulai dari karya Ucu Agustin tentang buruknya layanan kesehatan, sampai pada film konser Bonita and the Husbands. Dari khazanah film dokumenter dunia kami mendapat kehormatan mempresentasikan karya para sutradara dan pemerhati persoalan Tibet dalam Festival Film Tibet. Presentasi Festival Film Tibet ini dimungkinkan berkat kerjasama dengan Yayasan Atap Dunia yang setiap tahun secara rutin menghadirkan ruang diskusi mengenai persoalan Tibet.

Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!

World Cinema Features: I’m Every Woman

Mari bergembira menjadi perempuan. Bukan karena jasa Kartini atau wanita-wanita hebat di masa lampau. Tapi karena jasa dan upaya kita sendiri untuk menerima diri kita apa adanya. Segala kekurangan maupun kelebihan. Mari bergembira akan hal-hal kecil nan sederhana yang begitu menarik perhatian perempuan, seperti memakai celana dan rok pada saat bersamaan atau menikmati bau tanah sehabis tersiram hujan sambil minum teh.  Lagipula menurut hasil penelitian umur hidup perempuan jauh lebih lama dari para pria karena perempuan cenderung lebih bebas mengungkapkan apa yang dirasa. Mari tersenyum, tertawa, meringis dan menangis bersama pilihan film-film dunia Kineforum yang menceritakan keindahan dan keburukan, kekuatan dan kelemahan, kebahagiaan dan kesedihan, kekaguman dan ketakutan menjadi seorang perempuan. Apa adanya.

Meninaputri Wismurti


God Forbid Greater Evil (2002) | DVD | Drama-Komedi |  107 menit | B. Kroasia | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Snježana Tribuson UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dengan latar belakang tahun 60an, Frula, bocah berusia 11 tahun, tinggal di sebuah rumah yang dekat dengan tempat pemakaman kota. Ia tumbuh besar dengan mendengarkan musik-musik pemakaman, dalam keluarga yang ‘sibuk’: ayah yang pemarah, ibu yang peduli terlalu banyak hal, nenek yang selalu menggurut tentang anti-komunis, adik yang suka melukai hati, dan teman sekolah yang lebih kuat. Frula harus berjuang untuk mendapatkan tempatnya di bawah matahari.

Sto je muskarac ber brkova? (What is A Man Without A Moustache?) (2005) | DVD | Drama-Komedi | 120 menit | B. Kroasia | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Hrvoje Hribar | UNTUK 21 TAHUN KEATAS

Sebuah komedi romantis yang terjadi di kehidupan pedalaman Kroasia. Ada seorang jandan muda nan kaya dan pendeta Katolik tak bernama. Seorang ayah yang pekerja keras dan putrinya yang jatuh cinta pada puisi Haiku. Setiap orang seperti berada dalam masalah masing-masing. Lalu pelatihan militer dimulai dan sang Jendral dengan kumisnya pun datang.

Me Myself (2007) | DVD | Drama-Komedi | 110 menit | B. Thailand | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Pongpat Wachirabunjong | UNTUK 21 TAHUN KEATAS

Ini adalah sebuah cerita tentang seorang pria yang tidak dapat mengingat dan seorang wanita yang tidak berhasrat mencintai. Mereka bertemu di suatu malam dalam suatu kecelakaan mobil dan booth telepon. Cinta terjadi ketika ketika kamu tidak mengharapkannya.

881 (2007) | DVD | Komedi-Musikal | 105 menit | Singapore | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Royston Tan | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dua perempuan, satu mimpi. Little Papaya dan Big Papaya tumbuh besar dengan mengidolakan Chen Jin Lang, Raja Hokkien Getai, dan mereka bermimpi menjadi penyanyi-penyanyi Getai. Kisah pilu mereka terkait dengan teman dan supir mereka, Guan Yin, yang mawas diri dan sangat sensitif. Cerita ini berdasarkan adegan Getai Singapura.

Sita Sings The Blues (2008) | DVD | Animasi-Musikal | 82 menit | B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Nina Paley | SEMUA UMUR

Film ini menceritakan legenda Rama dan Sita dalam animasi berwarna dan lebih baik dibandingkan para putri Disney. Namun, sekarang kamu dapat menonton dan mendengarnya dari sudut pandang Sita, sementara ia menyanyikannya dalam nada cinta yang biru (blues), dengan sentuhan humor.

Ghosted (2009) | DVD | Drama-Thriller | 89 menit | B. Jerman | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Monika Treut UNTUK 21 TAHUN KEATAS

Sebuah cerita cinta misterius antara Hamburg dan Taipei. Kasus pembunuhan tak terpecahkan terhadap seorang kekasih Taiwan membuat Sophie Schmitt disorientasi. Hal-hal aneh terjadi dan tiba-tiba kilasan memori datang dan pergi.

To Each Her Own (2009) | DVD | Drama | 100 menit | B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Heather Tobin UNTUK 21 TAHUN KEATAS

Jessica, seorang wanita muda dan sudah menikah, terjungkar balik hidupnya setelah bertemu Casey. Sebuah ikatan romantis terjalin begitu cepat di antara mereka. Namun, hidup adalah memilih. Apakah ia akan mengorbankan keluarga dan semua yang ia tahu, untuk sebuah cinta yang besar tapi baru dan tidak diketahuinya?

World Shorts

Que Sera? (2005) | DVD | Dokumenter | 55 menit | Swiss | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Dieter Fahrer UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Di Bern, sebuah visi utopis adalah realita sehari-hari. Sebuah tempat penitipan anak dan panti jompo di satu atap. Namun, yang muda dan yang tua tinggal bersama bukan sekedar eksperimen di kebijakan sosial. Hal ini menjadi metafor yang puitis antara kematian dan kelahiran kembali.

Swiss Kiss (2008) | DVD | Dokumenter | 30 menit | Swiss | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Raphael Engel & Phillipe Mach UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Penasaran bagaimana ciuman ala Swiss? Dokumenter yang pendek, berwarna, dan manis ini akan membawakan jawaban atas pertanyaan bagaimana sebuah ciuman manis itu, khususnya dari Swiss.

Ndudah (2009) | Digital | Dokumenter | 22 menit | B. Indonesia & B. Jawa | Subtitel B. Inggris | Sutradara: FX Harsono |  UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Ayah seniman FX Harsono menyimpan album foto misterius. Ternyata sang ayah adalah seorang tukang potret yang telah mengabadikan bukti pembantaian orang-orang Tionghoa di sekitar Blitar pada akhir tahun 1940-an.

Kembali Merajah Mentawai (2010) | DVD | Dokumenter | 30 menit | B. Mentawai | Subtitel B. Indonesia | Sutradara: Rahung Nasution |  UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Aman Durga Sipatiti, seniman tato yang berbasis di Jakarta, mengunjungi tetua adat Mentawai Aman Lusin Kerei Sangaimang. Suatu upaya pendokumentasian titi atau tato Mentawai yang kini nyaris “punah” dan hanya tersisa di pulau Siberut.

Gue Inez (2011) | DVD | 20 menit | B. Indonesia | Sutradara: Steven Winata |  Pemain: Indri, Donny Damara, Astri Nurdin | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Tentang seorang gadis yang bernama Inez, yang lahir dari dua suku berbeda yaitu Padang dan Sunda. Inez suka pindah-pindah sekolah. Kali ini Inez pindah ke kota Bogor dan masuk ke sekolah yang baru. Di sekolah yang baru Inez mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Berhasilkah ia?

Dunia Sempit (2011) | DVD | 20 menit | B. Indonesia | Sutradara: Billy Christian |  Pemain: Pinky Ovien, Aty Fathyah, Fransisca Pusvitasari, Audrey Viscananda | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Dunia terasa sangat sempit bagi Arie. Literally. Dengan tubuh besarnya, ia menghadapi tantangan lebih besar dari orang lain. Dalam mewujudkan mimpi besarnya masuk ke dunia fashion, ia belajar berbesar hati dan mencintai diri sendiri.

Swiss Kiss Miss 1| DVD | 84 menit | Swiss | Subtitel B. Inggris UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Sebuah kompilasi film-film pendek dari Swiss berupa karya non-animasiÀ Coté (Next) | Connie | The Man Who Doesn’t Want Anything | The Mourning of Joy Stork | Perpetuum Mobile | La Touche

Swiss Kiss Miss 2| DVD | 61 menit | Swiss | Subtitel B. Inggris UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Sebuah kompilasi film-film pendek dari Swiss berupa karya animasiTango Lola | Amourette | Danny Boy | Big Brother Benedict and the Organ | Laterarius | Miramare | Pink Nanuq | Schlaf | Winter Sonata | First Contact | Jack N Jill

World Documentary

Conspiracy of Silence (2010) | DVD | Dokumenter | 70 menit | B. Indonesia | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Ucu Agustin | UNTUK 13 TAHUN KEATAS

Konspirasi keheningan telah tersulam begitu mendalam di korps dokter medis Indonesia. Bahwa, hak-hak pasien secara sadar dibungkan dan diabaikan tanpa perlindungan dari pemerintah. Film ini mengangkat realita pelanggaran hak asasi manusia ke permukaan.

Semalam Di Rumah Bonita: A Concert Film (2011) | DVD | 130 menit | B. Indonesia | Sutradara: Paul Agusta & Kyo Hayanto Agusta | UNTUK  15 TAHUN KE ATAS

Pada 2 Desember 2010, Bonita & the HusBand mengadakan konser tunggal bertajuk “Konser Terima Kasih” di Teater Salihara. Film ini merekam keseluruhan dari konser tersebut dengan sedikit sisipan wawancara dan dokumentasi latihan persiapan Bonita & the HusBand.

Festival Film Tibet

The Reincarnation of Khensur Rinpoche (1991) | DVD | Dokumenter | 62 menit | B. Tibet | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonam | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Kisah tentang biksu Tibet dan pencarian atas reinkarnasi gurunya, Khensur Rinpoche, yang meninggal empat tahun sebelumnya. Pencarian mengarah pada seorang bocah berusia empat tahun yang mencintai alam dan kebijaksanaan.

A Stranger in My Native Land (1998) | DVD | Dokumenter | 32 menit | B. Tibet | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonam | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Sebuah film tentang kisah pribadi nan pedih dari kunjungan pertama Tenzing Sonam ke tanah airnya. Film ini menangkap pertemuan dengan kerabat lama yang hilang dan menyampaikan rasa keputus-asaan Tibet sebagai negara di bawah pendudukan.

Free Tibet (1998) | DVD | Dokumenter | 90 menit | B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Sarah Pirozek | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Film ini merupakan sebuah dokumenter yang mengkombinasikan kumpulan footage ‘San Fransisco Tibetan Freedom Concert’ tahun 1996,  yang berhasil menarik 100.000 orang datang ke Golden Gate Park, dengan klip-klip isu yang terkait. Dan tentunya beberapa bagian dari pertunjukan Bjork, Foo Fighters, Yoko Ono, Sonic Youth, Smashing Pumpkins, dan artis yang terlibat lainnya.

Tibet: Cry of the Snow Lion (2002) | DVD | Dokumenter | 104 menit | B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Tom Piozet| UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Sebuah film tentang pendudukan Cina atas Tibet dan sejarah atas penindasan dan perlawanan di sana.

Dreaming Lhasa (2005) | DVD | 90 menit | B. Tibet | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonam | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Karma, seorang pembuat film Tibet dari New York, pergi ke Dharamsala, tempat pengasingan Dalai Lama di India Utara, untuk membuat sebuah dokumenter tentang mantan tahanan politik yang telah melarikan diri dari Tibet. Ia ingin berhubungan kembali dengan ‘akar’nya, tetapi juga ‘melarikan diri’ dari hubungan kembali dengan ‘rumahnya’ yang memburuk.

Leaving Fear Behind (2008) | DVD | Dokumenter | 25 menit | B. Tibet | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Dhondup Wangchen & Golog Jigme | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dengan mengambil gambar di dalam Tibet, film ini merupakan kumpulan kesaksian luar biasa dari orang-orang biasa yang siap bercerita pada dunia tentang apa yang mereka derita di bawah penindasan dan pendudukan Cina.

Tibet’s Cry For Freedom (2008) | DVD | Dokumenter | 52 menit | B. Tibet & B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Lara Damiani | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Film ini menyingkap kebenaran tentang perjuangan panjang tanpa kekerasan untuk kebebasan Tibet. Film ini menggambarkan sejarah Tibet dari zaman pendudukan Cina hingga perdebatan masa kini antara “Jalan Tengah dan Indepedensi” dan mengkaji isu-isu hak asasi manusia, penganiayaan politik, dan perusakan lingkungan tanah yang dikenal sebagai “Atap Dunia”.

Tibet in Song (2009) | DVD | Dokumenter | 86 menit | B. Tibet | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Ngawang Choephel | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Melihat kehidupan dan perjuangan masyarakat Tibet dan budaya mereka melalui musik.

The Sun Behind The Clouds (2010) | DVD | Dokumenter | 79 menit | B. Tibet, B. Mandarin, B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Ritu Sarin & Tenzing Sonami | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Lima puluh tahun setelah kejatuhan negaranya, dapatkah Dalai Lama membuat terobosan dalam usahanya menemukan solusi bagi pertanyaan-pertanyaan Tibet?

Program Khusus: Jonathan Stack (Untuk Undangan)

The Farm: Angola, USA (1998) | DVD | Dokumenter | 88 menit | B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Jonathan Stack, Wilbert Rideau, Liz Garbus |  UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Film ini mengikuti kehidupan dari enam tahanan penjara di Angola, Louisiana, yang menyampaikan kisah-kisah pribadi mereka akan kehidupan, kematian, dan kelangsungan hidup di dunia yang tak mudah ditinggalkan.

Liberia: An Uncivil War (2004) | DVD | Dokumenter | 102 menit | B. Inggris | Subtitel B. Inggris | Sutradara: Jonathan Stack |  UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Di musim panas 2003, Liberia, sekutu Afrika tertua Amerika, berada dalam kekacauan total. Dengan akses dan gambar yang menakjubkan, film ini menawarkan semacam ‘dibalik layar’ akan konflik militer yang menghancurkan bangsa.

Bulan Film Nasional 2011:  Sejarah adalah Sekarang 5

Mendekati bulan Maret setiap tahun, selalu ada suasana harap-harap cemas di kineforum. Berharap menemukan dan menawarkan keasyikan baru dari penggalian teks-teks sejarah film Indonesia, sekaligus cemas melihat betapa banyak film yang sudah tidak bisa lagi ditonton dalam format terbaiknya.

Dari penghitungan sementara kami, hanya tak sampai 10 persen dari sekitar 3.000 judul film yang pernah dibuat di kepulauan Nusantara sejak 1926 yang dapat diakses di arsip film. Angka ini sungguh menyedihkan!

Tentu saja bagi kami, makin lama semakin besar tantangan untuk menemukan kopi film yang layak putar sambil tetap menjaga kekayaan perspektif lintas waktu dalam Sejarah adalah Sekarang (SAS). Tapi kami yakin, akan makin banyak kawan seiring dalam kerja mewujudkan pelestarian sejarah film Indonesia yang lebih baik.

Seperti komitmen awal kineforum, acara ini adalah upaya generasi saat ini memberi makna kembali pada ‘masa lalu’. Pada acara tahun ini kineforum menampilkan hasil kuratorial dari para programmer muda yang baru pertama kali melakukan pembacaan terhadap film-film Indonesia klasik dan mempresentasikannya ke hadapan publik. Bersamaan dengan itu pula, Forum Lenteng dan kineforum mengadakan suatu kegiatan khusus untuk membaca kembali karya-karya Usmar Ismail bersama para penulis muda. Menjelang akhir bulan, situs www.filmindonesia.or.id juga mengadakan Klinik Kritik bagi para penulis yang ingin menempuh karir di bidang kritik film.

Selain itu, para kurator pameran Sejarah Bioskop dan Kebijakan Film di Indonesia juga membuat pengembangan format presentasi dari basis data yang terus tumbuh setiap tahun. Tahun ini kami ingin menonjolkan pembacaan terhadap kebijakan film dan menerapkan kajian sejarah untuk memahami persoalan hari ini.

Acara tahun ini lebih banyak diwarnai oleh kegiatan penulisan, kajian atau diskusi. Banyak sekali pihak yang menunjukkan kepada kami betapa pentingnya menciptakan  wadah yang bukan saja menyenangkan dan mencerdaskan, tapi juga membuka peluang profesional bagi para pemula.

Dengan ini kami ingin memenuhi tuntutan itu dan melakukannya bersama teman-teman baru. Anda mau menemani kami kan?

Selamat membuat sejarah!

Lisabona Rahman
Manajer Program Kineforum

DOWNLOAD Jadual Sejarah adalah Sekarang 5 *pdf

Kineforum meminta maaf jika kondisi beberapa copy film yang diputar tidak optimal dan sewaktu-waktu dapat mengganggu jalannya pemutaran. Hal ini dikarenakan kondisi penyimpanan dan pengarsipan film di Indonesia yang masih buruk.

Body of Works: Usmar Ismail

Darah dan Doa (1950) | 35mm | 128 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: Del Juzar, Farida, Aedy Moward, Sutjipto, Awal, Johanna, Suzanna, Rd Ismail | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Cerita perjalanan panjang prajurit RI yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula, dari Jogjakarta ke Jawa Barat. Film ini menunjukkan bahwa revolusi saat itu memakan banyak korban dan membuat manusia saling memerangi satu sama lain.

Enam Djam di Djogdja (1951) | 35mm | 116 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: Del Juzar, R. Sutjipto, Aedy Moward, Rd Ismail, N. Damajanti, H. Al Rasjid | UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Setelah Yogyakarta diduduki oleh Belanda, pasukan Republik Indonesia melakukan perang gerilya. Pada suatu ketika Yogyakarta diserbu dan bisa diduduki walaupun hanya selama enam jam yang dikenal sebagai “Serangan Oemoem” 1 maret 1949.

Lewat Djam Malam (1954) | 35mm | 102 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: AN Alcaff, Netty Herawati, Dhalia, Bambang Hermanto, Rd Ismail, Awaludin, Titien Sumarni | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Mengisahkan seorang bekas pejuang, Iskandar, yang kembali ke masyarakat, dan coba menyesuaikan diri dengan keadaan yang sudah asing baginya.

Tamu Agung (1955) | 35mm | 107 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: M. Pandji Anom, Tina Melinda, Hassan Sanusi, Sulastri, Cassim Abbas, Kuntjung, Chitra Dewi, Nina Amora | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Pak Midi diutus untuk menjemput Tamu Agung, yang akan mengunjungi desa Sukaslamet. Namun, di kota, pak Midi malah keluyuran.

Tiga Dara (1956) | DVD | 116 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: Chitra Dewi, Indriati Iskak, Mieke Wijaya, Rendra Karno, Fifi Young, Bambang Irawan | UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Tiga dara, Nunung, Nana, dan Nenny, cukup bikin pusing si nenek. Pertentangan antara Nunung yang pendiam dan Nana yang agresif berhasil ditanggulangi oleh si bungsu yang lincah, Nenny.

Asrama Dara (1958) | DVD | 125 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: Bambang Hermanto, Citra Dewi, Fifi Young, Aminah Cendrakasih, Rendra Karno, Suzanna| UNTUK SEMUA UMUR
Sebuah cerita tentang dara-dara yang memiliki masalahnya masing-masing di sebuah asrama yang dipimpin oleh Ibu Siti.

Pedjuang (1960) | 35mm | 127 menit | B. Indonesia | Sutradara: Usmar Ismail | Pemain: Bambang Hermanto, Chitra Dewi, Rendra Karno, Bambang Irawan | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Sekitar tahun 1947, sebuah peleton pimpinan Letnan Amin mendapat tugas untuk mempertahankan sebuah jembatan yang sangat strategis. Di balik pasukan itu, berlindung sejumlah pengungsi. Antara lain Irma, anak keluarga menengah yang sinis terhadap perjuangan kemerdekaan.

Dari Gambar Tangan ke Layar Lebar

Tuan Tanah Kedawung (1970) | DVD | 127 menit | B. Indonesia | Sutradara: Lilik Sudjio | Pemain: Suzanna, Farouk Afero, Maruli Sitompul, Dicky Suprapto, Tina Melinda, Awaludin | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Kisah perebutan harta di zaman tuan-tuan tanah, zaman Belanda. Tuan Tanah Kedawung sedih melihat istri pertamanya meninggal. Hal ini justru yang diharap istri mudanya, Zubaedah.

Beranak Dalam Kubur (1971) | DVD | 82 menit | B. Indonesia | Sutradara: Awaludin | Pemain: Suzanna, Mieke Wijaya, Dicky Suprapto, Ami Prijono | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Dhora, mengesankan penderita psiokopat. Ia membunuh ibunya untuk menguasai perkebunan Ciganyar dan juga membunuh ayah tirinya dan adiknya Laila.

Sorga Yang Hilang (Si Buta dari Goa Hantu) (1977) | DVD | 102 menit | B. Indonesia | Sutradara: Pitrajaya Burnama | Pemain: Ratna Timoer, Kandar Sinyo, Hadisjam Tahax, Maruli Sitompul, Torro Margens| UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Di sebuah hutan gersang di Bromo, Badra (si Buta) berjumpa dengan seorang wanita yang ditandu, diserang oleh sekawanan gerombolan. Badra pun beraksi.

SUPERHERO

Rama Superman Indonesia (1974) | DVD | 74 menit | B. Indonesia | Sutradara: Frans Totok Ars | Pemain: Boy Shahlani, August Melasz, Jenny Rachman, Djauhari Effendi, Bambang Hermanto | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Andi ,penjaja koran yang suka menolong, mendapat jimat kupu-kupu emas. Bila jimat itu dicium, maka ia bisa jadi orang kuat yang dapat terbang, berkostum bak Superman, tapi bernama Rama.

Darna Ajaib (1980) | DVD | 95 menit | B. Indonesia | Sutradara: Lilik Sudjio | Pemain: Nia Zulkarnaen, Lydia Kandou, Ryan Hidayat, Donny Nurhadi, Ria Irawan, Dian Ariestya | UNTUK SEMUA UMUR
Darna adalah anak ajaib mirip Superman. Ia lahir dalam keadaan terbungkus plasentanya. Itulah yang membuatnya jadi anak ajaib.

Gundala Putra Petir (1981) | DVD | 90 menit | B. Indonesia | Sutradara: Lilik Sudjio | Pemain: Teddy Purba, Pitrajaya Burnama, WD Mochtar, August Melasz, Anna Tairas, Ami Prijono | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Ir. Sancoko diam-diam melakukan percobaan menyuntikkan cairan anti petir. Hasilnya luar biasa. Tubuhnya jadi tahan terhadap arus listrik dan punya kekuatan luar biasa.

Madame X (2010) | 35mm | 106 menit | B. Indonesia | Sutradara: Lucky Kuswandi | Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang militan dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam. Ia harus memenuhi takdirnya sebagai seorang super hero Madame X.

