program kineforum oktober 2009

01_Oktober'09_Luar

DOWNLOAD jadual program bulan ini

Tampilnya Para Pekerja Film Muda

Para mahasiswa yang baru saja menyelesaikan pendidikan film dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) membuat presentasi karya yang sedikit provokatif. Judul program karya tugas akhir mereka berbunyi: “We wanna prove who we are!”. Sebetulnya presentasi seperti ini jarang terjadi dari mahasiswa sekolah film IKJ.

Kami kira dengan judul seprovokatif ini mereka bersiap diri untuk menerima konsekuensi tanggapan publik terhadap karyanya. Sebelum lulus, mereka lebih terlindung oleh tembok institusi akademis. Sekarang, mereka harus mulai memperkenalkan diri kepada publik penonton yang akan menentukan masa depan karir mereka di bidang film. kineforum merasa senang mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah bagi penampilan mereka yang pertama kepada publik melalui program ini.

Ayo ucapkan selamat datang buat mereka, sekaligus memberikan tanggapan setelah menonton karya-karya mereka.

Sejak awal bulan Oktober 2009 ini pula, kineforum ikut menyelenggarakan rangkaian pemutaran film dokumenter berjudul The South Project. Program ini adalah inisiatif pertemuan yang bertujuan merayakan keragaman budaya visual di belahan dunia Selatan. Acara utama program ini berlangsung di Jogjakarta (silakan lihat link ini). Untuk mendukung inisiatif dialog Selatan-Selatan melalui budaya visual inilah kineforum turut menyelenggarakan acara ini di Jakarta.

Keterangan acara pada paruh kedua bulan Oktober akan kami terbitkan secara terpisah karena adanya suatu acara khusus dalam program kami. Acara ini berjudul “Memory of the World” yang merupakan persembahan kami untuk merayakan hari jadi Sinematek Indonesia yang ke-34 (pada 20 Oktober) dan Hari Warisan Budaya Audivisual Dunia (pada 27 Oktober). Negara-negara sahabat menyumbangkan koleksi arsip film mereka untuk bersama-sama mengalami betapa kayanya sejarah audiovisual dunia kita saat ini. Program ini terdiri dari program umum dan program khusus untuk anak. Silakan menengok kembali program kami “Memory of the World” melalui blog maupun mampir ke meja resepsionis kineforum.

Sampai ketemu di kineforum!

Sinopsis Film

We wanna prove who we are!

Bagaimana mahasiswa film dari satu-satunya sekolah film di Indonesia menghadirkan dirinya kepada publik? Program ini adalah penampilan publik perdana dari film-film karya mahasiswa tingkat akhir Fakultas Film Dan Televisi IKJ yang diselesaikan pada paruh kedua tahun 2009.

gadisGadis (2009), Drama, DVD, 15 menit, Sutradara: Ginanti Rona T.S, Produser: Petrus D Sitepu, Penulis Skenario: Isnawati, Penata Kamera: Tirtayasa Surna, Penata Suara: Gilang Q Ramadhan, Penata Artistik: Rini Octaviani, dan Editor: Hendry Gunawan
Gadis melakukan hubungan yang terlarang dengan Daniel sampai Gadis Hamil diluar nikah, Daniel tidak mau bertanggung jawab dengan Alasan mereka masih terlalu sangat muda untuk menjalani sebuah tanggung jawab yang yang sangat besar. Gadis mencoba berbagai macam obat dari Daniel untuk menggugurkan tapi tidak juga berhasil. Gadis mencoba obat yang di masukkan kedalam kelamin yang di berikan Daniel.

Sabotase, (2009), Drama, DVD, 15 menit, Sutradara: Hadrah Daeng Ratu, Produser: Meera Delima A, Penulis Skenario: David M. Latupeirissa, Penata Kamera: Mechsura Wijil Kaisar, Penata Suara R Anom Prakoso, Penata Artistik: Ida Ayu Kusumawardhani, dan Editor: Fakta Hakim
Penggusuran yang di atas namakan pemerintah untuk menanggulangi penggunaan lahan tidur oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab mulai marak digulirkan. Penduduk sekitar mulai mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk mengantisipasi keadaan ini. Ternyata sabotase dilancarkan, arus pendek diciptakan untuk memicu kebakaran. Yang mengakibatkan warga-warga tersebut harus pergi dari pemukiman mereka untuk menjalani jalan yang berbeda.

