jadwal & sinopsis bulan ini | this month’s schedule & synopsis

DOWNLOAD Jadwal Bulanan Kineforum November 2007 (.pdf)

Kedatangan

Setelah beristirahat dan memulihkan diri, kami menjelang bulan November yang penuh kegiatan. Bersama Jurnal Karbon terbitan ruangrupa, kami mengumpulkan beberapa film yang bicara tentang Jakarta, baik melalui penduduknya, maupun lewat metode transportasi seperti taksi. Lewat program ini kita akan melihat kembali bagaimana film merekam jamannya dan membandingkan Jakarta 30 tahun-an yang lalu dengan yang sekarang.

Bulan ini ada banyak film yang akan mengunjungi kami. Para produsen film dokumenter Nusantara dari berbagai stasiun TV lokal mengirimkan karya mereka untuk diputar. Film-film dokumenter Perancis pemenang festival pun hadir di sini. Pada bulan ini juga kita menyaksikan kembali Festival Film Pendek Konfiden dan menjelang Jakarta International Film Festival pada awal Desember nanti. Pada akhir bulan, kita akan kedatangan film dan salah satu penggiat film Filipina dari festival Cinemalaya (Manila).

DOKUMENTER NUSANTARA

Shanghyang Dedari (Mata Api Sanghyang Jaran Gading) (2007), 24 menit. Produksi : Produksi : Bali TV, Denpasar

Sanghyang Dedari adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan secara “trance” oleh para penarinya, khas masyarakat Bali khususnya di desa Babakan. Tarian ini seharusnya dimainkan berpasangan dengan tari Sanghyang Jaran sebagai salah satu bentuk penyampaian rasa syukur kepada Sanghyang Jaran Gading. Tarian ritual ini biasanya dimainkan pada hari-hari tertentu bersamaan dengan upacara pura setempat, namun tarian yang mengandung nilai-nilai tradisi tinggi bagi masyarakat setempat tersebut saat ini sudah mulai jarang dimainkan, bahkan oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan terancam punah. Salah satu kendalanya adalah sulitnya mencari generasi penerus yang mau melanjutkannya. Apakah ini menandakan bahwa nilai-nilai tradisi masyarakat desa Babakan juga sudah mulai berubah? Akankah tarian ini lenyap digilas zaman? Dan apa saja usaha yang telah dilakukan oleh para pemangku adat yang setia untuk tetap mempertahankan nilai-nilai tradisinya?

Sangkala di Bumi Pampang (2007), 23 menit. Produksi : PK TV, Bontang

Sebuah cerita tentang rangkaian upacara musim panen di desa Bumi Pampang, yang dihuni oleh kurang lebih 1500 kepala keluarga keturunan dari suku Dayak Kenyah. Diperlihatkan bagaimana secara bersahaja masyarakat desa ini memanjatkan puja dan puji syukur mereka kepada Yang Maha Kuasa melalui upacara-upacara ritual mereka yang melibatkan hampir seluruh masyarakat desa dari yang muda hingga yang tua.

Longgo Tulaibala (Ba’ala adati syare’ati) (2007), 30 menit. Produksi : Go TV, Gorontalo

Tarian Longgo, identik dengan tarian perang. Tarian ini berdasarkan Longgo yang juga merupakan seni bela diri tradisional rakyat Gorontalo. Longgo adalah tradisi yang sudah ada sejak sekitar abad 13, pada awalnya longgo ini dipakai untuk menempa keterampilan para prajurit kerajaan yang bertugas menjaga keamanan kerajaan dari ancaman pihak luar. Sekarang ini tarian longgo juga dimainkan untuk upacara adat penyambutan tamu negeri.

Modayango (Upacara Minta Hujan) (2007), 30 menit. Produksi : Go TV, Gorontalo

Modayango merupakan sebuah ritual peninggalan dari kepercayaan lama yang bersifat magis. Hanya diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu. Upacara ini dimainkan dengan gerakan-gerakan trance, dengan bentuk-bentuk yang belum tergarap secara koreografis, namun memiliki kesan magis yang sangat kental. Upacara ini memiliki beragam kegunaan dan tujuan, salah satunya adalah untuk meminta hujan dan kesuburan tanah.

