Program Kineforum Desember 2011: Suara dan Sinema

Download Buku Program Kineforum Desember 2011

Salah satu adegan film "Berlin: A Simphony of a Big City"

 

Suara & Sinema*

“Seni film adalan seni gerak”. Ini tidak berarti bahwa citra-citra itu harus memperlihatkan manusia atau kuda yang berlari cepat melalui padang rumput. Tetapi ini berarti citra-citra yang runut itu memperlihatkan gerak dan irama.

Alat-alat penghubung antara gramofon dan alat-proyeksi membuktikan kegunaannya dalam hal ini. Usaha-usaha untuk menggabungkan gambar dan suara dalam filem pertama kali telah berhasil. Tiga-sekawan Vogt, Engl dan Massolletelah mencipta pita-filem yang diperlukan untuk filem-bicara di bioskop-bioskop. Peristiwa ini terjadi di tahun 1923 dalam pengambilan gambar diplomat Jerman, Gustav Stresemann. Di Amerika, Lee de Forest juga mencapai hasil-hasil yang sama dengan filem “bicara”nya. Namun demikian baru di tahun 1927 para penonton dapat melihat filem-bicara dan menyanyi sebagai barang impor dari Amerika.

Dan peristiwa ini memang dapat dikatakan cepat berkembang.

Serentak dengan adanya filem-filem bicara ini, yang dengan meriah dipertunjukkan di bioskop-bioskop, dipertunjukkan pula filem-filem sandiwara. Para penonton merasa girang, kalau dapat mendengar sri-panggung berbicara, mengeluh dan bernyanyi di layar putih.

Namun para pencipta filem menjadi lupa dengan bahasa gambar, dengan sendirinya melupakan seni-filem. Mereka segera mencipta filem-filem yang mempunyai dialog-dialog panjang dan gambar-gambar yang lama tak bergerak, agar apa yang diucapkan dapat didengar dan ditangkap penonton. Dengan cara kemudian, bahasa gambar pun menjadi tidak penting! Arah pikiran yang seharusnya dapat dilakukan oleh dialog-dialog gambar menjadi takluk pada dialog-dialog suara sebagaimana telah dilakukan oleh teater dan tak ada sangkut pautnya dengan filem. Rupa-rupanya mereka tak lagi menghargai gambar filem yang terlepas dari suara filem.

Suatu kemungkinan baru yang dicipta oleh suara, adalah pemakaian kesunyian (silence). Dalam filem-filem tanpa suara. Kesunyian terjadi setelah ada suara, jadi atas kurnia suara, seperti bayang karena cahaya. Suatu kamera mengelana di medan pertempuran yang telah ditinggalkan. Terasa oleh penonton suatu kesunyian yang mengerikan. Terutama karena lokasi itu terjadi kekejaman-kekejaman yang meresap di dalam hati sewaktu pertempuran sedang berkecamuk. Kekejaman yang telah lenyap itu dan kicauan seekor burung dengan tangkas menegaskan kesunyian sebagai unsur yang dramatis.

Dan apakah pengaruh musik dalam filem? Mula-mula para avant-gardis mengelakkan musik dalam filem-bicara. Mereka masih mencipta filem-filem bisu karena menurut pandangan mereka kebanyakan suara sama saja dengan kebanyakan musik. Memang ada benarnya: kalau musik tidak merdeka (berdiri sendiri) dan seharusnya musik itu harus takluk pada gambar. Jadi adalah suatu kesalahan besar kalau gambar-gambar pada filem itu menjadi tak berarti karena “dihiasi” dengan musik-klasik seperti banyak terjadi dengan filem-filem zaman sekarang. Sebagai contoh dapat kita ambil filem-filem dokumenter dan filem “Fantasi” ciptaan Walt Disney.

