Mei 2007

Bulan ini kineforum mengajak Anda memperingati dua peristiwa: Hari Pendidikan Nasional dan perubahan politik Indonesia pada Mei 1998. Untuk hari pendidikan, kineforum akan didatangi oleh para remaja kritis yang ingin mengajukan pendapat mereka tentang apa yang disebut pendidikan. Sementara untuk melihat kembali perubahan politik sembilan tahun yang lalu, kita akan membandingkan beberapa cara orang menggunakan media audio-visual untuk merekam dan mengenang peristiwa perubahan dalam kehidupan mereka. Salah satu film dalam program ini Nyanyian Negeri Sejuta Matahari, merupakan bagian pemutaran film rutin dan diskusi organisasi dokumenter In-Docs yang akan berlangsung setiap bulan sejak Mei hingga Agustus 2007.

Mulai Mei 2007 ini, kita juga akan menyaksikan film-film dari berbagai benua tentang sepak bola, sejarah dan seluk beluk drama di dalamnya. Program ini akan kami lanjutkan pada bulan Juni, Agustus dan Oktober tahun ini.

Sajian puncak pada bulan ini adalah dua program Body of Work dari dua sutradara: Ami Prijono dan Kenji Mizoguchi. Ami Prijono adalah salah satu sutradara Indonesia yang memperoleh banyak penghargaan untuk karyanya. Melalui karya-karya Prijono kita melihat cinta, ego, kekuasaan yang saling menunjang belantara kota dari zaman yang berbeda. Sementara dari dua karya Mizoguchi, salah satu sutradara paling terkenal dari Jepang, kita akan melihat komentar kritis tentang struktur penindasan dalam suatu masyarakat dan sekaligus orang-orang yang suka mencari keuntungan dalam situasi yang penuh kekacauan.

Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!

tabel-jadwal-kineforum.pdf

Sinopsis Film / Film Synopsis

Dengar! [Jangan Sekedar Melihat]

Catatan Akhir Sekolah (2005), 100 menit. Sutradara: Hanung Bramantyo. Dibintangi oleh Vino Bastian, Ramon Y Tungka, Marcel Chandrawinata, Christian Sugiono dan Joanna Alexandra.

Berkisah tentang 3 anak SMU yang ingin membuat sebuah film dokumenter tentang sekolahnya yang akan dipasang pada pentas seni akhir tahun.

web_satu_detik_dan_abadi_2.jpg
Video Diary:
CUMA WC | Wendy, Delia, Ati, Natalia | 6 mins
Banyak kamera yang terpasang di penjuru sekolah kami. Ada satu tempat yang luput yaitu WC!

KEYAKINANKU ADALAH AKU | Febriani Sari, Daniel | 7 mins
Keyakinan beragamaku yang terkekang oleh tradisi yang dipegang oleh kedua orang tuaku

SATU DETIK YANG ABADI | Monika, Marcelina | 7 mins | Jakarta
Apa yang terjadi jika aku yang belum pernah memiliki Hp berkamera mendapatkan pinjaman dan menggunakan Hp berkamera ini dalam 24 jam?

BONGSENG | Yuwono, Patric, Andri, Armando | 4.50 mins
Di dalam lapas, kami berkomunikasi tanpa suara.

ANAK NEGARA vs ANAK PIDANA | Ridwan, Rustam, Jefri, Junaedi, Sibarani | 7.35 mins
Inilah bedanya Anak Negara dengan Anak Pidana.

PERPUSTAKAANKU YANG PERMAI | | 9.50 mins
Perpustakaan sekolahku selalu sepi. Kenapa ya?

JAM KOSONG…?! CAPEK DECH… | Sunarni, Irma, Ririn,Rita | 07:05
Siswa yang bersemangat datang kesekolah, harus kecewa dengan adanya jam kosong.
Ada apa sebenarnya?

BEHIND THE SCENE “KAMI BICARA” | Tim “Kami Bicara” | 10 mins
Temuan-temuan selama proses workshop di sekolah.

Gue Gak Mau Salah Jalan (2006), 70 menit. Sutradara: Yudhistira Purwanto. Dibintangi oleh Ario Astungkoro, Lucky Muhammad, Andre Octa Budiman, Rudini Septiana, Muhammad Syahrial, Daymas Arangga.