Lariangi (Keaslian yang Memudar) (2007), 24 menit. Produksi : Kendari TV, Kendari

Sebuah kesenian khas dari desa Liya Togo yang termasuk dalam Kabupaten Wakatobi, sebuah desa yang terletak di suatu pulau kecil. Disampaikan melalui penuturan Wa Ode Ambe-Ambe dan La Ode Awi, sepasag tokoh seni tradisi setempat, yang dalam usia tuanya masih tetap bersemangat untuk menurunkan jiwa seninya kepada generasi penerusnya. Tari Lariangi merupakan bentuk tarian hiburan bagi masyarakat Wakatobi, tarian ini biasanya dimainkan oleh duabelas orang gadis remaja desa setempat.

Kelir masa Depan Ida Wayan (2007), 24 menit. Produksi : Bali TV, Denpasar

Kisah mengenai Ida Wayan Soghata, seorang Dalang Cilik, yang sudah mahir memainkan pertunjukan wayang. Cerita ini menggunakan penuturan dari Ida Wayan Sugata, sang ayah dari Dalang Cilik, dan I Nyoman Sumandhi, seniman Dalang yang banyak berkiprah dalam pelestarian kesenian wayang Bali.

Tradisi dan Harmoni (2007), 24 menit. Produksi : Bali TV Denpasar

Tentang acara tradisi Med-medan dan Makotekan. Med-medan dilaksanakan di Banjar Kaja Kelurahan Sesetan, Kodya Denpasar. Biasanya dipertubjukan pada hari Ngembak Geni (sehari setelah Hari Raya Nyepi di Bali). Untuk tahu 2007 Ngembak Geni jatuh pada tanggal 20 Maret 2007 (penanggalan Bali). Makotekan dilaksanakan di Desa Munggu Kabupaten Badung. Dilakukan pada Hari Raya Kuningan/setiap 6 bulan sekali.

Penghormatan Kepada Para Dewa (2007), 24 menit. Produksi : Bali TV, Denpasar

Kisah dari desa Trunyan, Kabupaten Bangli. Dilaksanakan setiap Piodalan Pura Pancering Jagat, setiap tilem katiga/bulan mati (penanggalan Bali). Kesenian Barong Brutuk dimainkan oleh beberapa lelaki menggunakan busana barong yang terbuat dari keraras/daun pisang yang dikeringkan, dengan topeng yang terbuat dari kertas, rambut barong menggunakan ijuk serta membawa pecut yang terbuat dari batang daun enau diikat dengan bambu.

Warisan sang Pengunduh (2007), 24 menit. Produksi : Ratih TV, Kebumen

Menampilkan rangkaian upacara yang dilakukan setiap sebelum acara pengunduhan (memanen) sarang burung walet di beberapa lokasi di Kebumen. Sarang burung walet merupakan komoditi yang cukup menjanjikan, Kebumen memiliki kekayaan alam berupa goa-goa karang ditepi laut.

Lengger Lanang (2007), 24 menit. Produksi: Ratih TV, Kebumen

Lengger merupakan salah satu kesenian hiburan rakyat yang saat ini cenderung dipandang negatif. Keunikan pertunjukan Lengger khas dari kabupaten Kebumen ini adalah pemain utamanya diperankan oleh sosok laki-laki yang fisik dan sifatnya mirip perempuan sehingga dinamakan Lengger Lanang(lelaki).

Cowong (2007), 24 menit. Produksi: Ratih TV, Kebumen

Cowong merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kec. Buayan dan beberapa Kec. Lain di Kabupaten Kebumen, terutama sebagai ritual untuk meminta hujan. Selain itu masyarakat juga menggunakannya sebagai media pengobatan berbagai macam penyakit.

Warasi (2007), 24 menit. Produksi : Kendari TV, Kendari

Bertempat di desa Bahari, Kec. Sampolawa Kabupaten Buton. Riapa merupakan sebuah kegiatan kebersamaan masyarakat yang dilaksanakan sekali setahun dan pada saat tersebut mereka berkumpul dibaruga. Riapa berasal dari kata rapat yang dilakukan dengan gaya kas tradisional Kendari, dalam rapat besar ini hadir masyarakat dari kalangan muda dan tua, untuk membahas kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di desa tersebut.

Salawatan Katolik (2007), 24 menit. Produksi Jogja TV, Jogjakarta

Di Jogjakarta, tradisi selawatan ternyata juga dilakukan oleh umat Katolik. Masih menggunakan iringan musik yang sama seperti dalam tradisi islam, yaitu rebana dengan lantunan lagu berbahasa Jawa dan Indonesia. Salawatan Katolik ini biasa disebut juga dengan Santi Puja. Yang intinya adalah meriwayatkan kisah mulai dari kelahiran sampai kenaikan nabi Isa menggunakan lagu-lagu rohani.