Bukan Sekedar Profesi

Raja Jin Penjaga Pintu Kereta (1974) | DVD | 98 menit | B. Indonesia | Sutradara: Wahab Abdi | Pemain: Sukarno M. Noor, Rina Hassim, Mansjur Sjah, Tan Tjeng Bok, Mang Udel | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Gono, bekas pemain lenong dengan peran khas Raja Jin, bertugas jadi penjaga pintu lintasan kereta api. Ia tak pernah melepas peran lenong yang sangat disenanginya itu, tapi tak bisa diteruskan karena keluarga istrinya sangat benci pada pekerjaannya sebagai pemain lenong itu.

Taksi (1990) | 35mm | 89 menit | B. Indonesia | Sutradara: Arifin C. Noer | Pemain: Meriam Bellina, Rano Karno, Nani Widjaja, Charlie Sahetapy, Dorman Borisman | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Giyon, sarjana filsafat, sempat menetap di rumah tantenya yang feodal. Ia memilih menjadi sopir taksi karena perlawanannya terhadap “tradisi” dan lingkungannya.

Badut-badut Kota (1993) | 35mm | 103 menit | B. Indonesia | Sutradara: Ucik Supra | Pemain: Dede Yusuf, Ayu Azhari, Jajang C. Noer | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dedi kawin muda dengan Menul, hingga harus hidup mandiri dengan bekerja sebagai badut di sebuah taman hiburan. Pekerjaan ini tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, hingga ia bersama beberapa kawan mencoba lepas dari jerat kemiskinan itu.

Marsinah (2000) | 35mm | 112 menit | B. Indonesia | Sutradara: Slamet Rahardjo | Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan, Intarti, Liem Ardianto Lesmana, Djoko Ali | UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Berasal dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh karena dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.

Janji Joni (2005) | 35mm | 85 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Joko Anwar | Pemain: Nicholas Saputra, Mariana Renata, Rachel Maryam, Fedi Nuril, Surya Saputra | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Joni, seorang pengantar rol film antar bioskop, yang bertekad tidak akan pernah terlambat mengantar rol film sebagai bukti kecintaannya pada pekerjaan.

Warna-Warni Perempuan

Perempuan Kedua (1990) | DVD | 95 menit | B. Indonesia | Sutradara: Ida Farida | Pemain: Widyawati, Sophan Sophiaan, Ida Iasha, Zainal Abidin, Novia Kolopaking | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Perkawinan dr. Yanuar dan Rani SH yang tenteram dan bahkan dijadikan teladan orang-orang ternyata sedang terguncang.

(dalam materi film terdapat logo stasiun TV)

Biola Tak Berdawai (2002) | 35mm | 101 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Sekar Ayu Asmara | Pemain: Ria Irawan, Nicholas Saputra, Jajang C. Noer, Dicky Lebrianto | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Renjani meninggalkan kota kelahirannya, Jakarta, untuk mengubur masa lalu dan keinginannya untuk menjadi penari balet. Ia pindah ke Yogya dan mengabdikan hidupnya dengan merawat anak-anak tunadaksa yang tidak dikehendaki kelahirannya oleh orangtua mereka.

Betina (2006) | DVD | 66 menit | B. Indonesia | Sutradara: Lola Amaria | Pemain: Kinaryosih, Tutie Kirana, Agastya Kandou, Fahmi Alatas, Zairin Zain | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Betina terpikat dengan seorang pria pengurus makam, padahal ia dikelilingi laki-laki yang penuh nafsu terhadap tubuhnya.

Mereka Bilang, Saya Monyet! (2007) | DVD | 82 menit | B. Indonesia | Sutradara: Djenar Maesa Ayu | Pemain: Titi Sjuman, Henidar Amroe, Ray Sahetapy, Bucek Depp, Joko Anwar | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS
Tumbuh dengan luka masa lalu, Adjeng seolah memiliki kepribadian ganda: anak manis di depan ibu, liar di belakangnya.

Red Cobex (2010) | 35mm | 107 menit | B. Indonesia | Sutradara: Upi Avianto | Pemain: Indy Barends, Tika Panggabean, Cut Mini, Sarah Sechan, Aida Nurmala, Lukman Sardi | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Geng Red Cobex beranggotakan ibu-ibu dari berbagai daerah: Mama Ana, Tante Lisa, Yu Halimah, Mbok Bariah dan Cik Meymey. Mereka sekumpulan ibu yang membela kaum lemah dan sangat anti kemaksiatan.

Peran Pemeran

Intan Berduri (1972) | DVD | 104 menit | B. Indonesia | Sutradara: Turino Djunaidy | Pemain: Benyamin S, Rima Melati, Farouk Afero, Mansjur Sjah, Rachmat Kartolo, Windy Djatmiko, Yatie Octavia | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Potensi komik Benyamin S dan Rima Melati diolah menjadi satir dalam film ini.

Inem Nyonya Besar (1976) | 16mm | 98 menit | B. Indonesia | Sutradara: Mochtar Soemodimedjo | Pemain: Doris Callebaute, Eddy Gombloh, Gatot Subroto, Enny Kusrini, Syamsu | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Inem adalah tokoh pembantu yang naik pangkat jadi nyonya besar. Wajah Eurasia Doris Callebaute bertemu dengan kebaya dan… perhatikan roman mukanya: ia adalah perpaduan kepercayaan diri dan femme fatale.

Kejarlah Daku, Kau Kutangkap (1985) | 35mm | 109 menit | B. Indonesia | Sutradara: Chaerul Umam | Pemain: Lydia Kandou, Deddy Mizwar, Ully Artha, Ikranagara, Usbanda | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Sebuah cerita kocak tentang cinta dan kedudukan suami-istri dalam rumah tangga. Lydia Kandou membawakan peran Mona dengan cemerlang.

Ibunda (1986) | 35mm | 103 menit | B. Indonesia | Sutradara: Teguh Karya | Pemain: Tuti Indra Malaon, Niniek L. Karim, Ria Irawan, Alex Komang, Onny Mayor | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Perhatikan pemeranan Tuti Indra Malaon sebagai Ibu Rakhim, janda priyayi, selalu bersikap mengambil alih beban hidup anak-anaknya.

Naga Bonar (1986) | 35mm | 108 menit | B. Indonesia | Sutradara: M.T. Risyaf | Pemain: Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Afrizal Anoda, Roldiah Matulessy, Wawan Sarwani | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Naga Bonar, bekas tukang copet tanpa pendidikan, naif, rasa setia kawannya besar, tapi nekat dan jujur. Inilah karya peran Deddy Mizwar yang tak terlupakan.

Fiksi (2008) | 35mm | 108 menit | B. Indonesia | Sutradara: Mouly Surya | Pemain: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih, Soultan Saladin, Inong | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Ladya Cheryl memainkan Alisha, gadis yang sedang berkenalan dengan cinta lalu dengan cepat dikuasai obsesi.

Rumah Dara (2010) | 35mm | 95 menit | B. Indonesia | Sutradara: Mo Brothers | Pemain: Shareefa Danish, Imelda Therinne, Arifin Putra, Julie Estelle, Ario Bayu, Sigi Wimala, Mike Lucock | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Shareefa Danish membawakan peran perempuan anggun dan misterius sebagai Dara. Bersiaplah tercengang.

Film Anak Indonesia

Djenderal Kantjil (1958) | DVD | 79 menit | B. Indonesia | Sutradara: Nya Abbas Akup | Pemain: Achmad Albar, Chitra Dewi, Rendra Karno, Menzano, Mangopul Panggabean | UNTUK SEMUA UMUR
Permintaan Arman akan pistol-pistolan ditolak ayahnya, tapi si ibu setuju. Dengan pistol mainan itu Arman membentuk pasukan “Berani Mati” bersama-sama teman-temannya, Hamdan dan lain-lain.

Langitku Rumahku (1989) | 35mm | 102 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Slamet Rahardjo | Pemain: Soenaryo, Banyubiru, Pitrajaya Burnama, Yati Sunarjo | UNTUK SEMUA UMUR
Kisah persahabatan Andri, anak orang kaya, dengan Gempol, anak gembel penjual kertas bekas.

Anak Seribu Pulau (1996) | DVD | Dokumenter | 72 menit | B. Indonesia | Sutradara: Srikaton, Nan T Achnas, Garin Nugroho | UNTUK SEMUA UMUR
Perjalanan mengunjungi anak-anak dari Aceh, Kalimantan, dan Papua. Tutur bahasa gambar yang cantik tentang tunas-tunas muda Nusantara.

Petualangan Sherina (1999) | 35mm | 123 menit | B. Indonesia | Sutradara: Riri Riza | Pemain: Sherina Munaf, Derby Romero, Ratna Riantiarno, Didi Petet, Mathias Muchus, Ucy Nurul, Djaduk Ferianto, Butet Kertaradjasa | UNTUK SEMUA UMUR

Sherina yang baru saja pindah ke Bandung, mendapat musuh di sekolah barunya bernama Sadam. Permusuhan mereka berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden.

Garuda di Dadaku (2009) | 35mm | 97 menit | B. Indonesia | Sutradara: Ifa Isfansyah | Pemain: Emir Mahira, Christian Aldo, Ikranagara, Maudy Koesnaedi, Ari Sihasale, Marsha Aruan, Baron Siregar | UNTUK SEMUA UMUR
Sebuah cerita tentang Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi: menjadi pemain sepak bola hebat.

Festival Film 80-an: Film Keluarga

Nakalnya Anak-Anak (1980) | DVD | 105 menit | B. Indonesia | Sutradara: Susilo SWD | Pemain: Zainal Abidin, Gina Adriana, Ira Maya Sopha, Ryan Hidayat, Dina Mariana | UNTUK SEMUA UMUR
Surya, pensiunan kapten kapal dan duda dengan lima anak, pusing dengan anak-anaknya karena tidak menuruti aturan keras yang diterapkannya. Akhirnya seorang guru muda, Utari, mencoba bertahan terhadap gangguan anak-anak itu dan sedikit demi sedikit “menaklukkannya”.

Ira Maya Putri Cinderella (1981) | DVD | 97 menit | B. Indonesia | Sutradara: Willy Wilianto | Pemain: Ira Maya Sopha, Paulina Djakman, Rudy Salam, Gordon Subandono, Linda Karim, Ruth Pelupessy | UNTUK SEMUA UMUR
Ira Maya adalah bayi dari Putri Cinderella dan Baginda Raja. Saat pesta kelahirannya, ia hendak dijodohkan dengan putra Raja Tetangga. Namun, Peri Jahat muncul dan memberi kutukan bahwa Ira Maya akan mati bila tertusuk jarum.

Neraca Kasih (1982) | DVD | 113 menit | B. Indonesia | Sutradara: Henky Solaiman | Pemain: Joice Erna, Kiki Amelia, Yessy Gusman, Tuti Indra Malaon, Zainal Abidin | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS
Setelah ditinggal mati suaminya, Dameria terpaksa merelakan Sari diadopsi oleh budenya, Purwanti.

Si Badung (1989) | DVD | 120 menit | B. Indonesia | Sutradara: Imam Tantowi | Pemain: Purnomo, Nurhuda | UNTUK SEMUA UMUR
Jarir, guru tua dan kepala sekolah di sebuah kota kecil, adalah profil pendidik yang sebenarnya. Ia harus berhadapan dengan Irfan yang penuh semangat dan memiliki konsep pendidikan modern. Dua konsep pendidikan ini, harus berhadapan dengan kelompok anak-anak yang badung.

Terekam, Terdengar, Terlihat

Hiphopdiningrat (2010) | DVD | 65 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Muhammad Marzuki and Chandra Hutagao | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Inilah sebuah cerita unik tentang kultur hip hop dari kota Jogja, dimana kebudayaan urban bertemu dengan tradisi Jawa untuk menciptakan produk kesenian kontemporer.

Metamorfoblus (2010) | Dokumenter | DVD | 96 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Dosy Oemar | UNTUK 18 TAHUN KEATAS
Sebuah film Slank dan Slankers; cerita tentang perjalanan Slank dan pengaruh musik Slank terhadap Slankers dan Indonesia.

Seringai – Generasi Menolak Tua (2010) | DVD | Dokumenter | 60 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Bramantyo Hernomo | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Dokumentasi perjalanan hidup band rock oktan tinggi Seringai selama sekitar delapan tahun. Bisa juga menjadi sebuah pernyataan gairah band Seringai terhadap musik rock, di mana mereka menghembuskan nafas segar ke dalam kancah musik rock lokal sejak 2002.

The Songstress and The Seagull (2010) | DVD | 50 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Paul Agusta | UNTUK 15 TAHUN KEATAS
Pada November 2009, kedua penyanyi ini dipasangkan bersama di atas panggung Djakarta Atmosphere 2009 dan menghadirkan pertunjukan yang tak terlupakan.

Semalam Di Rumah Bonita: A Concert Film (Pemutaran Perdana) (2011) | DVD | 130 menit | B. Indonesia | Sutradara: Paul Agusta & Kyo Hayanto Agusta | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS
Pada 2 Desember 2010, Bonita & the HusBand mengadakan konser tunggal bertajuk “Konser Terima Kasih” di Teater Salihara. Film ini merekam keseluruhan dari konser tersebut berikut wawancara dan suasana latihan Bonita & the HusBand.

ACARA PENDUKUNG

PAMERAN SEJARAH BIOSKOP DAN KEBIJAKAN FILM DI INDONESIA

TERBUKA UNTUK UMUM
1-31 Maret 2011 (13.00 – 20.00)
Tempat : Galeri Cipta 3

Pameran Sejarah Bioskop Indonesia menampilkan alur sejarah, cuplikan berita, foto tentang perjalanan bioskop Indonesia dari 1900 hingga kini. Pameran yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 ini adalah pameran yang tumbuh seiring penambahan materi. Tahun ini kami menonjolkan pembacaan terhadap kebijakan film dan menerapkan kajian sejarah untuk memahami persoalan hari ini.

DISKUSI

Dari Gambar Tangan ke Layar Lebar

TERBUKA UNTUK UMUM
Pembicara: John de Rantau
5 Maret 2011 (Jam 16.00)
Tempat : Galeri Cipta 3

Setelah tahun lalu diskusi mengenai hantu-hantu dalam film horor Indonesia, diskusi tahun ini mengajak kita untuk mengamati sejarah perkembangan film-film yang berasal dari cerita komik, baik di Indonesia maupun dunia, bersama John de Rantau lewat temuan-temuan yang tak kalah menarik.

KLINIK KRITIK FILM

TERBATAS UNTUK PESERTA
26 Maret 2011 (Jam 10.00-17.00)
Taman Ismail Marzuki

Jumlah kritikus film di Indonesia bisa dihitung dengan sebelah tangan. Banyak yang menyebut diri sebagai kritikus film, namun sebetulnya tidak memiliki modal utamanya yaitu metode dalam mengkritik atau menilai sebuah film. Penilaian atas sebuah film tidak pernah berhenti di ‘bagus’ atau ‘buruk’, tapi terus berkembang sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Di kesempatan ini, situs web Film Indonesia bekerja sama dengan Bulan Film Nasional 2011 dan Rumah Film mengadakan Klinik Kritik Film yang akan diasuh oleh JB Kristanto dan Eric Sasono. Peserta klinik telah melalui proses seleksi dan hasil tulisan mereka setelah klinik dijalankan bisa dilihat di www.filmindonesia.or.iddan www.rumahfilm.org

Kontak:
Lintang Gitomartoyo
+6221 70637941
katalog_fi@filmindonesia.or.id | http://www.filmindonesia.or.id

BELAJAR BERSAMA

Tema Bahasan: Kerja Kamera dalam film-film Anak Seribu Pulau(1996)

TERBUKA UNTUK UMUM

Pembicara: Agni Ariatama

26 Maret 2011 (JAM 18.30)

Tempat : Galeri Cipta 3

Mengisi kekurangan dunia pendidikan formal kita, kineforum memulai inisiatif baru ‘Belajar Bersama’ pada tahun ini. Sesi pertama diadakan dalam konteks acara Sejarah adalah Sekarang 5. Dalam kegiatan ini kami mengundang para profesional di bidang gambar bergerak (film dan video) untuk menerangkan pada kita bagaimana mereka mencipta karyanya dengan bahasa gambar-suara (audio-visual). Lewat inisiatif ini kami mengajak Anda menjadi penonton yang mampu memahami bahasa film dengan mendengarkan cerita para kreator tentang cara mereka menuturkan bahasa gambar-suara.

(Kegiatan ini didahului pemutaran film Anak Seribu Pulau di Teater 1 TIM XXI jam 17.00)


KONSER MUSIK & BAZAAR

30 Maret 2011 (Bazaar jam 12.00 | Konser Musik jam 19.00)

Kelelawar Malam

Notturno

(Tiket: Rp 25.000 | Kapasitas: 200 Kursi)

Tempat : Teater Studio

Konser musik dan bazaar melibatkan para pemusik Indonesia serta beberapa komunitas di bidang seni, khususnya film, untuk bersama-sama merayakan Hari Film Nasional tanggal 30 Maret. Sudah menjadi tradisi bahwa setiap tahun, konser musik Sejarah adalah Sekarang selalu menampilkan band-band Indonesia masa kini. Kali ini, program Konser Musik SAS akan menampilkan sebuah pertunjukan musik yang didedikasikan untuk 3 genre film yang inspirasinya diambil dari film-film nasional. Sedangkan bazaar tahun ini, tidak hanya sekedar menjadi ruang pertemuan, baik antar komunitas maupun dengan publik, tetapi juga ajang adu kreativitas serta akses untuk mengoleksi produk-produk yang menunjukkan kecintaan terhadap film Indonesia.

Download Jadual Program Kineforum Januari 2011 (.pdf)

Lembaran Baru 2011

Bulan pertama tahun 2011 kami buka dengan rangkaian perayaan ulangtahun organisasi perupa dan pemerhati ruang kota ruangrupa yang ke-10. Kami merasa bangga bisa ikut sebagai bagian dari perayaan ini. Banyak karya baru yang kita saksikan, kawan baru yang kami temui dan hal-hal baru yang kami pelajari.

Dalam paruh bulan yang kedua kami secara bertahap melengkapi lagi kineforum sebagai sarana belajar melalui karya film/video. Tiga film Indonesia terbaru yaitu Jakarta MaghribHope dan Working Girls akan kami putarkan untuk penonton kineforum. Ketiga film juga akan diiringi diskusi dengan para pembuat film supaya kita bisa melihat dari dekat perkembangan gagasan mereka. Selain ketiga film terbaru ini, kami juga mendapat kesempatan memperkenalkan kembali film Rokkap yang berlatar daerah Sumatera Utara.

Selain itu, setiap akhir minggu kami secara khusus memutarkan dua judul film Prancis untuk anak dan remaja. Melalui program khusus ini kami ingin mengajak kawan-kawan belia untuk mengenal kehidupan anak-anak seusianya di belahan dunia yang lain.

Pada akhir bulan kami dengan bangga ikut mempersembahkan rangkaian karya Ratana Pestonji, bapak perfilman Thailand. Kami bekerjasama dengan antara lain Thai Film Foundation dan programmer Prima Rusdi untuk memperkenalkan karya-karya klasik Asia Tenggara di Jakarta.

Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!

RURU.MOV

Program Pemutaran Film dan Video acara Decompression #10, perayaan ulang tahun ke-10 Ruang Rupa | 3-12 Januari 2011 | http://ruangrupa.org

World Cinema Features

Jakarta Maghrib (Jakarta Twilight) (2010) | DVD | 75 menit | B. Indonesia dengan English Subtitle | Sutradara: Salman Aristo | Pemain: Indra Birowo, Widi Mulia, Asrul Dahlan, Lukman Sardi, Reza Rahadian, Adinia Wirasti | UNTUK 15 TAHUN KEATAS | Donasi Rp10.000,00

Jakarta Maghrib adalah sebuah usaha untuk menangkap suasana metropolitan saat sedang menuju kontemplasinya. Semua hubungan manusia menemui ambang batasnya di waktu Maghrib, itulah benang merah dari 6 cerita yang ada. Sepasang suami istri yang ingin bercinta dalam IMAN CUMA INGIN NUR, seorang preman dan penjaga musholla dalam ADZAN, penghuni kompleks perumahan) yang menunggu tukang nasi goreng langganan mereka dalam MENUNGGU AKI, sepasang kekasih yang mencari jalan pintas dalam JALAN PINTAS, anak kecil yang ketakutan dalam CERITA SI IVAN, dan pertemuan dari semua tokoh tersebut dalam BA’DA.

Rokkap (Rongkap) (2010) | DVD | 75 menit | B. Indonesia | Sutradara: B.M. Joe, Ginanti Rona Tembang Sari, Hendra ‘Pay’ | Pemain: Kinaryosih, Alex Abbad, Agastya Kandou, Sarah Jane, Tongam Sirait, Iyuth Pakpahan | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Film drama percintaan dengan kultur budaya Batak antara Lingga (Kinaryosih) yang tuna netra dengan Bow (Alex Abbad), seorang fotografer. Dilatari harmonisasi hasapi (alat musik traditional Batak) dan keindahan Danau Toba.

Karena kecelakaan di masa kecil, Lingga, 31 tahun, menjadi tuna netra, tapi gadis Batak ini memiliki kemampuan melukis. Hasil karyanya itu dijual untuk menghidupi ayah dan kakak perempuan yang sangat menyayanginya. Bow terpaksa menyanggupi permintaan kedua sahabatnya, Gun dan Ivy untuk melakukan sesi foto pre-wedding di Danau Toba. Bow yang awalnya tertarik pada lukisan Lingga akhirnya bertemu dengan pelukisnya. Keduanya saling jatuh cinta satu sama lain meski ayah Lingga tidak menyetujui hubungan itu begitu saja dan juga Bow belum sepenuhnya putus dari kekasihnya, Vienna yang tinggal di Bali.

Ali Zaoua (2000) | DVD | 90 menit | B. Maroko-Perancis dengan English Subtitle | Sutradara: Nabil Ayouch | Pemain: Mounïm Kbab, Mustapha Hansali, Hicham Moussoune, Abdelhak Zhayra | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Ali Kwika, Omar dan Boubker adalah anak-anak jalanan. Di kehidupan keseharian yang sulit, sebuah persahabatan terbangun antara mereka. Segera setelah Ali tewas dalam perkelahian antara geng, ketiga temannya memiliki satu tujuan: untuk membuat penguburan yang layak bagi Ali. Mereka akan dibantu oleh seorang nelayan yang telah berteman dengan Ali.

Les choristes (The Chorus) (2004) | DVD | 97 menit | B. Perancis dengan English Subtitle | Sutradara: Christophe Barratier | Pemain: Gérard Jugnot, François Berléand, Jean-Paul Bonnaire, Jean-Baptiste Maunier | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Fond de l’Etang adalah sekolah asrama untuk anak-anak bermasalah yang terletak di pedesaan Perancis. Pada pertengahan abad kedua puluh, dijalankan oleh Rachin M. pokok, seseorang yang disiplin dan egoistis yang secara  “resmi-tidak resmi” menjalankan peraturan dengan mantra “aksi – reaksi”, yang berarti bahwa akan ada konsekuensi berat untuk setiap anak laki-laki yang dianggap melakukan kesalahan. Hingga  M. Clément Mathieu, seorang pria paruh baya datang untuk mengajar disana. Mathieu tidak percaya atas kebijakan “aksi – reaksi”, dan ia mulai menggunakan musik sebagai pendekatan baru.

