Minggu ini 1965 (24 september- 4 Oktober 2007)

Djakarta 66 (1982), 135 menit. Sutradara: Arifin C. Noer. Pemain: Umar Kayam, Amoroso Katamsi, Ikranagara, Cok Simbara.

Rekonstruksi proses terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret yang menandai awal rezim Orde Baru. Jakarta dipenuhi demonstrasi mahasiswa dan keadaan genting, Presiden Soekarno memberi wewenang kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keamanan negara.

Djakarta 66 (1982), 135 minutes. Director: Arifin C. Noer. Casts: Umar Kayam, Amoroso Katamsi, Ikranagara,

Cok Simbara.

Reconstruction of Surat Perintah Sebelas Maret publishing process that remark the begin of Orde Baru regime. Jakarta is fulfilled by College Student Demonstration and in critical condition, President Soekarno gave the power to Letjen Soeharto to restore the state secure.

puisi tak terkuburkan
Puisi Tak Terkuburkan
(1999), 86 menit. Sutradara: Garin Nugroho. Pemain: Ibrahim Kadir, Berliana Febriyanti, El Manik, Amak Baldjun.

Pengalaman 22 hari di penjara berdasarkan kisah Ibrahim Kadir, seorang penyair didong yang dipenjara tahun 1965 di Tanah Gayo, Aceh. Di penjara ia terus mencipta puisi dan mendapat tanggapan dari sesama penghuni penjara, laki-laki dan perempuan.
Silver Video Leopard Award, Locarno Film Festival, Swiss (2000).

Puisi Tak Terkuburkan (1999), 86 minutes. Director: Garin Nugroho. Casts: Ibrahim Kadir, Berliana Febriyanti, El Manik, Amak Baldjun.

22 days experience in prison, based on Ibrahim Kadir’s story. He is a didong poet that had prisoned in 1965 on Tanah Gayo, Aceh. In the prison, he keep going on created poems and get reaction from the other prisoners, either men or women.

Silver Video Leopard Award, Locarno Film Festival, Swiss (2000).

pasir berbisik
Pasir Berbisik (2000), 104 menit. Sutradara: Nan. T. Achnas. Pemain: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo Djarot, Karlina Inawati.

Menghindari kerusuhan di kampung mereka, Daya (Sastrowardoyo) dan keluarganya harus pindah ke daerah gurun pasir. Si Ayah meninggalkan Daya dan ibunya yang berupaya menyambung hidup. Latar sejarah pendudukan Jepang dan situasi teror 1965 ikut membentuk absurditas pengalaman para perempuan dalam hidup Daya.

Aktris terbaik (Dian Sastrowardoyo) dari Deauville dan Singapore International Film Festival (2002).

Pasir Berbisik (The Whispering Sand) (2000), 104 minutes. Director: Nan. T. Achnas. Casts: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo Djarot, Karlina Inawati.

To avoid disturbance in their village, Daya and her family have to move into desert area. Daya and her mother, that try to survive, has been left by Daya’s father. The setting of Japan Imperialism History and the terror situation in 1965 are composing absurdity women experience in Daya’s life.

Best Actress (Dian Sastrowardoyo) in Deauville and Singapore International Film Festival (2002).

Klayaban (A Tale Of An Outcast) (2005), 15 menit. Sutradara: Farishad I. Latjuba. Pemain: Ronny Suryomartono, Karel, Teddy Sunardi.

Dua orang Indonesia yang tinggal di sebuah negara asing bertemu. Sejarah bisa saja membuat mereka bermusuhan. Tapi…

Klayaban (A Tale Of An Outcast) (2005), 15 minutes.

Director: Farishad I. Latjuba. Casts: Ronny Suryomartono, Karel, Teddy Sunardi.

Two Indonesian people who live in foreign country are met. History can make them be enemies. But..

Gie (2006), 147 menit. Sutradara: Riri Riza. Pemain: Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Y. Nawilis, Lukman Sardi, Sita Nursanti, Wulan Guritno.

Biografi fiktif berdasarkan kisah catatan harian Soe Hok Gie, aktifis gerakan mahasiswa tahun 1960-an di Jakarta. Gie adalah utopis. Ia menghadapi perubahan politik yang begitu cepat pada zamannya dan tersadar, bahwa pilihan-pilihan yang diambilnya menyeret Indonesia lebih jauh dari utopia. 

Gie (2006), 147 minutes. Director: Riri Riza. Casts: Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Y. Nawilis,Lukman Sardi, Sita Nursanti, Wulan Guritno.

A fictitious biography based on Soe Hok Gie’s daily journal. He is one of student movement’s activist in year 1960 in Jakarta. Gie is an uthopist. He faced a very fast political changing in his era and realize that choices he has taken drag Indonesia further from the uthopia.

lentera merah

Lentera Merah (2006), 100 menit. Sutradara: Hanung Bramantyo. Pemain: Laudya Cynthia Bella, Dimas Beck, Firrina, Teuku Wisnu, Fikri Ramdhan.

Lentera Merah adalah majalah kampus yang menjadi rebutan para mahasiswa baru. Dalam proses ini para calon anggota Lentera Merah bertemu dengan kenyataan mengerikan dari masa lalu.

Lentera Merah (2006), 100 minutes. Director: Hanung Bramantyo. Casts: Laudya Cynthia Bella, Dimas Beck,

Firrina, Teuku Wisnu, Fikri Ramdhan.

“Lentera Merah” (Red Lantern) is a college magazine that being object of the struggle by new college students. In this process, the new college students who will be Lentera Merah’s members met some terrible facts from the past.

 

Sinengker (2007), 27 menit. Sutradara: M. Aprisiyanto. Pemain:

Film berbahasa Jawa ini menggambarkan dampak peristiwa di sekitar kekacauan politik tahun 1965 bagi para korban. Asih menceritakan bagaimana hidupnya yang dulunya penuh kegembiraan berubah menjadi kegelapan sejak ia kehilangan satu per satu keluarga yang dicintainya

Sinengker (2007), 27 minutes. Director: M. Aprisiyanto.

This Javanese Language Film explain impacts of political chaotic in 1965 to the victims. Asih tell how her life that used to be full of happiness, change into a darkness since she lost her beloved family, one by one.

 


About this entry