jadwal & sinopsis bulan April 2008 (Perempuan, Perdamaian)

(DOWNLOAD) Jadwal Kineforum Bulan April 2008 (.pdf)

Perempuan, Perdamaian

Bulan ini kita akan menyaksikan usaha para perempuan dari berbagai penjuru dunia untuk memperjuangkan perdamaian. Program ini adalah kerjasama kineforum dengan Komnas Perempuan, RAHIMA, PEKKA dan Jaringan Perempuan Perdamaian Indonesia (PWAG Indonesia). Organisasi ini bekerja untuk perbaikan kehidupan dan harkat perempuan baik di komunitasnya maupun Indonesia secara keseluruhan.

Selain menyaksikan perjuangan para perempuan ini, kita juga akan melihat film-film cerita terbaik dari Afrika. Film-film ini adalah pemenang penghargaan Yennenga Stallion, barometer bagi film-film terbaik dari benua ini. Selain itu, kita juga akan menyaksikan bersama film-film cerita dari Jepang dan Italia, semuanya bercerita tentang atau dari perspektif perempuan dari generasi yang berbeda-beda.

Dalam bulan April kita juga akan menonton dan berdiskusi tentang karya pembuat film Prancis yang eksentrik tapi mungkin jarang kita dengar di Indonesia, Maurice Pialat. Rémi Fontanel, seorang spesialis karya-karya Maurice Pialat, akan memberi pengantar dan berdiskusi tentang estetika, tujuan dan modernitas dalam karya film A nos amours (1983).

WORLD CINEMA FEATURES

Au Nom du Christ, 82 menit, (Bahasa Prancis dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara Roger Gnoan M’Bala. Pemain: Pierre Gondo, Naky Sy Savané, Akissi Delta UNTUK 13 tahun keatas

Di sebuah desa kecil hiduplah seorang penggembala babi miskin. Suatu hari ia mabuk berat dan mendapat wangsit bahwa ia adalah “anak Tuhan” yang dipilih untuk menyelamatkan manusia. Ia menjadi Magloire Pertama, sepupu Yesus, dan menggunakan kepintarannya untuk mempengaruhi masyarakat sekeliling serta membentuk sekte…

Fespaco 1993, Grand prix Etalon de Yennenga; Prix Afrique en Création, Ouagadougou 1993, Prix coopération française pour le cinéma 1993, Locarno 1993, Prix spécial de la jeunesse; Perugia 1994, Grand prix, Milan 1994, Prix spécial du jury; Vues d’Afrique Montréal 1994, Grand Prix, Durban International Film Festival 2002

baara.jpg
Baara (1979), 93 menit, (Bahasa Bambara dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara Souleymane Cissé. Pemain: Bala Moussa Keïta, Baba Niaré, Boubacar Keïta UNTUK 13 tahun keatas

Seorang petani dari Mali bekerja sebagai “baara” alias porter di Bamako. Suatu hari, ia berteman dengan seorang insinyur muda. Insinyur ini melindunginya, membantu memecahkan persoalannya dengan polisi, dan membantunya meninggalkan dunia jalanan untuk bekerja di pabrik.

Etalon de Yennenga, FESPACO 1979.; Tanit d’or, grand prix de l’humanité, prix de la meilleure interprétation masculine, 7ème journées, cinémathographiques de Carthage.; Grand prix du jury, prix de la presse, FIFEF Namur.; Grand prix de la meilleure photographie, mention spéciale de l’OCIC, 31ème festival de Locarno

Buud Yam (1997), 99 menit, (Bahasa More dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara Gaston J-M Kaboré. Pemain: Serge Yanogo, Amssatou Maiga, Sévérine Oueddouda, Colette Kaboré, Augustine Yameogo, Boureïma Ouedraogo UNTUK 13 tahun keatas

Di tepi sungai Nigeria pada abad ke-19, Wend Kuuni, pemuda yatim piatu, diduga pembawa sial, pergi berpetualang untuk menemukan tabib yang dapat menyembuhkan saudari tirinya yang terjangkit penyakit misterius dan mematikan.