World Documentaries

Working Girls (Perempuan Pencari Nafkah) (2010) | Dokumenter | DVD | 123 menit | B. Indonesia dengan English Subtitle | Sutradara: Sammaria Simanjuntak & Sally Anom Sari; Yosep Anggi Noen; Nitta Nazyra C. Noer & Daud Sumolang | UNTUK 15 TAHUN KEATAS | Donasi Rp10.000,00

Tiga film dokumenter pendek ini  mengangkat kisah perempuan-perempuan yang membawa perubahan di lingkungan mereka. Dalam 5 MENIT LAGI AH AH AH, sutrada Sammaria & Sally membawa kita pada Ayu Riana, yang pada usia 14 tahun sudah memenangkan kontes idola dangdut di TV nasional, sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Di ASAL TAK ADA ANGIN, sutradara Yosep menampilkan para perempuan yang setia pada profesi mereka di pertunjukan ketoprak. Sementara di ULFIE PULANG KAMPUNG, sutradara Nitta & Daud mengikuti perjalanan Ulfie, waria asal Aceh yang berusaha membuat warga kampungnya mengerti bahaya HIV/AIDS. Meskipun dihadang berbagai kesulitan, Ulfie dan semua perempuan dalam film ini berusaha untuk bertahan hidup sambil terus bertekad membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar mereka.

Hope (2010) | Dokumenter | DVD | 71 menit | B. Indonesia dengan English Subtitle | Sutradara: Andibachtiar Yusuf | UNTUK 12 TAHUN KEATAS | Donasi Rp10.000,00

Indonesia kini telah cukup dewasa sebagai sebuah negara. Tapi kedewasaan tersebut ternyata tidak sejalan dengan kemapanan di segala bidang. Namun di tengah “kekacauan” tersebut masih ada individu-individu yang hebat, yang menunjukkan bahwa masih ada harapan di Indonesia.

Mengejar Impian (2010) | Dokumenter | DVD | 47 menit | B. Indonesia | Sutradara: Nia Dinata | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

”Mengejar Impian” menyajikan kisah nyata dari lima orang remaja — Aang Kunaifi, Cahya Nur Aisah, Octika Adinda Putri, Praptaning Budi Utami dan Rahmatillah. Kelima remaja yang memiliki banyak kesamaan yakni sama-sama cerdas, berprestasi, namun berasal dari keluarga prasejahtera, sehingga kelimanya harus berjuang keras untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Bagi kelima remaja ini, dapat duduk di bangku SMA merupakan sebuah impian yang hanya bisa menjadi nyata bilamana mereka mendapatkan beasiswa.

Body of Works: Ratana Pestonji


Sugar Is Not Sweet (Nam Tan Mai Wan) (1965) | 35mm | 134 menit | B. Thailand dengan English Subtitle | Sutradara: R.D. Pestonji | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Chaokun Jaroenkesa, pemilik dari ‘Kesajaroen’, sebuah toko yang menjual produk perawatan rambut rontok, hendak membayar hutang kepada temannya yang seorang India, yang menciptakan formula yang menyokong kesuksesan perusahaannya, dengan menyuruh Manas, anaknya yang tidak bisa apa-apa untuk menikahi Nam Tan (Sugar), putri kesayangan temannya itu dengan imbalan 2 juta baht.

Sugar Is Not Sweet adalah film terakhir R.D. Pestonji. Film ini membawa beragam aspek film mainstream bersamaan: romansa, humor, sex dan lagu-lagu, tapi dalam waktu yang bersamaan pula, film ini seolah mentertawakan apa yang disebut dengan film mainstream.

Black Silk (Prae Dum (1961) | 35mm | 129 menit | B. Thailand dengan English Subtitle | Sutradara: R.D. Pestonji | Pemain: Ratanavadi Ratanabhand, Senee Wisaneesarn, Tom Wisawachart. UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Prae adalah seorang janda yang berpakaian serba hitam sebagai caranya berduka atas kematian suaminya. Hubungannya dengan Thom, pengelola klub malam, menuntunnya terlibat dalam suatu pembunuhan, di mana Seni, pemilik klub malam dan bos dari Thom dan Thom sendiri, melakukan hal itu bersama-sama untuk hidup yang lebih baik. Bukannya membantu Thom dan Prae memenuhi harapan tentang cinta mereka, situasinya justru membuat mereka mendorong jauh harapan mereka satu sama lain, membuat hidup mereka menjadi jungkir-balik, dan bahkan mencegah mereka untuk bisa saling bertemu satu sama lain.

Prae Dum, sebuah cerita kriminal yang disebut-sebut sebagai film noir pertama Thailand. Film ini adalah sebuah karya klasik yang luar biasa yang menggunakan teknik pembuatan  film artistik untuk mengembangkan cerita dan menyampaikan pesannya. Film ini pernah diputar di Berlin International Film Festival pada tahun 1961.

Country Hotel (1958) | 35mm | 102 menit | B. Thailand dengan English Subtitle | Sutradara: R.D. Pestonji | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Paradise Hotel adalah sebuah bar pinggiran yang kecil dengan satu ruangan. Ketika Riam, seorang wanita muda yang misterius datang dan menanyakan sebuah ruangan, ia diberitahu bahwa ruangan tersebut sudah tersewa. Riam mengatakan bahwa ia memiliki 12 anak dan seorang pedagang opium. Chana, seorang pemuda yang tinggal di satu-satunya ruangan itu, sama saja misteriusnya. Ketika Chana menolak untuk berbagi ruangan dengan Riam, ia harus tidur di sebuah sofa yang ada di bar.

Hal itu yang memulai hubungan “tidak biasa” antara mereka berdua, yang harus bertahan sebagai suami dan istri ketika mafia menginvasi hotel. Mereka telah diberi peringatan bahwa Chana berhubungan dengan pengiriman uang dalam jumlah besar yang akan datang ke hotel. Chana dan Riam mengikuti asumsi para bandit bahwa mereka menikah dan bersama-sama dalam satu ruangan. Rasa cinta kemudian terungkap ketika Chana menyelamatkan Riam saat salah satu Bandit menyerangnya. Keduanya merencanakan jalan keluar, tetapi kemudian situasi semakin rumit ketika para kerakusan para bandit mulai menyandung mereka.

Dark Heaven (1958) | 35mm | 102 menit | B. Thailand dengan English Subtitle | Sutradara: R.D. Pestonji | UNTUK 15 TAHUN KEATAS


Pestonji membuat sebuah film feature lain lagi, Dark Heaven, untuk Kachara Film, sebuah perusahaan film yang dimiliki oleh seorang karibnya.  Dengan semangat untuk kemajuan filmnya dan industri perfilman di Thailand, ia membuat film berwarna dan memperluas penggunaan lagu-lagu dalam naratif. Berdasarkan lakon yang dibuat oleh penulis ternama, Suwat Woradilok, sebuah cerita yang pernah digunakan untuk drama TV sebelum Pestonji memutuskan untuk menggunakannya sebagai dasar dari film ini. Alur film ini sangat luar biasa, tetapi hati yang sebenarnya dari film ini adalah lagu-lagunya.

Download Jadual Program Kineforum Desember 2010

12th Jakarta International Film Festival (JIFFest)

27 November – 5 Desember 2010 | http://jiffest.org | twitter: @jiffest


World Cinema Features

Lieber Fidel (Dear Fidel) (2000) | Dokumenter | DVD | 92 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris | Sutradara: Wilfried Huismann | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Film ini berkisah tentang Marita Lorenz sebelum ia melakukan perjalanan ke Kuba di musim semi tahun 2000, sebuah perjalanan ke masa lalunya dengan Fidel Castro. Pembuat film ini menemaninya dalam perjalanan tersebut dan medokumentasikan drama berbahaya tentang cinta seumur hidupnya pada Fidel Castro. Pada saat yang sama, cerita Marita memberikan kilasan yang mengejutkan mengenai rahasia-rahasia dari Perang Dingin.

1968 – Mythos und Wirklichheit (Mitos dan Kenyataan) (2007) | Dokumenter | DVD | 45 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris| Sutradara: Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Orang muda di seluruh dunia memberontak dan menuntut dirombaknya tatanan yang ada. Dengan mengambil contoh peristiwa-peristiwa di Amerika Serikat dan di Jerman, di Praha dan di Paris, Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron menunjukkan sasaran, tuntutan dan ilusi ‘Angkatan 68’ pada ‘tahun edan’ itu.

Madame X (2010) | Fiksi | 35mm | 106 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris| Sutradara: Lucky Kuswandi | Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang militant dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam, seorang penata rambut yang kemayu, dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng Badai dan istri-istrinya yang gemulai sebelum Kanjeng Badai memenangkan pemilu. Akankah sepatu berhak tingginya berubah menjadi pantofel, riasan glitternya menjadi debu, atau celana kulitnya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya ada satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorangsuper hero Madame X, super hero pembela kaum minoritas.

Rangkaian pemutaran Madame X dihadiri oleh tim pembuat film dan diikuti diskusi mengenai produksi, tata artistik, musik dan elemen-elemen lain yang menjadikan film ini suatu karya utuh.


World Documentaries

Nama Saya Selasih (2004) | Dokumenter | DVD | 23 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: Jajang C. Noer | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Selasih, nama samaran Sariamin Ismail, lahir di Sumatera Barat tahun 1909. Selasih sangat produktif dan telah menerbitkan puluhan buku sebelum wafat pada tahun 1995. Terkenal karena sifat kemandiriannya, sebagian besar karangannya mendukung perluasan kesempatan untuk perempuan.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Atas Nama (2010) | Dokumenter | DVD | 60 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: M. Abduh Aziz | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Potret Peraturan-peraturan Daerah yang yang diskriminatif dan cenderung meng-kriminalisasikan kaum perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk Apa (2008) | Dokumenter | DVD | 25 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: M. Ichsan dan Iwan Setiawan| UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Tentang semrawutnya kepercayaan dan konteks dibalik praktek sunat perempuan.

Befreier und Befreite (1992) | Dokumenter | DVD | Bagian I: 94 menit, Bagian II: 111 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris | Sutradara: Helke Sander | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Setelah selama 46 tahun membisu, untuk pertama kalinya para wanita yang pada akhir Perang Dunia Kedua diperkosa oleh tentara Rusia berbicara tentang pengalaman kekerasan yang membekas itu. Di bagian pertama film ini para wanita itu sendiri yang bercerita. Dalam percakapan dengan para tentara pertanyaan pokoknya adalah mengapa bisa terjadi pemerkosaan masal ketika Tentara Merah memasuki Jerman. Pada bagian kedua diuraikan dampak-dampak yang mendalam terhadap para wanita yang menjadi korban dan anak-anak yang lahir akibat pemerkosaan tersebut.

Budak Nafsu/Fatima (1983) | Fiksi | DVD | 94 menit | B. Indonesia | Sutradara: Sjuman Djaya | Pemain: Jenny Rachman, El Manik | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Fatima mengalami kekerasan seksual serdadu Jepang ketika melindung anaknya. Ia kemudian dikirim ke tangsi militer Jepang di wilayah Malaya sebagai perempuan penghibur para serdadu. Setelah kemerdekaan republik pun, Fatima tidak mengalami nasib yang lebih baik.

Perawan Desa (1978) | Fiksi | DVD | 127 menit | B. Indonesia | Sutradara: Frank Rorimpandey | Pemain: Yatti Surachman, Rae Sita, Maruli Sitompul | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Sumirah diperkosa empat berandal. Dalam pemeriksaan polisi, kejadiannya malah terbalik. Karena paksaan, Sum mengaku mencari popularitas. Di pengadilan sedikit demi sedikit fakta sebenarnya diungkap. Sebuah film pengadilan terbaik yang pernah dibuat, berkat dialog yang bernas dan hidup.

Marsinah (Cry Justice) (2000) | Fiksi | 35mm | 112 menit | B. Indonesia | Sutradara: Slamet Rahardjo | Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Kisah tentang bencana hukum dan ketidakadilan yang diangkat dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh. Ia mengalami penyiksaan seksual dan dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.

Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus) (2007) | Fiksi | 35mm | 112 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris| Sutradara: Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susanto, Fatimah T. Rony | Pemain: Rachel Maryam, Rieke Diah Pitaloka, Kirana Larasati, Fauzi Baadila, Shanty, Sarah Sechan, Susan Bachtiar | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Oleh pembuatnya film ini disebut film antologi, karena berisikan empat cerita dan dibuat oleh empat sutradara tentang satu tema: perempuan, atau lebih khusus lagi masalah reproduksi perempuan. Keempatnya mengisahkan masalah tadi dalam konteks sosial yang berbeda, tapi semua tokoh utamanya mengalami kekalahan menghadapi “kekuasaan” yang ada di luar dirinya.

November 2010

Download Program Kineforum November 2010

Europe on Screen 2010

Europe on Screen (Festival Film Eropa) 2010: Europe in Motion | Jakarta Screening 5-12 November 2010 | http://europeonscreen.org or follow on twitter @EuropeonScreen

World Cinema Features

Lieber Fidel (Dear Fidel) (2000) | Dokumenter | DVD | 92 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris | Sutradara: Wilfried Huismann | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Film ini berkisah tentang Marita Lorenz sebelum ia melakukan perjalanan ke Kuba di musim semi tahun 2000, sebuah perjalanan ke masa lalunya dengan Fidel Castro. Pembuat film ini menemaninya dalam perjalanan tersebut dan medokumentasikan drama berbahaya tentang cinta seumur hidupnya pada Fidel Castro. Pada saat yang sama, cerita Marita memberikan kilasan yang mengejutkan mengenai rahasia-rahasia dari Perang Dingin.

1968 – Mythos und Wirklichheit (Mitos dan Kenyataan) (2007) | Dokumenter | DVD | 45 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris| Sutradara: Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Orang muda di seluruh dunia memberontak dan menuntut dirombaknya tatanan yang ada. Dengan mengambil contoh peristiwa-peristiwa di Amerika Serikat dan di Jerman, di Praha dan di Paris, Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron menunjukkan sasaran, tuntutan dan ilusi ‘Angkatan 68’ pada ‘tahun edan’ itu.

Madame X (2010) | Fiksi | 35mm | 106 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris| Sutradara: Lucky Kuswandi | Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang militant dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam, seorang penata rambut yang kemayu, dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng Badai dan istri-istrinya yang gemulai sebelum Kanjeng Badai memenangkan pemilu.

Akankah sepatu berhak tingginya berubah menjadi pantofel, riasan glitternya menjadi debu, atau celana kulitnya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya ada satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorang super hero Madame X, super hero pembela kaum minoritas.

Rangkaian pemutaran Madame X dihadiri oleh tim pembuat film dan diikuti diskusi mengenai produksi, tata artistik, musik dan elemen-elemen lain yang menjadikan film ini suatu karya utuh.

World Documentaries

Nama Saya Selasih (2004) | Dokumenter | DVD | 23 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: Jajang C. Noer | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Selasih, nama samaran Sariamin Ismail, lahir di Sumatera Barat tahun 1909. Pada mulanya diberi nama Basariah, namun nama ini kemudian diganti dengan Sariamin. Sesudah menanjak karirnya sebagai pengarang pada tahun ’30-an, Selasih menggunakan nama samaran lain seperti Seleguri, tapi karya-karya yang paling terkenal diterbitkan di bawah nama “Selasih”. Selasih sangat produktif dan telah menerbitkan puluhan buku sebelum wafat pada tahun 1995. Terkenal karena sifat kemandiriannya, sebagian besar karangannya mendukung perluasan kesempatan untuk perempuan.

40 Years of Silence (2009) | Dokumenter | DVD | 86 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: Robert Lemelson | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Antropolog psikologis Robert Lemelson mengajak kita memahami tragedi 1965 di Indonesia dari sudut pandang trauma kejiwaan yang dialami para korbannya, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Pemutaran film pada 3 November 2010 dihadiri oleh sutradara dan diikuti sesi tanya-jawab.

First Timers

Metamorfoblues (2010) | Dokumenter | DVD | 96 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: Dosy Oemar | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Sebuah film Slank dan Slankers; cerita tentang perjalanan Slank dan pengaruh musik Slank terhadap Slankers dan Indonesia.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Atas Nama (2010) | Dokumenter | DVD | 60 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: M. Abduh Aziz | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Potret Peraturan-peraturan Daerah yang yang diskriminatif dan cenderung meng-kriminalisasikan kaum perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk Apa (2008) | Dokumenter | DVD | 25 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: M. Ichsan dan Iwan Setiawan| UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Tentang semrawutnya kepercayaan dan konteks dibalik praktek sunat perempuan.

Befreier und Befreite (1992) | Dokumenter | DVD | Bagian I: 94 menit, Bagian II: 111 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris | Sutradara: Helke Sander | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Setelah selama 46 tahun membisu, untuk pertama kalinya para wanita yang pada akhir Perang Dunia Kedua diperkosa oleh tentara Rusia berbicara tentang pengalaman kekerasan yang membekas itu. Di bagian pertama film ini para wanita itu sendiri yang bercerita. Dalam percakapan dengan para tentara pertanyaan pokoknya adalah mengapa bisa terjadi pemerkosaan masal ketika Tentara Merah memasuki Jerman. Pada bagian kedua diuraikan dampak-dampak yang mendalam terhadap para wanita yang menjadi korban dan anak-anak yang lahir akibat pemerkosaan tersebut.

Budak Nafsu/Fatima (1983) | Fiksi | DVD | 94 menit | B. Indonesia | Sutradara: Sjuman Djaya | Pemain: Jenny Rachman, El Manik | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Fatima mengalami kekerasan seksual serdadu Jepang ketika melindung anaknya. Ia kemudian dikirim ke tangsi militer Jepang di wilayah Malaya sebagai perempuan penghibur para serdadu. Setelah kemerdekaan republik pun, Fatima tidak mengalami nasib yang lebih baik.

Perawan Desa (1978) | Fiksi | DVD | 127 menit | B. Indonesia | Sutradara: Frank Rorimpandey | Pemain: Yatti Surachman, Rae Sita, Maruli Sitompul | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Sumirah diperkosa empat berandal. Dalam pemeriksaan polisi, kejadiannya malah terbalik. Karena paksaan, Sum mengaku mencari popularitas. Di pengadilan sedikit demi sedikit fakta sebenarnya diungkap. Sebuah film pengadilan terbaik yang pernah dibuat, berkat dialog yang bernas dan hidup.

Marsinah (Cry Justice) (2000) | Fiksi | 35mm | 112 menit | B. Indonesia | Sutradara: Slamet Rahardjo | Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Kisah tentang bencana hukum dan ketidakadilan yang diangkat dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh. Ia mengalami penyiksaan seksual dan dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.

Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus) (2007) | Fiksi | 35mm | 112 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris| Sutradara: Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susanto, Fatimah T. Rony | Pemain: Rachel Maryam, Rieke Diah Pitaloka, Kirana Larasati, Fauzi Baadila, Shanty, Sarah Sechan, Susan Bachtiar | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Oleh pembuatnya film ini disebut film antologi, karena berisikan empat cerita dan dibuat oleh empat sutradara tentang satu tema: perempuan, atau lebih khusus lagi masalah reproduksi perempuan. Keempatnya mengisahkan masalah tadi dalam konteks sosial yang berbeda, tapi semua tokoh utamanya mengalami kekalahan menghadapi “kekuasaan” yang ada di luar dirinya.

September 2010

Program Grid Kineforum September 2010

Rangkaian karya pendek yang kami hadirkan bulan ini seperti komposisi nada-nada staccato yang pendek, sekaligus nyelekit.

Bulan ini kineforum DKJ ingin menyorot lagi khazanah film pendek Indonesia yang begitu kaya. Pendekatan dan cara berceritanya beragam… dan yang lebih menyenangkan lagi, film-film ini dibuat oleh figur-figur baru yang segar dan piawai!

Menonton karya-karya pendek ini sungguh menimbulkan optimisme bahwa film Indonesia itu penuh warna dan kemampuan para pembuatnya pun jauh dari kesan seragam yang sehari-hari kita saksikan di baliho pajangan bioskop. Mudah-mudahan mereka bertahan dengan orisinalitas idenya supaya film Indonesia masa depan makin kaya.

Lewat program bulan ini kami ingin memperkenalkan pembuat film muda Denny Kristianto, juga merayakan karya baru Edwin, mendengarkan kisah anak-anak muda yang beranjak dewasa pada sekitar 1965 lewat karya Abduh Aziz dan Lasja F. Susatyo dan memberi jalan kepada mahasiswa IKJ yang segera akan lulus dan menempuh dunia film profesional!

Pesan yang ingin kami sebarkan bulan ini pendek saja: mari optimis!!

Sampai ketemu di kineforum!

Program 1 (World Documentary) UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Tambuah Ciek

Tambuah Ciek! (Add One!) (2010), Dokumenter, DVD, 26 menit, B Indonesia Subtitle English, Sutradara: Aditya Utama, Pemain: Adjis doaibu

Adjis, adalah seorang anak muda yang mendatangi beberapa tempat makan Masakan Minang yang ada di Jakarta. Dia tertarik untuk melihat keunikan yang ada disana dikarenakan banyaknya restoran dan warung Masakan Minang yang tersebar di Jakarta baik yang terkenal maupun tidak terkenal.

Around the Sea

Around the Sea (2010), Dokumenter, DVD, 15 menit, B Indonesia Subtitle English, Sutradara: Bernard Realino Danu K

Beberapa nelayan Cilincing, Jakarta mengeluh tentang masalah sampah yang selalu mereka hadapi setiap hari tanpa kemajuan. Limbah yang mengotori air Cilincing mengakibatkan banyak ikan dan kerang mati. Mengambil hasil kerja mereka diganggu laut, bahkan penurunan pendapatan. Namun, ironisnya, masyarakat di sekitarnya membantu mencemari laut pantai dengan sampah rumah tangga ke pantai pesisir dengan alasan sampah kurangnya tempat berlindung. Masyarakat telah menjadi lebih dan lebih terbiasa dengan sampah. Kesadaran akan pentingnya konservasi sumber daya alam laut yang ditinggalkan. Sayangnya oleh masyarakat pesisir itu sendiri.

