Selamat Jalan Frank Rorimpandey

Potret Frank Rorimpandey

Frank Rorimpandey (Sumber: http://www.tamanismailmarzuki.com)

Lahir: Surabaya, 9 Desember 1945

Wafat: Jakarta, 23 Agustus 2010

kineforum DKJ turut berduka karena kepergian Frank Rorimpandey – aktor, wartawan dan sutradara Indonesia yang sangat aktif berkarya sejak dekade 1960-an hingga 1980-an. Ia wafat pada 23 Agustus 2010 di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Surabaya, tempat kelahirannya.

Ia memulai karir sebagai aktor. Dalam Pekan Apresiasi Film Nasional 1967 ia meraih penghargaan untuk pendatang baru melalui peran pendukung dalam film Fadjar Ditengah Kabut arahan sutradara Danu Umbara.

Selain berperan dalam film, ia juga pernah bekerja sebagai wartawan mingguan film Purnama, staf perusahaan PT Tuti Mutia Film, menjadi penata suara. Ia menjadi sutradara untuk pertama kalinya dalam film Ita Si Anak Pungut (1973).

Salah satu karyanya yang akan selalu diingat adalah Perawan Desa (1978), berdasarkan kejadian nyata suatu kasus perkosaan di Yogyakarta yang dilakukan oleh anak pejabat dan kawan-kawannya pada sekitar akhir 1960-an. Film ini memperlihatkan bagaimana peradilan Indonesia dipermainkan saat menangani kasus perkosaan sehingga mengorbankan rakyat kecil, demi membela reputasi keluarga pejabat. JB Kristanto menyebutnya sebagai ”film pengadilan terbaik yang pernah dibuat”.

Film ini menghadapi banyak rintangan mendapat izin produksi, keluar-masuk badan sensor sebanyak 16 kali hingga baru lolos sensor setelah 2 tahun dan dilarang diputar di Yogyakarta. Sebaliknya, oleh FFI 1980 film ini justru diberi penghargaan tertinggi berupa empat Piala Citra untuk Film, Sutradara, Skenario dan Editing terbaik. Pada kesempatan yang sama film ini mendapat Plakat Usmar Ismail sebagai Film dengan Relevansi Sosial Tinggi.

Frank Rorimpandey yang oleh kawan-kawannya dipanggil Enky atau Toto ini tetap membujang sampai akhir hayatnya. Ia dikenal sebagai perokok berat (ia bisa menghabiskan 5 bungkus rokok kretek dalam sehari) dan pada waktu tertentu ia menjalani diet yang eksentrik.

Saat ini kineforum tengah memutar dua karyanya: Penyesalan Seumur Hidup (1986) dan Akibat Kanker Payudara (1987) yang naskahnya ditulis oleh Abdullah Harahap. (Lihat sinopsis dan download jadual pemutaran film di sini)


About this entry