Menolak Hilang Ingatan

Dukungan buat Sinematek Indonesia

5-kaos.jpg

Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk mengumpulkan dana tetapi juga mengajak sebanyak mungkin orang untuk memperhatikan kelangsungan arsip film dan menggunakan koleksinya. Bentuk produk yang dipilih untuk pencarian dana kali ini adalah T-shirt, pakaian yang bukan hanya menjadi pembalut tubuh, tapi juga bagian penting dari pernyataan sikap pemakainya. Produk ini dicetak dalam jumlah terbatas dan dibuat secara berkala, bekerjasama dengan para pencipta dan konsumen muda Indonesia. Dukungan kita semua untuk kegiatan ini adalah upaya menolak kehilangan ingatan tentang sejarah, supaya kita selalu bisa ikut memberinya arti terus menerus. Sampai akhir Mei 2007, telah terjual 51 t-shirt yang hasilnya telah digunakan sebagai sumbangan dana perawatan film di Sinematek Indonesia.

Lembaga arsip film Sinematek Indonesia merupakan arsip film pertama di Asia Tenggara yang didirikan bersamaan dengan berdirinya gedung/lembaga pusat perfilman H. Usmar Ismail pada 20 Oktober 1975.

Selama tiga tahun biaya operasional Sinematek Indonesia disubsidi oleh pemerintah DKI Jakarta. Sejak 1978 subsidi dicabut karena Pemda DKI (sesudah Ali Sadikin diganti) merasa tidak bertanggungjawab membina film. Selanjutnya biaya operasional SI tergantung dari hasil persewaan gedung.

Pada tahun 1980 SI hampir dibubarkan tapi Dewan Film Nasional (DFN) melarang karena dianggap sudah cukup jelas manfaatnya. Akhirnya tahun 1994 didirikan Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (YPPHUI). Tugasnya mengelola gedung Pusat Perfilman baru yang kini ditempati. YPPHUI membantu pengadaan sarana/prasarana dan pengembangan sebagai program tahunan.

Sejak bulan Maret 2007, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) memulai kerjasama dengan Sinematek Indonesia. Melalui kerjasama ini DKJ membuat program pemutaran film bersama dan melakukan pengumpulan dana untuk kelangsungan Sinematek Indonesia, bekerjasama dengan desainer grafis Radhit Syaharzam.

kineforum mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungannya kepada Sinematek Indonesia melalui pengumpulan dana ini sejak 2007 sampai 2009:

1. A. Rubi Mauli
2. Abduh Azis
3. Agoenk
4. Aileen
5. Aline
6. Amalia Sekarjati
7. Andi SS
8. Angga
9. Ardi
10. Ari
11. Arief Widyarto
12. Arini
13. Arius
14. Aryo
15. Banon Super Power
16. Camelia
17. Charissa Yunita
18. Christanti
19. Christantowati
20. Christian Salazar
21. Cua
22. Daisuke
23. Deddy Mizwar
24. Denden
25. Dennis Adhiswara
26. Deny
27. Detlef Gericke-Schönhagen
28. Dharma
29. Dian Novita
30. Dimas Jayasrana
31. Dudya D.
32. Edhya Listiani
33. Edo Aditya
34. Ekky Imanjaya
35. Elise Mignot
36. Endra
37. Fifi
38. Fio
39. Fira
40. Firman Yudhasmara
41. Fred Avril
42. Galih
43. Ginatri S. Noer
44. Hangga
45. Haris
46. Imam Hendargo
47. Imazka Alainao SA
48. Indah
49. Indra
50. Indra Ameng
51. Inga
52. Intan
53. Iqra Firdaus
54. Ira
55. Ita
56. Jimi (Binus)
57. Joko Anwar
58. Julli Isran
59. Katri
60. Kiki Mariana
61. Kristina
62. Lisabona Rahman
63. Lulu Ratna
64. Lulu Tobing
65. Mandy Maharimin
66. Matiw
67. Maya Sasono
68. Melani
69. Mufida Alatas
70. Nefa Firman
71. Nia Dinata
72. NN
73. Nyoman
74. Ody C Harahap
75. Paolo
76. Penny Sylvania Putri
77. Perdana Kartawiyudha
78. Prasetyo
79. Puspita Dewi
80. Radhit
81. Rama
82. Rendy Febrian
83. Retiara Haswidya
84. Reza
85. Ria Irawan
86. Rico
87. Rifky Effendi
88. Rini
89. Rini Ocktaviani
90. Rio
91. Riri Riza
92. Rita
93. Rubi
94. Rully
95. Rust
96. Ryan AP. Armanda
97. SALTO
98. Sastha Sunu
99. Sheni
100. Shun
101. Slamet Rahardjo
102. Syi-Syi
103. Tama Satrya Langkun
104. Teddy Hamzah
105. Tetra Dwi Upaya
106. Thomas
107. Thomas Parker
108. Tilman
109. Tino Saroengallo
110. Tio
111. Tito Imanda
112. Toto Prasetyantono
113. Tri Handoyo
114. Vashti Trisawati A
115. Ve
116. Windy
117. Yuliana Dewi
118. Yus

Informasi lebih lanjut tentang Sinematek Indonesia dapat dilihat di http://pphui.or.id/

Kami menyadari bahwa masih ada hampir 100 orang teman-teman yang telah memberikan dukungan dengan membeli t-shirt, tapi belum tercatat namanya. Jika Anda adalah salah satu pembeli/penyumbang yang belum tercatat namanya, silakan mengirimkan email ke kineforumdkj@yahoo.co.id agar kami dapat melengkapi catatan kami dan melaporkannya kepada publik.