Tjindurian19

Tjidurian 19 (2009), Dokumenter, DVD, 41 menit, B Indonesia, Sutradara: Abduh Aziz, dan Lasya Susatyo

Rumah-kantor ini dimiliki oleh kepala urusan internal LEKRA itu, Oey Hay Djoen. Itu disita, diduduki, kemudian dijual kepada pihak ketiga oleh pejabat negara Orde Baru. Sekarang telah berubah menjadi gedung bertingkat mewah. Rezin Orde Baru secara sistematis dan structural menyita bangunan dan dimakamkan memori yang menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam lintasan sejarah bangsa. Amrus Natalsya, Amrazan Ismail Hamid, S. Anantaguna, Hersri Setiawan, Martin Aleida, Putu Oka Sukanta, dan T. Iskandar AS semua berbagi pengalaman mereka, serta mereka merasa kehilangan yang mendalam. Di rumah ini budaya bahwa mereka tidak hanya memproduksi karya mereka sebelumnya, tetapi juga dilaksanakan kesetaraan, dan berdebat tentang estetika, politik, dan ideologi.

Program 2 (Film Pendek Fiksi) UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Film-Film Pendek Edwin

Hulahoop Soundings

Hulahoop Soundings(2008), Fiksi, DVD, 7 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Ladya Cheryl, Nicholas Saputra.

Lana, gadis pekerja hotel yang selalu bermain hulahoop setiap pagi di atap hotel yang datar sambil melayani obrolan telepon seks dari pelanggannya. Lana dan hulahoopnya memiliki daya tarik magis yang menarik Nico untuk melupakan yang lainnya.

Trip To The Wound (2007), Fiksi, DVD, 6 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Ladya Cheryl.

Suatu malam, saat menaiki sebuah bus, Shilla berjumpa dengan Carlo. Shilla adalah seorang kolektor. Ia mengoleksi kisah-kisah di balik bekas luka. Carlo tak akan bisa melupakan perjalanan itu.

A Veru Boring Conversation

A Very Boring Conversation(2006), Fiksi, DVD, 10 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Tutie Kirana, Wahu Yuyu.

Sebuah perbincangan yang berawal dari soal musik dan e-mail, lalu perlahan beralih ke hal-hal yang tidak logis, yang memungkinkan perubahan dari hubungan “ibu-anak” menjadi hubungan “pria-wanita”.

A Very Slow Breakfast(2002), Fiksi, DVD, 6 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Sandra Dewi, Anggun Priambodo, Iwuk Tamam, Yadi Timo.

Film yang mengeksplorasi perasaan tentang individualitas dan lunturnya nilai-nilai keluarga. Sebuah upaya untuk mendefinisikan kembali makna keluarga dalam dunia modernitas yang berubah.

Dajang Soembi (Perempoean Jang Dikawini Andjing)(2004), Fiksi, DVD, 7 menit, Sutradara: Edwin, Pemain: Ine Febriyanti, Faozan Rizal.

Penceritaan kembali legenda Dajang Soembi. Putranya menjadi seorang pembunuh karena ingin menjadi kekasih ibunya sendiri. Sebuah cerita rakyat yang absurd, diceritakan dan diciptakan dalam bentuk film bisu.

Kara, Anak Sebatang Pohon(2005), Fiksi, DVD, 10 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Clarine Baharrizki, Ladya Cheryll, Ela Garo.

Kara adalah seorang anak perempuan yang tinggal di tempat terisolasi. Ayahnya menghilang setelah Ronald membunuh ibunya. Seorang jurnalis yang melakukan invasi ke dalam hidupnya membuat ia memutuskan mencari Ronald untuk mendapatkan sebuah jawaban akhir.

Nairobi Notes(2010), Fiksi, DVD, 14 menit, B. Indonesia, Sutradara: Edwin, Pemain: Bikassy M. Bijos, Jenipher Nelimah  Nabutono, dan Robert Matumbai.

Film-Film Pendek Denny Kristianto

Fuse

Vert(2009), Fiksi, DVD, 14 menit, B. Perancis, Sutradara: Denny Kristianto, Pemain: Alan Kerneuzet, Judicael Boni, Ti Hsuan Chiu.

Terusir dari naungannya, seorang tunawisma menyusuri kesendirian jalanan kota Paris untuk mencari tempat berteduh baru. Sedikit demi sedikit dia kehilangan obyek memori masa lalu mengenai kediaman idealnya dan dia harus berkreasi untuk menciptakan tempat baru yang bisa dia panggil, “Rumahku!”.

Official Selection: In Competition Evora International Film Festival 2009, Portugal

Cote Courts Francais Rencontres Henry Langlois Film Festival 2009, France

Fuse(2009), Fiksi, DVD, 13 menit, B. Perancis, Subtitle English, Sutradara: Denny Kristianto, Pemain: Ange-Pierre Drevelle, Jean Haas, Philippe DeBrugadda.

Seorang anak lelaki pergi membeli sebuah motor sekering baru, diganggu oleh segerombolan temannya, dan bertemu dengan sebuah orang-orangan sawah. Apa yang dia cari?

Program 3 (Film Pendek Fiksi) UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Perjalanan Untuk Kembali

Perjalanan Untuk Kembali (2010), Drama Road Movie, DVD, 18 menit, B Indonesia Subtittle B Inggris, Sutradara: Mulyadi Witono, Pemain: Sigit Hardadi, Panji Ilham, dan Nana Christian. UNTUK 12 TAHUN KEATAS
Soebrata minta diantarkan anaknya Bagas kerumahnya di Puncak, Bogor. Bagas terpaksa mengantarkan ayahnya Soebrata bersama temannya Toni, sedangkan Bagas harus menghadiri rapat penting di kantornya.

Fly (2010), Drama, DVD, 18 menit, B Indonesia, Sutradara: Deny Setiawan, Pemain: Epy Kusnandar, dan Hanah Al-rashid.
Epi Kuswoyo adalah seorang seniman yang suka pergi ke pantai untuk melukis. Epi senang melukis dengan pemandangan yang indah. Setelah ia menemukan tempat yang cocok, ia mulai duduk dan siap untuk melukis. Tapi setelah satu jam, dia tidak mendapatkan inspirasi untuk melukis.

Sang Penggoda (2010), Drama, DVD, 24 menit, B Indonesia, Sutradara: Nandra Y, Pemain: Hikamt Usman, dan Epy Kusnandar
Muslimin, seorang muslim yang sedang mengasingkan diri dari ”dunia barat” serta peradabannya sendiri yang ia yakini telah teracuni oleh ”dunia Barat” dengan melakukan perjalanan ke suatu tempat yang sangat jauh, jauh sekali, hingga pada suatu waktu ia menemukan sebuah peti kemas yang bertuliskan U.S.A (Amerika Serikat). dihadapannya. Benda itu mengusik batinnya dan Muslimin berusaha sekuat tenaga untuk mengetahui dan menghancurkan apa pun yang ada di dalam peti kemas itu. Dalam usahanya Muslimin dihadapkan dengan seseorang yang ia kenal di masa lalu, Ujang, yang membuka banyak lembaran kisah dirinya dan Ujang, namun kali ini Ujang tidak seperti yang pernah ia kenal.
Apa isi peti kemas itu?

Angin

Angin (2010), Drama, DVD, 20menit, B Indoenesia, Sutradara: Winaldo Artaraya Swastia, Pemian; Aditya Jaya, Ine Febriyanti, dan Pepeng
Dhammariya adalah seorang bhikkhu yang mengabdikan dirinya di sebuah vihara yang jauh dari kota. Suatu hari, ia menemukan sebuah ponsel umat yang tertinggal di kamar tamu saat tamu tersebut berlatih meditasi. Dhammariya menjadi tergoda dan menggunakannya untuk menelepon keluarganya. Hal ini membuatnya rindu terhadap keluarganya dan menjadi tidak tenang dalam meditasi karena melekat dengan ponsel tersebut.

Viveka (2010), Drama, DVD, 20 menit, B Indonesia, Sutradara: Erik Wirawan
Kesedihan melanda sebagian besar anggota grup wayang, menjelang jam-jam pementasan terakhir mereka. Lakon “Bale sigala-gala” dipilih untuk menjadi lakon pada pementasan terakhir tersebut. Lakon ini sendiri bercerita tentang usaha Druyadana yang berencana menjebak pandawa lima serta dewi kunti di dalam sebuah istana, untuk kemudian dibakar hidup-hidup bersama istana itu. Lakon ini sebetulnya sengaja dipilih untuk melambangkan nasib para anggota kelompok wayang tersebut, karena sebentar lagi gedung pertunjukkan mereka akan diratakan oleh tanah dan dialih fungsikan sebagai gedung baru.

Program 4 (Film Pendek Fiksi) UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Kotak Bermain Clara (2010), Drama, DVD, 15 menit, B Indonesia, Sutradara: William Candra, Pemain: Waode G Nadella, Teuku Rifnu Wikana, dan Ismi Malinda.
Clara yg menyukai menonton sinetron merasa akan mengalami hal yg sama seperti yg dia tonton,yaitu di siksa dan di aniaya oleh papanya. Karena tontonan sinetron itu mbuat dia jauh dari Papanya yang membuat dirinya merasa terancam,padahal Papanya tidak seperti yang dia pikirkan. Suatu kali,disinetron terlihat adegan anak yang membunuh ayahnya karena dia tidak mau disiksa lagi. Hal ini membuat Clara mempunyai pikiran yang sama dengan si anak. Saat mati lampu di saat dia menonton sinetron,dia mencari cari papa dan mamanya. Clara melihat papa dan mamanya sedang berhubungan badan yang membuatnya berfikir,papanya sedang menyakiti mamanya. Clarapun lari ke dapur dan mengambil pisau dan menusuk papanya.

Garis Pantai (2010), Drama, DVD, 14 menit, B Indonesia, Sutradara: Meisha Felaroze, Pemain: Aji Santosa, Trittya Krissanti, dan Wawan Cenut.
Bontot hidup terasing di sebuah pantai kecil bersama Bapak dan Emak karena tidak sanggup bertahan dari sulitnya berjuang hidup di kota. Bapak dan Emak dapat menerima keadaan keluarga mereka yang serba apa adanya—makan seadanya, baju seadanya, bahkan tidur beralaskan seadanya di rumah ‘temuan’ mereka yang apa adanya—tanpa pernah bermimpi untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. Bontot berbeda. Bontot adalah seorang anak kecil dengan sebuah mimpi yang besar yaitu BERSEKOLAH!!!

Embun (2010), Drama, DVD, 15 menit, B Indonesia, Sutradara: Nur Muhammad Taufik, Pemain:
Sukabumi pada tahun 2010, hiduplah sebuah keluarga yang sangat harmonis. Nita (15 tahun) adalah anak pertama, gadis imut dan sayang terhadap adiknya. Adiknya bernama Andi (8 tahun) yang memiliki keterbelakangan mental, mereka hidup sangat sederhana karena kedua orang tuanya berprofesi sebagai buruh tani serabutan di sawah orang.

Program 5 City Project

Keadaan yang ‘nyata’ dan terekam dalam sebuah tabung pancar arena liar program unggulan dari setiap stasiun televise yang ada. Pada akhirnya, giliran kami yang melakukan “hak jawab” keinginan program-program televisi itu, yang dibuat untuk pirsawan dengan me-reka ulang bentuk visual daro televisi ke dalam karya video.

Program 6 (World Documentary) UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Fashion 1 Hari : Potret Journalisme Fashion

Fashion 1 Hari : Potret Jurnalisme Fashion (2010), Drama Dokumenter, DVD, 38 menit, B Indonesia, Sutradara: Syahmedi Dean, Pemain: Samuel Mulia.
Sebuah semi documenter yang mengangkat kehidupan jurnalisme fashion di Indonesia. Ditampilkan bagaimana kehidupan dan proses kerjasama jurnalis yang bekerja di majalah fashion. Dilengkapi dengan dokumentasi ketika peliputan fashion week di London, Milan, Paris dan dibintangi oleh jurnalis-jurnalis fashion.

Et Elle Crea La Femme (2006), Dokumenter, DVD, 84 menit, B Prancis Subtittle B Indonesia, Sutradara: David Teboul.

Film Et ELLE créa la femme melihat kembali perjalanan sejarah majalah Elle, kreasi-kreasinya, juga kaitan sejarahnya dengan pergerakan perempuan sejak tahun 60-an, serta keberadaannya yang terus belanjut hingga kini melampaui sejarah fashion. Film ini menyajikan dasar dari dunia fashion sampai kepribadiannya, ilmu-ilmu sosial, dan sejarah majalah tersebut dalam memahami ”keseriusan dalam ketidak-karuan, ironi dalam keseriusan” yang dideklarasikan Hélène Lazareff, sang pendiri, untuk membenarkan penerbitannya di tahun 1945.

World Cinema Feature

May

May (2008), Drama, 35mm, 105 menit, B Indonesia, Sutradara: Viva Westi, Pemain: Jenny Chang, Yama Carlos, Jajang C. Noer, dan Lukman Sardi. UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Mengatasi perbedaan kulit diantara mereka, Antares dan May saling mencintai. Pada suatu hari di bulan Mei 1998, mereka terpisah dan tidak pernah lagi bertemu. May berpikir Antares meninggalkannya, dan dengan pikiran itu, ia menjalani hidup. May keluar dari Indonesia untuk melupakan kepedihannya. Suatu ketika ia diperkosa sekelompok orang. Jika saja Antares tidak sedang meliput kerusahan Mei saat itu, May pasti tidak mengalami kejadian pahit tersebut

9th Q! Film Festival Jakarta

22 September – 3 Oktober 2010 (informasi silakan lihat http://www.q-munity.org)

Agustus 2009

Tentang Masa Muda, Kepercayaan dan Gerak Zaman

Agustus'09_cover

DOWNLOAD jadwal pemutaran Kineforum bulan Agustus’09 *pdf

Sampai hari kelima pembukaan Agustus tahun, kami masih berperan sebagai tuan rumah Q Film Festival yang ke-8. Setelah festival berakhir, kami menampilkan dua karya pertama dari dua orang sutradara. Program yang kami mulai sejak September 2007 ini mulai banyak diminati oleh para sutradara pemula dan dengan senang hati kami menyediakan ruang putar kami agar karya-karya pendatang baru ini bisa dinikmati penonton. Dalam minggu yang pertama ini kami juga menjadi tuan rumah bagi acara diskusi website kritik Rumah Film yang akan membahas dengan rinci Eliana, Eliana karya Riri Riza.

Sepanjang bulan ini juga, lewat karya-karya yang berbeda kami kembali memilih fokus dunia masa muda: dunia remaja dan anak-anak. Mungkin tidak banyak di antara kita yang tahu bahwa tanggal 12 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pemuda Internasional. Dua film cerita dan satu film dokumenter dari Jerman memperkenalkan kita kepada dunia anak-anak yang kompleks dan penuh dengan pilihan-pilihan yang penting. Pada pertengahan dan akhir bulan, para remaja dari tiga SMU di Jakarta berkumpul untuk menyaksikan karya-karya yang mereka hasilkan dalam Tawuran Festival Film Pendek Pelajar 2009.

Pada program World Cinema Features bulan ini, kami menyajikan satu bagian khusus yang terdiri dari film-film dengan tema Islam hasil karya pembuat film Indonesia. Kedatangan bulan Ramadhan dan lingkungan sekitar kita yang masih dipenuhi kabar dan gosip soal bom bunuh diri membuat kami ingin mengajak melihat kembali agama Islam dalam masyarakat kita. Kami menyajikan satu judul dari dekade 1980-an dan judul-judul lain dari kurun 5-6 tahun lalu. Mari kita lihat bagaimana Islam dan masyarakat kita tumbuh bersama dan berubah. Bagian ini juga kami lengkapi dengan satu kompilasi film-film pendek tentang bagaimana orang-orang yang berbeda latar belakang memilih dan mengamalkan kepercayaan.

Selain itu kami juga memutarkan 2 judul film dari Cuba, pilihan Klub Kajian Film IKJ. Kalau disandingkan, dua film ini datang dari periode yang terpaut 40 tahun lamanya. Kita jarang sekali bisa menonton film dari Kuba, kali ini kita bahkan bisa melihat wajahnya kini dan dari masa lalu.

Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!

Q Film Festival

Pleasure Factory

Pleasure Factory, 85 menit, DVD, B. Inggris, Mandarin, Tagalog, Cantonese / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Ekachai Uengkrothai. UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Menceritakan dongeng para pencari kesenangan di are Geylang, yang dikenal sebagai red-light district di Singapura. Seorang lelaki yang kehilangan keperjakaannya, gadis kecil yang ’dipaksa’ dewasa dan pelacur tua yang ingin kembali ke masa lalu dengan membeli seorang pengamen.

Pusan International Film Festival, Montreal World Film Festival

3-Day Weekend

3-Day Weekend (2007), 84 menit, DVD, B. Inggris. Sutradara: Rob Williams. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Apa yang biasanya Anda lakukan tiap long weekend? Berlibur dengan pasangan sambil berusaha menyalakan kembali api cinta? Bagaimana bila ada bumbu cerita lain dan kehadiran orang ketiga? Apakah hubungan yang sudah lama terjalin bisa bertahan?

Philadelphia International Gay & Lesbian Film Festival

Flood

Flooding In The Time of Drought (2009), 92 menit, DVD, B Jepang, Korea, Mandarin, Thailand, Indonesia, Malaysia / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Sherman Ong. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Jakarta banjir, itu sudah biasa. Singapura banjir? Mungkin jadi tidak biasa karena dalam film yang menggabungkan teknik dokumenter dan fiksi ini, penuh dengan cerita manis para penduduk asing di tengah derasnya air yang mengalir.

Hong Kong International Film Festival

Girl Inside

Girl Inside (2007), 70 menit, Subtitel B. Inggris. Sutradara : Maya Gallus. UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Mengikuti perjalanan Madison selama 3 tahun dalam mewujudkan impiannya untuk menjadi perempuan dan percakapan-percakapan unik dengan sang nenek. Sebuah eksploraso pencarian arti menjadi seorang perempuan sejati

ME MYSELF 4

Me… My Self (Koh Hai Rak Jong Jaroen), (2007), 117 menit, B Thailand / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Pongpat Wachirabunjong. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Segala sesuatu mulai dari perasaan, pikiran dan keputusan yang kita ambil adalah milik kita sesungguhnya. Film ini menunjukkan bahwa cinta, apapun bentuknya, tetap sesuatu yang berarti tanpa mempedulikan darimana asal kita atau siapapun yang kita cintai.

Soul Maid (2008), 95 menit, B. Inggris. Sutradara: Jeff Maccubbin, Jeffrey McHale, dan Mohr and Joe Steiff. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Sebuah dongeng dunia modern yang romantis, lucu tak tertahankan dan juga politically incorrect, yang terinspirasi dari kisah Si Putri Tidur. Tentang pahlawan yang ‘penyakitan’, seorang dewi yang tak biasa, seorang kekasih dan seorang pendeta.

The Age of Innocence (1993), 139 menit, B. Inggris. Sutradara: Martin Scorsese. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Newland Archer bertunangan dengan May Welland. Namun kehadiran Countess Olenska memberikan warna baru tersendiri dalam hidupnya. Sebuah kisah cinta yang menggugah dan memberi arti baru pada kata ‘perselingkuhan’. Film ini terpilih secara khusus dalam Q!FilmFestival 2009 sebagai bagian dari section fashionably queer.

The Fifth Element (1997), 126 menit, B. Inggris. Sutradara: Luc Besson. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Konon setiap lima tahun sekali, seorang ‘Penjahat Nomor Satu’ akan muncul ke permukaan bumi dan berusaha menghancurkan kehidupan. Namun Mondoshawan, seekor alien, kembali ke masa lalu untuk membinasakan senjata yang bisa mengancam kehidupan ‘Penjahat Nomor
Satu’.

Ima Vep (1997), 99 menit, B. Inggris. Sutradara: Olivier Assayas. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Bercerita tentang kehidupan seorang sutradara René Vidal (Jean-Pierre Léaud) yang membuat re-make film bisu klasik Les Vampires. Maggie Cheung berperan sebagai dirinya sendiri, dimana ia ikut casting sebagai Irma Vep. Namun di saat bersamaan Maggie Cheung bertemu dengan Zoe (Nathalie Richard), penjahat licik yang menyamar sebagai Irma Vep untuk merampok.

HOME MADE :
Kuda Laut
(2009), 25 menit, B. Indonesia. Sutradara: Shalahuddin Siregar. UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Kuda Laut adalah sebuah cerita tentang bagaimana dua orang harus berhadapan dengan konstruksi masyarakat tentang orientasi seksual dan pernikahan dan harus menyerah pada konstruksi itu.

Nolelty Lead (2009) 57 menit, B. Indonesia / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Hernandes Saranella. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Setelah sering beradu pendapat dengan ayahnya, Sena memutuskan untuk meninggalkan keluarganya dan mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang waria dan manusia sesungguhnya. Demi membeli rumah baru, dia pun memulai bab baru kehidupannya dengan bekerja di sebuah salon.

Scent (2009), 5 menit, B. Inggris. Sutradara: David Maurice Gill. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Kisah seorang lelaki yang memberikan perhatian penuh pada segala macam aroma yang tersebar di setiap sudut kota dan berharap membawanya kembali pada kenangan akan aroma tubuh kekasihnya yang hilang.

San Fransico LGBT, OutFest

Marie! (2004), 8 menit, B. Indonesia. Sutradara: Lucky Kuswandi. UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Seorang perempuan eksentrik bernama Marie membutuhkan seorang lelaki pujaan dan selalu membayangkan kehidupannya di masa depan dengan lelaki tersebut, tanpa bertindak apapun. Namun di satu hari, dia harus memutuskan untuk berhadapan dengan kenyataan atau tetap tinggal mengejar impian.

10 minute Short Film festival Taiwan 2005

World Cinema Features

Las aventuras de Juan Quin Quin (1967), Komedi, DVD, 113 menit, Hitam-Putih, B. Spanyol / Subtitel B. Inggris. Sutradara : Julio García Espinosa. Pemain : Julio Martines, Erdwin Fernandez, Adelaida Raymat, dan Enrique Santiesteban. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Ini adalah cerita jenaka tentang Juan Quin Quin, seorang petani miskin yang hidup di Kuba pada masa pra-revolusi. Meski demikian, ia juga bekerja di sirkus, petarung banteng, dan bahkan berperan sebagai Kristus dalam kelompok teater keliling. Ia kemudian bergabung dengan revolusi.

Paginas del diario de Mauricio (2006), Drama, DVD, 135 menit, B. Spanyol / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Manuel Pérez Paredes. Pemain: Blanca Rosa Blanco, Carlos Enrique Almirante dan Enrique Molina. UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Havana, suatu hari di bulan September 2000. Pertandingan Olimpiade akan dilaksanakan di Sidney. Mauricio berulang tahun yang ke-60. Seorang laki-laki, sendiri dan patah hati karena kematian istrinya yang tiba-tiba. Cerita disampaikan sebagai serangkaian masa lalu. Dua belas tahun terakhir kehidupannya. Dimensi individual dikombinasikan dengan konteks sosial Kuba di akhir abad 20. Sebuah dekade yang ditandai dengan perubahan sosial, politik dan ekonomi yang melahirkan etik dan dasar bagi kelahiran generasi baru, generasi yang memasuki milenium baru di Kuba.