Wayang Beber (2007), 24 menit. Produksi : Jogja TV, Jogjakarta

Generasi terakhir pewaris Wayang Beber adalah cucu Kromo Sentono yaitu Wisto anak Rubiyem. Dari keluarga inilah asal muasal Wayang Beber dikisahkan.

Ludruk Tak Pandang Bangku (2007), 24 menit. Produksi : JTV, Surabaya

Tentang Ludruk Irama Budaya Wonokromo, yang tetap tegar dalam mempertahankan dan menjalankan pertunjukan tradisi nya, meskipun yang menonton hanya beberapa gelintir orang saja. Kisahnya dituturkan melalui kesaksian Mak Zakiah, seorang pendiri Ludruk Irama Budaya Wonokromo.

Gara-gara Topeng (2007), 24 menit. Produksi : JTV, Surabaya

Topeng Malangan adalah Topeng yang digunakan dalam setiap pagelaran tari topeng di Malang. Dokumenter ini berkisah tentang Mbah Karimun salah seorang pembuat topeng Malangan yang terkenal, giat mempertahankan profesi dan kecintaannya terhadap tradisi pembuatan topeng Malangan.

Makyong (2007), 24 menit. Produksi : Batam TV, Batam

Syahrial adalah pewaris tunggal kesenian MakYong secara turun temurun. MakYong dari hari-kehari semakin sulit bersaing dengan hiburan-hiburan modern. Lalu bagaimana para pewaris kesenian ini mempertahankan tradisinya?

Lukah Balenggang (2007), 24 menit. Produksi : Batam TV, Batam

Tentang sebuah permainan tradisi Melayu yang hampir punah, Lukah adalah semacam alat jebakan untuk menangkap ikan di perairan dangkal, lukah yang dibuat dari bambu dan akar bakau ini ternyata juga bisa menjadi permainan yang menarik dan menghibur bagi masyarakat pesisir yang menghuni pulau Belakang Padang, Batam.

Gotong Domba (2007), 24 menit. Produksi: Bandung TV, Bandung

Kesenian “Gotong Domba” ada di kampung Kiara Beres, Desa Cipacing Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang. Gotong Domba merupakan hasil kreativitas masyarakat Kiara Beres. Warganya sendiri lebih terkenal sebagai masyarakat peternak domba, baik domba adu maupun pedaging.

Napak Tilas Ka Huluwotan (2007), 24 menit. Produksi: Bandung TV, Bandung

Ritual Huluwotan digelar di kampung Gambung desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Jambu, Kab. Bandung. Gelaran ini merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT, atas anugerah rahmat yang melimpah, diantaranya air yang sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Tari Jepen (2007), 24 menit. Produksi: PK TV, Bontang

Tari Jepen merupakan seni tradisi rakyat didaerah Bontang Koala, tarian ini bermakna sebagai ungkapan rasa syukur setelah mendapatkan rezeki yang melimpah. Ucap syukur ini ditujukan kepada sang pencipta melalui gerakan-gerakan yang mengandung nilai-nilai luhur.


SINEMA DAN KOTA

Opera Jakarta (1985), 181 menit. Sutradara: Sjuman Djaya. Pemain : Zoraya Perucha, Ray Sahetapy, Sukarno M Noor, Nani Wijaya, Deddy Mizwar, Ida Kusumah, Rano Karno, dan Minati Atmanegara

Joko yang dibesarkan oleh neneknya dan tidak mengetahui ibunya, setelah dewasa joko pergi ke Jakarta dengan menunjukan kegemarannya pada bertinju . Joko mejadi tokoh populer dan lambang pembangkangan dan anti kemapanan bagi anak-anak muda.

Citra FFI 1986, untuk pemeran pembantu pria (Deddy Mizwar)

 

Cintaku Dirumah Susun (1987), 101 menit. Sutrdara : Nya Abbas Akup. Pemain : Arnaz, Deddy Mizwar, Rima Melati, Asmuni, Doyok, Sudarmadji, Kadir, dan Titu Indra Malaon

Sebuah sketsa karikatural tentang kehidupan dirumah susun yang sederhana yang penghuninya beraneka ragam.

mengejar_matahari.jpg
Mengejar Matahari (2004), 92 menit. Sutradara : Rudi Soejarwo. Pemain : Winky Wiryawan, Fedi Nuril, Udjo Project Pop, Fauzi Baadila, Ade Habibie, dan Agni P Arkadewi

Kehidupan Empat sekawan yang berubah menjadi sosok SMA yang menyusuri gang-gang kompleks rumah susun.

