Publik untuk Ruang Publik

Gagasan penggalangan dana bagi kineforum

Mulai November 2008 kineforum mengajak para pembuat film dan penggemar film terlibat dalam inisiatif Publik untuk Ruang Publik untuk menjaga kelangsungan ruang pertemuan ini. Program Publik untuk Ruang Publik dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan kineforum sebagai ruang pertemuan film dan video dengan publiknya.

Dalam tahun 2008 ini, kineforum sempat berhenti menjalankan program karena keterlambatan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah DKI Jakarta. Saat ini jalannya kegiatan di kineforum hampir seluruhnya dibiayai dengan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah DKI. Untuk mencegah pertemuan kita di kineforum terhambat lagi, kami ingin pelan-pelan lebih menguatkan dukungan publik penonton terhadap kineforum.

Pada Agustus lalu, misalnya, lalu lampu proyektor digital kineforum dibeli sepenuhnya dengan dana hasil donasi penonton. Dengan bangga dan rasa terimakasih yang besar, kami mengakui besarnya arti dukungan publik. Tanpa publik penonton kami tentu bukan apa-apa!


Tentang kineforum
kineforum adalah bioskop pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program meliputi film klasik Indonesia dan karya para pembuat film kontemporer. Kehadiran kineforum adalah tanggapan terhadap ketiadaan bioskop non komersial di Jakarta dan kebutuhan ruang untuk pertukaran antar budaya melalui karya audio-visual

Saat ini kegiatan kineforum hampir seluruhnya dibiayai oleh pemerintah DKI Jakarta melalui anggaran tahunan Dewan Kesenian Jakarta. Mengingat fungsi ruang kineforum yang ditujukan untuk publik, kineforum ingin mengajak publik ikut memelihara keberadaan kineforum. Dengan adanya dukungan publik langsung terhadap kineforum, berbagai pemangku kepentingan atas keberadaan ruang publik seperti kineforum (pemerintah, pekerja film, Dewan Kesenian Jakarta dan publik penonton), ruang ini akan lebih terjaga kelangsungan dan perkembangannya.


Para Seniman ‘Publik untuk Ruang Publik’

Program Publik untuk Ruang Publik melibatkan inisiatif seniman yang menampilkan karyanya dan menyumbangkan hasil donasi publik penonton untuk biaya operasional kineforum.

November 2008
Edwin dengan babibutafilm memulai inisiatif pembuat film untuk mendukung program Publik untuk Ruang Publik di kineforum. Edwin adalah sutradara film pendek Indonesia pertama yang menghadirkan karyanya di Cannes Film Festival pada 2005. Film Babi Buta Yang Ingin Terbang adalah film panjang perdananya yang baru saja menjalani pemutaran perdana internasional di Pusan International Film Festival pada Oktober 2008.

Februari 2009

rifnu-wikana-as-yoga2Paul Agusta memutarkan filmnya Kado Hari Jadi di kineforum. Film Kado Hari Jadi pada saat itu baru saja pulang dari Rotterdam Film Festival pada bulan Januari 2008. Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang terbangun di sebuah ruangan kecil berwarna merah muda. Dirantai pada sebuah kursi besi, hadapannya menggantung sebilah silet. Sesekali, seseorang perempuan cantik bergaun bunga-bunga ke dalam ruangan untuk menyiksa secara kejam. Kado Hari Jadi adalah film panjang perdana Paul Agusta.

Maret 2009

ERK_kineforum1Kelompok musik Efek Rumah Kaca, kunokini dan Sore, tampil bersama dalam konser musik mengakhiri rangkaian acara Sejarah adalah Sekarang 3. Acara ini diadakan bekerjasama dengan Komunitas Salihara yang menyumbangkan ruang teaternya. Konser ini adalah pertemuan antara presentasi musik dan tampilan citra visual dari khazanah sejarah film Indonesia.

Maskot Publik untuk Ruang Publik

Kineforum menggunakan maskot keberuntungan dalam tradisi budaya Jepang yang disebut Maneki Neko. Maskot ini berupa kucing yang kaki depannya terangkat. Ada kepercayaan bahwa kaki depan kiri membawa banyak orang datang ke suatu tempat, sementara tangan kanan membawa keberuntungan. Kucing yang menjadi maskot Publik untuk Ruang Publik kineforum mengangkat keduabelah kaki depannya, yang tentunya menunjukkan harapan kami untuk senantiasa dikunjungi publik penonton dan terus beruntung mendapat kontribusi karya para seniman.



Have your say

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>




Safari hates me


About

logo-baru-kine-forum.gif

kineforum adalah bioskop pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program meliputi film klasik Indonesia dan karya para pembuat film kontemporer. Program film kami bertujuan mengajak penonton merasakan jadi bagian dari sinema dunia – dulu dan sekarang.

Ruang ini diadakan sebagai tanggapan terhadap ketiadaan bioskop non komersial di Jakarta dan kebutuhan pengadaan suatu ruang bagi pertukaran antar budaya melalui karya audio-visual.

Kami menyediakan ruang presentasi bagi para pembuat film (dari dalam dan luar Indonesia) dan ruang apresiasi bagi publik pada kategori film-film khusus yang tidak berasal dari arus utama, di tengah kurangnya ruang alternatif. Kami juga menawarkan presentasi karya-karya para pembuat film dunia, film panjang maupun pendek – yang sulit diakses publik Jakarta selain melalui pembajakan. Di ruang ini juga diadakan diskusi dan pertemuan dengan pembuat film. Sejak 2006, kineforum didatangi kurang lebih 500 penonton pada program pemutaran tertentu dan sekitar 5.000 penonton selama acara festival.

kineforum adalah ruang pemutaran yang tidak bertujuan utama mencari keuntungan finansial, dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta dan para relawan muda. Kegiatan di kineforum dijalankan melalui kerjasama Dewan Kesenian Jakarta 2006-2009 dan Studio 21. Ruang ini diharapkan menjadi ruang eksibisi dan dialog bagi para pembuat film dan penonton Jakarta, terutama untuk karya-karya non-arus utama.

Alamat Kontak:

Kineforum Studio 1 Studio 21 TIM
Jl Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330, Indonesia.
Tel. 021-3162780 (Petrus)
email: kineforumdkj@yahoo.co.id
website: http://www.dkj.or.id

blog: www.kineforum.wordpress.com