Demikianlah dalam garis besarnya penemuan-penemuan dan pendapat-pendapat hakiki yang dapat dikorek para avantgardis dari permulaan zaman filem-bicara. Mereka telah menghasilkan beberapa teori asasi yang perlu untuk estetika filem-bicara.

Di Desember ini, Program Kinefilia akan menjadi program bulanan Kineforum dimana Anda akan menjadi bagian dalam penayangan karya sejarah sinema dan membahas karya karya besar dunia, bersama para pecinta sinema. Film yang disajikan dalam tema “Masterpiece dalam sistem” adalah Make Way for Tomorrow , Leo McCarey dan Sunrise, F.W. Murnau. Sebagaimana diajukan oleh penyaji program Kinefilia, “Apakah hal menarik yang ingin ditawarkan oleh Kineforum dengan kedua film di atas selain fakta dari konteks sosial yang menjadi latar belakang dari penciptaan kedua film tersebut?”

Dalam Program World Documentary hadir dengan kolaborasi antara Musik dan Sinema yang terekam dalam film Brass Unbound, Johan van der Keuken dan Berlin: Symphony of A Big City, Walther Rutmann. Dua tautan film menarik untuk dibahas dalam perkembangan film-suara.

Program World Features akan diisi dengan penayangan The Mirror (Ayneh), Jafar Panahi, serta Sinema Indonesia diisi dengan Benyamin Tukang Ngibul, Nawi Ismail dan Drupadi, yang setelah penayangannya akan dilanjutkan diskusi bersama sutradaranya, Riri Riza.

KineFriends merupakan program Kineforum yang bekerjasama dengan sahabat-sahabat Kineforum dalam program penayangan karya-karya audio-visual maupun diskusi. Untuk menyemarakkan Program RRREC FEST (ruangrupa Record Music Festival), Kineforum menjadi ruang serta forum untuk membahas serta  memutarakan video-video musik dalam program ruru.mov. Peringatan Hari HAM Sedunia ke-63 bekerjasama dengan KontraS, Kineforum menjadi ruang penayangan video hasil workshop  tentang hak asasi manusia, serta bersama Jakarta Biennale #14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”, Provoke! Magazine, Kineforum mengadakan online video competition “Jakarta Kata Gw.”

Jangan lewatkan akhir tahunmu, bebas mengekspresikan diri dengan menonton program-program Kineforum bulan ini.

Salam,

Kineforum

*Sebagian besar isi di pengantar ini diambil dan disarikan dari situs http://www.jurnalfootage.net, dalam rubrik Kronik.

 

Kinefilia

Baca tulisan mengenai “Masterpiece dalam Sistem” di sini.

Make Way for Tomorrow (1937) | Fiksi | 91 menit | Amerika Serikat | Sutradara: Leo McCarey| Pemain: Victor Moore, Beulah Bondi, Fay Bainter, Thomas Mitchell | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Sepasang orang tua terpaksa berpisah ketika mereka kehilangan rumah. Namun, tidak ada di antara kelima anak mereka yang menerima mereka di rumahnya.

Sunrise (Sunrise: A Song of Two Humans) (1927) | Fiksi | 95 menit | Amerika Serikat | Sutradara: F.W. Murnau | Pemain: George O’Brien, Janet Gaynor, Margaret Livingston | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Seorang petani yang sudah menikah, berada di bawah mantra seorang wanita dari kota, yang mencoba meyakinkan dia untuk menenggelamkan istrinya.

 

World Documentary

Brass Unbound (1993) | Dokumenter | 106 menit | Belanda | Sutradara: Johan van der Keuken | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Sebuah ajakan melihat beberapa brass band di Nepal, Indonesia, Ghana dan Suriname sebagai sisa-sisa hidup kolonial masa lalu dan sebagai bagian dari kehidupan lokal. Kenikmatan dan kesantaian, sejarah adalah satu hal ringan untuk ditangani, terutama melalui wawancara dengan orang-orang tua. Terdapat banyak warna lokal beragam.