  1. Melihat kenyataan seperti itu memang cukup memprihatinkan. Kekayaan film bangsa sendiri sudah tidak diperhatikan lagi, padahal arsip-arsip seperti itu sangat dibutuhkan untuk data sejarah perkembangan musik Indonesia. Saya sangat mendukung acara seperti ini. Maju terus film Indonesia!!!

  2. Yap! that’s right,
    mungkin bung koko juga tertarik untuk membeli T-Shirt nya?
    silahkaaan🙂

  3. sepakat banget ma kampanye menolak hilang ingatannya. biar pusaka sejarah berupa peninggalan film bisa dilestarikan !!!
    mau banget ma kaosnya. tp muahalnya itu lho.
    mungkin ada edisi ke dua dengan desain dan bahan yg lebih ramah di dompet?
    bukankah kampanye lewat media kaos sangat efisien. jd harusnya semakin banyak yg memakai kaos ini, semakin ‘terlihat’ kampanye ini. dan semakin murah, semakin meriah pula kampanyenya. gimana??

  4. hi, mas an

    Terima kasih atas commentnya. harga kasosnya Rp 200.000 (umum), Rp 100.000 (mahasiswa dgn syarat menunjukan kartu mahasiswa). Harganya mahal, rata-rata semua orang comment seperti itu tetapi hasil dari kaos ini untuk disumbangkan untuk sinematek.

    Terima kasih ya atas dukungannya !

    Petrus
    Kineforum

  5. Saya mendukung, tp kenapa yang harga umum ama mahasiswa bisa sangat jauh. Belum tentu para non mahasiswa selalu lebih berduit donk…. Mendukung ya mendukung, tapi katakanlah gini, kalo Pak Dhe saya yang bukan mahasiswa alias penjual buah di Pasar Minggu itu mau mendukung dg beli kaos (soalnya dia juga concern ama film) terus ada juga temen saya yang kuliah di Universitas Mahal Banget juga pengen beli kaos. Coba dipikir…. Nggak adil khan……. Masak anak tajir ama rakyat jelata bisa disamakan…

  6. Daliminson yang baik,

    terimakasih atas komentar kritismu. Betul bahwa kita
    tidak bisa pukul rata bahwa mahasiswa selalu lebih
    miskin daripada non mahasiswa.

    Kami menyediakan pilihan lain untuk teman-teman yang
    ingin menyumbang tapi tidak memilih untuk memberi
    sejumlah harga kaos yang sudah ditetapkan. Datanglah
    ke kineforum, di sana kami menyediakan kotak donasi.
    Menyumbang 500 rupiah pun kami terima dengan senang
    hati. Donasi ini juga digunakan untuk menunjang
    kebutuhan kineforum termasuk biaya perawatan film-film
    di Sinematek Indonesia.

    Tentu Daliminson yang sangat kritis bisa membuat
    perhitungan kasar tentang biaya yang dibutuhkan
    Sinematek Indonesia untuk menyimpan semua karya grafis
    tersebut, belum lagi koleksi mereka yang lain. Jumlah
    yang kami hasilkan dari penjualan kaos ini hanya
    membantu sebagian kecil saja dari jumlah yang mereka
    butuhkan. Semua pihak di luar sinematek yang bekerja
    untuk kampanye ‘Menolak Hilang Ingatan’ menyumbangkan
    tenaganya cuma-cuma. Hingga sekarang kami merancang
    berbagai cara penggalangan dana untuk sinematek lewat
    donasi, penjualan kaos dan masih ada beberapa rencana
    lainnya.

    Masih ada bentuk sumbangan lain yang bisa kita berikan
    tanpa mengeluarkan biaya. Cukup mengingat dan
    menceritakan kepada kawan-kawan lain yang belum tahu
    kondisi arsip film Indonesia dan mengajak mereka semua
    untuk memberi perhatian. Atau mungkin Daliminson
    sendiri tertarik menyumbang saran dan tenaga untuk
    memperluas kampanye ini ke kalanganmu?

    Sampai ketemu di kineforum!

    Lisabona Rahman dan Petrus
    Kineforum

  7. baru tahu keberadaan kineforum. Tapi kenapa nggak mencoba penggalangan dana melalui penyangan film-film lama tersebut? atau buat festival film2 lama? atau udah pernah ya, cuma saya nggak tau? hehehe.. kalau tenaga sukarela pasti bakalan banyak yg mau ikutan dukung! saya kebetulan pendoyan Benyamin S, Warkop DKI, Ateng, dan Suzanna.

