Program Kineforum 3-12 Januari 2011: RURU.MOV

Download Jadual Program Kineforum 3-12 Januari 2011

RURU.MOV (Decompression #10)

Program Pemutaran Film dan Video

Kurator: Lisabona Rahman & Anggun Priambodo

Film, video dan video musik punya posisi yang sangat khas bagi generasi muda. Ketiganya bisa dipuja sebagai inspirasi, bisa juga dicacimaki karena ngaco dan pada saat lain diambilalih untuk menjadi corong pernyataan anak muda. Kepentingan dunia bisnis hiburan bertemu atau berbenturan dalam ketiga media ini kalau sudah berurusan dengan ekspresi anak muda.

Dalam program ini kami memilih karya-karya yang dalam berbagai cara melihat dan bicara mewakili dunia anak muda. Dari rangkaian ini kita melihat bukti, bahwa di setiap zaman tenaga kreatif muda bukan saja menciptakan saluran komunikasi antar anak muda, tapi juga menguak penindasan politik dan menghidupkan dunia bisnis hiburan yang tadinya sekarat. Kita bisa melihat pergeseran bahasa visual yang sangat mencolok antara karyakarya buatan masa Orde Baru (1990-an) dengan karya pasca Orde Baru setelah 1990-an. Biarpun begitu, dunia anak muda tetap merasa perlu menyuarakan dirinya sendiri. Bukan saja tentang  persoalan masa muda, tapi juga pandangan politik dan ekspresi artistiknya sendiri lewat media-media yang sangat khas sesuai kemungkinan zamannya.


Djakarta 1966 (1982) | 35mm | 135 menit | B. Indonesia | Sutradara: Arifin C. Noer | Pemain: Umar Kayam, Amoroso Katamsi, Ikranagara, Cok Simbara, Ratna Riantiarno | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Tahun 1966, setahun setelah peristiwa 30 September mencekam kota-kota di Indonesia. Hari-hari itu jalanan Jakarta dipenuhi demonstrasi mahasiswa. Presiden sipil terpaksa mengatasi keadaan dengan memberi mandat kepada seorang tentara untuk memulihkan keamanan negara.

Si Doel Anak Modern (1977) | DVD | 107 menit | B. Indonesia | Sutradara: Sjuman Djaya | Pemain: Benyamin S, Christine Hakim, Farouk Afero, Wahab Abdi, Achmad Albar | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Si Doel, pemuda salah satu kampung di Jakarta, menganggur setelah lulus sekolah. Ia berusaha merebut hati Nonon, seorang peragawati. Saingannya adalah Achmad, seorang bintang musik yang senang gonta-ganti pacar. Demi persaingan, Doel ingin kelihatan ‘modern’, bergaya rambut kribo dan ikut spekulasi bisnis teman-temannya. Sebuah komedi satir yang sangat jeli tentang proses modernisasi Jakarta dan ekspresi anak muda yang terengah-engah mengikutinya.

Warkop DKI (Gengsi Dong) (1980) | DVD | 121 menit | B. Indonesia | Sutradara: Nawi Ismail | Pemain: Dono, Kasino, Indro, Camelia Malik, Zainal Abidin, M Pandji Anom | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Tiga anak dari keluarga pedagang, Slamet, Paijo, dan Sanwani sama-sama kuliah di suatu kampus di Jakarta. Demi memenangkan hati Rika, mereka saling adu gengsi. Rika justru dijodohkan dengan seorang calon tentara. Pada tahun 1980-an saat rezim militer Indonesia sedang kuat-kuatnya, punya menantu tentara menjadi idaman banyak orangtua.

Gadis Metropolis (1992) | DVD | 82 menit | B. Indonesia | Sutradara: Slamet Riyadi | Pemain: Sally Marcelina, Inneke Koesherawati, Febby R Lawrence, Alex Kembar, Baby Zelvia | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Gadis muda dan kota dalam film ini adalah kombinasi sempurna kebobrokan moral. Tiga sahabat, Lisa, Fanny, dan Sandra cuma kenal hura-hura dan rebutan lelaki. Pada 1990-an, film Indonesia didominasi adegan erotis dan laga. Kehidupan kota dan kaum muda yang tampil di layar terfokus pada sisi eksploitasi seksualitas dan adu kekuasaan fisik.

