Selamat Tahun Baru 2011!

Kineforum mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011 kepada Anda semua: penonton, relawan, partner kerja sama, dan semua pihak yang selalu mendukung kegiatan dan keberadaan kami. Tahun 2010 dilewati dengan berbagi momen, memori, dan kebersamaan dengan Anda semua. Berikut sediki kilas balik apa yang sudah kita lalui bersama di tahun 2010.

Maret 2010: Bulan Film Nasional ‘Sejarah adalah Sekarang 4’

Di bulan ini, Kineforum kembali menggelar Sejarah adalah Sekarang yang memasuki tahun keempatnya. Sebuah acara tahunan yang diselenggarakan untuk merayakan Hari Film Nasional setiap tanggal 30 Maret. Banyak hal yang sulit untuk dilupakan mengingat di bulan ini copy film Dua Kribo (1978) ditemukan dan kita tonton bersama. Dilanjutkan dengan diskusi seru mengenai Film, Musik, dan Anak Muda juga acara Konser Musik ‘Publik untuk Ruang Publik’ bersama The Trees and The Wild, That’s Rockefeller dan Gribs! Selain itu juga ada pemutaran perdana di Indonesia untuk film At The Very Bottom of Everything yang disutradarai Paul Agusta, di mana film tersebut baru saja diputar di Festival Film Internasional Rotterdam saat itu. Tidak lupa, Veronika K. berbagi dengan kita dalam public lecture “Hantu-hantu dalam Film Horror Indonesia”. Bulan perayaan ini ditutup dengan acara ‘Menolak Hilang Ingatan’, di mana Kineforum memutarkan kembali Tiga Dara dan konser musik bersama Endah ‘N Rhesa, Frau, dan Tika & The Dissidents sambil bersama-sama Pesta Kostum ala tahun 50-60an.

Juni 2010: Tempat Baru, Pertemuan Kembali

Setelah dua bulan sempat vakum, pada bulan Juni 2010, Kineforum kembali hadir dan memutarkan film-film dari seluruh dunia. Namun bedanya, pada bulan tersebut Kineforum menempati ruangan barunya di lokasi yang baru! Tidak hanya itu, keceriaan bulan ini dilengkapi dengan diselenggarakannya Goelali Film Festival di Kineforum dan juga pemutaran program Refugee Film Week bersama Jesuit Refugee Service Indonesia. Ada pula program Soccer at The Neighbors, rangkaian film-film mengenai sepakbola di wilayah Asia yang dihadirkan oleh Erasmus Huis. Selain itu juga pemutaran World Cinema Features serta World Documentary dari koleksi Goethe-Institut Jakarta dan Japan Foundation.

Juli-Agustus 2010: Identitas Untuk Semua

Serunya merayakan keberagaman dan penyediaan ruang bagi keragaman identitas yang ada! Mulai dari Festival Budaya Tionghoa-Indonesia, Special Accourts d’Ecran dari CCF yang memutarkan film-film pendek Indonesia-Prancis, Sea Scope oleh Elida Tamalagi tentang Asia Tenggara, dan berkenalan dengan budaya imigran Turki-Jerman lewat karya sutradara Fatih Akin dari koleksi Goethe-Institut. Selain itu, Kineforum juga memutarkan film-film untuk mengampanyekan penghapusan bentuk senjata cluster bomb dalam Cluster Bomb Campaign serta pemutaran Minggu Pagi di Victoria Park yang memberikan gambaran tentang kehidupan pekerja migran perempuan di Hongkong. Ada pula film-film yang ditulis oleh Abdullah Harahap, seorang penulis Indonesia yang dikenal dengan cerita-cerita horor popularnya.

September 2010: Pendek dan Nyelekit!

Di bulan ini kita seolah menyegarkan diri dengan serangkaian film-film pendek yang begitu menggigit sampai nyelekit. Dari karya-karya mahasiswa IKJ, pembuat film muda Denny Kristianto, film-film Edwin, serta beberapa dokumenter, termasuk dokumenter baru tentang dunia Fashion di Indonesia dan merefleksikannya bersama sebuah dokumenter fashion Perancis. Dan juga dimulainya QFilmFestival 2010 yang pada penyelenggaraannya sempat terganggu dengan beberapa ancaman kekerasan, suatu pengalaman tidak menyenangkan yang kita harap bersama tidak akan terulang lagi.

Oktober 2010: Memori Dunia

Memori Dunia merujuk pada diputarnya karya-karya klasik dunia dalam rangka memperingati hari “Warisan Budaya Audiovisual Dunia” setiap tanggal 27 Oktober. Film dari Der blaue Engel sampai Madadayo milik Kurosawa diputar pada bulan ini. Tidak hanya itu, tetapi juga penghargaan terhadap Sinematek Indonesia yang berdiri pada 20 Oktober 1975. Program Memori Dunia tahun ini juga mempunyai dua momen khusus. Pertama adalah pengalaman mengenai misi kebudayaan Indonesia di dunia internasional pada tahun 1950 yang disajikan sebagai film oleh sutradara Jennifer Lindsay. Kedua adalah pemutaran empat karya Claude Chabrol, salah seorang sutradara dari aliran Nouvelle Vague Prancis yang baru saja tutup usia pada bulan tersebut.

November-Desember 2010: Trauma Jiwa, Katarsis dan Orang-orang yang Kritis

Selain menjadi tempat penyelenggaraan dua festival film: Europe on Screen 2010 pada November dan 12th Jakarta International Film Festival (JIFFest) pada Desember, Kineforum juga memutarkan 40 Years of Silence karya Robert Lemelson tentang trauma kejiwaan dari tragedi 1965 serta menawarkan kisah-kisah dari beberapa tokoh kritis seperti Fidel Castro dan para pelaku gerakan pemuda 1968 di Eropa, juga tokoh Selasih dalam film dokumenter yang digarap Jajang C. Noer. Selain itu, Kineforum juga berkesempatan memutarkan film Metamorfoblus, sebuah film dokumenter tentang Slank dan para Slankers yang disutradarai Dosy Oemar. Juga bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Kalyana Shira Films menghadirkan seri pemutaran film sekaligus diskusi mengenai kekerasan berbasis gender dan identitas seksual sebagai bagian dari Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berlangsung dari tanggal 25 November-10 Desember.


About this entry