Mondscheinkinder

Mondscheinkinder (Children of the Moon) (2006), Drama, 87 menit, DVD, B. Jerman / Subtitel B. Indonesia. Sutradara: Manuela Stacke. Pemain: Leonie Krahl, Lucas Calmus, Lucas Hardt, dan Walter Kreye. UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Paul ingin sekali menjadi seorang astronot. Hal tersebut merupakan salah satu permainan kesukaannya. Kakak perempuan paul, Lisa selalu menjadi assistant di luar angkasa dalam setiap permainan. Lisa bertemu dengan Simon yang juga ikut bermain dengannya. Tetapi ketika kesehatan paul tidak baik, mereka membutuhkan pertolongan paul dalam melanjutkan permainan tersebut.

Kroko

Kroko (2003), Drama, 92 menit, DVD, B. Jerman / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Sylke Enders. Pemain: Franziska Junger, Alexander Lange, Hinnerk Schonemann, dan Danilo Bauer. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Julia gadis berumur 16 tahun, dia memanggil dirinya dengan sebutan Kroko. Hidupnya bergantung dari teman-teman, dari mengunjungi diskotik lokal, dan terkadang melakukan perampokan bersama teman-temannya. Dirumah, Kroko meneror ibunya dengan beberapa kebodohannya. Kroko berusaha untuk keluar dari pola kehidupannya yang sekarang yang sering mengkonsumsi alkohol, dan kebodohan ibunya dalam mengatasi kedua anaknya.

ISLAM INDONESIA : DULU dan SEKARANG

perempuanberkalungsorban

Perempuan Berkalung Sorban (2009), Drama, 135 menit , 35mm, B. Indonesia. Sutradara: Hanung Bramantyo. Pemain : Revalina S Temat, Joshua Pandelaki, Widyawati, dan Oka Antara. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Sebuah kisah pengorban anak seorang anak kyai Salafiah, Anissa. Seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Anissa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim dimana pelajaran itu membuat Anissa beranggapan bahwa Islam membela laki-laki, perempuan sangat lemah dan tidak seimbang.

Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982),Drama, DVD, B. Indonesia. Sutradara: Chaerul Umam. Pemain: Dewi Irawan, El Manik, Soultan Saladin, dan Rachmat Hidayat UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Seorang guru muda mencoba menentang cara berpikir dan sistem pendidikan kolot. Tantangan datang dari guru lama, juga dari godaan istri guru itu yang menebar memfitnahnya.

3doa-3-cinta

3 Doa 3 Cinta (2008), Drama, 114 menit, 35mm, B. Indonesia. Sutradara: Nurman Hakim, pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Jajang C Noer, dan Butet Kertaradjasa. UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Ini cerita tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantren di sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka.

Film ini hanya diputar satu kali pada 15 Agustus 2009, 19.30.

AKU ANAK SALEH (UNTUK SEMUA UMUR)

Salat Yuk, DVD, Drama, 30 menit. Sutradara: Adha Muawiah, pemain: Neno Warisman, Muchtar Sum, Fanny Sam, dan Irwan

Anak sejak dini. Berisi film dan peragaan salat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengajaran di sekolah-sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Saum, Drama, DVD, 8 menit. Sutradara: Hadrah Daeng Ratu

Tentang anak 8 tahun bernama Ale yang pertama kali belajar puasa. Siang hari teman-teman sebayanya mendatangi Ale sambil makan es krim. Ale yang polos, harus mempertahankan puasanya

Buku Telpon (2003),Drama, 5menit, DVD. Sutradara: Danial Rifki, pemain: Yusuf, Wulan, dan Alan

Tiga murid SD menceritakan pengalaman paling membahagiakan dalam hidup mereka

Anak-anak Lumpur (2009), Drama, 20 menit, DVD. Sutradara: Danial Rifki, pemain: Aflachul Mukmin, Iswatul Yatima, dan Lukmanul Hakim

Kisah tentang anak-anak korban lumpur panas Lapindo, yang berjuang mempertahankan “harta” yang masih tersisa dalam hidup mereka

Aku Sayang Markus (2007), 10 menit, DVD. Sutradara: Danial Rifki, pemain: Alyssa P. Ashari, dan Jonathan Momogim

Markus menderita HIV sejak lahir. Teman dan tetangga menolak kehadirannya. Bahkan sekolah dengan sengaja mengeluarkannya. Hanya Ajeng, seorang teman sebaya, yang bisa menyayangi dia dengan tulus

First Timer

Di Atas Kanvas Cinta (2009), Drama, 95 menit, B. Indonesia. Sutradara: Damien Dematra, pemain: Syahnagra, dan Keke Ansory.
HTM Rp 10,000,-

Seorang pelukis senior, Syahnagra mengalami kebuntuan dalam berkreasi dan menyewa model muda cantik. Ternyata ia menemukan bukan hanya kreatifitasnya kembali, namun juga sebuah kepelikan cinta yang membelit sanubarinya. Cinta yang melampaui segala batas yang kemudian bermain dengan ironi.

89r

cin(T)a (2009), Drama, 79 menit, B. Indonesia / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Sammaria Simanjutak, pemain: Sunny Soon, dan Saira Jihan –KHUSUS UNTUK UNDANGAN-

Cina dan Annisa mencintai Tuhan, dan Tuhan mencintai mereka berdua. Tetapu Cina dan Annisa tidak bisa saling mencintai karena mereka berdua memanggil nama Tuhan dengan nama yang berbeda.

Diskusi bersama Rumah Film

eliana-eliana

Eliana-eliana (2002), Drama, 83 menit, 35mm. Sutradara: Riri Riza. Pemain: Jajang C. Noer, Rachel Maryam, Henidar Amroe, dan Marcela Zaliyanty.

Eliana adalah seorang wanita muda yang hubungannya tidak akur dengan ibunya sejak Eliana menyakiti sekaligus mempermalukan perasaan ibunya saat Eliana kabur ke Jakarta pada hari pernikahannya lima tahun silam. Ketika dia pulang ke rumah setelah kehilangan pekerjaannya, tiba-tiba dia menemukan ibunya sudah ada di rumah kontrakannya. Pada saat yang bersamaan mereka menyadari bahwa teman sekontrakan Eliana, Heni telah menghilang.

Diskusi bersama : Ekky Imanjaya
Moderator : Hikmat Darmawan (editor rumahfilm.org)

World Documentary

The Villa, Dokumenter, DVD, 83 menit, B. Jerman/Subtitel B. Inggris. Sutradara: Calle Overweg. UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

The Villa adalah asrama anak-anak yang tidak lagi tinggal bersama orangtua mereka. Saat masuk ke asrama, mereka harus menyesuaikan diri dengan suatu keluarga besar yang baru. Seperti juga saudara, ada ketegangan dan perkelahian di antara mereka. Calle Overweg membuat film ini bersama dengan beberapa anak yang tinggal di The Villa

CROSSROAD (UNTUK 15 TAHUN KE ATAS)

School Swap – The Islamic School (2003), dokumenter, DVD, 15 menit, B. Belanda / Subtitel B. Inggris. Sutradara: Ingeborg Jansen.

Asha belajar di sekolah umum. Dia mencoba belajar di sekolah Islam selama satu minggu. Dia tadinya mengira semua anak perempuan menutup rambutnya. Tapi ternyata mereka punya pilihan yang berbeda-beda. Asha belajar dari Raheema cara memakai kerudung, dan Asha mengajari Raheema cara memanjat pohon.

Kala Lereina (2008) 14 menit, DVD. Sutradara: Kukuh Yudha Karnanta dan Kuncoro Indra.

Lereina dibesarkan dalam keluarga dengan dua kultur yang berbeda, Jawa dan Yahudi. Kedua orangtuanya juga memeluk keyakinan yang berbeda. Ayahnya yang keturunan Jawa beragama Islam, sedangkan ibunya beragama Kristen. Perbedaan ini sempat membuat Lereina bingung, namun kini ia telah menetapkan pilihannya

Indonesia Bukan Negara Islam (2009) 10 menit, DVD. Sutradara: Jason Iskandar.

Sharing dua orang siswa SMA beragama Islam yang bersekolah di sekolah Katolik tentang kebhinekaan dan keberagaman di Indonesia. Divisualisasikan dengan foto-foto hitam putih tanpa video.

Entah… (Confused) (2006) 6 menit, DVD. Sutradara: Sherin.

Sherin, remaja berdarah campuran China dan India. Sang Ayah yang berdarah China memeluk agama Budha dan Sang Ibu memeluk agama Hindu, Sherin sendiri bersekolah di sekolah Katholik. Sherin bingung untuk menentukan yang mana yang akan dia pegang sebagai keyakinannya.

Kulo Ndiko Sami (I am The Same as You Are) (2005), 18 menit, DVD, B. Indonesia. Sutradara: Gunritno, Moh Sobirin, dan Rabernir.

Film ini bercerita tentang komunitas Sikep atau Samin di wilayah Pati dan sekitarnya, dalam mempertahankan tradisi yang mereka miliki di tengah modernisasi jaman. Mereka menolak kebijakan yang melarang mereka mengisi kolom agama di KTP dengan “Adam”, suatu hal yang menimbulkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Tawuran (UNTUK 15 TAHUN KE ATAS)

Pemutaran Hasil Workshop Tawuran Festival Film Pendek Pelajar 2009
(15-16 Agustus 2009)

TAWURAN FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR 2009
(28-29 Agustus 2009)

Kata “tawuran” identik dengan kekerasan yang dilakukan “keroyokan” antar kelompok anak SMA. Melalui festival ini, Yayasan Konfiden mengajak teman-teman pelajar untuk tetap “keroyokan” menyampaikan gagasan lewat film pendek. Festival tingkat pelajar ini dimulai dengan workshop produksi film pendek, yang hasilnya akan bersaing bersama film pendek lain yang ikut serta dalam kompetisi nasional. Kegiatan yang ada dalam festival ini adalah pemutaran film pendek yang lolos seleksi dalam kompetisi, dan diskusi mengenai penggunaan audio visual dalam kelas.

Selamat mengikuti dan melebur dalam dunia film pendek pelajar Indonesia!

Agustus 2008

Pertemuan yang (Lebih) Sebentar

untuk-perempuan


Juli 2008

Liburan di kineforum yuk!

kineforum_juli_081

Juni 2008

Bagaimana Rasanya…??


Mei 2008

poster-9808

April 2008

Perempuan, Perdamaian

redefiningpeace

Maret 2008

Sejarah adalah Sekarang



Februari 2008

Yang Terbaik Dari Eropa

Januari 2008

Impian/dreams

100-sari_2-budphar.jpg


Desember 2007

Jelang Jiffest 2007

lost_and_found_bln_desember.jpg

November 2007

Kedatangan

elianaeliana.jpg

Oktober 2007

Playing Between Elephants

playing-between-elephants.JPG

Diskusi: Undang Undang perfilman dan keberadaan Lembaga Sensor Film

Pembicara: Ibu Budiati Abi Yoga (mantan anggota BP2N & Prasidi Group), Tito Imanda (sineas perfilman), Abduh Azis (ketua bidang program DKJ)


THINK ACT CHANGE 2007

logo_think_act_change__email__.jpg

Courts-Circuit & World Comedy

mel-courts-circuit-02id.jpg

rrrrrrrr.JPG

1 9 6 5

pasir berbisik

Diskusi 1 9 6 5

Pembicara: Farishad Latjuba (Sutradara Klayaban), Riri Riza (Sutradara GIE), Ginatri S Noer (Penulis Skenario Lentera Merah), Nan T Achnas (Sutradara Pasir Berbisik), Jajang C Noer (Pemeran Djakarta 66)

September 2007

A Tribute to Michelangelo Antonioni


(Maybe) Losing My Religion

tuesday.jpg

Looking Back

kala_welcome.jpg

Agustus 2007

Menolak Hilang Ingatan!

logo-whiteshoes.jpg

Komedi, Sepakbola dan (Tentang) Kota

Kita menjelang musim liburan dalam bulan Juni ini. Suasana Jakarta menjadi lebih riang, terutama juga karena kota ini menyambut hari jadinya yang ke – 478. Kamipun ikut menawarkan perayaan, tentu bukan tanpa catatan, bersama film-film dari berbagai genre yang berkomentar tentang kehidupan kota. Bukan hanya soal Jakarta, kita juga akan melihat bagaimana para pembuat film bercerita dan bersikap tentang kota. Dari Jakarta, Jogjakarta dan Berlin, para seniman dan pembuat film menyuarakan pengalaman mereka tentang kehidupan (dan tentang kematian) di kotanya masing-masing.

Di kineforum juga ada suasana berbeda buat musim perayaan ini dan kami menawarkan dua hal yang sudah menjadi bahasa universal dunia: komedi dan sepakbola. Kami ajak Anda berakhir minggu bersama film-film Warkop DKI di layar lebar dan menyaksikan seorang anak muda Jerman yang terobsesi membuat film kung fu. Pemutaran film-film Warkop DKI juga akan dihadiri oleh Indro Warkop yang akan berbagi cerita tentang salah satu kelompok lawak paling legendaris di Indonesia ini. Bagi para penutur bahasa sepakbola, kami ajak Anda memahami kecintaan para JakMania terhadap sepakbola, nostalgia para penggemar sepakbola di sebuah warung di Brazil dan cerita kemenangan dua klub sepakbola perempuan dari dua belahan dunia.

Perayaan berlanjut, bukan hanya kota yang merayakan hari jadinya, juga organisasi bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Kita akan kedatangan film-film cerita dari bangsa serumpun, yang jarang sekali mampir ke layar bioskop kita.

Terakhir, kami menawarkan pengalaman nonton film horor karya Dario Argento, sang master film horor dan detektif dari Italia.

Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!

Sinopsis
Tentang Kota

02.jpg

Jakarta 1 kata (2004), 4 menit, dokumenter. Sutradara: Tasya P. Maulana.

Sutradara film ini berjalan seputar kota, menemui warganya dan minta pernyataan mereka tentang Jakarta, dalam 1 kata.

Kompilasi karya video City2City

City2City adalah proyek inisiatif LOWave (Prancis-Jerman),LIP dan Kinoki, sepanjang bulan Januari – Februari 2007 silam, mengajak setiap individu untuk mengalami kotanya masing-masing. Wajah kota seperti apa yang akan dilestarikan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang?

Urban Guerillas (2003), 81 menit, (bahasa Jerman dengan subtitel Inggris). Pemain: Felix Kasper Kalypso, Ilke Uener, Idil Uener, Neco Celik, Ingeborg Westphal, Serpil Turhan, Sofia Bavas. Sutradara: Neco Celik.

Ini soal dunia hip hop, persahabatan yang tanpa batas dan tak kenal tabu, saat mereka juga ditantang untuk menjadi diri sendiri. Para rapper, DJ, breakdancer dan seniman graffiti dari dunia hip hop sendirilah yang menciptakan dan bercerita soal dunia mereka.

Pemenang Penghargaan Penonton Festival Film Nuremberg, Jerman (2004).

Screen Docs

Diskusi : Rabu, 13 Juni 2007
Pembicara : Ucu Agustin (sutradara film Death in Jakarta), Vero (produser film Death in Jakarta)
Sofyan (WALHI)

death_in-jakarta.jpg
Death in Jakarta (2006), 28 menit, dokumenter. Sutradara: Ucu Agustin.
Kematian adalah hal yang unik di Jakarta, karena bukanlah perkara yang gampang untuk mati di sini.Pemenang Kompetisi Naskah, kategori Dokumenter Pendek pada Festival Film International Jakarta 2005.

the_first_step.jpg

The First Step (2006), 30 menit, dokumenter. Sutradara: Aryo Danusiri dan IGK Trisna Permana.
Konflik antar suku yang terjadi di Sambas, Kalimantan Barat, 1999, meninggalkan trauma yang mendalam bagi sebagian besar imigran di sana. Beberapa wanita Madura berusaha membangun kembali hubungan dengan orang-orang Melayu di Sambas. Namun sampai saat ini, langkah pertama menuju perdamaian masih terasa berat untuk ditempuh.

Comedies

Kebab Connection (2004), 96 menit, (bahasa Jerman dengan subtitel Inggris). Pemain: Nora Tschirner, Denis Moschitto, Gueven Kirac, Hasan Ali Mete, Sibel Kekilli, Adnan Maral. Sutradara: Anno Saul.Tak ada seorangpun yang menganggap serius Ibo alias Ibrahim (Moschitto). Ia terobsesi menyutradarai film kung fu Jerman pertama. Trailer filmnya membuat Ibo mulai terkenal tapi jalan memang tak selalu mulus…

Pemenang Audience Award Festival Film Llubljana, Slovenia (2005), nomine German Camera Award 2005 untuk Film Terbaik dan Editing Terbaik.

Retrospektif Warkop DKI

Mana Bisa Tahan (1990), 85 menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro) Sally Marcelina, Nurul Arifin, Pitrajaya Burnama, Zainal Abidin. Sutradara: Arizal.
Dono mempunyai dua orang pacar yaitu Windy dan Cindy sehingga sering sukar mengatur pertemuan dan sering salah paham. Kasino dan Indro iri hingga membuat berpacaran Dono berantakan dengan menjelek-jelekan Dono.Bisa Naik Bisa Turun (1991), 85 Menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Fortunella, Gitty Srinita, Tile, Ineke Koesherawati, Diding, Boneg. Sutradara: Arizal.

Warkop belajar jadi Satpam yang ternyata dikomandani oleh seorang pasein rumah sakit jiwa. Lalu mereka bekerja disebuah perusahaan yang menjadi seorang wanita, karena perusahaan membutuhkan seorang pekerja wanita.

Film terlaris I di Jakarta tahun 1992 menurut data Perfin.

Bebas Aturan Main (1993), 85 Menit. Pemain: Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Diah Permatasari, Gitty Srinita, Lela Anggraini. Sutradara: Tjut Djalil.
Dono, Kasino, dan Indro yang kehilangan celana ketika sama-sama sedang buang air besar di WC umum ditempat hiburan. Dono mengambil celana bapak yang ada disebelahnya dan ternyata bapak tersebut pacar dari Dono, Kasino, dan Indro.

Film terlaris I di Jakarta tahun 1994 menurut data Perfin.

Bagi Bagi Dong (1993), 86 menit. Pemain: Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Diana Lidya Khan, Emri Margono, Diding, Boneg. Sutaradara: Tjut Djalil.

Dono yang tinggal dengan kedua sahabatnya dan pacarnya masing-masing sering iri karena belum punya pacar. Maka dia pergi ke sebuah dukun dan diberi tikus. Di rumah tikus tersebut terlepas dan membuat takut pacar-pacarnya.

Sepak Bola

Boleiros (1998), 93 menit. Sutradara: Urgo Giorgetti.Enam episode dokumentasi kehidupan para mantan bintang sepak bola Brazil yang sudah menua. Enam orang tua berkumpul di suatu café di Sao Paulo dan bercerita mengenai masa lalu. Cerita yang timbul bisa lucu, penuh nostalgia dan sedikit melankolis.

Im Vorwärtsgang (2005), 13 menit. Sutradara: Peter Behle.

Sepakbola wanita lebih populer dan berkembang di daerah Jerman Timur dibandingkan dengan di Jerman Barat. Ketika Jerman bersatu mereka memiliki kesebelasan sepakbola wanita yang tangguh. Suatu catatan perkembangan sepakbola wanita di Jerman sejak 1970.

Adelante Muchachas (2004), 60 menit. Sutradara: Erika Harzer dan Kalle Stayman.Seydi dan Wendy dari kesebelasan Compartir. Cristel dan Kenia dari kesebelasan Motagua. Compartir ialah kesebelasan anak jalanan sedangkan Motagua kesebelasan putri-putri anak orang kaya. Di lapangan yang berdebu bertemulah dua dunia yang biasanya tak saling sapa, dipersatukan oleh kecintaan pada sepakbola. Mereka punya satu persamaan: merasa disepelekan oleh kesebelasan sepakbola lelaki dan oleh Perkumpulan Sepakbola Nasional.

The Jak (2007), 75 menit. Sutradara: Andibachtiar Yusuf & Amir PohanJakarta, ibukota Indonesia dengan penduduk 15 juta jiwa, ratusan suku dan ribuan bahasa, tapi satu hal menyatukan mereka semua… SEPAKBOLA!!!

CinemASEAN

Pada tahun 2007, ASEAN merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Berbagai perayaan diadakan oleh seluruh negara anggota ASEAN, baik di tingkat nasional maupun regional. CinemASEAN adalah salah satu acara yang dicanangkan oleh Indonesia. Acara tersebut mencoba menampilkan film-film kontemporer ASEAN, yang biasanya sulit ditonton di bioskop-bioskop Indonesia.

Melalui CinemASEAN, kami berharap dapat meningkatkan apresiasi publik terhadap kekayaan warisan budaya Asia Tenggara, membangkitkan kesadaran ASEAN dan menumbuhkan perasaan “ke-kita-an” di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara.

ASEAN adalah sebuah organisasi regional yang terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Lao, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Pemimpin-pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Community pada 2015 berlandaskan tiga pilar yaitu Masyarakat Keamanan, Ekonomi dan Sosio-Kultural ASEAN. CinemASEAN juga akan diadakan di Yogyakarta (2 – 5 Juli 2007).

Katanho (2002), 113 menit. Dibintangi Ly Chan Siha. Sutradara: Tith Thearith.Ibunya seorang penjual kayu bakar, ayahnya seorang pekerja bangunan. Di rumah beratap rumbia, Molika juga tinggal dengan neneknya yang buta. Ketika ayahnya meninggal karena kecelakaan dan ibunya jatuh sakit, Molika yang baru berumur 13 tahun tabah berjuang untuk menghidupi keluarganya sambil sekolah. Sampai suatu hari gurunya memberi tugas khusus….

Pemenang Film Terbaik pada Penghargaan Nasional Kamboja 2006.

Donsol (2006), 105 menit. Dibintangi Angel Aquino, Sid Lucero, Bembol Roco, Simon Ibarra, Kenneth Ocampo, Aaron Junatas, Mark Gil. Sutradara: Adolfo Alix, Jr.Cinta adalah samudera emosi. Ikan hiu paus, mahluk memukau dari laut dalam, singgah di laut biru sekitar Donsol sekali setahun. Daniel, yang gemar berenang dengan hiu paus, jatuh hati kepada Teresa, jelita dan semisterius tamu tahunan dari laut itu. Dihantui kegetiran cinta masa lalu dan masa depan yang tak menentu, keduanya menemukan cinta.

Pemenang Film Cerita Berbiaya Rendah Terbaik pada Festival Film Internasional Fort Lauerdale, AS (2006).

The First Step (2006), 30 menit, dokumenter. Sutradara: Aryo Danusiri dan IGK Trisna Permana.
Konflik antar suku yang terjadi di Sambas, Kalimantan Barat, 1999, meninggalkan trauma yang mendalam bagi sebagian besar imigran di sana. Beberapa wanita Madura berusaha membangun kembali hubungan dengan orang-orang Melayu di Sambas. Namun sampai saat ini, langkah pertama menuju perdamaian masih terasa berat untuk ditempuh.