Sekelompok remaja SMU yang akan menghadapi ujian akhir untuk menentukan masa depan. Bukan hanya masa depan mereka yang harus ditentukan, tapi juga hidup sehari-hari yang keras di mana mereka harus berhadapan dengan sahabat, bimbingan belajar dan orang tua…
 

Peristiwa | Perubahan

web_student_movement.jpg
Student Movement (2002), 43 menit. Sutradara: Tino Saroenggalo. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)

Rekaman tentang gerakan mahasiswa pada masa perubahan politik menuju pergantian rezim pemerintahan Indonesia pada tahun 1998. Film ini mengajukan pendapat yang menarik tentang mengapa aksi mahasiswa kadang-kadang disertai tindak kekerasan.

web_nyanyian.jpg
Nyanyian Negeri Sejuta Matahari (2006), 63 menit. Sutradara: Edwin. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)

Dokumenter tentang anak-anak di kamp pengungsian di Banda Aceh dan Meulaboh yang terilhami untuk membuat video diary setelah menonton “Untuk Rena” karya Riri Riza. Suatu dokumenter yang dengan hangat menangkap kehidupan di Aceh setelah peristiwa tsunami akhir tahun 2004.

web_videogramm1.jpg
Videogramme einer Revolution (1992), 120 menit. Sutradara: Harun Farocki & Andrei Ujica. (Dokumenter, DVD, B. Rumania/Jerman dengan subtitel B. Inggris)

Rekonstruksi elektronik dari “tele-revolusi” Rumania tahun 1989, berdasarkan perubahan dalam sudut pandang kamera. Farocki, seorang pembuat film dokumenter, dan Ujica, filsuf media, bertahan ketat pada urutan kronologis peristiwa yang terjadi. Mereka mulai dari hari Ceausescu mengucapkan pidato terakhirnya sampai akhir malam di mana, pertama kalinya di televisi, versi pendek dari pengadilan Ceausescu disiarkan. Film ini mengungkap hubungan antara kamera dan sejarah dalam versi “fiksionalisasi” dari suatu revolusi fiktif.

Sepak Bola

fimpen_the-kid.jpg
Fimpen, der Knirps (1973), 89 menit. Sutradara: Bo Widerberg.

Mackan, seorang bintang sepak bola Swedia yang baru pulang sebagai pahlawan Swedia karena membawa timnya menang atas Jerman, suatu hari dikalahkan oleh seorang anak berumur 6 tahun di lapangan sepak bola tempat main anak-anak. Mimpi buruk untuk seorang bintang sekaligus awal karir yang gemilang bagi si anak berusia 6 tahun itu. Sebuah film mengenai seorang anak yang berbakat, tapi harus kehilangan masa kecilnya.

depth_of_field.jpg
Depth of Field (2004), 88 menit. Sutradara: Gil Mehnert.

Menjelang ajalnya, Hans Günter Korte mengenang cinta yang memabukkan sekaligus rumit. Cintanya ternyata bukan pada Marion, fotografer muda yang ia temui, melainkan pada seorang bintang sepakbola yang tak biasa.

The Miracle of Bern (2004), 118 menit. Sutradara: Söhnke Wortmann.

Pada 4 Juli 1954 kesebelasan nasional Jerman masuk final piala dunia dan menang melawan Hongaria di final Piala Dunia di Swiss. Kemenangan ini buat banyak orang Jerman merupakan kelahiran kembali satu bangsa. Kekalahan dalam perang dunia kedua seperti tergantikan oleh kemenangan ini.

Body of Work: Ami Prijono

Cintaku di Kampus Biru (1976), 109 menit. Pemain: Roy Marten, Enny Haryono, Rae Sita, Yatie Octavia, Farouk Afero, El Manik.

Anton (Roy Marten) adalah mahasiswa cerdas, aktivis dan merasa diri penakluk wanita. Ia tidak saja berusaha merebut hati teman-teman sesama mahasiswa, ia juga berusaha melunakkan hati seorang dosen perempuan yang galak.

Salah satu film terlaris pada tahun 1976 di Jakarta.