BERLIN : Symphony of A Big City (1927) | Dokumenter | 65 menit | Jerman | Sutradara: Walter Ruttmann | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Film ini mengisahkan tentang satu hari di Berlin, harmoni pada saat itu, mulai dari pagi yang paling awal dan berakhir di malam yang terdalam.

 

World Feature

The Mirror (Ayneh) (1997) | Fiksi | 95 menit | Iran | Sutradara: Jafar Panahi | UNTUK SEMUA UMUR

Mina, seorang gadis kecil, mencari ibunya yang tidak bisa menjemput dirinya sepulang sekolah, lalu Mina memutuskan untuk pulang ke rumah sendirian.

 

Sinema Indonesia

Benyamin Tukang Ngibul (1975) | Fiksi | 81 menit | Indonesia | Sutradara: Nawi Ismail | Pemain: Benyamin Su’eb, Grace Simon, Eddy Gombloh | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Benny pergi ke kota untuk mengadu nasib, tapi nasib buruk yang datang lebih dulu. Ia kalah berjudi hingga uang hampir ludas. Dengan sisa uang yang ada, ia bertekad menggandakannya dengan jalan apapun. Maka mulailah ia berjualan obat palsu. Keberhasilan ini tidak berlanjut, karena setelah uang terkumpul, ia cekcok dengan kawan-kawannya. Peristiwa itu berlanjut sampai ke tangan polisi. Nasib sial di kota ini terus-menerus menimpa Benny.

Drupadi (2008) | Adaptasi | 40 menit | Indonesia | Sutradara: Riri Riza| Pemain: Dian Sastrowardoyo, Dwi Sasono, Nicholas Saputra, Ario Bayu | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Drupadi adalah adaptasi dari bagian cerita epik Mahabharata dari India. Film ini menggambarkan cerita sang Drupadi, istri dari kelima bersaudara yang dikenal sebagai Pandawa. Dalam sebuah malam yang amat penting, para Pandawa diundang ke sebuah permainan dadu untuk bermain dengan para Kurawa. Di akhir permainan, Yudhistira, kakak tertua dari Pandawa, kehilangan seluruh kekayaannya, lalu seluruh kerajaannya. Dia kemudian mempertaruhkan saudara-saudaranya, dirinya sendiri, dan akhirnya Drupadi sebagai pelayan para Kurawa.

 

RRREC FEST #2

RURU.MOV merupakan program pemutaran karya film dan video terbaru yang erat kaitannya dengan dunia musik. Dalam program ini terpilih karya–karya yang dalam berbagai cara melihat dan bicara mewakili dunia anak muda yang memilik ekspresi artistik tersendiri. Tujuh film ditayangkan dalam festival ini.

Live from RRREC Fest #1 (2011) | Video Dokumentasi | 57 menit | Indonesia | Editor: Faesal Rizal | UNTUK SEMUA UMUR

Preview dari dokumentasi video acara RRREC Fest yang pertama berlokasi di Galeri Nasional Indonesia.  Rekaman ini memperlihatkan suasana festival dan 12 band yang bermain di indoor stage yang sempit, panas, dan intim.

Aku seperti Burung yang ingin Terbang Bebas – ‘Komodo(2011) | Video Musik | 57 menit | Indonesia | Sutradara: Anggun Priambodo | UNTUK SEMUA UMUR

Saya dan Zeke setuju pada apa yang sudah alam berikan pada kita, sesuatu yang tidak dapat kita duga, hanya suara binatang, suara angin yang jatuh pada daun-daun yang lebat, ombak yang pecah menabrak karang, alam yang tidak bising bikin pusing, tidak palsu, jauh dari keelokan yang diada-adakan, memberikan pada kita sesuatu yang indah sekali, maka saya ingin pergi merekam alam  yang  jauh dari kota, saatnya keluar dari Jakarta. – Anggun Priambodo