Gejolak Kawula Muda (1985) | DVD | 107 menit | B. Indonesia | Sutradara: Maman Firmansyah | Pemain: Chicha Koeswoyo, Rico Tampatty, Ade Irawan, Zainal Abidin, Beben Firmansjah | UNTUK 15 TAHUN KEATAS


Pada pertengahan 1980-an, tari kejang atau breakdance memicu perdebatan hangat karena sampai mencelakakan jiwa beberapa anak muda. Dengan nada romantis, film ini memotret konflik dalam keluarga karena perbedaan nilai antara anak dengan orangtua tentang ekspresi seni.

Kuldesak (1997) | DVD | 110 menit | B. Indonesia | Sutradara: Mira Lesmana; Riri Riza; Rizal Mantovani; Nan T Acnas | Pemain: Oppie Andaresta, Ryan Hidayat, Wong Aksan, Bianca Adinegoro | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Empat tokoh utama film ini punya obsesi yang tidak kesampaian. Dunia kaum muda di sini penuh mimpi tanpa pencapaian gemilang, meski mereka datang dari kalangan mampu. Pernyataan yang paling keras dalam film ini adalah bahwa kaum muda memerlukan film yang berbeda dibanding para pendahulunya dan Kuldesak berhasil menciptakannya. Film ini menandai kelahiran angkatan baru dalam sejarah film Indonesia yang ironisnya pada saat kelahirannya dianggap sama sekali tidak punya identitas Indonesia.

Kantata Takwa (2008) | DVD | Dokumenter | 95 menit | B. Indonesia | Sutradara: Eros Djarot & Gotot Prakosa |UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Puisi kesaksian dari para seniman Indonesia tentang masa represif rezim Orde Baru Soeharto yang diwarnai KKN, penculikan dan pembunuhan para aktivis yang berbeda pendapat dengan penguasa saat itu. Syair-syair W.S. Rendra dan lagu-lagu dari “Kantata Takwa” dan “Swami” menyertai adegan demi adegan dalam film ini. Peristiwa-peristiwa paling mengesankan dalam film ini adalah melihat energi kaum muda yang begitu dahsyat seperti tersalurkan lewat kritik sosial yang diungkapkan para seniman ini.

Untuk Kaum Muda (2003) | DVD | 43 menit | B. Indonesia | Sutradara: Erfan Agus | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Are you ready for some rock ‘n roll? Pada tahun 1975, majalah Aktuil menghadirkan pertunjukkan Deep Purple di Jakarta. Konser itu merupakan sukses yang luar biasa, tapi juga menjadi awal sebuah kejatuhan..

Didahului pemutaran Peta Ngombe (Seto Hari Wibowo), Tety Kadi, Pulau Seribu (Oliver Husain), dan Brisik, Burn (Ari Satria Darma). Dan dilanjutkan dengan diskusi pada pemutaran 10 Januari.

Seringai – Generasi Menolak Tua (2010) | DVD | Dokumenter | 60 menit | B. Indonesia | Sutradara: Bramantyo Hernomo | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Dokumentasi perjalanan hidup band rock oktan tinggi Seringai selama sekitar delapan tahun. Bisa juga menjadi sebuah pernyataan gairah band Seringai terhadap musik rock, di mana mereka menghembuskan nafas segar ke dalam kancah musik rock lokal sejak 2002.

Mengejar Ombak (2009) | DVD | 48 menit | B. Indonesia | Sutradara: Dave Arnold |  UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Sebuah dokumenter yang menawarkan wawasan intim ke dalam kehidupan seorang surfer muda Indonesia yang sangat berbakat, Dede Suryana (Surf Champion dan dua Gold Winner di Asian Games Beach).

Didahului pemutaran The Jonis, A Spy in The House of Love (Grainy Cullinaire) danSabotase (Hadrah Daeng Ratu).

The Songstress and The Seagull (2010) | DVD | 50 menit | B. Indonesia | Sutradara: Paul Agusta | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Sebagai gadis muda, Kartika Jahja mendengar Vina Panduwinata menyanyi dan memutuskan ingin bernyanyi. Sejak itu, Vina adalah salah satu inspirasi paling penting bagi Tika. Pada November 2009, kedua penyanyi ini dipasangkan bersama di atas panggung Djakarta Atmosphere 2009 dan menghadirkan pertunjukan yang tak terlupakan. Film ini mengikuti Tika dan kelompoknya, The Dissidents, saat mempersiapkan pertunjukan yang mencakup aransemen ulang dari beberapa judul lagu legendaris Vina.

