BFN 2011 – SAS 5: Diskusi Film-Film Usmar Ismail

Diskusi Film-Film Usmar Ismail bersama Forum Lenteng

Bersama Forum Lenteng, Sejarah adalah Sekarang 5 menghadirkan program Body of Works: Usmar Ismail. Program ini dimulai dari inisiatif Forum Lenteng membuat seri kajian karya-karya Usmar Ismail yang diikuti penulis atau kritikus kajian media di Forum Lenteng. Lewat program ini, mereka akan mempresentasikan sudut pandang baru mengenai karya Usmar Ismail sekaligus kita bisa bersama-sama menonton film-filmnya kembali. Tulisan-tulisan hasil kajian ini juga dimuat di www.jurnalfootage.net.

Berikut jadual diskusi:

No

HARI/ TANGGAL PEMUTARAN 

FILM JAM PEMUTARAN DISKUSI

Tempat

1 Sabtu, 12 Maret Tiga Dara 19.30 Minggu, 13 Maret 

pkl 16.00

Galeri Cipta III
2 Minggu, 13 Maret Asrama Dara 19.30 

Senin,  14 Maret 

Pkl 16.00

Galeri Cipta III
3 Kamis, 17 Maret Pedjuang 19.30 

Jumat, 18 Maret 

Pkl 16.00

Galeri Cipta III
4 Jumat, 18 Maret Tamu Agung 

19.30 Sabtu, 19 Maret  

Pkl 16.00

Galeri Cipta III 

5 Senin, 21 Maret Asrama Dara 

14.15 Setelah pemutaran Galeri Cipta III 

Membahas film Darah Dan Doa

6 Kamis, 24 Maret Enam Djam Di Djogja 14.15 Setelah Pemutaran Galeri Cipta III 

7 Jumat, 25 Maret Lewat Djam Malam 17.00 Setelah Pemutaran Galeri Cipta III 

Tentang Usmar Ismail

Usmar Ismail, dikenal sebagai seniman serba bisa yang punya nama besar pada zamannya. Lahir di Bukittinggi, 20 Maret 1921, Usmar adalah penyair, dramawan, wartawan, sutradara, dan pembuat film terkemuka Indonesia. Bapak perfilman Indonesia ini mewariskan karya-karya dalam bidang seni dan budaya yang masih bisa dinikmati hingga saat ini. Ia adalah sosok pejuang multidimensional yang penuh warna. Ia dikenal sebagai insan film yang bekerja dengan penuh idealisme sekaligus sejumlah kompromi.

Ia mendirikan sebuah perusahaan, yakni Perfini di awal 1950 dengan beberapa kawannya karena menurutnya film-film yang Indonesiawi akan lahir hanya dari orang-orang yang menghayati ke-Indonesia-annya. Selesainya film pertama Perfini “Darah dan Doa” (1950), dianggap kritisi film sebagai kelahiran film nasional Indonesia pertama. Pada 2 Januari 1971, Usmar Ismail menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam usia 49 tahun.


About this entry