This Is Bullshit (2009), Drama, DVD, 15 menit, Sutradara: Perkasa Nalaputra M, Produser: Rr Widhoretno S, Penata Kamera: Dharmawansyah, Penata Suara: Miller Anderson.
Dimas, yang seorang pengamen bergitar dengan banyak teori. Ia berdiri diantara para penumpang dengan gitarnya. Dimas menyanyi dengan nada sumbang sambil berorasi tentang kritikan sosial.

bunga matahariBunga Matahari (2009), Drama Musikal, DVD, 14 menit, Sutradara: Deny Setiawan, Produser: Dilla Ramadhani, Penata Kamera: Bambang Hadi S, Penata Artistik: Ahmad Rifki, Penata Suara: Gilang

Pada satu sore yang cerah seorang anak laki-laki bernama Matahari dan anak perempuan bernama Bunga, sedang menyelesaikan gambar mereka pada selembar kertas gambar. Setelah gambar selesai, Bunga memberikan sebuah kaleng kecil bekas susu kepada Matahari. Sesampainya di bukit, Bunga dan Matahari sama-sama memasukkan kaleng berisi gambar mereka itu. Di bawah bukit tampak Guntur dan geng-nya, Usro, Didin dan Dudung sedang memperhatikan Bunga dan Matahari dari kejauhan, wajah Guntur tampak merencanakan sesuatu yang jahat, sementara itu wajah Usro terlihat sedikit khawatir ketika melihat wajah Guntur yang seperti itu.

Nemesis, (2009), Drama, DVD, 14 menit, Sutradara: William Chandra, Produser: Bayu Rosa, Penata Kamera: Chamelia, Penata Artistik: Agung Nugraha, Penata Suara: Claus Marinest, Editor: Hendry Gunawan

John Mnubefor menceritakan malam ia membunuh Reno Gultom dan ayahnya, Bapak Gultom. Dengan motif balas dendam atas kematian adik perempuannya, Yoan Mnubefor. Yang bunuh diri setelah di perkosa oleh Reno. Tetapi saat ia membawa kasus ini ke pengadilan, Bapak Gultom yang adalah seorang pengacara kenamaan menggunakan kuasanya untuk melindungi anaknya, karena hokum tidak lagi memberikan keadilan bagi John, maka ia menegakkan keadilan dengan caranya sendiri.

Tubuhku Bukan Nafsu, (2009), Drama, DVD, 16 menit, Sutradara: Rustanto Adhi G, Produser: Reza Katjawijaya, Penata Kamera: Andanu Apri Setiaji, Penata Artistik: Agung Nugraha, Editor: Indraswati Paramita.

Aini menerima pekerjaan yang di tawarkan Asep kepadanya sebagai penari jaipong. Asep adalah tetangganya di kampung dan pada saat sebelum bekerja, Aini disuruh menandatangani sebuah surat kontrak tanpa membacanya dahulu. Ainipun di bawa ke Jakarta oleh Asep bersama dua temannya dan ternyata saat di Jakarta, AIni tidak hanya sebagai penari jaipong seperti yang dia bayangkan. Aini juga dijadikan WTS (Wanita Tuna Susila) oleh Asep

cintaCINtA, (2009), Drama, DVD, 28 menit, Sutrdara: Steven Facius, Produser: Ella Hamid, Penata Kamera: Gandang Warah, Penata Artistik: Vida Sylvia, Editor: Aaron Hasim, Penata Musik: Titi Sjuman

Ini adalah kisah CINtA di sebuah dunia yang masih menyisakan bekas luka lama di masa lalu. Antara seorang Cina bernama A Su dan Siti, seorang muslimah. Di hari yang menentukan segalanya A Su meminta Siti untuk menikah. Pertanyaan sederhana yang harus mereka jawab bersama dengan cara yang susah.
Pencarian jawaban dari dua orang sederhana yang tidak mengerti kenapa mereka harus berbeda. Dan sebaliknya mengerti, kalau sebenarnya mereka cuma saling jatuh cinta.

Kabar Gembira, (2008), Drama, DVD, 23 menit, Sutradara: Nicholas Yudifar, Penulis Skenario: Damas Cendekia, Produser: Abdul Manaf, Penata Kamera: Batara Goempar, Siagian, Penata Artistik: Wihanna Erlangga, Editor: Aaron Hasim

Nazarudin, adalah seorang supir mobil jenasah. Nazarudin sedang mengantarkan jenasah ke kampung halaman. Diperjalanan bertemu dengan Safi’I seorang ayah yang pergi meninggalkan anaknya. Mereka berdua bersama, dalam perjalanan mereka berbagi pengalaman kehidupan. Ketika Nazarudin meninggal dan Safi’I selalu mengingat tentang perjalanan tersebut.

purnama di pesisirPurnama di Pesisir, (2009) Drama, DVD, 16 menit, Sutradara: Chairu Nisa, Produser: Lilik Handayani, Penata Artistik: Maria Nunik, Penulis Skenario: Damas Cendekia, Penata Kamera: Anggi Frisca

Purnama merupakan bencana bagi penduduk di pesisir kampung Bandar. Nirma seorang anak perempuan yang harus mempertahankan rumahnya karena karena akan dijadikan tanggul oleh masyarakat kampung Bandar untuk menghindari air pasang ketika bulan purnama.

World Documentaries

Desembarcos (1989), Dokumenter, 88 menit. Sutradara: Jeanine Meerapfel & Alcides Chiesa. Pemain: Eduardo Aliverti, Gustavo Bonamino, David Di Napoli dan Teresa Ferni.