Comedies

kebab1.jpg
Kebab Connection (2004), 96 menit, (bahasa Jerman dengan subtitel Inggris). Pemain: Nora Tschirner, Denis Moschitto, Gueven Kirac, Hasan Ali Mete, Sibel Kekilli, Adnan Maral. Sutradara: Anno Saul.

Tak ada seorangpun yang menganggap serius Ibo alias Ibrahim (Moschitto). Ia terobsesi menyutradarai film kung fu Jerman pertama. Trailer filmnya membuat Ibo mulai terkenal tapi jalan memang tak selalu mulus…

Pemenang Audience Award Festival Film Llubljana, Slovenia (2005), nomine German Camera Award 2005 untuk Film Terbaik dan Editing Terbaik.

Retrospektif Warkop DKI

warkop_dki.jpg
Mana Bisa Tahan (1990), 85 menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro) Sally Marcelina, Nurul Arifin, Pitrajaya Burnama, Zainal Abidin. Sutradara: Arizal.
Dono mempunyai dua orang pacar yaitu Windy dan Cindy sehingga sering sukar mengatur pertemuan dan sering salah paham. Kasino dan Indro iri hingga membuat berpacaran Dono berantakan dengan menjelek-jelekan Dono.

Bisa Naik Bisa Turun (1991), 85 Menit. Pemain : Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Fortunella, Gitty Srinita, Tile, Ineke Koesherawati, Diding, Boneg. Sutradara: Arizal.

Warkop belajar jadi Satpam yang ternyata dikomandani oleh seorang pasein rumah sakit jiwa. Lalu mereka bekerja disebuah perusahaan yang menjadi seorang wanita, karena perusahaan membutuhkan seorang pekerja wanita.

Film terlaris I di Jakarta tahun 1992 menurut data Perfin.

Bebas Aturan Main (1993), 85 Menit. Pemain: Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Diah Permatasari, Gitty Srinita, Lela Anggraini. Sutradara: Tjut Djalil.
Dono, Kasino, dan Indro yang kehilangan celana ketika sama-sama sedang buang air besar di WC umum ditempat hiburan. Dono mengambil celana bapak yang ada disebelahnya dan ternyata bapak tersebut pacar dari Dono, Kasino, dan Indro.

Film terlaris I di Jakarta tahun 1994 menurut data Perfin.

Bagi Bagi Dong (1993), 86 menit. Pemain: Warkop DKI ( Dono, Kasino, Indro), Kiki Fatmala, Diana Lidya Khan, Emri Margono, Diding, Boneg. Sutaradara: Tjut Djalil.

Dono yang tinggal dengan kedua sahabatnya dan pacarnya masing-masing sering iri karena belum punya pacar. Maka dia pergi ke sebuah dukun dan diberi tikus. Di rumah tikus tersebut terlepas dan membuat takut pacar-pacarnya.

Sepak Bola

boleiros01.jpg
Boleiros (1998), 93 menit. Sutradara: Urgo Giorgetti.

Enam episode dokumentasi kehidupan para mantan bintang sepak bola Brazil yang sudah menua. Enam orang tua berkumpul di suatu café di Sao Paulo dan bercerita mengenai masa lalu. Cerita yang timbul bisa lucu, penuh nostalgia dan sedikit melankolis.

Im Vorwärtsgang (2005), 13 menit. Sutradara: Peter Behle.

Sepakbola wanita lebih populer dan berkembang di daerah Jerman Timur dibandingkan dengan di Jerman Barat. Ketika Jerman bersatu mereka memiliki kesebelasan sepakbola wanita yang tangguh. Suatu catatan perkembangan sepakbola wanita di Jerman sejak 1970.

adelante_muchachas1.jpg
Adelante Muchachas (2004), 60 menit. Sutradara: Erika Harzer dan Kalle Stayman.

Seydi dan Wendy dari kesebelasan Compartir. Cristel dan Kenia dari kesebelasan Motagua. Compartir ialah kesebelasan anak jalanan sedangkan Motagua kesebelasan putri-putri anak orang kaya. Di lapangan yang berdebu bertemulah dua dunia yang biasanya tak saling sapa, dipersatukan oleh kecintaan pada sepakbola. Mereka punya satu persamaan: merasa disepelekan oleh kesebelasan sepakbola lelaki dan oleh Perkumpulan Sepakbola Nasional.

jak17.jpg
The Jak (2007), 75 menit. Sutradara: Andibachtiar Yusuf & Amir Pohan

Jakarta, ibukota Indonesia dengan penduduk 15 juta jiwa, ratusan suku dan ribuan bahasa, tapi satu hal menyatukan mereka semua… SEPAKBOLA!!!

CinemASEAN

Pada tahun 2007, ASEAN merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Berbagai perayaan diadakan oleh seluruh negara anggota ASEAN, baik di tingkat nasional maupun regional. CinemASEAN adalah salah satu acara yang dicanangkan oleh Indonesia. Acara tersebut mencoba menampilkan film-film kontemporer ASEAN, yang biasanya sulit ditonton di bioskop-bioskop Indonesia.

Melalui CinemASEAN, kami berharap dapat meningkatkan apresiasi publik terhadap kekayaan warisan budaya Asia Tenggara, membangkitkan kesadaran ASEAN dan menumbuhkan perasaan “ke-kita-an” di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara.

ASEAN adalah sebuah organisasi regional yang terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Lao, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Pemimpin-pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Community pada 2015 berlandaskan tiga pilar yaitu Masyarakat Keamanan, Ekonomi dan Sosio-Kultural ASEAN. CinemASEAN juga akan diadakan di Yogyakarta (2 – 5 Juli 2007).

katanho.jpg
Katanho (2002), 113 menit. Dibintangi Ly Chan Siha. Sutradara: Tith Thearith.

Ibunya seorang penjual kayu bakar, ayahnya seorang pekerja bangunan. Di rumah beratap rumbia, Molika juga tinggal dengan neneknya yang buta. Ketika ayahnya meninggal karena kecelakaan dan ibunya jatuh sakit, Molika yang baru berumur 13 tahun tabah berjuang untuk menghidupi keluarganya sambil sekolah. Sampai suatu hari gurunya memberi tugas khusus….

Pemenang Film Terbaik pada Penghargaan Nasional Kamboja 2006.

donsol2.jpg
Donsol (2006), 105 menit. Dibintangi Angel Aquino, Sid Lucero, Bembol Roco, Simon Ibarra, Kenneth Ocampo, Aaron Junatas, Mark Gil. Sutradara: Adolfo Alix, Jr.

Cinta adalah samudera emosi. Ikan hiu paus, mahluk memukau dari laut dalam, singgah di laut biru sekitar Donsol sekali setahun. Daniel, yang gemar berenang dengan hiu paus, jatuh hati kepada Teresa, jelita dan semisterius tamu tahunan dari laut itu. Dihantui kegetiran cinta masa lalu dan masa depan yang tak menentu, keduanya menemukan cinta.

Pemenang Film Cerita Berbiaya Rendah Terbaik pada Festival Film Internasional Fort Lauerdale, AS (2006).

i_not_stupid1.jpg
I Not Stupid (2002), 110 menit. Dibintangi Richard Low, Xian Yun, Selena Tan, Huang Po Ju, Shawn Lee, Joshua Ang, Cheryl Chan. Sutradara: Jack Neo.

Mereka mencap kita kelas yang tidak mampu sekolah. Saya tidak mau dipandang rendah sepanjang hidup. Kalau nilai ulangan ini jelek, habislah saya. Bagi saya naik pangkat sekarang tidak penting. Saya cuma khawatir anak saya. Apa dia bisa bertahan di masyarakat yang hanya menghargai Bahasa Inggris dan Matematika. Saya sadar pemerintahmu malu dengan pemakaian Bahasa Inggris yang kacau… kalau saya bule, saya tidak perlu lagi belajar Bahasa China.

Nomine Film Asia Terbaik pada Festival Film Hongkong 2003.

theoverture.jpg
The Overture (2004), 103 menit. Dibintangi Anuchit Saphanphong, Adul Dulyarat, Arratee Tanmahapran, Narongit Tosa-nga, Phongphat Wachirabanjong, Phuwaird Phunpuang, sumeth Ong-Ard. Sutradara: Itti-sunthorn Wichailak.

Sorn dilahirkan untuk mengerti harmoni alam dan menerjemahkannya ke dalam musik. Setelah dewasa, Sorn menjadi musisi istana terkenal. Kejeniusannya mendorongnya untuk menentang pemerintah Thailand, yang selama Perang Dunia II melarang musik tradisional Thailand atas nama peradaban Barat.

Film pilihan Thailand untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pada Academy Awards 2005, pemenang Musik dan Tata Suara Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 2004.

Mystery of Snow (2003), 135 menit. Dibintangi Lwin Moe, Lu Min, Nyunt Win, Tun Tun Win, Soe Myat Nandar, Nilar Aung Aung, Myint Myint Khine. Sutradara: Sin Yaw Mg Mg.

Cerita tentang petualangan seorang laki-laki mencari ayahnya yang tergulung badai glasier ketika mencari spesies kupu-kupu langka.

Film terbaik Myanmar Motion Picture Academy Awards 2004.

Body of Work: 4 Film Sutradara Dario Argento

argento1.jpg
Dario Argento (l. 1940) adalah salah satu sutradara genre suspense, horor dan film detektif yang paling terkenal di dunia. Karyanya adalah salah satu acuan terpenting bagi penggemar dan pembuat film horor di seluruh dunia. Ia sering disebut “Hitchcock dari Italia”, walaupun inspirasi karyanya sebenarnya lebih banyak ia dapatkan dari Ingmar Bergman, Grimm bersaudara dan Edgar Allan Poe.

piumecristallo41.jpg
L’Ucello dalle Piume di Cristallo (1970), 103 menit. Dibintangi Tony Musante, Suzy Kendall.

Film yang diambil dari novel berjudul “The Screaming Mimi” karya Frederic Brown, tentang seorang penulis Amerika yang menyelidiki pembunuhan serial di kota Roma. Film ini adalah debut Argento sebagai sutradara film detektif.

suspiria1.jpg
Suspiria (1976), 95 menit. Dibintangi Jessica Harper, Stefania Casini.

Suzy Banner, seorang gadis Amerika yang melakukan perjalanan pertama ke Eropa untuk belajar di suatu akademi balet terkenal di Freiburg, Jerman. Sejak hari pertama ia menyadari ada hal menakutkan yang terjadi di tempat yang sakral itu.

tenebre_shot3l.jpg
Tenebre (1982), 110 menit. Dibintangi Lamberto Bava, Christian Borromeo.

Penulis kisah misteri Amerika Peter Neal yang sukses, melakukan tur ke Roma, di mana karyanya telah merajai daftar buku terlaris. Ia mendapati bahwa seseorang telah menggunakan bukunya sebagai inspirasi melakukan pembunuhan.

nonhosonno15.jpg
Non ho Sonno (2000), 113 menit. Dibintangi Stefano Dionisi, Chiara Caselli.

Seorang detektif insomniak tertarik memecahkan suatu kasus pembunuhan, dibantu seorang polisi muda yang sangat cerdas dan menguasai kecanggihan teknologi.

Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama kineforum dengan kinoki, In-Docs, Goethe-Institut Jakarta, Istituto Italiano di Cultura.

—————-
1 – 7 Mei 2007

Dengar! [Jangan Sekedar Melihat]

Catatan Akhir Sekolah (2005), 100 menit. Sutradara: Hanung Bramantyo. Dibintangi oleh Vino Bastian, Ramon Y Tungka, Marcel Chandrawinata, Christian Sugiono dan Joanna Alexandra.

Berkisah tentang 3 anak SMU yang ingin membuat sebuah film dokumenter tentang sekolahnya yang akan dipasang pada pentas seni akhir tahun.

web_satu_detik_dan_abadi_2.jpg
Video Diary:
CUMA WC | Wendy, Delia, Ati, Natalia | 6 mins
Banyak kamera yang terpasang di penjuru sekolah kami. Ada satu tempat yang luput yaitu WC!

KEYAKINANKU ADALAH AKU | Febriani Sari, Daniel | 7 mins
Keyakinan beragamaku yang terkekang oleh tradisi yang dipegang oleh kedua orang tuaku

SATU DETIK YANG ABADI | Monika, Marcelina | 7 mins | Jakarta
Apa yang terjadi jika aku yang belum pernah memiliki Hp berkamera mendapatkan pinjaman dan menggunakan Hp berkamera ini dalam 24 jam?

BONGSENG | Yuwono, Patric, Andri, Armando | 4.50 mins
Di dalam lapas, kami berkomunikasi tanpa suara.

ANAK NEGARA vs ANAK PIDANA | Ridwan, Rustam, Jefri, Junaedi, Sibarani | 7.35 mins
Inilah bedanya Anak Negara dengan Anak Pidana.

PERPUSTAKAANKU YANG PERMAI | | 9.50 mins
Perpustakaan sekolahku selalu sepi. Kenapa ya?

JAM KOSONG…?! CAPEK DECH… | Sunarni, Irma, Ririn,Rita | 07:05
Siswa yang bersemangat datang kesekolah, harus kecewa dengan adanya jam kosong.
Ada apa sebenarnya?

BEHIND THE SCENE “KAMI BICARA” | Tim “Kami Bicara” | 10 mins
Temuan-temuan selama proses workshop di sekolah.

Gue Gak Mau Salah Jalan (2006), 70 menit. Sutradara: Yudhistira Purwanto. Dibintangi oleh Ario Astungkoro, Lucky Muhammad, Andre Octa Budiman, Rudini Septiana, Muhammad Syahrial, Daymas Arangga.

Sekelompok remaja SMU yang akan menghadapi ujian akhir untuk menentukan masa depan. Bukan hanya masa depan mereka yang harus ditentukan, tapi juga hidup sehari-hari yang keras di mana mereka harus berhadapan dengan sahabat, bimbingan belajar dan orang tua…

———————
8 – 14 Mei 2007
Peristiwa | Perubahan

web_student_movement.jpg
Student Movement (2002), 43 menit. Sutradara: Tino Saroenggalo. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)

Rekaman tentang gerakan mahasiswa pada masa perubahan politik menuju pergantian rezim pemerintahan Indonesia pada tahun 1998. Film ini mengajukan pendapat yang menarik tentang mengapa aksi mahasiswa kadang-kadang disertai tindak kekerasan.

web_nyanyian.jpg
Nyanyian Negeri Sejuta Matahari (2006), 63 menit. Sutradara: Edwin. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)

Dokumenter tentang anak-anak di kamp pengungsian di Banda Aceh dan Meulaboh yang terilhami untuk membuat video diary setelah menonton “Untuk Rena” karya Riri Riza. Suatu dokumenter yang dengan hangat menangkap kehidupan di Aceh setelah peristiwa tsunami akhir tahun 2004.

web_videogramm1.jpg
Videogramme einer Revolution (1992), 120 menit. Sutradara: Harun Farocki & Andrei Ujica. (Dokumenter, DVD, B. Rumania/Jerman dengan subtitel B. Inggris)

Rekonstruksi elektronik dari “tele-revolusi” Rumania tahun 1989, berdasarkan perubahan dalam sudut pandang kamera. Farocki, seorang pembuat film dokumenter, dan Ujica, filsuf media, bertahan ketat pada urutan kronologis peristiwa yang terjadi. Mereka mulai dari hari Ceausescu mengucapkan pidato terakhirnya sampai akhir malam di mana, pertama kalinya di televisi, versi pendek dari pengadilan Ceausescu disiarkan. Film ini mengungkap hubungan antara kamera dan sejarah dalam versi “fiksionalisasi” dari suatu revolusi fiktif.

——————–
15 – 20 Mei 2007
Sepak Bola

fimpen_the-kid.jpg
Fimpen, der Knirps (1973), 89 menit. Sutradara: Bo Widerberg.

Mackan, seorang bintang sepak bola Swedia yang baru pulang sebagai pahlawan Swedia karena membawa timnya menang atas Jerman, suatu hari dikalahkan oleh seorang anak berumur 6 tahun di lapangan sepak bola tempat main anak-anak. Mimpi buruk untuk seorang bintang sekaligus awal karir yang gemilang bagi si anak berusia 6 tahun itu. Sebuah film mengenai seorang anak yang berbakat, tapi harus kehilangan masa kecilnya.

depth_of_field.jpg
Depth of Field (2004), 88 menit. Sutradara: Gil Mehnert.

Menjelang ajalnya, Hans Günter Korte mengenang cinta yang memabukkan sekaligus rumit. Cintanya ternyata bukan pada Marion, fotografer muda yang ia temui, melainkan pada seorang bintang sepakbola yang tak biasa.

The Miracle of Bern (2004), 118 menit. Sutradara: Söhnke Wortmann.

Pada 4 Juli 1954 kesebelasan nasional Jerman masuk final piala dunia dan menang melawan Hongaria di final Piala Dunia di Swiss. Kemenangan ini buat banyak orang Jerman merupakan kelahiran kembali satu bangsa. Kekalahan dalam perang dunia kedua seperti tergantikan oleh kemenangan ini.

———————–
21 – 27 Mei 2007

Body of Work: Ami Prijono

Cintaku di Kampus Biru (1976), 109 menit. Pemain: Roy Marten, Enny Haryono, Rae Sita, Yatie Octavia, Farouk Afero, El Manik.

Anton (Roy Marten) adalah mahasiswa cerdas, aktivis dan merasa diri penakluk wanita. Ia tidak saja berusaha merebut hati teman-teman sesama mahasiswa, ia juga berusaha melunakkan hati seorang dosen perempuan yang galak.

Salah satu film terlaris pada tahun 1976 di Jakarta.

Jakarta Jakarta (1977), 115 menit. Pemain : Ricca Rachim, Rae Sita, El Manik, Deddy Sutomo, Marsito Sitorus, Rudy Salam, Doddy Sukma, Nugraha, Johan Mardjono.

Sebuah niat untuk melukiskan kehidupan Jakarta, yang penuh kontras dan keras.Tumbur Silitonga (El Manik) datang ke Jakarta dengan penuh harapan, termasuk percintaan antara Tumbur dan Rini (Ricca Rachim).

Pemenang Piala Citra FFI 1978 untuk Film, Sutradara, Skenario, Pemeran Pembantu Pria dan Artistik.

roro1.jpg
Roro Mendut (1982) – 109 menit. Pemain : Meriam Bellina, Mathias Muchus, WD Mochtar, Sunarti Rendra, Sofia WD, Clara Sinta, Pedro Sudjono, Abdi Wiyono, Kies Slamet, Mirna Coleman, Gito, Gati, Marwoto, Waluyo, Kadariyah, Bagong Kussudiardjo.

Roro Mendut adalah seorang wanita muda yang cantik di Kadipaten Pati. Dia telah menolak untuk dijadikan selir oleh Tumenggung Wiroguno. Roro mencintai Pronocitro, Wiroguno pun menghalangi hubungan mereka demi menegakkan citra keagungan dan kekuasaan Mataram.

Pemenang Piala Citra FFI 1983 untuk Artistik. Unggulan FFI 1983 untuk Film, Sutradara, Pemeran Utama Pria, Fotografi dan Musik.

Yang (1983) – 107 menit. Pemain : Zoraya Perucha, Rano Karno, Nani Widjaja, Zainal Abidin, Pitrajaya Burnama, Ita Agusta, A Nugraha, Ida Leman, Afrizal Anoda.

Yogi yang tidak memiliki kepercayaan diri karena dikekang oleh ibunya. Perjodohan yang tidak diketahuinya membuatnya ngambek dan tidak bisa menjawab ujiannya sehingga tidak lulus. Keisengannya pergi ke klab malam mempertemukannya dengan seorang hostes bernama Sita. Yogi langsung jatuh cinta kepadanya.

Unggulan FFI 1984 untuk Sutradara, Pemeran Utama Pria, Pemeran Utama Wanita, Pemeran Pembantu Wanita, Editing, Fotografi, Film. Pemenang Piala Suryosumanto FFI 1984 untuk pendatang baru Soraya Perucha.

———————
28 – 31 Mei 2007

Body of Work: Kenji Mizoguchi

web_ugetsu.jpg
Ugetsu Monogatari (1953), 94 menit. Dibintangi oleh Masayuki Mori, Machiko Kyo, Kinuyo Tanaka, Eitaro Ozawa, Ikio Sawamura.

Pada abad ke-16, di tengah perang saudara, dua petani ambisius mencoba mengeruk keuntungan besar. Film ini merupakan kombinasi dua novel misterius karya Akinari Ueda (1734-1809) yang dirangkai secara bebas. Mengisahkan ambisi manusi untuk hidup makmur dengan memancing di air keruh dan akhirnya masuk ke dalam sebuah dunia yang misterius.

Pemenang San Marco Silver Lion Prize pada Festival Film Internasional Venice 1953 (Pada tahun 1953 tidak ada peraih penghargaan Golden Lion).

Tales of the Taira Clan (Shin Heike Monogatari) (1955), 108 menit. Dibintangi oleh Narutoshi Hayashi, Raizo Ichikawa, Tatsuyo Ishiguro, Michiyo Kigure, Akitake Kono.

Komandan pasukan khusus Kapten Tadamori kembali ke Kyoto setelah kemenangannya yang gemilang menumpas perompak di laut Barat Jepang. Ia tidak diakui sebagai pahlawan. Film ini adalah pernyataan penting Mizoguchi tentang runtuhnya kekuasaan kaum elit konservatif dan struktur penindasan dalam suatu masyarakat.

———————
16 – 22 April 2007

Biografi | Biographies

Dalam program ini kita melihat bagaimana kehidupan seseorang diceritakan kembali dalam film. Biografi adalah tema yang cukup jarang diangkat ke dalam film Indonesia. Dengan sengaja kami tidak membedakan film dokumenter dengan film cerita, hanya memperhatikan bagaimana para pembuat film menampilkan kembali tiap tokoh dan dengan demikian membentuk citra tokoh-tokoh tersebut di hadapan publik.

We will see how a person’s life is retold in a film. Biography is a topic that is surprisingly not very much represented in Indonesian films. We purposedly mix documentaries and feature films, to concentrate more on how film makers represent each persona to the public.

Sinopsis Film / Film Synopsis

Pakubuwono XII : Berjuang Untuk Sebuah Eksistensi (2004), 45 menit, dokumenter. Sutradara: IGP Wiranegara.

Menceritakan tentang Sinuhun Paku Buwono XII (PBXII) dalam mempertahankan Keraton Surakarta agar terus eksis. Beliau dianugerahi pangkat Letnan Jenderal Tituler oleh presiden RI pertama atas jasanya dalam ikut berjuang pada masa pergolakan.

Film ini memenangkan Piala Citra sebagai dokumenter terbaik FFI 2005.

A film about Sinuhun Paku Buwono XII’s (PB XII) struggle to keep the existence of the Keraton Surakarta. He was given honorable commendation as Lieutenant General Titular by the first Indonesian president for his dedication during the uncertain times after Indonesia’s independence.

