Program Desember 2010: Trauma Jiwa, Katarsis, dan Orang-orang yang Kritis

Download Jadual Program Kineforum Desember 2010

Trauma Jiwa, Katarsis dan Orang-orang yang Kritis

Menjelang akhir tahun kineforum menghadirkan rangkaian pemutaran film dan diskusi dengan beragam tema.

Dalam program kali ini kami menawarkan kisah tentang kehidupan orang-orang kritis seperti Fidel Castro dan para pelaku gerakan pemuda 1968 di Eropa. Dari tanah air, kita akan berkenalan lebih jauh dengan Selasih, seorang penulis perempuan yang namanya sering kita dengan dalam pelajaran sastra Indonesia.

Masih dalam rangkaian kerjasama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Kalyana Shira Films, kami menghadirkan seri pemutaran film mengenai kekerasan berbasis gender dan identitas seksual. Seri diskusi dalam program ini banyak ragamnya, mulai dari diskusi tematik sampai estetika.

Silakan kunjungi blog dan akun twitter kineforum untuk informasi lebih lanjut tentang program-program kami.

Sampai ketemu di kineforum!

12th Jakarta International Film Festival (JIFFest)

27 November – 5 Desember 2010 | http://jiffest.org | twitter: @jiffest

World Cinema Features

Photo Lieber Fidel

Lieber Fidel (Dear Fidel) (2000) | Dokumenter | DVD | 92 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris | Sutradara: Wilfried Huismann | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Film ini berkisah tentang Marita Lorenz sebelum ia melakukan perjalanan ke Kuba di musim semi tahun 2000, sebuah perjalanan ke masa lalunya dengan Fidel Castro. Pembuat film ini menemaninya dalam perjalanan tersebut dan medokumentasikan drama berbahaya tentang cinta seumur hidupnya pada Fidel Castro. Pada saat yang sama, cerita Marita memberikan kilasan yang mengejutkan mengenai rahasia-rahasia dari Perang Dingin.

1968 – Mythos und Wirklichheit (Mitos dan Kenyataan) (2007) | Dokumenter | DVD | 45 menit | B. Jerman Subtitel B. Inggris| Sutradara: Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Orang muda di seluruh dunia memberontak dan menuntut dirombaknya tatanan yang ada. Dengan mengambil contoh peristiwa-peristiwa di Amerika Serikat dan di Jerman, di Praha dan di Paris, Peter Hartl dan Jean-Christoph Caron menunjukkan sasaran, tuntutan dan ilusi ‘Angkatan 68’ pada ‘tahun edan’ itu.

Madame X (2010) | Fiksi | 35mm | 106 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris| Sutradara: Lucky Kuswandi | Pemain: Aming, Shanty, Marcell Siahaan, Fitri Tropica | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang militant dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada Adam, seorang penata rambut yang kemayu, dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng Badai dan istri-istrinya yang gemulai sebelum Kanjeng Badai memenangkan pemilu.

Akankah sepatu berhak tingginya berubah menjadi pantofel, riasan glitternya menjadi debu, atau celana kulitnya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya ada satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorang super hero Madame X, super hero pembela kaum minoritas.

Rangkaian pemutaran Madame X dihadiri oleh tim pembuat film dan diikuti diskusi mengenai produksi, tata artistik, musik dan elemen-elemen lain yang menjadikan film ini suatu karya utuh.

World Documentaries

Nama Saya Selasih (2004) | Dokumenter | DVD | 23 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: Jajang C. Noer | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Selasih, nama samaran Sariamin Ismail, lahir di Sumatera Barat tahun 1909. Pada mulanya diberi nama Basariah, namun nama ini kemudian diganti dengan Sariamin. Sesudah menanjak karirnya sebagai pengarang pada tahun ’30-an, Selasih menggunakan nama samaran lain seperti Seleguri, tapi karya-karya yang paling terkenal diterbitkan di bawah nama “Selasih”. Selasih sangat produktif dan telah menerbitkan puluhan buku sebelum wafat pada tahun 1995. Terkenal karena sifat kemandiriannya, sebagian besar karangannya mendukung perluasan kesempatan untuk perempuan.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Atas Nama (2010) | Dokumenter | DVD | 60 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: M. Abduh Aziz | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Potret Peraturan-peraturan Daerah yang yang diskriminatif dan cenderung meng-kriminalisasikan kaum perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk Apa (2008) | Dokumenter | DVD | 25 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris | Sutradara: M. Ichsan dan Iwan Setiawan| UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Tentang semrawutnya kepercayaan dan konteks dibalik praktek sunat perempuan.

Budak Nafsu/Fatima (1983) | Fiksi | DVD | 94 menit | B. Indonesia | Sutradara: Sjuman Djaya | Pemain: Jenny Rachman, El Manik | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Fatima mengalami kekerasan seksual serdadu Jepang ketika melindung anaknya. Ia kemudian dikirim ke tangsi militer Jepang di wilayah Malaya sebagai perempuan penghibur para serdadu. Setelah kemerdekaan republik pun, Fatima tidak mengalami nasib yang lebih baik.

Perawan Desa (1978) | Fiksi | DVD | 127 menit | B. Indonesia | Sutradara: Frank Rorimpandey | Pemain: Yatti Surachman, Rae Sita, Maruli Sitompul | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Sumirah diperkosa empat berandal. Dalam pemeriksaan polisi, kejadiannya malah terbalik. Karena paksaan, Sum mengaku mencari popularitas. Di pengadilan sedikit demi sedikit fakta sebenarnya diungkap. Sebuah film pengadilan terbaik yang pernah dibuat, berkat dialog yang bernas dan hidup.

Marsinah (Cry Justice) (2000) | Fiksi | 35mm | 112 menit | B. Indonesia | Sutradara: Slamet Rahardjo | Pemain: Megarita, Dyah Arum, Tosan Wiryawan | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Kisah tentang bencana hukum dan ketidakadilan yang diangkat dari kisah nyata buruh Marsinah yang menjadi lambang perlawanan buruh. Ia mengalami penyiksaan seksual dan dibunuh saat memperjuangkan hak-hak buruh di tempatnya bekerja, PT Catur Putra Surya (CPS), di Sidoarjo.

Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus) (2007) | Fiksi | 35mm | 112 menit | B. Indonesia Subtitel B. Inggris| Sutradara: Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susanto, Fatimah T. Rony | Pemain: Rachel Maryam, Rieke Diah Pitaloka, Kirana Larasati, Fauzi Baadila, Shanty, Sarah Sechan, Susan Bachtiar | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Oleh pembuatnya film ini disebut film antologi, karena berisikan empat cerita dan dibuat oleh empat sutradara tentang satu tema: perempuan, atau lebih khusus lagi masalah reproduksi perempuan. Keempatnya mengisahkan masalah tadi dalam konteks sosial yang berbeda, tapi semua tokoh utamanya mengalami kekalahan menghadapi “kekuasaan” yang ada di luar dirinya.

 


About this entry