Etalon de Yennenga Fespaco 1997

Guimba : Un Tyran, une époque (1995), (Bahasa Bambara dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara Cheick Oumar Sissoko. Pemain: Falaba Issa Traoré, Bala Moussa Keïta, Habib Dembele, Lamine Diallo UNTUK 13 tahun keatas

Sitakili, ibukota Sahel, diduduki oleh Guimba Dunbaya beserta anaknya Janguiné. Kani Coulibaly dijodohkan dengan Janguiné sejak kecil. Sebagai gadis cantik, ia menjadi incaran banyak orang tetapi tidak ada yang berani karena Guimba suka meneror.

Etalon de Yennenga, Prix des meilleurs costumes et décors Fespaco 1995.

Il Piu Bel Giorno Della Mia Vita / The Best Day of My Life (2002), 102 menit, (Bahasa Italia dengan subtitel Inggris). Sutradara Cristina Comencini. Pemain: Virna Lisi, Margherita Buy, Sandra Ceccarelli, Luigi Lo Cascio, Maria Luisa De Crescenzo. UNTUK DEWASA

Kisah tentang keluarga yang mengalami krisis dalam hubungan antara anggotanya, dilihat dari sudut pandang Chiara – gadis muda yang akan segera menjalani komuni pertamanya. Keluarga ini memiliki Irene, figur perempuan matriarkh yang kuat dengan tiga orang anaknya yang sudah dewasa.

Grand Prix des Amériques at the Montréal World Film Festival 2002, Silver Ribbon for Best Screenplay and Best Supporting Actress from the Italian National Syndicate of Film Journalists 2002, Grand Prix at the Créteil International Women’s Film Festival 2003

lindalindalinda.jpg
Linda, Linda, Linda (2005), 114 menit, (Bahasa Jepang dengan subtitel Bahasa Indonesia). Sutradara Nobuhiro Yamashita. Pemain: Du-na Bae, Aki Maeda, Yu Kashii, Shiori Sekine, Takayo Mimura UNTUK 13 tahun keatas

Tiga anak perempuan membentuk kelompok musik rock untuk festival sekolah. Rencana mereka terancam karena gitaris kelompok ini pergi karena merasa main gitar telah melukai tangannya. Mereka juga kesulitan mencari vokalis sampai akhirnya memilih teman sekolah mereka yang berasal dari Korea dan bahkan hampir tak bisa berbahasa Jepang, apalagi menyanyi. Tapi kesulitan mendirikan kelompok musik ini mengajari mereka banyak hal.

Best Director Japanese Professional Movie Award 2005, Nominee for Chlotrudis Award for Independent Films, USA 2008

Pièces d’identités (1999), 97 menit, (Bahasa Prancis dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara Mweze Dieudonné Ngangura. Pemain: Gérard Essomba, Herbert Flack, Dominique Mesa, Dieudonné Kabongo, Cécilia Kankonda UNTUK SEMUA UMUR

Mani Kongo, raja tua dari pedalaman Kongo, pergi mencari putrinya Mwana dikirim ke Belgia ketika berumur 8 tahun dan tidak ada kabar berita. Raja tersebut tidak ingin meninggalkan akar budaya-nya sama sekali.

Etalon de Yennenga, Prix de la meilleure interprétation féminine Fespaco 1999

respiro1.jpg
Respiro (2002), 95 menit, (Bahasa Italia dengan subtitel Inggris). Sutradara Emanuele Crialese. Pemain: Valeria Golino, Vincenzo Amato, Francesco Casisa, Veronica D’Agostino, Filippo Pucillo. UNTUK DEWASA

Grazia (Golino) adalah seorang ibu dari tiga anak yang berjiwa bebas. Ia menikah dengan Pietro (Amato) seorang nelayan pemalu dan tinggal di pulau terpencil Lampedusa di laut Mediterania. Ia menunjukkan gejala manic depressive sehingga keluarganya ingin memasukkannya ke perawatan pasien kejiwaan. Ia melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gua di dekat pesisir.

Critics Week Grand Prize and the Young Critics Award Cannes Film Festival 2002, nominasi Best European Union Film at the César Awards 2004

tilai.jpg
Tilaï
(1991), 81 menit, (Bahasa More dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara Idrissa Ouédraogo. Pemain: Rasmané Ouédraogo, Ina Cisse, Roukietou Barry, Assane Ouédraogo UNTUK 15 tahun keatas

Saga kembali ke desanya setelah dua tahun menghilang. Segalanya berubah. Nogma, tunangannya, jadi istri kedua ayahnya. Tapi Saga dan Nogma masih saling mencintai. Mereka bertemu dan bercinta. Bagi masyarakat, Saga melakukan inces dan dia harus mati.