This film was awarded the Best Documentary at the Indonesian Film Festival 2005.

Tjoet Nja’ Dhien (1986), 133 menit. Sutradara: Eros Djarot. Dibintangi oleh Christine Hakim, Pitrajaya Purnama, Slamet Rahardjo, Hendra Yanuarti.

Tjoet Nja Dhien (Christine Hakim) bersama Teuku Umar (Slamet Rahardjo), memimpin rakyat Aceh bersama-sama memerangi penjajah Belanda. Setelah Teuku Umar tewas, Tjoet Nja Dhien melanjutkan perjuangannya bersama anaknya, Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti). Film ini mengaskan bahwa kekuatan iman adalah segalanya.

Film ini memenangkan 8 piala Citra pada FFI 1988 dan film Indonesia pertama yang diputar di Festival Film Cannes.

Tjoet Nya’ Dhien (Christine Hakim) was on the side of her husband Teuku Umar (Slamet Rahardjo), leading the people of Aceh’s struggle against Dutch occupation. When Teuku Umar died, Tjoet Nya’ Dhien continues the struggle with together with her child Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti). A story about how faith can be the only thing that matters.

This film won 8 Citra Awards at the Indonesian Film Festival 1988 and is the first Indonesian film screened at the Cannes Film Festival.

Misbach: Di Balik Cahaya Gemerlap (2007), 40 menit, dokumenter. Sutradara: Edwin.

Profil Misbach Yusa Biran, pembuat film yang aktif sejak sejarah film Indonesia dicatat hingga sekarang, dimana kecintaannya terhadap film Indonesia tidak pernah padam. Misbach mendirikan arsip film pertama di Asia, yang kita sebut Sinematek Indonesia.

Edwin adalah sutradara muda yang pernah mengejutkan masyarakat film ketika filmnya Kara, Anak Sebatang Pohon menjadi film pendek Indonesia pertama yang diundang oleh Festival Film Cannes pada tahun 2005.

A profile of Misbach Yusa Biran, a film maker that started being involved in the scene since its very beginning. His love for Indonesian cinema led him to co-found the first film archive in South-east Asia, which is now known as Sinematek Indonesia.

Edwin is a young director who surprised Indonesian film scene when his film Kara, Daughter of a Tree became the first Indonesian short film to be invited by Cannes Film Festival 2005.

——————
7 – 15 April 2007
Tengok Kembali Q Film Festival | Q Film Festival Revisited

Tanpa terasa Q Film Festival Jakarta sudah memasuki tahunnya yang keenam (2006) dan akan segera memasuki tahun ketujuh. Q Film Festival adalah peristiwa film tahunan bertemakan gender dan seksualitas. Festival ini berlangsung di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia. Dalam program ini kita akan melihat kembali film-film terbaik pilihan para penonton festival ini.

We are approaching the seventh year of Jakarta’s Q Film Festival in 2007. We will revisit their audience favorites in this program.

Sinopsis Film/Film Synopsis

My Own Private Idaho (1991), 102 menit, Amerika Serikat. Dibintangi River Phoenix, Keanu Reeves, James Russo, Chiara Caselli. Sutradara: Gus van Sant.

Mike (River Phoenix) pemuda yang pendiam, gay dan menderita narkolepsi. Ia jatuh cinta pada Scott. Bersama mereka memulai perjalanan untuk mencari ibu Mike, berangkat dari Portland ke Idaho lalu ke Italia, sementara Scott menemukan seorang perempuan cantik di perjalanan.

Mike (River Phoenix) is quiet, gay and suffers from narcolepsy. He is in love with Scott. Together, they embark on a quest to find Mike’s mother, traveling from Portland to Idaho to Italy, with Scott picking up a beautiful girl along the way.

Goldfish Memory (2003), 85 menit, Irlandia. Dibintangi Sean Campion, Fiona O’Shaughnessy, Fiona Glascott, Peter Gaynor. Sutradara: Elizabeth Gill.

Film ini adalah cerita ringan tentang susah-senangnya berpacaran di kota Dublin saat ini. Satu-satunya hal yang bisa mereka sepakati adalah bahwa cinta adalah hal yang wajib ada dalam hidup kita. Film ini adalah eksplorasi sifat alamiah cinta yang jenaka, baik heteroseksual, gay maupun yang di antaranya.

GOLDFISH MEMORY is a light-hearted look at the dangers and delights of dating in contemporary Dublin. The only thing they can all agree on is that love is the one thing we can’t live without. Exploring the comical nature of love, straight, gay and in-between,

Uwaki no Bokura | Naughty Boys (2001), 76 menit, Jepang. Dibintangi Yuji Kuwa, Akio Yoshioka, Kouichi Imaizumi. Sutradara: Kouichi Imaizumi.

Petualangan manga dalam bentuk realistis tentang dua cowok Jepang menemukan apa yang betapa menggodanya satu malam di Shinjuku untuk orang-orang yang naif.

A real-life Manga adventure follows two Japanese boys who discover what a single night in Shinjuku holds for unwary lovers.

Wolves of Kromer (1998), 82 menit, Inggris. Dibintangi Boy George (suara), James Layton, Lee Williams, Margaret Towner, Rita Davies. Sutradara: Will Gould.

Pada suatu ketika di desa di Kromer tinggallah dua serigala muda yang tampan. Pada suatu hari, seorang jahat dan kaki tangannya membunuh majikan mereka, menjebak para serigala dan membuat segerombolan orang fanatik yang marah mengacungkan obor ke hadapan sepasang serigala ini. Tapi siapa sebetulnya yang akan hidup bahagia selamanya?

Once upon a time in the village of Kromer lived two beautiful young wolves. One day a wicked old crone and her goofy sidekick kill their mistress, frame the wolves, and incite a torch-bearing mob of religious zealots to seek vengeance on the hapless pair. But who will live happily ever after?

Like It Is (1998), 90 menit, Inggris. Dibintangi Steve Bell, Ian Rose, Roger Daltrey, Dani Behr, Jude Alderson, Emile Charles. Sutradara: Paul Oremland.

Craig adalah seorang pemuda yang mengalami kehidupan keras di Blackpool, mencari uang dengan bertinju dan sulit menerima bahwa dirinya gay. Ia bertemu dengan Matt, pemuda London yang bekerja di industri musik. Perasaan Matt, tuntutan pekerjaannya dan impian Matt untuk menjalankan club musik rock menempatkan hubungan mereka dalam bahaya.

Craig is a rough kid in Blackpool, picking up cash as a bare-knuckle club fighter, also having a hard time accepting that he’s gay. He meets Matt, a Londoner working in the music industry. Matt’s feelings, work demands, Matt’s dream to run a rock club and Craig’s lack of job skills combine to put Craig and Matt’s relationship in jeopardy.

——————-
1 – 6 April 2007

Achtung: Doc Tales!

“Achtung: Doc Tales!”
rangkaian film dokumenter Jerman kontemporer

Film dokumenter Jerman terus merintis jalan ke layar lebar dan menarik lebih banyak penonton selama sepuluh tahun terakhir. Rangkaian film dokumenter Jerman pemenang penghargaan ini menunjukkan usaha untuk terus memperbarui seni naratif film dan dramaturgi dengan menampilkan para pembuat film paling berpengaruh dalam bidang dokumenter. Andres Veiel, Volker Koepp dan Uli Gaulke mewakili kutub aliran pendekatan sinematik yang berlawanan dalam pembuatan film dokumenter dari tiga generasi. Bakat-bakat muda seperti Bettina Braun dan Sebastian Winkels mendapatkan perhatian karena karakter eksperimental yang sangat hidup dalam karya-karya debut mereka. Malte Ludin membuat kejutan bagi penonton Jerman dengan potret intim tentang sejarah keluarganya yang begitu rumit tanpa khawatir akan gelombang emosi pribadi yang akan dialami mereka.

Menengok kembali pada masa lalu Jerman yang berat dengan cara bercerita baru adalah aspek penting dalam karya dokumenter sejak Perang Dunia II. (Kecenderungan untuk ‘menengok kembali’ mungkin sekarang dianggap sebagai karakter klise yang disebut ‘khas Jerman”).

Sebagian dari rangkaian ini berhubungan dengan dampak ingatan yang aktual dan menghidupkan kembali sejarah, sementara separuh lagi menampilkan peta kehidupan Jerman saat ini dan kondisi sosialnya, suatu gambaran tentang orang-orang yang mengejar mimpi demi membangun masa depan mereka.

“Achtung: Doc Tales!”
a collection of contemporary german documentaries

German documentary films continue to emerge onto the big screen and attract wider audiences throughout the last ten years. This collection of award-winning German films focuses on recent attempts to renew the art of film narration and dramaturgy by presenting the most influencial artists in the documentary field. Andres Veiel, Volker Koepp and Uli Gaulke represent almost opposite cinematic approaches in documentary formats of three different generations of filmmakers. Young talents as Bettina Braun and Sebastian Winkels were highly acclaimed for the lively experimential character of their first works. Malte Ludin surprised German audience with a intimate portrait of what is his own complex family heritage without fearing an utmost personal tiderope walk.

Reflecting the difficult German past with new ways of storytelling has been an important aspect of documentary work ever since World War II. (The tendency ‘to look back’ might be the worldwide cliché of a character thread often named “typically German”).

As much as half of the films in this program are dealing with the actual impact of memories and bring history to live, the other half concentrates on present german lifescapes and social conditions, describing the struggle of dreamchasing characters tending to get a hold of their future.

Sinopsis Film/Film Synopsis

Was Lebst Du? | Whatz up? (2004), 84 menit. Sutradara: Bettina Braun. (DVD, B. Jerman dengan subtitel B. Inggris)

Ali, Kais, Ertan dan Alban adalah empat sahabat yang bercita-cita jadi bintang hip hop. Mekipun mewakili latar belakang bangsa yang berbeda, mereka jadi sangat dekat karena kesamaan nasib sebagai keturunan imigran. Mereka muda, sekilas kelihatan macho, kasar dan tak tahu sopan santun. Di antara mereka sendiri berkembang ikatan kebersamaan meskipun pada saat yang sama saling bersaing.

Was Lebst Du? | Whatz up? (2004), 84 minutes. Directed by Bettina Braun. (DVD, German with English Subtitle)

Ali, Kais, Ertan and Alban are good friends who dream of becoming hip hop stars. Their backgrounds are worlds apart but being immigrants in Germany brings them together. They are young, macho, rough and rude at first glance. They develop strong brotherhood ties while constantly competing with each other.

Heirate Mich | Marry Me (2003), 105 menit. Sutradara: Jeanette Eggert dan Uli Gaulke. (35 mm, B. Jerman, Spanyol dengan subtitel B. Inggris)

Saat liburan di Havana, Erik bertemu dengan perempuan Kuba bernama Gladis. “Ini cinta pada pandangan pertama,” katanya. Setahun kemudian, Gladis dan anak laki-lakinya yang berumur 8 tahun naik pesawat, penuh harapan walau dengan mata berkaca-kaca, meninggalkan pulau itu. Setibanya di Hamburg, mereka memulai kehidupan yang lucu, kadang menyakitkan dan penuh kejutan. Cerita ini adalah tentang kedatangan mereka, kepergian, pertikaian perempuan dan laki-laki, juga tentang tabrakan dua kebudayaan.

Heirate Mich | Marry Me (2003), 105 minutes. Directed by Jeanette Eggert and Uli Gaulke. (35 mm, German, Spanish with English Subtitle)

During his holidays in Havana, Erik meets a Cuban woman named Gladis. “It was love at first sight,” he says. A year later, Gladis and her 8-year-old son board a plane, full of hope, but also with tears in their eyes, to leave the island. After their arrival in Hamburg, the three follow a path full of comical, sometimes painful, and surprising events. But the twists and turns of this path tell the story of arrival, departure, the battle of the sexes, and the confrontation of cultures.

7 Brüder | Seven Brothers (2003), 86 menit. Sutradara: Sebastian Winkels. (35 mm, B. Jerman dengan subtitel B. Inggris)

“Kalau kau ingin menemukan kebenaran, tanyakanlah kepada tujuh laki-laki bersaudara.” (Pepatah Cina)

Tujuh laki-laki bersaudara (lahir antara 1929 dan 1945) datang ke suatu ruang netral untuk bertutur tentang keluarga mereka yang berasal dari Mülheim. Mereka sama sekali tidak diwawancarai, cuma diundang bercerita. Tujuh jalan kehidupan yang berbeda ditunjukkan oleh generasi yang masa kecilnya berawal atau berakhir pada “Titik Nol” pasca Perang Dunia II pada tahun 1945. Eksperimen dokumenter yang menunjukkan rangkaian mozaik cerita personal yang juga membawa kita mengenal sejarah Jerman.

7 Brüder | Seven Brothers (2003), 86 minutes. Directed by Sebastian Winkels. (35 mm, German with English Subtitle)

“If you are looking for the truth, you must ask seven brothers.” (Chinese proverb)

Seven brothers (born between 1929 and 1945) come to a neutral space to individually tell their family’s story from Mülheim. Seven different paths in life attest to a rarely heard generation whose childhood ended or just began with the “Stunde Null“ in 1945. An intimate mosaic between the brothers emerges forming a type of family universe mirroring German history in an unusual way.

Die Spielwütigen | Crazy For Acting (2004), 108 menit. Sutradara: Andres Veiel. (35 mm, B. Jerman, Inggris, Yunani dengan subtitel B. Inggris)

Dokumenter tentang mahasiswa akting. Is memperlihatkan aktor yang sedang berakting – dan yang sedang tidak berakting. Film ini adalah dokumenter yang umumnya kita mengerti sebagai usaha menangkap kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan sendiri pasti harus dibentuk ulang supaya bisa diperlihatkan dalam bentuk film dokumenter, seperti juga karakter manusia harus dibentuk ulang supaya bisa ditampilkan di atas panggung, sebagai aktor.

Die Spielwütigen | Crazy For Acting (2004), 108 minutes. Directed by Andres Veiel. (35 mm, German, English, Greek with English Subtitle)

A documentary on acting pupils. He shows the actors acting – and not acting. “Die Spielwütigen” is a documentary that we generally take as an attempt to capture real life. Life, no doubt, has to be formed to be presentable as a documentary, just the way characters have to be formed to be presentable on a stage, as actors.

2 oder 3 Dinge, die ich von ihm weiß | 2 or 3 Things I Know About Him (2005), 85 menit. Sutradara: Malte Ludin. (35 mm, B. Jerman, Slovakia dengan subtitel B. Inggris)

Malte Ludin memeriksa dampak Nazisme di keluarganya. Hanns Ludin, ayah Malte, adalah Duta Besar Jerman pada masa pemerintahan Nazi di Slovakia. Ia adalah penandatangan perintah deportasi yang membuat ribuan warga Yahudi ke kamp Auschwitz. Hanns Ludin dihukum karena kejahatan perang pada tahun 1947. Malte Ludin menunggu sampai ibunya (Erla) meninggal untuk membuat film ini. Ia menampilkan kakak-kakak perempuannya yang punya kenangan manis dan menyatakan bahwa ayah mereka pasti tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Auschwitz.

2 oder 3 Dinge, die ich von ihm weiß | 2 or 3 Things I Know About Him (2005), 85 minutes. Directed by Malte Ludin. (35 mm, German, Slovak with English Subtitle)

Malte Ludin examines the impact of Nazism in his family. Malte’s father, was Third Reich’s ambassador to Slovakia. Hanns Ludin signed the order to deport thousands of Jewish to Auschwitz camp. Hanns Ludin was executed for war crimes in 1947. Malte waited until after the death of his mother, Erla, to make this film. He features his sisters who have fond memories and state that their fathers might have not known the whole truth about what happened in Auschwitz.

Herr Zwilling und Frau Zuckermann | Mr. Zwilling and Mrs. Zuckermann (1999), 126 menit. Sutradara: Volker Koepp. (35 mm, B. Jerman, Rusia, Ibrani dengan subtitel B. Inggris)

Ny. Zuckermann seorang optimis yang puitis, bersahabat dengan Tuan Zwilling, seorang pesimis. Keduanya berasal dari komunitas Yahudi dan menjalani usia tua di Czernowitz, kota kecil yang sepi di Ukraina bagian Barat, tak jauh dari perbatasan Rumania. Mereka berdua adalah saksi bagaimana wilayah ini sering sekali berganti penguasa – dari Austria, Rumania, Rusia dan Jerman. Di kota ini berbagai bangsa hidup bersama, sekaligus juga diadu domba. Kota ini juga adalah salah satu jantung kehidupan budaya komunitas Yahudi, yang dideportasi oleh Rusia, dimusuhi oleh para petani Ukraina dan dimusnahkan oleh Jerman. “Kami makhluk langka,” kata Ny. Zuckermann. Dan dalam film Volker Koepp ini, hidup mereka berjalan terus.

Herr Zwilling und Frau Zuckermann | Mr. Zwilling and Mrs. Zuckermann (1999), 126 minutes. Directed by Volker Koepp. (35 mm, German, Russian, Hebrew with English subtitle)

Mrs. Zuckermann is a poetic optimist and Mr. Zwilling is her pessimist counterpart. Both come from Jewish community and spend their retirement age in Czernowitz, a lonesome town in the Western Ukraine, not far from the Rumanian border. They witness how this border town is passed on from one authority to another – from Austria, Rumania, Russia and to Germany. In Czernowitz people from different nations live together and used against another. This town was once a center of the cultural life of Jewish community, who were deported by the Russians, bereaved by the Ukrainian farmers and murdered by the Germans. “We’re extincts,” Mrs. Zuckermann says. And in Volker Koepp’s film they live on.

Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama Kineforum Dewan Kesenian Jakarta dengan Goethe-Institut Jakarta.

—————–
7 – 31 Maret 2007

Bulan Film Nasional 2007

Sejarah adalah Sekarang | History is Now

Sejarah adalah Sekarang

Lima puluh tujuh tahun sejak Darah dan Doa dibuat dan delapan puluh satu tahun sejak produksi film pertama di Indonesia dicatat, film Indonesia tetap ada. Hari Film Nasional adalah saat yang tepat untuk menikmati bersama pencapaian dalam film Indonesia, serta melihat kembali apa makna film Indonesia buat kita sekarang.

Sejarah bukan cuma terjadi pada suatu waktu di masa lalu, tapi dilihat kembali dan diartikan ulang dengan cara berbeda oleh tiap generasi. Setiap kali kita melihat dan memberi arti pada sejarah, saat itu pulalah sejarah lahir kembali. Karena itu kineforum Dewan Kesenian Jakarta mempersembahkan Sejarah adalah Sekarang. Kami mengajak pemirsa muda mengalami dan membuat sendiri sejarah film Indonesia: melihat perjalanan waktu lewat karya maestro Asrul Sani, kehidupan para perempuan muda dari tahun 1950-an dan 2000-an, serta kegelisahan tentang film yang diangkat oleh para pembuat film muda Indonesia. Dalam program ini perjalanan sejarah film Indonesia dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari mereka yang terlibat dalam industri sampai para pecinta film yang hidup dalam komunitas-komunitas film.

Kami juga mengajak masyarakat untuk mendukung Sinematek Indonesia, salah satu sumber ingatan kita tentang film nasional. Kami bersama perancang grafis Radhit Syaharzam untuk mengolah desain lima poster film Indonesia dan membuatnya menjadi produk, yang hasil penjualannya disumbangkan sebagai pendukung dana perawatan bagi Sinematek Indonesia.

Acara

Pemutaran Film:

7 – 11 Maret 2007
Girls Just Wanna Have Fun (Kurator: Lisabona Rahman)
Para perempuan muda dalam rangkaian film ini mencari kebahagiaan dengan caranya masing-masing dan menghadapi tantangan ketika bertemu dengan orang tua yang berbeda kepentingan. Akankah mereka berhasil mencapai kebahagiaan?
(Film: 100% Sari, Asrama Dara, Tiga Dara, Virgin)

12 – 17 Maret 2007
Pemutaran Koleksi Komunitas Film

1. Koleksi Forum Lenteng: Massroom Project. Forum Lenteng adalah kelompok mahasiswa yang melakukan studi, riset, dokumentasi tentang film dan kota. Kegiatan komunitas bertempat ini Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

2. Awas! Video Kami Merekam: Perjalanan Konfiden. Konfiden adalah komunitas pengumpul film pendek dan pembuat kompetisi nasional film pendek yang paling tua di Indonesia. Dalam program ini kita akan melihat sejarah film pendek Indonesia lewat koleksi arsip Konfiden.

18 – 23 Maret 2007
Asrul Sani: (‘Arsitek’) Cetak Biru Lintas Waktu (Kurator: Prima Rusdi)
Sepanjang karirnya sebagai penulis skenario selama lima dekade (sejak 1952 hingga 1991), Asrul Sani menuntaskan sekitar 50 judul naskah film. Bila skenario kerap diibaratkan sebagai cetak biru dari sebuah film, maka sejumlah ‘bangunan’ yang berangkat dari cetak biru guratan Asrul masih terasa ‘kokoh’ hingga saat ini.
(Film: Lewat Djam Malam, Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), Naga Bonar, Istana Kecantikan)

24 – 27 Maret 2007
(Film) Tentang Film | (Films) About Films
Apa kata generasi muda dunia film Indonesia tentang film? Enam film: Bioskop Kita Lagi Sedih, Arisan, Kita Harus Bikin Film!, Kuldesak, Laporken Kenapa, dan Janji Joni akan menunjukkan pada kita jawaban mereka.

28 – 31 Maret 2007
Membuat Sejarah
Indonesian Cinema, Misbach: Di Balik Cahaya Gemerlap, dan Untuk Kaum Muda adalah tiga film yang menggambarkan perjalanan sejarah dari sudut pandang pembuat film muda.

Acara Pendukung:

Poster di T-Shirt!!
Menolak Hilang Ingatan: Penggalangan Dana untuk Perawatan Film Koleksi Sinematek Indonesia
7 – 31 Maret 2007
Lobi TIM 21, Taman Ismail Marzuki
Dalam acara ini Kineforum Dewan Kesenian Jakarta akan melakukan kerjasama dengan Sinematek Indonesia untuk penggalangan dana, yaitu menjual T-Shirt dengan gambar koleksi poster film Sinematek Indonesia (jumlah terbatas). Dana yang dihasilkan dari kegiatan ini dipergunakan untuk perawatan koleksi film dalam arsip Sinematek Indonesia yang secara berkala diputar di Kineforum.