Didahului pemutaran Lagu Anak (I Gede Adhi JP).

Tjidurian 19 (2009) | DVD | 41 menit | B. Indonesia | Sutradara: Abduh Aziz, Lasja F. Susatyo | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Anak-anak muda berkumpul, saling adu kebolehan dalam mewarnai kancah sastra Indonesia. Jalan Tjidurian nomor 19 adalah rumah buat gagasan, cinta, ilmu, dan persahabatan. Pada suatu hari, komunitas itu hancur karena pertikaian politik dan bersama itu masa muda pun terampas.

Didahului pemutaran Anomicratrap, Ode to A Scar (Satellite of Love), Teknoshit, Eksploitasi B (Eddy Cahyono), dan Di Mana Saya? (Anggun Priambodo)

15.000.000 Parachutes (2001) | DVD | 25 menit | B. Indonesia | Sutradara: Sebastian Morales | UNTUK 15 TAHUN KEATAS

15.000.000 Parachutes adalah sebuah film yang menyentuh tentang urbanisasi yang terjadi di Indonesia, di mana banyak warga desa pindah ke Jakarta dan setiap hari harus menemukan keberanian untuk “terjun” dari Monumen Nasional tanpa mengetahui tempat yang tepat untuk mendarat. Para pekerja anonimus ini merupakan metafora untuk jutaan orang yang berjuang menemukan tempat mereka di kehidupan urban kontemporer.

Didahului pemutaran karya-karya video hasil lokakarya OK. Video 2003 bertema Urban Space: Everything’s OK(Tintin Wulia), Lift (Albertus Wisnumurti & Stephanus Citra Pramadi), Post-Urban (Sulasmoro), Sama Sekali Tidak Membosankan (Irwan Ahmett), Tolonovela (Maulana Adel Pasha), Bermain Bersama (Hendry Ong). Pemutaran tanggal 4 Januari 2010 dilanjutkan dengan diskusi.

Belkibolang (2010) | Digital | Kompilasi Film Pendek | 87 menit | B. Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KEATAS

Sebuah proyek film yang mengundang sembilan sutradara muda untuk membuat film tentang kota Jakarta di malam hari: Agung Sentausa – Umbrella, Ifa Isfansyah – Chit Chat, Tumpal Tampubolon – Mamalia, Rico Marpaung –Planet Elephant, Anggun Priambodo – Gecko, Azhar Lubis – Peron, Wisnu Surya Pratama – Ella, Edwin – Roller Coaster, Sidi Saleh – Full Moon.

Kompilasi Film Pendek karya Ariani Darmawan | DVD | Kompilasi Film Pendek | 62 menit | B. Indonesia |UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Ariani Darmawan adalah seorang seniman/pembuat film, tinggal dan bekerja di Bandung, Indonesia. Sebagian karyanya mengomentari persoalan kekuasaan/identitas serta bahasa yang juga terkait dengan konstruksi makna. Darmawan telah berpartisipasi dalam beragam festival dan pameran seni rupa di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Asia, menampilkan film pendek, dokumenter, sampai instalasi video dan karya teatrikal.

The Anniversaries (2006) | City of Desire (2000) | It’s Almost There (2001) | Still Life (2006) | Silenced(2004) | Sugiharti Halim (2008)

Kompilasi Workshop OK.Video – Militia 2007 (2007) | DVD | Kompilasi Film Pendek | 51 menit | B. Indonesia |UNTUK 15 TAHUN KEATAS

Kompilasi video ini memuat sepuluh video pilihan hasil lokakarya OK. Video – Militia (2007) yang diadakan di 15 tempat di 12 kota. Lokakarya video ini mengajak masyarakat untuk lebih aktif menggunakan kekuatan video sebagai “alat” yang produktif, serta mampu menempatkan kesadaran video, media dan teknologi secara kritis dalam konteks lokalnya. Dari keberagaman ini, diharapkan budaya kritis dapat hidup.