Pada tahun 1976 sampai dengan tahun 1982, Argetina terjadi perang. Film Desembarcos memperlihatkan suatu masalah dalam negaranya tanpa memberikan jalan keluar atas masalah tersebut, karena masyarakatnya tidak kejadian pada masa lalunya. Pada film ini tentara tidak melawan dengan musuh asing tetapi dengan sebuah kebiasaan yang menjadi momok. Segala acara dilakukan untuk memenangkan pertempuran dari menculik,, menyiksa, dan membunuh.

Kambing Cup (2008), dokumenter, kl. 80 menit, (Bahasa Indonesia). Sutradara: K Ardi

Kisah perlombaan bola voli antar kampung untuk memperebutkan hadiah kambing peliharaan.

The South Project

500 Years Later, (2005), Dokumenter, 106 menit. Sutradara: Owen Alik Shahadah. Pemain: Hakim Adi, Molefikete Asante, Amiri Baraka dan Anthony Carrter.

Kriminal, narkotika, HIV/AIDS, pendidikan yang buruk, korupsi, pelayanan kesehatan yang buruk, dan hal-hal tersebut yang mejadi bagian dalam negara afrika secara keseluruhan-kenapa? 500 tahun kemudian dari awal perbudakan sampai colonial yang akan datang. Africa akan tetap berjuang untuk sebuah kebebasan
Los Angeles Pan African Film Festival, Best Documentary, 2005

Bermain Diantara Gajah-Gajah (Playing Between Elephants) (2007), dokumenter, 89 mnt, (Bahasa Indonesia, Aceh, Inggris dengan subtitel Bahasa Inggris). Sutradara: Aryo Danusiri

Dalam pepatah Indonesia, dikatakan ketika gajah-gajah bertempur, selalu pelanduk di tengah-nya jadi korban. Tapi dalam film ini, sang pelanduk tidaklah mati, justru ia berhasil bermain diantaranya dan meraih tujuannya. Film ini merupakan sebuah catatan dari situasi post-tsunami dan Aceh pasca konflik, dimana seorang kepala kampung di Aceh memimpin masyarakatnya melalui naik turun proses rekonstruksi and rehabilitasi yang terjadi; bagaimana orang Aceh belajar untuk dapat menghadapi gesekan dunia global dan lokal.

The Year of Living Vicariously (2005), documenter, 63 menit. Sutradara: Amir Muhammad, pemain: Henidar Amroe, Indra Birowo, Timur Angin, dan Edwin. UNTUK SEMUA UMUR

Sutradara Malaysia Amir Muhammad diundang untuk membuat film tentang pembuatan GIE (Riri Riza, 2004). Yang ia hasilkan ternyata bukan dokumenter di balik layar (behind the scene) yang lazim kita lihat. Film ini adalah esai Amir berdasarkan curhat kaum muda tentang Indonesia. Politiknya, citra buruknya, legenda-legendanya dan banyak dalam masa represif Orde Baru yang jadi kenangan mereka.


Favela Rising (2005), dokumenter, 80 menit. Sutradara: Matt Mochary, dan Jeff Zimbalist, pemain: Andre Luis Azevedo, Jose Junior, Michele Moraes, Anderson Sa.

Tentang gerakan dan kebangkitan kaum buruh di kota Rio De Jainero melalui seni dan olah raga.

Atos dos Homens (Acts of Mens) (2006) Dokumenter, 75 menit. Sutradara: Kiko Goifman

Pada bulan Maret 2005, dua puluh sembilan orang tewas dalam pembunuhan masal di Baixada Fluminense, dekat Rio de Janerio. Film ini mengangkat kehidupan para penduduk dan pelaku pembunuhan yang tinggal di lokasi kejadian tersebut.

Nantes Three Continents Festival, 2006, Best Documentary

Vacances au Pays (A Trip to the Country) (2000), Dokumenter, 75 menit. Sutradara: Jean-Marie Teno

Seorang pembuat film Jean-Marie Teno mengunjungi Kamerun dari Paris. Jean-Paris Teno meratapi penduduk Kamerun karena banyak sekali perubahan pada negaranya. Jean-Marie mulai mengelilingi negeri dari ibukota Yaounde sampai kampung halamannya, Mbieng.

Avenge but one of my two eyes (Nekam Achat Mishtey Eynay) (2005), Dokumenter, 100 menit. Sutradara: Avi Mograbi

Pada film ini membahas politik (melalui telepon) dengan depresi, sinis teman Palestina (yang suaranya dijuluki oleh seorang aktor untuk melindungi identitasnya) di wilayah-wilayah pendudukan, rekaman Israel memberikan tur ke kelompok-kelompok pemuda dan merayakan mitos-mitos tersebut , dan rekaman Palestina berhubungan dengan penghinaan terhadap pos pemeriksaan dan penegakan yang tampaknya berubah-ubah aturan dan peraturan yang sewenang-wenang oleh tentara Israel.


About this entry