Program Kineforum Agustus 2011

Download Jadual Program Kineforum Agustus 2011

The Taste of Freedom

Saya ingat sewaktu kecil kita merayakan hari kemerdekaan di RT atau RW lingkungan rumah kita dengan ikutan lomba makan kerupuk, balap karung, balap gundu (kelereng) di sendok, sampai panjat pinang. Lalu malamnya di tengah-tengah lapangan yang ada di RT/RW kita akan dibangun panggung besar dimana setiap pemenang lomba dianugerahi hadiah dan akan ada pertunjukkan musik semalam suntuk sambil menikmati potluck party (alias pesta makanan hasil swadaya sumbangan warga setempat). Malam itu semua warga bergembira, bertemu muka dan bercanda dengan tetangga-tetangga dan semua anak-anak kecil bisa tetap bermain sampai lewat jam tidurnya.

Semua perlombaan dan ritual itu masih berlangsung sampai sekarang. Namun saya tidak lagi berada di tengah-tengah keramaian. Kini yang saya lakukan untuk menikmati 17 Agustus adalah dengan leyeh-leyeh lebih lama di tempat tidur. Sangat tidak produktif dan kadang saya sering bertanya pada diri sendiri, kemana semua energi yang dulu saya miliki untuk melakukan semua petualangan dan bersenang-senang seperti itu? Hmmm, apakah kebebasan bermain itu kini hilang termakan usia dan kesibukan bekerja? Atau karena semangat kecintaan saya terhadap negeri ini mulai memudar akibat setiap hari membaca berita-berita tentang korupsi, pelanggaran HAM dan sebagainya di koran? Saya jadi teringat satu kutipan seorang pemimpin bernama John F. Kennedy, yang mungkin sudah seringkali dipakai atau over rated. Namun kalimat klise ini tetap mampu menggelitik ketika kita butuh suntikan nasionalisme. Bunyinya begini: ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country. Basi sih, tapi ada benarnya. Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini. Kecil atau besar tidak jadi masalah. Yang penting kita lakukan sesuatu untuk bangsa dengan hati.

Jadi, daripada pusing memikirkan pemerintahan kita yang carut marut atau tidak punya ide untuk merayakan hari kemerdekaan, mendingan nonton fillm-film pilihan Kineforum di bulan Agustus 2011. Ada trilogi Merah Putih, Darah Garuda dan Hati Merdeka. Ada World Film seru seperti River of Life dan Ce Quil Faut De Vivre (The Right of Living) dari Kanada tentang kebebasan itu sendiri. Juga kompilasi Video Diary buatan anak muda dalam program Jalan Remaja 1208 dari komunitas Kampung Halaman untuk memperingati Hari Remaja Internasional pada 12 Agustus. Semuanya bisa ditonton secara gratis, lho. Dan siapa tahu, sepulang dari Kineforum, Anda bisa tersenyum lagi dan memandang negeri ini dengan kacamata yang lebih baik.

Salam,

Meninaputri Wismurti

Programmer

Trilogi Merah Putih

Merah Putih (2009) | DVD | 109 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Yadi Sugandi |  Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Enam orang pemuda dengan dari latar belakang yang berbeda-beda sedang mengikuti pelatihan militer sekitar tahun 1947. Sebelum mereka menyelesaikan masa latihan di sebuah kamp pelatihan, Belanda datang dan membumihanguskan tempat tersebut dan membunuh teman-teman seangkatan mereka. Keenam pemuda tersebut: Amir, Thomas, Dayan, Marius dan Soerono berhasil lolos dari kejaran Belanda untuk kemudian melawan balik.

Darah Garuda (Merah Putih II) (2010) | DVD | 105 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn | Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rudy Wowor | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Sebuah cerita mengenai kelompok heroik kadet yang bergerilya di pulau Jawa pada tahun 1947.Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu, dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda, demi menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai.

Hati Merdeka (Merah Putih III) (2011) | DVD | 102 menit | B. Indonesia | English Subtitle | Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn | Pemain: Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rudy Wowor, Michael Bell | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Dengan latar belakang masa revolusi di awal tahun 1948, sekelompok kadet menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para calon prajurit di tahun 1947. Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir, dari Angkatan Darat. Para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda.