Azab Perempuan Matre & Pacarnya yang Selingkuh di Kota Kembang (Dilayoe) | Arema Tidak Kemana-mana!!! (Akbar Yummi) | Round 1 (Awaludin) | Segara Setu Patok (Abeng, Teddy, Eka) | Asongan (Komunitas Multimedia Manado) | Montir (Jani Samanta) | Dalam Kotak, di Dalam Tralis (Brian Genie, Robert M. Syarief, Dimas Djunaedi, Maulani Gani) | De-Ja-Vu (Brian Genie & Dimas Djunaedi) | Ayu Mbolong-Mbolong (Agnes Koecink) | Jancok (Nakula)

Tales from Jakarta (2008) | DVD | Kompilasi Film Pendek | 54 menit | B. Indonesia | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Cerita-cerita personal dari jalanan di kota Jakarta, tempat tinggal sepuluh juta orang dari seluruh penjuru Indonesia. Tiap film dokumenter dengan penuh perhatian menceritakan ‘warga ilegal’ yang berdiam di ruang publik bukan karena pilihan, melainkan semata untuk bertahan hidup.

Bot.. Parabot (Jastis Arimba) | Babi Apa Ayam? (Sakti Parantean) | Irama Hari (Steve Pillar Setiabudi) | Makan Siang di Hari Jumat (Ariani Djalal) | Musafir (BW. Purba Negara)

Massroom Project (2003) | DVD | Kompilasi Film Pendek | Forum Lenteng | 92 menit | B. Indonesia | UNTUK 12 TAHUN KEATAS

Kota adalah ladang ide yang tidak pernah habis dan tempat terjadinya fenomena-fenomena disinteraksi atau ketidakwajaran yang dianggap biasa oleh masyarakatnya. Dari pemikiran inilah ide tentang Massroom Project yang melibatkan mahasiswa komunikasi yang mempunyai ketertarikan terhadap fenomena kota, terutama Jakarta. Partisipan: Andang Kelana, Andy Rahamtullah, Mahardhika udha, Maulana M. Pasha, Wachyu Ariestya P., Hafiz (Advisor), Otty Widasari (Mentor).

Andang dan SarjoDongeng Sebelum HujanRoninPemandangan PiknikBenhilBJakarta 24 |Andy Bertanya |

Video Musik Indonesia 1990-2000 | 65 menit | UNTUK SEMUA UMUR


Dewa 19, Kangen (TN) | ROXX, Penguasa (TN) | Padhyangan Project, Nasib Anak Kost (Rizal Mantovani) |Slank, Terbunuh Sepi (Joseph) | Pas Band, Impresi (PAS Band) | Netral, Walah (Wisnu) | Katon Bagaskara, Negeri di Awan (Garin Nugroho) | Paquita, Dua Manusia (Garin Nugroho) | Dewa 19, Cukup Siti Nurbaya(Rizal Mantovani) | Iwa K, Bebas (Rizal Mantovani) | Pure Saturday, Kosong (Pure Saturday) | Rumah Sakit, Mati Suri (Platon) | Potret, Salah (Dimas Djayadiningrat) | Sheila on 7, Dan (Dimas Djayadiningrat) | Padi, Mahadewi (Isac Wee) | Tipe X, Genit (Eugene Panji) | Kubik, Matel (Dimas Djayadiningrat) | Naif, Posesif (Platon)

Video Musik Indonesia 2001-2010 | 85 menit | UNTUK SEMUA UMUR


Club Eighties, Gejolak Kawula Muda (Platon) | Slank, Ngangkang (Eugene Panji) | Serieus, Gadisku (Sim F) |Mocca, Me and My Boyfriend (Gustaff Hariman) | Lain, Train Song (The Jadugar) | The Upstairs, Modern Bob (Syauqi Tuasikal) | Kornchonk Chaos, Celaka (Aswan Tatra) | Zeke and The Popo, Unrescued World(Irwan Ahmett) | Sore, Lihat (Zeke Gumelar dan Ramondo Gascaro) | The Brandals, Lingkar Labirin (The Jadugar) | Tika, You Belong To Me (Joshua Sutojo) | The S.I.G.I.T (Provocateur) | Seringai, Srigala Militia (Tromarama) | Santa Monica, Wanderlust (Dibyokusumo Hadipamenang, R. Hatumena, Anton Ismael) | Agnes Monica, Godai Aku Lagi (Dimas Djaadiningrat) | The Wispy Hummers, Jakarta (Paul Agusta dan Tika) | Gribs, Serangga Kecil (Dibyokusumo) | Naif, Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada di Seluruh Penjuru Dunia (The Jadugar) | Homogenic, Taste of The Harmony (cerahati) | C’mon Lennon, Detektif Flamboyan (Henry Foundation)

Untuk informasi lebih lengkap: Buku Program Decompression #10


About this entry