Taksi (1990), 89 menit. Sutradara : Arifin C Noer. Pemain : Meriam Rano Karno, Nani Widjaja, Charlie Sahetapy, dan Dorman Borisman

Giyon sarjana filsafat yang menjadi sopir taksi mendapatkan dan mendapatkan penumapang cantik yaitu Desi yang mempunyai kemiripan dan mencoba mencari jati dirinya melewati berbagai peristiwa yang dialaminya.

elianaeliana.jpg
Eliana, Eliana (2002), 87 menit. Sutradara : Riri Riza. Pemain : Rachel Maryam, Jajang C Noer, Henindar Amroe, Marcella Zaliyanti dan Arswendi Nasution

Perjalanan yang dilalui oleh Eliana dan Bundanya. Bundanya mengajak eliana untuk pulang ke padang.

Si Doel Anak Modern (1976), 107 menit. Sutradara : Sjuman Djaya Pemain : Christine Hakim, Benyamin S, Tutie Kirana, S Bono, Ahcmad Albar

Lulus sekolah di kota, Si Doel hanya menganggur di kampung

 

foto_kotak_dan_jendela.jpg
Foto, Kotak Jendela (2006), Menit Sutradara : Angga Dwimas Sasongko Pemain : Vino G Sebastian, Christian Sugiono, dan Noveleta Dinar

Tiga orang yang selalu hidup dalam ‘penjara’ masa lalu dan merasa nyaman di dalamnya, tanpa berusaha untuk keluar.

 

FESTIVAL DES FESTIVALS

la-fille-du-juge.jpg
La fille du juge (2005), 90 menit. Sutradara : William Karel (Berdasarkan buku « Mort d’un silence » karya Clémence Boulouque) Pemain: William Karel, . Teks Inggris

Dengan latar belakang rekaman penculikan, serangan teroris berdarah di Paris dan tekanan-tekanan politik, inilah kisah seorang gadis kecil yang terbenam dalam ancaman kematian dan ketakutan… sampai tragedi di suatu malam musim dingin tahun 1990.

Sorti en salle en janvier 2006

glenn-gould-au-dela-du-temps.jpg
Glenn Gould – Au-delà du temps (2004-2005), 106 menit. Sutradara Bruno Monsaingeon. Teks Inggris

Inilah sebuah potret yang menakjubkan mengenai Glenn Gould, figur ternama dalam musik klasik. Di mana ensensi dari kelihaian sang seniman serta hubungan hangatnya dengan publik di seluruh dunia lebih jauh dari batasan publik penikmat musik?

FIPA d’Or 2006 – Catégorie Musiques et Spectacles

il-fare-politica.jpg
Il fare politica, 1982-2004 Chronique de la Toscane rouge (2005), 86 menit. Sutradara : Hugues Le Paige

Dari masa keemasan partai komunis Italia hingga naiknya Berlusconi dalam pemerintahan, Hugues Le Paige mengumpulkan 20 tahun sejarah dari 4 militan komunis dari sebuah desa di Toscana yang dahulu disebut “La piccola Russia” (Rusia kecil).

Sélection FID Marseille, FIPA 2005

ils-ne-mouraient-pas-tous-mais-tous-etaient-frappes.jpg
Ils ne mouraient pas tous mais tous étaient frappes (2005), 80 menit. Sutradara Sophie Bruneau et Marc-Antoine Roudil. Teks inggris

Setiap minggu, di tiga rumah sakit publik di Paris, seorang psikolog dan dua dokter menerima pasien pria dan wanita yang menderita karena pekerjaan mereka. Melalui keintiman, intensitas dan kepahitan hidup sehari-hari, film ini menjadi saksi penderitaan di dunia kerja.

Sélection aux États Généraux du Documentaire, Lussas 2005
Sorti en salle en février 2006

pour-un-seul-de-mes-deux-yeux.jpg
Pour un seul de mes deux yeux (2004), 100 menit. Karya Avi Mograbi. Teks inggris

Avi Mograbi, sineas asal Israel, yakin akan dialog antara warga Palestina dengan tentara Israel, meskipun kedua bangsa sama-sama punya prinsip lebih baik mati daripada menyerah.

