Mari Bersiap! (Bulan Film Nasional 2010)

Mari bersiap untuk menikmati satu bulan penuh keseruan! Mari bersiap untuk menjelajahi sejarah perfilman Indonesia! Mari bersiap untuk memasuki Sejarah adalah Sekarang 4!

Tak ada yang mampu menggambarkan kegembiraan Kineforum Dewan Kesenian Jakarta dalam mempersiapkan diri (lagi) untuk menyelenggarakan Sejarah adalah Sekarang (SAS) pada bulan Maret 2010. Tempelan-tempelan kertas, timeline kerja, dering telepon, dan beberapa hal lain sudah menjadi pertanda kesibukkan di Kineforum demi menyajikan acara tahunan yang akan memasuki usianya yang keempat ini. Program ini dilangsungkan untuk menyambut serta merayakan Hari Film Nasional setiap tanggal 30 Maret*.

Di SAS 4, Kineforum menyuguhkan beberapa kegiatan dan acara baru yang pastinya membuat Anda tidak ingin melewatkannya. Film-film yang dipilih pun terangkum dalam tema-tema yang menarik: Body of Works (B.O.W) Soekarno M. Noer, Tata Artistik, Tiga Dekade Film Remaja Indonesia, Seleksi 80-an, Keluarga Dalam Film Indonesia, Indonesia di Pentas Dunia, Forum Lenteng, dan Hantu-Hantu Dalam Film Horor Indonesia. Semua pemutaran film GRATIS dan akan diputarkan film-film klasik yang merupakan koleksi Sinematek Indonesia. Program-program ini melibatkan Lisabona Rahman, Prima Rusdi, Veronica Kusuma, Ekky Imanjaya, dan beberapa lainnya sebagai programmer.

Selain itu, SAS 4 masih mengadakan Pameran Sejarah Bioskop di Indonesia, selama satu bulan penuh di Teater Kecil. Dihadirkan untuk memenuhi keingintahuan tentang perjalanan panjang bioskop karena sebagaimana kita ketahui, bioskop adalah saksi bisu hubungan antara film dengan penontonnya. Akan ada banyak sekali hal-hal menakjubkan yang bisa ditemui dalam penelusuran sejarah bioskop lewat pameran yang ditangani Ardi Yunanto ini.

Dalam upaya merawat sejarah di ingatan kita, pada SAS 4 diadakan pula Bedah Buku “Sejarah Film Indonesia : Bikin Film di Djawa?” karya Misbach Yusa Biran. Buku yang baru dilaunch beberapa bulan lalu ini berisi catatan sejarah perfilman dari seorang pelaku film yang memang berkarya di masa tersebut. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, maka diharapkan masyarakat bisa mengenali dan memahami serta melengkapi memori-memorinya mengenai perfilman di Indonesia. Tak hanya itu, Kineforum juga mengajak Anda untuk mengikuti Public Lecture bersama Veronica Kusuma mengenai Hantu-hantu dalam Film Horor Indonesia.

Last but not least, ada acara yang tidak boleh dilewatkan sama sekali: Publik untuk Ruang Publik! Di tahun ini, masih bekerja sama dengan Indra Ameng, acara kali ini dikemas dengan lebih menarik dan menyenangkan! Masih dalam semangat menggalang dana untuk biaya operasional Kineforum serta biaya perawatan film-film klasik Indonesia di Sinematek Indonesia, acara ini kembali hadir dalam bentuk konser musik. Konser musik ini akan tetap berhubungan dengan dunia film karena beberapa lagu yang akan dimainkan dalam konser ini merupakan lagu-lagu yang pernah menjadi soundtrack film, baik film klasik maupun film masa kini.

Ada dua kegiatan Publik untuk Ruang Publik. Yang pertama akan mengangkat tema  “Rock”. Kineforum akan menghadirkan sejumlah band ternama Indonesia untuk meramaikan acara ini. Selain itu, akan diadakan diskusi bertema Sejarah Industri Musik Indonesia dan Permasalahannya yang Diangkat ke Dalam Film. Yang tak kalah seru, akan diputar film Duo Kribo untuk melengkapi semuanya!

Sedangkan satu lagi acara yang sangat butuh partisipasi Anda adalah Publik untuk Ruang Publik; Pemutaran Film dan Costume Party. Acaranya berupa pemutaran film dengan seluruh penontonnya menggunakan costume yang sesuai dengan setting film Tiga Dara, yang diproduksi tahun 1965. Mengapa Tiga Dara? Film yang menggambarkan hubungan persaudaraan dan kisah cinta ini telah menjadi inspirasi untuk setiap penonton, khususnya di masa itu. Lalu, setelah pemutaran akan diselenggarakan mini konser.

Jadi, marilah bersama-sama kita menyiapkan diri untuk perayaan yang tidak sekedar euforia belaka, tetapi juga mengajak kita semua untuk mengenali sejarah dan menentukan apa yang harus dilakukan setelah mengetahuinya, baik untuk masa sekarang maupun masa depan. Karena, Sejarah adalah Sekarang!

Seluruh rangkaian acara Sejarah adalah Sekarang 4 akan berlangsung dari tanggal 1-31 Maret 2010 di Kineforum dan Teater Studio Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73.

*Tanggal 30 Maret ditetapkan sebagai Hari Film Nasional Indonesia karena di hari itu tahun 1950 adalah hari pertama produksi film ‘Darah dan Doa’ karya Usmar Ismail. Meskipun produksi dan pemutaran film di Indonesia sudah mulai sejak tahun 1926, tapi karya ini diakui sebagai karya pertama setelah Indonesia menjadi bangsa merdeka pasca pengakuan kedaulatan Republik Indonesia.


About this entry