Jakarta Jakarta (1977), 115 menit. Pemain : Ricca Rachim, Rae Sita, El Manik, Deddy Sutomo, Marsito Sitorus, Rudy Salam, Doddy Sukma, Nugraha, Johan Mardjono.

Sebuah niat untuk melukiskan kehidupan Jakarta, yang penuh kontras dan keras.Tumbur Silitonga (El Manik) datang ke Jakarta dengan penuh harapan, termasuk percintaan antara Tumbur dan Rini (Ricca Rachim).

Pemenang Piala Citra FFI 1978 untuk Film, Sutradara, Skenario, Pemeran Pembantu Pria dan Artistik.

roro1.jpg
Roro Mendut (1982) – 109 menit. Pemain : Meriam Bellina, Mathias Muchus, WD Mochtar, Sunarti Rendra, Sofia WD, Clara Sinta, Pedro Sudjono, Abdi Wiyono, Kies Slamet, Mirna Coleman, Gito, Gati, Marwoto, Waluyo, Kadariyah, Bagong Kussudiardjo.

Roro Mendut adalah seorang wanita muda yang cantik di Kadipaten Pati. Dia telah menolak untuk dijadikan selir oleh Tumenggung Wiroguno. Roro mencintai Pronocitro, Wiroguno pun menghalangi hubungan mereka demi menegakkan citra keagungan dan kekuasaan Mataram.

Pemenang Piala Citra FFI 1983 untuk Artistik. Unggulan FFI 1983 untuk Film, Sutradara, Pemeran Utama Pria, Fotografi dan Musik.

Yang (1983) – 107 menit. Pemain : Zoraya Perucha, Rano Karno, Nani Widjaja, Zainal Abidin, Pitrajaya Burnama, Ita Agusta, A Nugraha, Ida Leman, Afrizal Anoda.

Yogi yang tidak memiliki kepercayaan diri karena dikekang oleh ibunya. Perjodohan yang tidak diketahuinya membuatnya ngambek dan tidak bisa menjawab ujiannya sehingga tidak lulus. Keisengannya pergi ke klab malam mempertemukannya dengan seorang hostes bernama Sita. Yogi langsung jatuh cinta kepadanya.

Unggulan FFI 1984 untuk Sutradara, Pemeran Utama Pria, Pemeran Utama Wanita, Pemeran Pembantu Wanita, Editing, Fotografi, Film. Pemenang Piala Suryosumanto FFI 1984 untuk pendatang baru Soraya Perucha.
Body of Work: Kenji Mizoguchi

web_ugetsu.jpg
Ugetsu Monogatari (1953), 94 menit. Dibintangi oleh Masayuki Mori, Machiko Kyo, Kinuyo Tanaka, Eitaro Ozawa, Ikio Sawamura.

Pada abad ke-16, di tengah perang saudara, dua petani ambisius mencoba mengeruk keuntungan besar. Film ini merupakan kombinasi dua novel misterius karya Akinari Ueda (1734-1809) yang dirangkai secara bebas. Mengisahkan ambisi manusi untuk hidup makmur dengan memancing di air keruh dan akhirnya masuk ke dalam sebuah dunia yang misterius.

Pemenang San Marco Silver Lion Prize pada Festival Film Internasional Venice 1953 (Pada tahun 1953 tidak ada peraih penghargaan Golden Lion).

Tales of the Taira Clan (Shin Heike Monogatari) (1955), 108 menit. Dibintangi oleh Narutoshi Hayashi, Raizo Ichikawa, Tatsuyo Ishiguro, Michiyo Kigure, Akitake Kono.

Komandan pasukan khusus Kapten Tadamori kembali ke Kyoto setelah kemenangannya yang gemilang menumpas perompak di laut Barat Jepang. Ia tidak diakui sebagai pahlawan. Film ini adalah pernyataan penting Mizoguchi tentang runtuhnya kekuasaan kaum elit konservatif dan struktur penindasan dalam suatu masyarakat.

Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama kineforum dengan Rexinema, kampung halaman, Forum Filmmaker Pelajar Bandung, In-Docs, Jakarta Media Syndication, Goethe-Institut Jakarta, Sinematek Indonesia dan The Japan Foundation Jakarta.


About this entry