Sélection officielle – Cannes 2005 « Hors compétition »
Prix spécial du jury – FID Marseille 2005
Sélection aux États Généraux du Documentaire, Lussas 2005
Sorti en salle en 2005

La traverse. (2006), 55 menits. Karya Elisabeth Leuvrey. Teks inggris

Setiap musim panas tiba serombongan manusia menyeberangi laut antara Prancis dan Algeria. Di laut, kita tidak lagi berada di Prancis dan tidak juga di Algeria. La Traversée (atau Lintasan) menujukkan bagaimana para pria dan wanita menghubungkan kisah mereka.

Mention spéciale Prix du patrimoine – Cinéma du Réel 2006

vers-mathilde.jpg
Vers Mathilde (2004), 60 menit. Karya Claire Denis. Teks inggris

Vers Mathilde (atau Melalui Mathilde) adalah sebuah pertemuan yang hening antara dua wanita kreator : Claire Denis, sineas yang merekam tubuh beserta bahasanya, Mathilde Monnier, koreografer yang melakukan pencarian melalui gerakan, dalam bentuk tarian, wilayah-wilayah yang terbuka pada kehidupan.

Sélection au FID Marseille 2005 dans la section « Compétition internationale »
Sorti en salle à l’automne 2006

voyage-en-sol-majeur.jpg
Voyage en sol majeur (2006), 52 menit. Karya Georgi Lazarevski. Teks inggris

Semenjak 40 tahun yang lalu, Aimé sudah berencana untuk pergi ke Maroko. Aimé, lewat bidikan kamera, menemukan kembali hidupnya, dunianya dan banyak lagi.

Cinéma du réel 2006
Prix des Jeunes – Cinéma du Réel et Prix Louis Marcorelles du Ministère
des Affaires étrangères
Sélection ACID – Cannes 2006

CINEMALAYA

Cinemalaya 2005 & 2006 Shorts

MANSYON by Joel Ruiz

A middle-aged couple, Ambo and Dolores, are hired as caretakers of a large, opulent house for the duration of three months. The couple has fallen into a psychic rut, mechanically doing their housework. Until one day, Dolores finds a red perfume bottle…

KULTADO (Boiling Point) by Lawrence Fajardo

Life in a wet market in the provinces spells danger. A young vegetable vendor and his family are oppressed by the market thugs. But things always have a breaking point.

BABAE (Woman) by Sigrid Bernardo

Two disparate (and desperate) girls are brought together by fate. As they grow up in the slums of Manila, they find solace in each other’s company. And this develops into something much deeper.

BLOOD BANK by Pam Miras

Dea is suffering from a strange blood disease. Every week she must get a transfusion. One night, she is mugged by a rogue named Cleto. Going through her wallet, he discovers Dea’s secret.

Cinemalaya 2006 Shorts

ORASYON (Prayer) by Rommel Tolentino

An old woman in an old house feels that her only son has been neglecting her. Despite her daily prayers and visits to church, she remains alone and desolate. Until one day, a stranger comes into her life.

PUTOT (Small Fry) by Jeck Cogama

A young boy cares for his mentally challenged father in a slum area that is about to be demolished. While trying to make a living selling shellfish, he meets Mayang, a girl slightly older than him. Soon he finds himself enamoured with the lass.

Cinemalaya 2007 Shorts


DOBLE VISTA (Double Vision)
by Nix Lanas, Nisha Alicer & Caren Crisologo

A witty and visually exciting tribute to Godard and the Nouvelle Vague centering on a lovelorn writer and his mystery lady.

GABUN (Cloud) by Emmanuel Dela Cruz

The mystifying tale of a Muslim lass who is determined to attend her classes… no matter what.

DUROG (Smashed) by Tara Illenberger

A beautiful maid goes to work for a spaced-out, spoiled addict. But there’s more to this that meets the eye.

MISTERYO NG HAPIS (Sorrowful Mystery) by Mark Dela Cruz

A young man comes to terms with himself and his sexuality during his father’s wake.

MAIKLING KWENTO (Short Story) by Hubert Tibi

Eight-year old Joey’s best friend is an older Chinoy (Chinese-Filipino mestizo) – both dream of a better life as they watch the planes fly by.

LIWANAG SA DILIM (Light in the Darkness) by Lawrence Fajardo

The dangers of substance abuse is the central theme of this enigmatic film – two characters are seemingly bound together by some unseen force.

TAGAPAGLIGTAS (Protector) by Ma. Solita Garcia

Lupe is an overprotective mother to her daughter Cristina. She is also an abortionist in a makeshift clinic in bustling Manila. Trouble happens where her handsome young tout, Anghel, fixes his eye on her daughter.