CinéCanada

Ce Quil Faut De Vivre (The Necessities of Life) (2008) | DVD | 102 menit | Kanada | English Subtitle | Sutradara: Benoît Pilon |  Pemain: Natar Ungalaaq, Denis Bernard, Paul-André Brasseur, Éveline Gélinas | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Pada tahun 1952, seorang pemburu Inuit bernama Tivii, mengidap tuberculosis dan meninggalkan rumah beserta keluarganya untuk memulihkan diri di sanatorium Quebec City. Ia menjadi rapuh, bukan karena penyakitnya melainkan karena dihadapkan dengan dunia yang sepenuhnya asing. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Kaki, seorang bocah yatim piatu.

Special Grand Prize of Jury of the Montreal World Film Festival 2008

Canada’s submission for Best Foreign Language Film at the 81st Academy Awards

River of Live (2007) | Dokumenter | DVD | 53 menit | Kanada | English Subtitle | Sutradara: Werner Welcher | | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Yukon River Quest adalah lomba tahunan kano dan kayak terpanjang dunia, yakni sepanjang 740 kilometer garis pantai sungai kasar pada malam hari. Film ini merupakan sebuah cerita menggembirakan dari kelompok perempuan yang menghadapi kematian dan memahami betapa berharganya hidup ini. Dengan mengikuti Yukon River Quest, mereka menggambarkan apa artinya menjadi benar-benar hidup.

Jalan Remaja 1208: Me, Instan?

Jumat, 12 Agustus 2011 – pukul 15.00

Kompilasi Video Diary dari para remaja di daerah dari inisiatif Kampung Halaman untuk gerakan Jalan Remaja. Kineforum bekerja sama dengan Kampung Halaman, menyelenggarakan Jalan Remaja 1208 (JR 1208), sebuah program menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia ke publik melalui media. Kegiatan kampanye bersama ini merupakan refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional yang diperingati pada tanggal 12 Agustus tiap tahunnya. Tema tahun ini adalah Me, Instan? yang diangkat untuk menanggapi gaya hidup jaman sekarang yang serba instan. Gaya hidup yang serba instan ini disadari bisa menumbuhkan sifat curang, mudah menyerah, memikirkan diri sendiri dan menghllangkan hal-hal penting yaitu bahwa proses, kerja keras, jujur itu adalah hal yang dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang bertanggung jawab.

Layar Klasik Indonesia (closed-event)

Selama beberapa bulan ke depan, Kineforum bekerja sama dengan Cinemags, sebuah majalah yang membahas banyak hal seputar film. Untuk bulan ini, dengan acara bertajuk Layar Klasik Indonesia, kami memutarkan film Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986). Dibintangi Deddy Mizwar dan Lydia Kandau, disutradarai oleh Chaerul Umam, dan naskahnya ditulis oleh Asrul Sani, sebuah film tentang cinta dan kedudukan suami-istri dalam rumah tangga. Tidak hanya memutarkan filmnya, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi, baik dengan para aktor maupun kru film lainnya.

Acara ini juga diselenggarakan bersama teman teman #AsrulSaniFansClub dari Indonesian MovieMakers United Database (IMMUD) dan Kinekuma Pictures (Paul Agusta), PlotPoint (Ginatri S Noer) dan Ceritamu.com – Forum Cerita Film (Edwin Rizky Supriyadi) dan akan berlangsung selama beberapa bulan berikutnya. Untuk mengikuti atau mendapat informasi acara ini, silakan follow update di twitter @CINEMAGSNEWS.

Nonton Bareng Guru (closed-event)

Sejak bulan Juni 2011 lalu, Kineforum, PlotPoint, serta Lazuardi-Next, mengadakan acara menonton bersama beberapa guru-guru di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan film, baik karakter maupun teknis, serta pembekalan materi mengenai metode pengajaran movie-learning. Dalam diskusi juga dijelaskan mengenai klasifikasi film, sehingga para guru ini bisa memilih film yang sesuai dan tepat untuk putra-putri maupun siswa-siswinya. Setelah sebelumnya memutar dan berdiskusi tentang film ‘Garuda di Dadaku’, bulan ini film ‘Denias (Senandung di Atas Awan)’ yang akan diputar dan didiskusikan. Kerja sama ini masih akan berlangsung untuk beberapa bulan ke depan.


About this entry