Dongeng Rangkas (2011) | Dokumenter | 75 menit | Indonesia | Sutradara: Andang Kelana, Badrul ‘Rob’ Munir, Fuad Fauji, Hafiz, Syaiful Anwar (Forum Lenteng) | UNTUK 17 TAHUN KE ATAS

Film Dongeng Rangkas adalah sebuah dokumenter panjang yang berkisah tentang dua pemuda yang hidup paska Reformasi 1998. Iron dan Kiwong adalah dua pemuda yang memilih hidup sebagai Pedagang Tahu, sementara mimpi-mimpinya tetap dipegang teguh. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang lebih baik, yang menjadikan keluarga hidup lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Iron, percaya musik adalah anugerah dari Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur Underground.

Dua Tiang Tujuh Layar (2010) | Video Musik | 8 menit | Indonesia | Sutradara: Ida Bagus Charisma (Swargaloka) | DOP: Shadtoto Prasetio, Pramono Prakoso, Dimas Wisnuwardono | UNTUK SEMUA UMUR

Dokumenter musikal tentang kehidupan para pembuat kapal Pinisi di Tana Beru, daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Lagu indah dari kelompok musik The Trees and The Wild, Malino (terdapat dalam album Rasuk), merayu pikiran untuk mengikuti perjalanan megah bersama sebuah mahakarya Indonesia, kapal Pinisi.

Ambisi (1973) | Fiksi-Komedi | 95 menit | Indonesia | Sutradara: Nya’ Abbas Akup | Pemain: Benyamin Su’eb, Bing Slamet, Anna Mathovani, Fifi Young | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Bing Slamet dan Benyamin Su’eb adalah penyiar pada radio swasta Undur-Undur. Pekerjaan ini membuat mereka tidak akur dengan istrinya. Seorang penggemar mereka, Anna Mathovani, pun menjadi “alternatif”. Bing kemudian mengorbitkan Anna sebagai penyanyi. Setelah Anna sukses, pacarnya pun muncul. Beruntung istri Bing sadar juga. Tampilnya banyak penyanyi terkenal adalah daya tarik film Indonesia “klasik” ini. Dalam film ini kita bisa melihat video musik dari band-band ternama seperti Koes Plus, God Bless, dan Bimbo. Film ini ditutup oleh sebuah konser musik bertempat di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

25 Inspiring Music Videos in Indonesia (2001-2011) | Video Musik | 95 menit | Indonesia | Kompilasi | Kurator: Indra Ameng | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Program ini mempersembahkan 25 video musik yang paling menginspirasi dari band dan musisi Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun. Sejumlah video musik terpilih ini memiliki elemen-elemen artistik, kreativitas, dan kecenderungan untuk berbeda dari logika video musik komersil pada umumnya. Karya-karya video musik tersebut menunjukkan kekuatan proses kolaborasi pada tataran audio-visual; musik; penulisan dan gambar; dan membuat kita sadar bahwa video musik bisa menjadi media yang efektif untuk berkomunikasi, serta bisa mei sumber inspirasi bagi semua kalangan, khususnya para pemerhati dan penggemar musik, pembuat video dan penonton, atau bagi siapa saja yang tertarik.