Grand Prix Cannes Film Festival 1990, Etalon de yennenga et Prix de la meilleure musique Fespaco 1991

Festival Sinema Perancis

a-nos-amours.jpg
A nos amours / To Our Loves (1983), 102 menit. Sutradara Maurice Pialat. Pemain: Sandrine Bonnaire, Maurice Pialat UNTUK 18 tahun keatas

Suzanne umurnya 16 tahun. Ia menemukan bahwa mencintai orang jauh lebih sulit daripada meniduri. Ia adalah pusat perputaran dunia dan baginya, kenikmatan hanyalah satu-satunya cara untuk tidak mati. Ia hidup seperti binatang jalang; mengenakan rok mini dengan rambut acak-acakan. Dengan mata tajam dan bibir menguncup, ia tak mengungkapkan hal lain selain kekerasan. Kata kuncinya terletak pada kata-kata Suzanne, “Aku takut memiliki hati yang kering”. Ia membutuhkan seorang lelaki yang akan menyatakan “Aku cinta padamu” dan yang sudah menunjukkan rasa cintanya.

(Pemutaran Film disertai presentasi dan diskusi bersama Rémi Fontanel dari Lyon University. Ia adalah ahli mengenai karya-karya Maurice Pialat)

NOT FOR SALE ! (2008), dokumenter, 40 menit (Bahasa Indonesia). Produser: Wilson, Fendry Ponomban, FX Supiarso UNTUK SEMUA UMUR

Sejak Indonesia mendatangi Letter of Intent (LoI) dengan IMF pada tahun 1998, serangkaian program lembaga keuangan itu beroperasi dan dipaksakan menjadi kebijakan ekonomi pemerintahan Indonesia . Akibatnya ekonomi Indonesia semakin dipaksa untuk diliberalkan dan diprivatisasi. Film ini menceritakan bagaimana para anggota Serikat Pekerja di berbagai BUMN menghadang agenda-agenda liberalisasi di sektor-sektor publik. Inilah kisah-kisah yang tidak banyak diketahui masyarakat Indonesia . Kisah pertarungan dan konsistensi serikat pekerja untuk tetap mengawal republik yang sudah dan akan terus digadaikan oleh para penguasa yang pragmatis.

Perempuan Penggagas Perdamaian

1000 Women and A Dream (2005), dokumenter, 40 Menit, (Bahasa Inggris). Sutradara: Gabriela Neuhaus dan Angelo Scudeletti UNTUK 13 tahun keatas

Menceritakan awal dibangunnya jaringan 1000 Perempuan Perdamaian (yang menominasikan 1000 perempuan ke Nobel Perdamaian 2005 lalu). Rebecca Vermot terbang ke beberapa Negara dan mewawancarai langsung beberapa “Perempuan Penegak HAM dan Perdamaian” di belahan dunia, mendengar perjuangan mereka, melihat kondisi daerahnya langsung dan mencoba menjalin kerjasama bagi jaringan perdamaian internasional.

redefiningpeace.jpg
Redefining Peace – Women Lead The Way (2006), dokumenter, 40 Menit, (Bahasa Inggris/Hindi). Produser: SANGAT India. UNTUK 13 tahun keatas

Menceritakan tentang para perempuan pejuang HAM dan perdamaian di India. Film ini menggambarkan kerasnya perjuangan para aktifis perempuan India, jatuh bangun, terror yang dihadapi atau kekerasan yang dialami mereka, demi menegakkan keadilan, mencari perdamaian dan perjuangan bagi peningkatan hak-hak azasi manusia dan khususnya perempuan.

let_the_world_see.jpg
Let The World See (2006), dokumenter, 40 menit. Producer: Lau Kin Chi. UNTUK 13 tahun keatas

Definisi perdamaian dari sisi pandang para perempuan di China. Inilah kehidupan para perempuan di China, yang berjuang bagi perbaikan hidup mereka. Mereka menyatakan, bahwa perdamaian adalah kondisi di mana anak perempuan bisa kuliah, gurun pasir berubah menjadi oasis yang menyegarkan, manusia dan alam bisa hidup harmonis.