DKJ mempersembahkan sebuah diskusi dengan tajuk “Apa Kabar Hari Ini, Asrul Sani?” lewat kacamata sastra, teater, dan film
24 Maret 2007
10.00 – 18.00 WIB
Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki

Seminar Sinematografer
1. Analisa Skenario
2. Prosedur Produksi
3. Teknologi Film/Televisi
4. Menjaga kualitas visual pada saat pasca-produksi

Biaya investasi seminar untuk peserta:
1. Siswa dan mahasiswa – Rp50.000,00
2. Umum dan profesional – Rp150.000,00
(Tempat Terbatas)

PEMBICARA :
Nan T Achnas M.A Sutradara Film
Tino Saroengallo Manajer Produksi
Agni Ariatama M.Sn Pengajar Sinematografi
Sastha Sunu Editor

27 Maret 2007
09.00 – 15.00 WIB
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

Hari Film Nasional 2007: Benih Film Indonesia
Pemutaran Film, Diskusi, Pameran Foto dan Poster
30 Maret 2007
08.00 – 22.00 WIB
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

—————–
1 – 6 Maret 2007

M, Cinéma Invisible & Dziga

Menjelang peringatan Hari Film Nasional 30 Maret 2007, Kineforum Dewan Kesenian Jakarta (d/h Artcinema) mengundang Anda untuk menyaksikan tiga film yang berkaitan dengan sejarah film dunia. Setelah ketiga film ini, Kineforum Dewan Kesenian Jakarta mengadakan program Sejarah adalah Sekarang (7-31 Maret 2007), rangkaian pemutaran film, diskusi dan pencarian dana melalui penjualan t-shirt dengan ilustrasi poster film koleksi Sinematek Indonesia.

Sinopsis Film/Film Synopsis

Dziga (genre beragam, 65 mnt)
Kompilasi Film Pendek Dziga Stichting ini adalah hasil interpretasi pembuat film muda Belanda terhadap teori film Dziga Vertov, seorang pembuat film Rusia yang telah menetapkan dasar teori film tentang gambar, editing, musik dan gerak. Kumpulan ini jauh dari kesan studi ilmiah, justru para pembuat film muda dalam kumpulan ini seperti sedang bermain bersama dengan salah seorang dewa sejarah film dunia.

Dziga (various genres, 65 minutes)
A compilation of short films from Dziga Stichting which consist of young Dutch film makers’ interpretations of Russian director Dziga Vertov’s theories. Vertov pioneers studies and theories on picture, editing, music and movements in film. This compilation hardly has formal scientific atmosphere, it seems that the young film makers are playing together with one of the gods in world’s film history.

Cinéma Invisible: The Book (Cinéma Invisible—Het Boek), 73 mnt. Bahasa Belanda dengan subtitel Inggris. Sutradara: Kees Hin.
Navigator kita adalah perempuan yang mendatangi toko buku untuk mencari kumpulan skenario film yang dibukukan, “Anthologie du Cinema Invisible”, yang diterbitkan untuk memperingati seratus tahun sinema. Dari keseratus karya yang tak pernah jadi kenyataan ini, inti dari sepuluh proyek dipilih dan tampil dalam film ini. Nukilan dari Chaplin dan Clouzot, Zazie Dans Le Metro, Battleship Potemkin dan lain-lain dipadukan untuk menghasilkan dokumenter fantasi yang menularkan semangat bermain. Suatu karya yang dipersembahkan untuk dunia film.

Cinéma Invisible: The Book (Cinéma Invisible—Het Boek), 73 mintes. Dutch with English subtitle. Director: Kees Hin.
Our navigator is a woman who visits a bookshop in search of a collection of unfilmed screenplays, “Anthologie du Cinema Invisible,” that was published to celebrate the first centenary of cinema. From these 100 unrealized works, the essence of ten projects are selected to be presented in this film. Excerpts from Chaplin and Clouzot, Zazie Dans Le Metro, Battleship Potemkin and more are combined to create this fantasy documentary film with an infectious playful spirit. A work that pays homage to all cinema.

M (M-Eine Stadt Sucht Einen Moerder), 107 mnt. Bahasa Jerman dengan subtitel Inggris. Sutradara: Fritz Lang. Dibintangi Peter Lorre, Otto Wernicke, Gustaf Gruendgens, Ellen Widmann, Paul Kemp, Theo Lingen.
Seorang pembunuh yang selalu memilih korban anak-anak mengancam kehidupan Berlin yang tenteram. Para penjahat di kota Berlin merasa terancam karena penggeledahan dan penyelidikan yang dilakukan polisi. Baik para penjahat maupun polisi berlomba menemukan si pembunuh. Para penjahat berhasil menangkapnya lebih dulu.
M adalah film bicara Fritz Lang yang pertama dan dianggap sebagai salah satu film terbaik dalam sejarah film Jerman.

M (M-Eine Stadt Sucht Einen Moerder), 107 minutes. German with English subtitle. Director: Fritz Lang. Starring: Peter Lorre, Otto Wernicke, Gustaf Gruendgens, Ellen Widmann, Paul Kemp, Theo Lingen.
A child murderer threatens the serene life in Berlin and alarms the population. The crooks are hindered in their profitable dealings by police searches and investigation. Both the crooks and the police go in search of the much feared murderer. The crooks got to him first.

M is Fritz Lang’s first talkie and dubbed as one of the best in German film history.

—————-
11 – 18 Februari 2007

Kisah Cinta : 3 Kisah Cinta yang Aneh

Sinopsis Film/Film Synopsis

Cinta Pertama (1973), 110 menit. Sutradara: Teguh Karya. Dibintangi Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Robby Sutara, Norma Muchsin, Ully Artha

Sebuah kisah cinta antara Ade (Christine Hakim) dan Bastian (Slamet Rahardjo) setelah pertemuan pertama mereka di dalam gerbong kereta api. Akankah mereka berhasil memperjuangkan cinta mereka?

First Love (1973), 110 minutes. Directed by Teguh Karya. Starring Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Robby Sutara, Norma Muchsin, Ully Artha

A love story between Ade (Christine Hakim) and Bastian (Slamet Rahardjo) after a meeting each other in a train. Will they eventually succeed in fighting for their love?

Kejarlah Daku, Kau Kutangkap (1985), 109 menit. Sutradara: Chaerul Umam. Dibintangi Lydia Kandau, Deddy Mizwar, Ully Artha, Henky Solaiman

Sebuah cerita kocak tentang cinta dan kedudukan suami istri dalam rumah tangga. Apakah Mona (Lydia Kandau) yang tunduk dengan suaminya Ramadhan (Deddy Mizwar) dapat mempertahankan rumah tangga mereka?

Chasing Game (1985), 109 minutes. Directed by Chaerul Umam. Starring Lydia Kandau, Deddy Mizwar, Ully Artha, Henky Solaiman

A comedy of love and marriage politics. Will Mona (Lydia Kandau) who is submissive to Ramadhan (Deddy Mizwar), be able to make their marriage last?

Cinta dalam Sepotong Roti (1990), 97 menit. Sutradara: Garin Nugroho. Dibintangi Tio Pakusadewo, Rizky Erzet Theo, Adjie Massaid

Sebuah film yang melukiskan masalah seks secara tidak vulgar. Mayang (Rizky Theo), Harris (Adjie Massaid) dan Topan (Tio Pakusadewo) merupakan tiga sahabat dimasa kanak-kanak. Sebuah perjalanan mempertemukan mereka kembali dengan permasalahan dan sebuah cinta segitiga.

Love in a Slice of Bread (1990), 97 minutes. Directed by Garin Nugroho. Starring Tio Pakusadewo, Rizky Erzet Theo, Adjie Massaid

A film that addresses sex in a subtle way. Mayang (Rizky Theo), Harris (Adjie Massaid) and Topan (Tio Pakusadewo) are buddies since their childhood. A journey brings them back together with a problem and a love triangle.

Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama Kineforum dengan Sinematek Indonesia dan Multivision Plus . Lembaga arsip film Sinematek Indonesia merupakan arsip film pertama di asia tenggara yang didirikan bersamaan dengan berdirinya gedung/lembaga pusat perfilman H.Usmar Ismail pada 20 Oktober 1975.

——————–
1 – 7 Februari 2007

Body of Work

Sinematografi George Kamarullah

George Kamarullah bekerja sebagai sinematografer sejak awal 1970-an. Selain debutnya sebagai seorang sinematografer, George Kamarullah merupakan salah satu aktor film Indonesia yang layak disebut bentukan dari sineas ternama Teguh Karya. Namanya semakin dikenal oleh Indonesia bahkan dunia ketika filmnya Tjoet Nja’ Dhien yang mengambil gambar panorama hutan di di Aceh yang eksotis di Pulau Sumatera ini mendapat sambutan yang sangat baik yang kemudian mendapatkan Piala Citra 1988 untuk sinematografi terbaik, setelah sebelumnya mendapatkan piala citra dalam kategori yang sama untuk film Ibunda pada tahun 1986 dan Doea Tanda Mata pada tahun 1985. Dalam program kali ini akan ada kesempatan untuk tanya jawab dengan George Kamarullah tentang kerja sinematografinya.

George Kamarullah works as cinematographer since early 1970s. Besides his debut as cinematographer, Kamarullah was one of Indonesian actors who was working very closely with Indonesia’s celebrated director Teguh Karya. Kamarullah’s work got wider public attention after having made Tjot Nja’ Dhien that was shot in the exotic forest landscapes of Aceh in Sumatera, which also won 1988 Citra award for best cinematography. He also was awarded best sinematographer for Doea Tanda Mata and Ibunda in two consecutive year: 1985 and 1986. This program will have a Q&A session with George Kamarullah about his cinematography.

Sinopsis Film / Film Synopsis

Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1980), 120 menit. Sutradara: Slamet Rahardjo. Dibintangi oleh Christine Hakim, Menzano, Frans Tumbuan, El Manik, August Melasz.

Berkisah tentang sebuah keluarga bapak dan ibu Pahala Simbolon dengan permasalahannya. Anak bungsunya yang sungkan bertemu keluarganya, anak keduanya yang terlalu dominan dan Bungalan (Christine Hakim) yang selalu menjadi penengah dalam keluarga itu. Maka mereka pun kembali menyusuri masa lalu…

As White as Her Heart, as Red as Her Lips (1980), 120 minutes. Directed by Slamet Rahardjo. Starring Christine Hakim, Menzano, Frans Tumbuan, El Manik, August Melasz.

A story about the Simbolons and their family affairs. The youngest has problems seeing the family, the second child is too dominating and Bungalan (Christine Hakim) who always be the peacemaker in the family. They are embarking on a trip to the past…

Doea Tanda Mata (1984), 118 menit. Sutradara: Teguh Karya. Dibintangi Jenny Rachman, Alex Komang, Sylvia Widiantono, Piet Pagau, Henky Solaiman.

Gunadi (Alex Komang), pemuda Klaten yang baru kawin setahun terbius oleh gerakan perlawanan ditahun 1930-an. Ia meninggalkan kehidupan normalnya dan bergabung dengan sebuah pegerakan bawah tanah. Sebuah cerita yang penuh dengan intrik dan dendam.

Memento(1984), 118 minutes. Directed by Teguh Karya. Starring Jenny Rachman, Alex Komang, Sylvia Widiantono, Piet Pagau, Henky Solaiman.

Gunadi (Alex Komang), a newly wed young man from Klaten is intoxicated by resistance movement in 1930s. He abandons his normal life and joins an underground movement. A story about conspiracy and resentment.

Ibunda (1986), 103 menit. Sutradara: Teguh Karya. Dibintangi Tuti Indra Malaon, Alex Komang, Ayu Azhari, Niniek L. Karim, Ria Irawan.

Ibu Rakhim (Tuti Indra Malaon), janda priyayi, selalu bersikap mengambil alih beban hidup anak-anaknya. Sebenarnya ia ingin berbagi beban kepada anak tertuanya, Farida (Niniek L. Karim), tapi tak selalu bisa. Beban tadi akhirnya dibagi dengan mahasiswa yang kos dirumahnya dan pembantunya yang juga memiliki karakter dan masalahnya sendiri. Kerepotan masalah ini yang kemudian menjadi sebuah jelujuran kisah. Usaha tadi lebih sebagai sebuah dosa, karena penyelesaian datang dengan berjalannya waktu.

Mother (1986), 103 minutes. Directed by Teguh Karya. Starring Tuti Indra Malaon, Alex Komang, Ayu Azhari, Niniek L. Karim, Ria Irawan.

Mrs Rakhim (Tuti Indra Malaon), an aristocratic widow, always tries to take on her children’s problems. She actually wishes that she can share that with her eldest, Farida (Niniek L. Karim), but never could. Instead she spills it out to students who rent rooms in her house, as well as the house helper who is a character and has her own problems. Complications of this problem is woven into the story. An act of repentance, while resolution comes along as time passes by.

Tjoet Nja’ Dhien (1986), 133 menit. Sutradara: Eros Djarot. Dibintangi oleh Christine Hakim, Pitrajaya Purnama, Slamet Rahardjo, Hendra Yanuarti.

Teuku Umar (Slamet Rahardjo), memimpin rakyat Aceh dengan didampingi istrinya, Tjoet Nja Dhien (Christine Hakim) dan anaknya Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti) yang bersama-sama memerangi penjajah Belanda. Setelah Teuku Umar tewas, Tjoet Nja Dhien melanjutkan perjuangannya. Film ini mengaskan bahwa kekuatan iman adalah segalanya.

Tjoet Nja’ Dhien (1986), 133 minutes. Directed by Eros Djarot. Starring Christine Hakim, Pitrajaya Purnama, Slamet Rahardjo, Hendra Yanuarti.

Teuku Umar (Slamet Rahardjo) led the people of Aceh’s struggle against Dutch occupation together with his wife, Tjoet Nya’ Dhien (Christine Hakim) and his child Tjoet Gambang (Hendra Yanuarti). When Teuku Umar died, Tjoet Nya’ Dhien continues the struggle. A story about how faith can be the only thing that matters.

Selamat Tinggal Jeanette (1987), 85 menit. Sutradara: Bobby Sandy. Dibintangi oleh Meriam Bellina, Nani widjaja, Ria Irawan, Mathias Muchus.

Sebuah cinta antarbangsa yang mengalami keretakan antara Suryono (Mathias Muchus) yang berasal dari Solo dan Jeanette, wanita cantik asal Perancis. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Selamat Tinggal Jeanette (1987), 85 minutes. Directed by Bobby Sandy. Starring Meriam Bellina, Nani widjaja, Ria Irawan, Mathias Muchus.

An intercultural love story between Suryono (Mathias Muchus) from Solo and a French woman Jeanette (Meriam Bellina) is going through a bad time. What happens next?

Taksi (1990), 89 menit. Sutradara: Arifin C. Noer. Dibintangi oleh Meriam Bellina, Rano Karno, Nani Widjaja, Henky Solaiman.

Dua tokoh yang mencoba mencari jati diri. Giyon (Rano Karno), sarjana filsafat yang memilih menjadi supir taksi karena perlawanannya terhadap “tradisi” dan lingkungannya. Desi (Meriam Bellina), wanita kawin muda yang suaminya sangat takut pada orangtua dan ingin hidup mandiri dengan menjadi penyanyi. Mereka dipertemukan oleh seorang bayi.

Taksi (1990), 89 minutes. Directed by Arifin C. Noer. Starring Meriam Bellina, Rano Karno, Nani Widjaja, Henky Solaiman.

Two people in search of their identities. Giyon (Rano Karno), a philosophy student who choses to work as taxi driver to rebel against his family’s tradition and their surroundings. Desi (Meriam Bellina), a young woman who is married to a man who is afraid of his parents, tries to seek independent life by being a singer. Both met because of a baby.

———————–
25 – 31 Januari 2007

Komedi Indonesia / Indonesian Comedy
Comedies by Nya’ Abbas Akup

potret-nya-abbas.jpg
Nyak Abbas Akup (1932-1991), seorang sutradara yang konsisten membuat film komedi bermuatan sindiran sosial sejak tahun 1950-an. Humor dalam karyanya seringkali muncul dari karakter laki-laki dan perempuan yang punya kepribadian terbelah, di rumah bisa lemah, sementara di luar galak. Dalam filmnya, cinta dan seks juga hampir selalu jadi sumber konflik yang konyol. Penyutradaraannya mengukuhkan banyak aktor sebagai aktor komedi yang sangat penting dalam film Indonesia. Ia memperoleh Piala Citra melalui film Ambisi (1973), Cintaku di Rumah Susun (1987) dan Boneka dari Indiana (1990).

Nyak Abbas Akup (1932-1991), consistently directed political comedy films since the 1950s. The humor in his works often come out of confused gender identities, between the personal and the public realms. In his films, love and sex are always the source of ridiculous conflicts. His direction marked the birth of many important Indonesian comedy actors. He was awarded with Citra Awards from the Indonesian Film Festival for Ambisi (1973), Cintaku di Rumah Susun (1987), Boneka dari Indiana (1990).

Sinopsis Film / Film Synopsis

Tiga Buronan (1957), 111 menit. Dibintangi Bing Slamet, Bambang Irawan, Citra Dewi, Udjang, Menzano. (Bahasa Indonesia dengan subtitel Bahasa Inggris)

Sekelompok bandit yang diketuai Mat Codet (Bing Slamet) mencoba menguasai sebuah desa. Usaha ini tidak berhasil karena dihalangi Maman (Bambang Irawan), pemuda desa yang baru kembali dari merantau. Mat Codet dan Maman bertikai bukan cuma perkara keamanan kampung, tapi juga bersaing mendapatkan cinta seorang perempuan.

Three Outlaws (1957), 111 minutes. Starring Bing Slamet, Bambang Irawan, Citra Dewi, Udjang, Menzano. (Indonesia with English subtitle) A group of outlaws led by Mat Codet (Bing Slamet) is trying to rule a village. Maman (Bambang Irawan), a man who just returned to the village, tries to stop them. Mat Codet and Maman not only fight for control over the village, but also to win a woman’s love.Matt Dower (1969), 108 menit. Dibintangi S. Bagio, Rahayu Effendi, Mansjur Sjah, Hassan Sanusi, Maya Sopha. (Bahasa Indonesia tanpa subtitel)

Matt Dower (S. Bagio) yang dianggap kurang waras oleh penduduk setempat karena merasa kemelaratan desanya akibat pemerasan Nukulom. Dalam perjalanannya mencari Nukulom Matt dower sampai ke sarang Matt Geledek (S. Bagio). Ia disambut gembira, istri Matt geledek (Rahayu Effendi) bahkan merayunya.

Matt Dower (1969), 108 minutes. Starring S. Bagio, Rahayu Effendi, Mansjur Sjah, Hassan Sanusi, Maya Sopha. (Indonesian without subtitles) Matt Dower (S. Bagio) is consedered a lunatic by people in his village because he thinks that the village became poor because of extortion by Nukulom. In his quest to find Nukulom, Matt Dower meets Matt Geledek (S. Bagio). He was very much welcomed, especially by Matt Geledek’s wife (Rahayu Effendi).Cintaku di Rumah Susun (1987), 101 menit. Dibintangi Eva Arnaz, Deddy Mizwar, Rima Melati, Asmuni, Doyok, Tuti Indra Malaon, Jajang C. Noer. (Bahasa Indonesia dengan subtitel Bahasa Inggris)

Sebuah sketsa karikatural tetang kehidupan di rumah susun sederhana yang kehidupan penghuninya beraneka ragam. Dalam lingkungan ini terjadi persahabatan dan pertikaian antar penghuni yang penuh rahasia dan intrik.

Love at the Apartment (1987), 101 minutes. Starring Eva Arnaz, Deddy Mizwar, Rima Melati, Asmuni, Doyok, Tuti Indra Malaon, Jajang C. Noer. (Indonesian with English subtitle) A caricature on lower-middle class apartment life with its comic residents. Friendships and fights coexist in the neighborhood, each with its own secrets and intrigues.Boneka Dari Indiana (1990), 94 menit. Dibintangi Meriam Bellina, Didi Petet, Lydia Kandou, Ida Kusuma, Eeng Saptahadi. (Bahasa Indonesia tanpa subtitel)

Cerita tentang Egy (Didi Petet) seorang suami yang berada di bawah kekuasaan istrinya (Lydia Kandou). Setelah perkenalannya dengan Eya (Meriam Bellina), Egy mengalami perubahan besar yang mengancam rumah tangganya.

Doll from Indiana (1990), 94 minutes. Starring Meriam Bellina, Didi Petet, Lydia Kandou, Ida Kusuma, Eeng Saptahadi. (Indonesian without subtitles) Egy (Didi Petet) is a husband under strict control of his wife (Lydia Kandou). After he meets Eya (Meriam Bellina), Egy experiences a big change in his life that threatens his marriage.



  1. Film2 tersebut diatas..apa bisa di dapat Cd’nya..??
    Seandainya biSa..apa film “100% SARI” bisa didapat..??
    Dimana saya bisa mendapatkan film itu..??

    Merci avant ^_^

  2. film-fil diatas ada g ya Cd-nya??jd penasaran pegen nonton ne??
    salam buat tmnQ yang kul d IKJ (erwin+dias isa arasi) semangat ya bro buat filmny!!!chayo!!!!!!!!!

  3. [...] * Tanggal 30 Maret tiap tahun diperingati sebagai Hari Film Nasional Indonesia. Hari itu tahun 1950, adalah hari pertama produksi film ‘Darah dan Doa’ karya Usmar Ismail. Meskipun produksi dan pemutaran film di Indonesia sudah mulai sejak tahun 1926, tapi karya ini diakui sebagai karya pertama setelah Indonesia menjadi bangsa merdeka pasca pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. [...]

  4. Хороший пост! Одобряю

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


About

logo-baru-kine-forum.gif

kineforum adalah bioskop pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program meliputi film klasik Indonesia dan karya para pembuat film kontemporer. Program film kami bertujuan mengajak penonton merasakan jadi bagian dari sinema dunia – dulu dan sekarang.

Ruang ini diadakan sebagai tanggapan terhadap ketiadaan bioskop non komersial di Jakarta dan kebutuhan pengadaan suatu ruang bagi pertukaran antar budaya melalui karya audio-visual.

Kami menyediakan ruang presentasi bagi para pembuat film (dari dalam dan luar Indonesia) dan ruang apresiasi bagi publik pada kategori film-film khusus yang tidak berasal dari arus utama, di tengah kurangnya ruang alternatif. Kami juga menawarkan presentasi karya-karya para pembuat film dunia, film panjang maupun pendek – yang sulit diakses publik Jakarta selain melalui pembajakan. Di ruang ini juga diadakan diskusi dan pertemuan dengan pembuat film. Sejak 2006, kineforum didatangi kurang lebih 500 penonton pada program pemutaran tertentu dan sekitar 5.000 penonton selama acara festival.

kineforum adalah ruang pemutaran yang tidak bertujuan utama mencari keuntungan finansial, dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta dan para relawan muda. Kegiatan di kineforum dijalankan melalui kerjasama Dewan Kesenian Jakarta 2006-2009 dan Studio 21. Ruang ini diharapkan menjadi ruang eksibisi dan dialog bagi para pembuat film dan penonton Jakarta, terutama untuk karya-karya non-arus utama.

Alamat Kontak:

Kineforum

Taman Ismail Marzuki (Belakang Galeri Cipta 3)

Jl Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330, Indonesia.
Tel. 021-3162780
email: kineforumdkj@yahoo.co.id
website: http://www.dkj.or.id

blog: www.kineforum.com

sedang apa kineforum?

July 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 119 other followers

%d bloggers like this: