Program Kineforum Januari 2012

Download Jadwal Pemutaran Kineforum Januari 2012

Di Awal Tahun 2012

Selamat Tahun Baru. Di awal tahun ini kami kembali menayangkan film-film pilihan dari Dewan Program Kineforum. Dua orang penyaji, Mohamad Ariansah (Dosen FFTV IKJ) yang mengkurasi film-film dalam program Kinefilia dan Akbar Yumni (Redaktur http://www.jurnalfootage.net) dalam program Tokoh yang sebelumnya kami sebut Body of Works. Di dua program ini akan ada diskusi khusus yang akan membicarakan film-film pilihan para penyaji.

Dengan tema Evolusi Bahasa Film: Hollywood & Sinema Klasik, Kinefilia akan menayangkan Stagecoach (John Ford, 1939), The Wizard of Oz (Victor Fleming, 1939) dan His Girl Friday ( Howard Hawks, 1940). Dalam Tokoh, Hou Hsiao-Hsien akan menjadi sorotan utama. Hou Hsiao-Hsien lahir tahun 1947 seorang sutradara Taiwan dan tokoh utama Sinema Baru Taiwan. Hou Hsiao-Hsien: Periode Film Pembebasan di Asia (Taiwan). A Summer at Grandpa’s (1984), A Time to Live and A Time to Die (1985), dan Dust in the Wind (1986/Taiwan) akan ditayangkan untuk membahas tema ini.

World Features, berganti nama Sinema Dunia. Bulan ini Sinema Dunia akan menayangkan The Jackal of Nahueltoro (1969/Miguel Littín/Chili). Berdasarkan kejadian nyata tentang seorang petani alkoholik yang membunuh seorang wanita dan lima orang anaknya di tahun 1960. Dijerat hukuman mati dan dieksekusi pasukan penembak pada 1963. Man Bites Dog (1992/Rémy Belvaux, André Bonzel, Benoît Poelvoorde/Belgia), Sebuah kru film yang membuat dokumenter tentang seorang pembunuh. Film ini mengeksplorasi teknik yang menggambarkan kekerasan sebagai sebuah kejadian biasa. Dalam beberapa hari kru mengikuti Ben (Benoît Poelvoorde)—seorang pembunuh yang melihat membunuh adalah sebuah gairah hidup dalam masyarakat modern. Film ini mencoba memutar balik logika kita, apakah Ben ada di realitas masyarakat kita? Human Nature (2001/Michel Gondry/Amerika Serikat-Prancis), tentang seorang wanita yang jatuh cinta dengan pria yang menyukai wanita lain, dan ketiganya memiliki rencana pada seorang pemuda yang dibesarkan sebagai monyet.

Dokumenter Dunia yang sebelumnya adalah World Documentary menayangkan dua film yaitu  Calcutta (1969/Louis Malle/Prancis), dokumenter di Kolkata (India) dari bidikan (shot) footage-footage saat ia membuat dokumenter Phantom India. Nanook of the North (1922/Robert J. Flaherty/Amerika Serikat-Prancis), tentang kehidupan seorang Inuit Eskimo di Lingkaran Kutub Utara.

Sinema Indonesia, akan menayangkan Sang Penari (2011), film Pemenang Terbaik FFI  2011. Film ini diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk tahun 1982 karya Ahmad Tohari. Dan Cemeng 2005 (1995) kisah tragis tentang sebuah rombongan kesenian rakyat bernama Cemeng dan tentang primadonanya. Dua buah film yang menarik untuk ditonton.

The Shorts, adalah sebuah program penayangan film pendek yang merupakan bagian yang juga tak dapat dipisahkan dari perkembangan film secara garis besar. Lumiére Bersaudara di awal sejarah film pun membuat film pendek, dengan keterbatasan teknis tentunya. Tapi hal ini adalah pendorong untuk perkembangan film-film selanjutnya. Kali ini, 6  film pendek karya siswa SMP dan SMA dari Purbalingga akan ditampilkan. Keenam film tersebut, merupakan pilihan dari film-film yang terlibat di Festival Film Purbalingga 2010-2011. Bowo Leksono, direktur Festival Film Purbalingga akan hadir untuk menyajikan program tersebut dalam sebuah diskusi, yang juga akan dihadiri oleh beberapa pembuat filmnya

Di awal tahun ini juga akan ada Filmmaker Forum yaitu diskusi antara pembuat film yang akan membahas hal-hal teknis perfilman. Forum ini merupakan kegiatan yang dihadiri oleh para pembuat film, khususnya divisi visual (Penata Kamera dan Penata Artisitk). Forum ini dimulai dengan membahas film Ada Apa Dengan Cinta (2001/Rudi Soedjarwo/Indonesia) dengan pembicara: Adrianto Sinaga. Dan film May (2008/Viva Westi/Indonesia) dengan pembicara Ical Tanjung.

Semoga program Kineforum di awal tahun 2012 ini menjadi semangat baru dalam mengembangkan perfilman Indonesia.

Salam,

Kineforum

KINEFILIA

Baca tulisan mengenai “Evolusi Bahasa Film I: Bahasa Film dan Sinema Klasik” di sini.

Stagecoach (1939) | 96 menit | Amerika Serikat | Sutradara: John Ford | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 12 TAHUN KE ATAS

Sekelompok orang yang berpergian dengan kereta kuda, dipersulit oleh sekawanan Indian yang dipimpin oleh Geronimo, dalam prosesnya mereka belajar tentang satu sama lain.

The Wizard of Oz (1939) | 101 menit | Amerika Serikat | Sutradara: Victor Fleming | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK SEMUA UMUR

Dorothy Gale terseret kedalam dunia magis, Oz. Dia lalu memulai perjalanan untuk menemukan si tukang sihir, yang diharapkan bisa membantunya kembali pulang.

His Girl Friday (1940) | 92 menit | Amerika Serikat | Sutradara: Howard Hawks | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Seorang editor surat kabar melakukan trik yang dibacanya di dalam buku, untuk mencegah mantan istrinya, seorang wartawan ulung, agar tidak menikah lagi.

TOKOH

Bulan ini, Kineforum memutar film-film karya Hou Hsiao-Hsien. Tulisan tentang “Hou Hsiao-Hsien: Periode Film Pembebasan di Asia (Taiwan)” bisa dilihat di sini.

A Summer at Grandpa’s (1984) | 93 menit | Taiwan | Sutradara: Hou Hsiao-Hsien | Subteks: Bahasa Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Musim panas telah berakhir, Tung Tung kembali ke kota besar, Taipei. Dia akan menghadapi kehidupan sekolah yang keras dan lingkungan orang dewasa yang kejam. Perpisahan untuk liburan musim panas dan perpisahan untuk masa kanak-kanak.

A Time to Live and A Time to Die (1986) | 138 menit | Taiwan | Sutradara: Hou Hsiao-Hsien | Subteks: Bahasa Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Penggambaran masa kanak-kanak dan remaja Hou Hsiao-Hsien yang  menarik. Seperti kebanyakan dari rekan-rekan mereka, keluarga Hou pindah dari daratan utama ke Taiwan 1948 dan tidak pernah kembali lagi. Film ini terfokus pada jarak antara generasi yang terputus dan budaya yang masih dianut.

Dust in the Wind (1987) | 109 menit | Taiwan | Sutradara: Hou Hsiao-Hsien | Subteks: Bahasa Indonesia | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

A-Yuan dan A-Yun berasal dari kota kecil Jio-Fen. Di kota besar, A-Yuan menjadi pekerja kontrak dan mengikuti sekolah malam, dan A-Yun bekerja di sebuah tempat penjahit. Semua orang berpikir mereka saling membutuhkan satu sama lain, tetapi mereka gagal melihat waktu dan keyakinan yang berada di luar kendali mereka.

SINEMA DUNIA

The Jackal of Nahueltoro (1969) | 95 menit | Chili | Sutradara: Miguel Littín | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Diambil dari kisah nyata seorang petani alkoholik yang membunuh seorang wanita dan lima anaknya pada tahun 1960. Dia dijatuhi hukuman mati pada tahun 1963.

Man Bites Dog (1992) | 95 menit | Belgia | Sutradara: Rémy Belvaux, André Bonzel, Benoît Poelvoorde | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Kru film membuntuti rutinitas  seorang pencuri dan pembunuh yang kejam. Masalah muncul ketika mereka menemukan diri mereka terjebak dalam kekerasan yang semakin kacau.

Human Nature (2001) | 95 menit | Amerika Serikat-Prancis | Sutradara: Michel Gondry | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 21 TAHUN KE ATAS

Puff, manusia liar yang dibesarkan dengan kepercayaan bahwa dirinya adalah kera. Puff belajar memposisikan dirinya dalam masyarakat dengan cara yang aneh.

DOKUMENTER DUNIA

Calcutta (1969) | 105 menit | Prancis | Sutradara: Louis Malle | Subteks: Bahasa Inggris | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Kalkuta, sebuah kota dengan 8 juta penduduk pada akhir 1960-an: kaya, miskin, eksotis dan duniawi, sekuler dan agama, hidup dan tak hidup, tersirat hanya dengan membacanya melalui visual.

Nanook of the North (1922) | 79 menit | Amerika Serikat-Prancis | Sutradara: Robert J. Flaherty | Non-Subteks | UNTUK 15 TAHUN KE ATAS

Pada film yang merupakan film pendahulu antara film bisu dan dokumenter modern ini, pembuat film Robert J. Flaherty menghabiskan satu tahun mengikuti kehidupan Nanook dan keluarganya, Inuit Eskimo yang tinggal di Lingkaran Kutub Utara.

SINEMA INDONESIA

Sang Penari (2011) | 112 menit | Sutradara: Ifa Isfansyah | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS | Donasi Rp20.000,-

Sebuah cerita cinta yang terjadi sebuah desa kecil dan miskin, Dukuh Paruk pada pertengahan 1960-an. Rasus seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang, Srintil. Lalu jaman bergerak, di mana Rasus harus memilih: loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil.

Cemeng 2005 (1995) | 115 menit | Sutradara: N. Riantiarno | UNTUK 18 TAHUN KE ATAS

Kisah tentang sebuah rombongan kesenian rakyat bernama Cemeng dan tentang primadonanya. Masalah internal yang terjadi antara mereka membuat Cemeng pun mengalami nasib tragis. Nurkatonah dan Badri, satu-satunya anggota rombongan yang tinggal, mengamen dan akhirnya tersungkur-sungkur di tempat pembuangan sampah bak orang tak waras.

THE SHORTS

Kompilasi Film Pendek Purbalingga

Bowo Leksono

Usai bergerilya ke beberapa sekolah sejak keberadaan kegiatan perfilman di Purbalingga tahun 2004, dua tahun kemudian, bermunculan karya film pendek pelajar seiring lahirnya Cinema Lovers Community (CLC) yang bertugas memfasilitasi kegiatan anak muda Purbalingga di bidang film.

Diyakini pelajar menjadi basis regenerasi bagi perfilman di Purbalingga. Maka, keberadaan Festival Film Purbalingga (FFP) menjadi pemantik merebaknya karya-karya film pendek lokal. Dari FFP inilah, terkumpul film-film pelajar Purbalingga dan Banyumas Raya.

Karya-karya film itu beradu sembari memperkuat nyali sebelum akhirnya diapresiasi dan dikirim ke berbagai festival film di luar Banyumas Raya.

1.      PiguraDarti dan Yasin / Sawah Artha Film (SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol) / 24 menit / 2010

Kerinduan Gati pada ayahnya yang lama sekali tidak pulang, memotivasi Gati belajar giat. Apalagi Simbok selalu mengingatkan bahwa ayahnya akan cepat pulang jika Gati rajin belajar.

*Film Terbaik Festival Film Remaja 2010 | *Film Terbaik II Festival Film Anak Medan 2010 | *Penghargaan Khusus Dewan Juri Festival Film Indonesia 2010 | *Film Terbaik Festival Film Solo (FFS) 2011 kategori Gayaman Award

2.      Kado SuketPuspa Juwita / Ekskul Sinematografi (SMAN Rembang Purbalingga) / 6 menit / 2010

Siti, sahabat Sarpin sejak kecil, hendak berulang tahun. Namun Sarpin merasa tak pantas menghadiri hari bahagia sahabatnya itu. Kenangan masa kecil menyeruak, mewujud sebagai kenangan abadi tak terlupa.

*Harapan 1 Festival Film Remaja 2010 | *Official Selection Festival Film Pelajar Jogja 2010 | *Official Selection Malang Film Video Festival 2010 | *Nominator Festival Film Purbalingga 2011

3.      EndhogPadmashita Kalpika / Brankas Film (SMAN 2 Purbalingga) / 15 menit / 2010

Kisah eksperimen untuk membuktikan antara melahirkan dan bertelur.

*Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga 2010 | *Film Fiksi Favorit Penonton (CLC Award) Festival Film Purbalingga 2010 | *Finalis Festival Film Solo (FFS) 2011 Kategori Gayaman Award | *Film Terbaik 1 Klasifikasi Mahasiswa Festival Video Edukasi 2011

4.      Ling-LungAmrizal Faturrochman / Bozz Community (SMAN 1 Bobotsari Purbalingga) / 9 menit / 2010

Seorang pelajar SMA yang pelupa berkendaraan motor vespa. Dalam setiap langkah lakunya selalu aneh dan benar-benar menggambarkan kalau dia memang pelupa.

*Film Fiksi Pilihan Juri (JKFB Award) Festival Film Purbalingga 2010

5.      Kalung SepatuDwi Astuti / Papringan Pictures (SMAN Kutasari Purbalingga) / 15 menit / 2011

Bagaimana reaksi Bapak Budi setelah mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh Budi?

*Finalis Festival Film Solo (FFS) 2011 Kategori Gayaman Award | *Film Fiksi Terbaik Festival Film Purbalingga (FFP) 2011

6.      SarungAnis Septiani / Care Community (SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga) / 11 menit / 2011

Solih, cucu kesayangan, begitu ingin membelikan sarung buat kakeknya. Berbagai cara dilakukan, bahkan cara yang tidak disuka oleh kakeknya sekalipun.

*Film Favorit 1 Pengunjung bioscope.com Festival Film Purbalingga (FFP) 2011 | *Offical Selection Festival Film Solo (FFS) 2011 | *Editor Terbaik Festival Film Anak (FFA) Medan 2011

FILMMAKERS FORUM

Filmmakers Forum merupakan forum diskusi para pembuat film, membicarakan hal-hal teknis, berbagi pengalaman, juga kritik dan saran. Forum ini diharapkan agar menjadi asosiasi pembuat film yang didedikasikan untuk memajukan perfilman Indonesia melalui diskusi serta program-program lain. Bulan ini, Filmmakers Forum membahas bidang Sinematografi dan Artistik bersama Adrianto Sinaga (Penata Artistik) dan Ical Tanjung (Penata Kamera), mendiskusikan film Ada Apa Dengan Cinta (2001) dan May (2008). Acara ini tertutup.

KULIAH UMUM

Migrasi Imaji: Film ke Digital, Digital ke Film

Pembicara: Agni Ariatama

Selasa, 17 Januari 2012

Pukul 15.00 – 17.00

Terbuka untuk Umum

Menjelang berakhirnya milenium kedua dan awal milenium ketiga, praktek dalam sinema menunjukkan sebuah dinamika baru dalam perkembangan digital yakni mengenai asal-usul dari imaji  dan tujuannya. Jika sebelumnya imaji hanya berasal dari film atau mekanisme produksi fotografik, maka kini terbuka banyak kemungkinan lain dengan perkembangan kamera digital video. Dengan dukungan dari teknologi terkini kita bisa memindahkan imaji yang berasal dari film ke digital, serta begitu juga sebaliknya. Konsekuensinya adalah munculnya ledakan produksi film independen di dunia dengan biaya sangat rendah hingga no budget seiring tumbuh suburnya budaya DIY (do it yourself), atau kemungkinan imaji yang tidak terhingga tersebut juga dimanfaatkan oleh sineas seperti Harmony Korine dan David Lynch untuk menghasilkan visualisasi dunia yang sangat unik dalam karya-karya mereka.

Migrasi imaji tersebut kini menjadi sesuatu yang sangat umum dan digunakan (mungkin) di semua produksi film di seluruh dunia karena berbagai macam faktor, entah ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya ataupun estetika. Tapi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan migrasi imaji tersebut, baik secara teknis ataupun konsekuensi secara estetika?


About this entry