making_possible_the_impossible.jpg
Making Possible the Impossible: Peace, Women, Nobel Prize (2007), 40 menit, (Bahasa Mandarin dengan subtitel Bahasa Inggris). Producer: Lau Kin Chi (PWAG Hong Kong) UNTUK 15 tahun keatas

Melalui cerita 3 perempuan ini, Liu-Ngun Fung, Wu Lo-sai Rose, Wai-king, dieksplorasi begitu banyak dimensi dari masalah kekerasan,visible atau tidak visible, fisik atau kultur, yang tersulam di keseharian hidup manusia di Hong Kong, dan bagaimana para perempuan ini menangani berbagai situasi kekerasan yang harus dihadapi.

tala_bai.jpg
TALA BAI – Tutur Pengalaman Perempuan Pembela HAM (2007), 60 Menit, (Bahasa Indonesia). Produser: Komnas Perempuan UNTUK 13 tahun keatas

Marilah berbagi suka dan duka dengan 12 aktifis HAM perempuan Indonesia ini. Mulai dari sudut Aceh, Jawa, NTT, Ambon dan Sulawesi, para perempuan tegar ini memperjuangkan hal-hal yang awalnya dianggap sulit dilakukan oleh para perempuan. Tala Bai adalah salah satu alat yang dipilih untuk menggulirkan diskusi dengan semua pembela HAM, baik di komunitas sendiri atau komunitas lebih luas untuk berbagai sisi kehidupan, resiko dan hal-hal yang dihadapi para pekerja HAM Indonesia.

mollo.jpg
Mollo di Timor (2007): Suara Masyarakat Mollo, dokumenter, 10 Menit, (Bahasa Indonesia). Sutradara: I.G.Ketut Trisna Pramana & Carolina Monteiro UNTUK SEMUA UMUR

Masyarakat adat Mollo, di dataran pegunungan Mollo, Timor Tengah Selatan, NTT, telah menempuh hampir satu decade memperjuangan hak tanah suci milik komunitas adat. Bagi mereka tanah mereka yang mengandung marmer ini adalah air susu ibu, sumber kehidupan masyarakat. Bila investor datang, menancapkan mesinnya mengambil marmer, bagaimana ibu pertiwi mereka bisa melanjutkan hidupnya? Para ibu-ibu pemberani ini juga bercerita tentang hidup mereka dan masa depan Mollo.

its_time_to_speak_up.jpg
It’s Time to Speak Up! (2006), dokumenter, 97 menit, (Bahasa Indonesia). Produser: Nani Zulminarni, PEKKA, Perempuan Kepala Keluarga. UNTUK 13 tahun keatas

Perempuan bukan hanya sebagai bagian dari keluarga, tapi juga terbukti kepala keluarga. Pekka adalah program yang mendukung banyak perempuan kepala keluarga, yang berjuang mempertahankan hidupnya, dengan berbagai kompleksitas yang dihadapinya. Nani Zulminarni salah satu Peace Women menginisiasi program ini hampir 9 tahun lalu dan telah bersama-sama para ibu anggota PEKKA membangun jaringan kuat para perempuan kepala keluarga di berbagai propinsi.

menghikmati_shalawat.jpg
Menghikmati Shalawat Penyemai Kesetaraan (2006), Rahima, 15 menit, dokumenter, (Bahasa Indonesia). Produser: RAHIMA. Sutradara: Daniel Rudi Haryanto UNTUK 13 tahun keatas

Rahima sebuah organisasi yang peduli pada isu perempuan, gender dan perspektif Islam, mempersembahkan sebuah documenter tentang sisi lain dari Shalawat yang juga bisa menjadi Shalawat Keadilan dan membawa perspektif kesetaraan dalam lingkungan Islam khususnya di berbagai pesantren/komunitas muslim yang ada.

Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama kineforum dengan CCF Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, The Japan Foundation, Istituto Italiano di Cultura dan Kedutaan Besar Italia, Komnas Perempuan, RAHIMA, PEKKA dan Jaringan Perempuan Perdamaian Indonesia (PWAG Indonesia).


About this entry