BFN 2011 – SAS 5: Acara Pendukung

Selain memutarkan film, Kineforum juga menyelenggarakan beberapa acara pendukung untuk menambah kelengkapan kita dalam memberikan pemaknaan terhadap sejarah, terhadap masa lalu. Juga, menambah pengalaman sekaligus pengetahuan kita bersama dengan berbagi lewat diskusi dan kajian-kajian tertentu. Tentu semua ini mampu menambah rasa cinta terhadap perfilman tanah air kita!

Pameran Sejarah Bioskop dan Kebijakan Film di Indonesia

Galeri Cipta 3 // 1-31 Maret 2011
Pukul 13.00 – 20.00
Terbuka untuk UMUM

Kurator: Ardi Yunanto dan Agus Mediarta
Display oleh Serrum

Pameran Sejarah Bioskop Indonesia menampilkan alur sejarah, cuplikan berita, foto tentang perjalanan bioskop Indonesia dari 1900 hingga kini. Pameran yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 ini adalah pameran yang tumbuh seiring penambahan materi. Tahun ini kami menonjolkan pembacaan terhadap kebijakan film dan menerapkan kajian sejarah untuk memahami persoalan hari ini.

Diskusi “Dari Gambar Tangan ke Layar Lebar”

Pembicara: John de Rantau
Galeri Cipta 3 // 5 Maret 2011
Pukul 16.00
Terbuka untuk UMUM

Setelah tahun lalu diskusi mengenai hantu-hantu dalam film horor Indonesia, diskusi tahun ini mengajak kita untuk mengamati sejarah perkembangan film-film yang berasal dari cerita komik, baik di Indonesia maupun dunia, bersama John de Rantau lewat temuan-temuan yang tak kalah menarik. Sejak tahun lalu, ia mulai melakukan studi tentang sinema komik Indonesia dan dunia.

Klinik Kritik Film

Taman Ismail Marzuki // 26 Maret 2011
Pukul 10.00-17.00
Terbatas untuk PESERTA

Jumlah kritikus film di Indonesia bisa dihitung dengan sebelah tangan. Banyak yang menyebut diri sebagai kritikus film, namun sebetulnya tidak memiliki modal utamanya yaitu metode dalam mengkritik atau menilai sebuah film. Penilaian atas sebuah film tidak pernah berhenti di ‘bagus’ atau ‘buruk’, tapi terus berkembang sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Di kesempatan ini, situs web Film Indonesia bekerja sama dengan Bulan Film Nasional 2011 dan Rumah Film mengadakan Klinik Kritik Film yang akan dipandu oleh JB Kristanto dan Eric Sasono. Peserta klinik telah melalui proses seleksi dan hasil tulisan mereka setelah klinik dijalankan bisa dilihat di http://www.filmindonesia.or.id dan http://www.rumahfilm.org

Informasi pendaftaran: https://kineforum.wordpress.com/2011/03/01/bfn-2011-sas-5-klinik-kritik-film/

Kontak:
Lintang Gitomartoyo
+6221 70637941
katalog_fi@filmindonesia.or.id

Belajar Bersama

Tema Bahasan: Kerja Kamera dalam film-film Anak Seribu Pulau (1996)
Pembicara: Agni Ariatama
Galeri Cipta 3 // 26 Maret 2011
Pukul 18.30
Terbuka untuk UMUM

Mengisi kekurangan dunia pendidikan formal kita, kineforum memulai inisiatif baru ‘Belajar Bersama’ pada tahun ini. Sesi pertama diadakan dalam konteks acara Sejarah adalah Sekarang 5. Dalam kegiatan ini kami mengundang para profesional di bidang gambar bergerak (film dan video) untuk menerangkan pada kita bagaimana mereka mencipta karyanya dengan bahasa gambar-suara (audio-visual). Lewat inisiatif ini, kami mengajak Anda menjadi penonton yang mampu memahami bahasa film dengan mendengarkan cerita para kreator tentang cara mereka menuturkan bahasa gambar-suara.

(Kegiatan ini didahului pemutaran film Anak Seribu Pulau di Teater 1 TIM XXI jam 17.00)

Konser Musik & Bazaar

Teater Studio // 30 Maret 2011
Bazaar pukul 12.00 (Terbuka untuk UMUM)
Konser Musik pukul 19.00 (Rp25.000, kapasitas 200 kursi)

Kali ini, program Konser Musik SAS akan menampilkan sebuah pertunjukan musik yang didedikasikan untuk 3 genre film yang inspirasinya diambil dari film-film nasonal. Ada 3 genre yang menjadi “mood” dari pertunjukan musik kali ini: noir, horror, dan drama. Band yang akan diundang untuk tampil:

Bonita & The Hus Band (pop/folk), Kelelawar Malam (metal horror) dan Notturno (jazz experimental).

Sedangkan bazaar tahun ini tidak hanya sekedar menjadi ruang pertemuan, baik antar komunitas maupun dengan publik, tetapi juga ajang adu kreativitas serta akses untuk mengoleksi produk-produk yang menunjukkan kecintaan terhadap film Indonesia.


About this entry