Selecta Pop – Club Eighties (2001 / Video oleh Platon) | Mendekati Surga – Koil (2002 / Video oleh Xonad / Cerahati) | Life Keeps On Turning – Mocca (2003 / Video oleh Lynda Irawaty) | Burn – Brisik (2002 / Video oleh Ari Satria Darma) | Ode to A Scar – Anomicratrap (2002 / Video oleh Satellite of Love) | Train Song – Lain (2003 / Video oleh The Jadugar) | Modern Bob – The Upstairs (2004 / Video oleh Syauqi Tuasikal) | Celaka – Kornchonk Chaos (2004 / Video oleh Aswan Tantra) | Taste of Harmony – Homogenic (2004 / Video oleh Cerahati) | A.S.T.U.R.O.B.O.T. – Goodnight Electric (2005 / Video oleh Anggun Priambodo) | Eksploitasi – Teknoshit (2002 / Video oleh Eddy Cahyono) | Lihat – Sore (2005 / Video oleh Ramondo Gascarro dan Zeke Khaseli) | Detektif Flamboyan – C’mon Lennon (2004 / Video oleh Henry Foundation) | Lingkar Labirin – The Brandals (2004 / Video oleh The Jadugar) | Serigala Militia – Seringai (2006 / Video oleh Tromarama) | Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia – Naif (2005 / Video oleh The Jadugar) | Mighty Love – Zeke & The Popo (2009 / Video oleh Bian Dwijo) | Absolute Beginner Terror – Teenage Death Star (2007 / Video oleh Anggun Priambodo | Wanderlust – Santa Monica (2007 / Video oleh Dibyokusumo Hadipamenang) | Banyak Asap Disana – Efek Rumah Kaca (2009 / Video oleh Famosando) | Menulis Lagu Cinta – Bite (2010 / Video oleh Heytuta) | Mesin Penenun Hujan – Frau (2010 / Video oleh Nana Miyagi dan Edwin Dolly Rosseno) | Jakarta Motor City – Sir Dandy (2011/Video oleh Tandun) | Amerika – Armada Racun | (2011 / Video oleh Armada Racun, Hyde Project dan Batu&Gunting) | Ode Buat Kota – Bangku Taman (2010 / Video oleh Anggun Priambodo)

 

 

Video Peringatan Hari HAM Sedunia ke-63

KontraS menyadari bahwa menyebarluaskan gagasan dan nilai-nilai hak asasi tidak harus melalui komunikasi (hukum) formal. Di sisi lain komunitas dan kreativitas komunikasi visual makin berkembang, seperti karya-karya audiovisual. Dengan situasi ini KontraS dan ruangrupa bermaksud menyelenggarakan sebuah program penayangan video hasil workshop video tentang hak asasi manusia, terutama kaitannya dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional pada 10 Desember ini. Dalam workshop video ini akan menggunakan materi-materi advokasi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh KontraS selama 13 tahun, sejak 1998.

Juicioy Cerco | Dokumenter | 46 menit | Argentina | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Dokumenter Juicioy Cerco berkisah tentang perjuangan seorang perempuan bernama Patricia Isasa, dalam mencari pelaku kekerasan yang terjadi pada dirinya. Ia adalah salah satu dari perempuan-perempuan Argentina yang menjadi korban rezim militer Argentina di tahun 1976.

Kompilasi Video “Remind” (2011) | Ragam Durasi | Video | Indonesia | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Kompilasi ini adalah kumpulan karya video durasi pendek hasil dari workshop video Remind yang diadakan oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan ruangrupa selama tiga hari. Workshop ini diadakan bersamaan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang ke-63. Sehingga tema yang diambilpun erat kaitannya dengan masalah hak asasi manusia.

 

“Jakarta Kata Gw”

Dalam rangka menyambut perhelatan seni kontemporer internasional Jakarta Biennale #14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”, Provoke! Magazine dan Kineforum mengajak para kaum muda yang masih duduk di bangku SMA untuk merekam kejadian sehari-hari yang terjadi di sekitar kota Jakarta. Kompetisi Video ini berusaha untuk mengajak siswa/i SMA yang peka terhadap lingkungan dan problematika kota Jakarta. Jakarta, kota yang sesak dari berbagai sisi dan penuh dengan paradoks dapat menciptakan berbagai ruang khususnya bagi kaum muda untuk berekspresi dan berkreasi. Bulan ini, pada 9 Desember 2011, diadakan workshop bersama Dimas Jayasrana pukul 16.00-18-00 di Kineforum, dan terbuka untuk siswa/i SMA.


About this entry