ROLYO (Film Roll) by Alvin Yapan

A farming family supports themselves in between harvests by catching birds and selling them each Sunday outside a provincial church.

TO NI by Vic Acedillo Jr.

A bored kid in an isolated village finds new ways to amuse himself… with the figure of the Santo Niño (Holy Child Jesus)

nineball.jpg
NINEBALL
by Enrico Aragon

Want to know why Pinoys dominate the billiards world?

THE FULL-LENGTHS

Cinemalaya 2005 Full-Length

ang-pagdadalaga-ni-maximo-oliveros.jpg
ANG PAGDADALAGA NI MAXIMO OLIVEROS (The Blossoming of Maximo Oliveros)
by Auraeus Solito & Michiko Yamamoto
(2005)

An international film festival favorite – about a delicate, young boy who falls in love with a handsome cop. Winner, 2006 Berlinale Kinder Festival.

Cinemalaya 2006 Full-Length

donsol.jpg
DONSOL by Adolf Alix

Love blossoms in a small fishing town that is also the sanctuary to the endangered butanding (whale sharks). Daniel, a young tourist guide, meets the beautiful yet melancholy Teresa from Manila.

Cinemalaya 2006 & 2007 Exhibition Film

ang-daan-patungong-kalimugtong.jpg
ANG DAAN PATUNGONG KALIMUGTONG (The Road to Kalimugtong) by Mes Guzman (2006)

A simple yet stunning cinematic feat: two children in a remote mountain barrio must trek to school two hours each day.

Cinemalaya 2006 Full-Length


BATAD: SA PAANG PALAY (Batad: At the Mountain’s Edge) by Benjie Garcia & Vic Acedillo Jr. (2006)

Set in the picturesque Banawe highlands, a young dropout helps his family by selling vegetables in a local market. The only thing he yearns for is a pair of rubber sneakers. But destiny have other plans for him.

Cinemalaya 2006 Opening Film

KUBRADOR (The Bet Collector) by Jeffrey Jeturian

Another world film festival mainstay – about a woman (played stunningly by much-awarded actress Gina Pareno) from the slums who collects illegal gambling bets for a living.

Cinemalaya 2006 Full-Length

ROTONDA (Circle) by Ron Bryant (2006)

An intersection in the rough side of Manila – from dawn to the next dawn, we follow the lives of five disillusioned characters: a tabloid reporter, a sexy dancer, a fallen henchman, a runaway lass and a long-suffering son.

Cinemalaya 2006 Full-Length

TULAD NG DATI (Same As Before) by Michael Sandejas (2006)

A tribute to the legendary 80’s Pinoy rock band, The Dawn, and played by the band members themselves. Jet Pangan, the band vocalist is hit on the head by a burglar… and finds himself loosing his memory and retracing the memories of his past.

FESTIVAL FILM PENDEK KONFIDEN 2007

Di awal 2006, Yayasan Konfiden memutuskan untuk kembali menyelenggarakan festival film pendek. Sebelumnya, Yayasan Konfiden telah mengadakan program festival film non-kompetisi tahunan bernama Festival Film-Video Independen Indonesia yang berlangsung sejak 1999 hingga 2002. Setelah melewati pembahasan panjang tentang konsep dan bentuk penyelenggaraan festival, Yayasan Konfiden memutuskan untuk menyelenggarakan kembali festival film di akhir 2006 dengan nama Festival Film Pendek Konfiden yang mengusung tema “Keragaman”. Tahun ini, Festival Film Pendek Konfiden tetap menggunakan tema “Keragaman”. Tujuannya adalah untuk makin meningkatkan kesadaran para pembuat film di seluruh Indonesia tentang sudut pandang, budaya, dan lingkungan Indonesia yang majemuk dan kaya.

Festival Film Pendek Konfiden merupakan festival film pendek yang menyelenggarakan program kompetisi film pendek. Selain menyelenggarakan program eksibisi untuk kompetisi film pendek, Festival Film Pendek Konfiden 2007 juga akan membuat program eksibisi non kompetisi dan program non eksibisi. Program eksibisi non kompetisi terdiri beberapa program khusus yang diselenggarakan atas kerja sama Festival Film Pendek Konfiden 2007 dengan berbagai pihak, seperti Swedish Digital Filmmaking Workshop, ruangrupa, dan CCF dan à courts d’écran. Program non eksibisi terdiri dari forum jaringan komunitas film dan diskusi.


About this entry