  8. Alo mas/mba anggun pribadi.

    Sebenarnya kita sudah memutarkan beberapa film-film lama contohnya adalah tiga dara, asrama dara, dan banyak lainnya lagi. Pada setiap pemuataran kami juga menyediakan sumbangan sukarela atau donasi untuk kineforum. Festival film lama, ehm tampangnya menarik mungkin sarannya bisa kita tampung terima kasih atas sarannya. Kalau untuk tenaga sukarela, kineforum memiliki beberapa volunter untuk pemutaran kineforum, rata-rata volunter kineforum adalah mahasiswa dan pelajar yang berminat didalam film. Mungkin mas/mba anggun pribadi mau ikut menyumbang acara kami dengan membeli baju untuk sumbangan sinematek (bajunya terbatas lho!)

    Kami juga pernah memutarkan film-film warkop dki, dan nanti bulan maret rencananya kami akan memutarkan film-film suzanna (mudah-mudahan terwujud)

    Terima kasih atas sarannya.

    Salam
    Petrus -Kineforum-

  9. bangsa Indonesia adalah (tanpa bermaksud meredefinisi) bangsa yang kurang menghargai sejarah..
    apalagi kalo “cuma” sebatas film
    tapi gw yakin kalo misalkan ide2 kerennya kineforum menolak hilang ingatan sebenernya bakal banyak banget yang ngedukung
    yah walopun mungkin cuma sebatas jadi trend sesaat aja bagi “anak-anak gaul” pendukungnya
    yah pokoknya lebih promosi gila2an aja tiap ada event!
    hidup film Indonesia!

  10. t-shirtnya masi available ga?

  11. Bob,

    masih ada beberapa yang tersedia seperti :
    1. Rama Superman Indonesia (ukuran XL 3buah)
    2. Duo Kribo (ukuran L 1 buah)
    3. Ateng Sok Tau (ukuran XL 1buah)

    bagaimana berminat membeli Bob, kalau mau membeli bisa menghubungi Kineforum di (021) 316 27 80 / 398 99 634 dengan Putri/Anita.

    Kami juga bisa kirim ketempat, tetapi dengan biaya tambahan yaitu Rp 30.000 per satu tempat.

    Salam
    Petrus -Kineforum-

  12. Saya pengennya malah punya copy dalam bentuk VCD atau DVD dari film-film lama. Gimana caranya yaahh..?
    Wassalam

    aa’

  13. saya juga penggemar film lama seperti tiga dara, asrama dara, tamu agung, dll…
    berhubung saya tinggal di kota yg sangat kecil (jombang), saya ingin mengoleksi vcd/dvd-nya,
    terakhir saya nonton film2 itu di festival film tempo doeloe yg diputar di SCTV sekitar tahun 2000an selama sepekan..
    apa kedepannya kineforum juga menyediakan film2 lama dalam format seperti itu?
    terima kasih.

    1. halo hafidz,

      maaf kami belum punya rencana untuk memproduksi film-film itu sebagai VCD/DVD. Untuk sementara kami konsentrasi dulu menjalankan ruang putar. Mudah-mudahan segera ada yang mengambil inisiatif meluncurkan ulang film-film itu dalam VCD/DVD ya.

      salam,
      lisa
      manajer program kineforum

  14. bang, mpok,, klo mau beli t-shirt tiga dara gmn cara pesennya? sekarang masih available ngga ya?
    thx

  15. Alo Arumdani,

    baju untuk 3 dara sudah habis, untuk sementara ini kita belum akan memproduksi lagi.
    nanti akalu kita memproduksi Arumdani akan di kabarin

    salam
    Petrus -Kineforum-

  16. sementara itu, Malaysia yg selalu kita anggap sebelah mata malahan sudah lama menyediakan film2 klasik P Ramlee dan yg sejaman dalam bentuk vcd/dvd, bahkan dalam bentuk xvid yang bisa di download dari internet. tak heran jika anak2 muda mereka masih sangat familiar dengan karya2 P Ramlee, sementara anak2 muda Indonesia mungkin hanya sepuluh dari sejuta yang pernah menikmati karya agung seperti “tiga dara”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


About

logo-baru-kine-forum.gif

kineforum adalah bioskop pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program meliputi film klasik Indonesia dan karya para pembuat film kontemporer. Program film kami bertujuan mengajak penonton merasakan jadi bagian dari sinema dunia – dulu dan sekarang.

Ruang ini diadakan sebagai tanggapan terhadap ketiadaan bioskop non komersial di Jakarta dan kebutuhan pengadaan suatu ruang bagi pertukaran antar budaya melalui karya audio-visual.

Kami menyediakan ruang presentasi bagi para pembuat film (dari dalam dan luar Indonesia) dan ruang apresiasi bagi publik pada kategori film-film khusus yang tidak berasal dari arus utama, di tengah kurangnya ruang alternatif. Kami juga menawarkan presentasi karya-karya para pembuat film dunia, film panjang maupun pendek – yang sulit diakses publik Jakarta selain melalui pembajakan. Di ruang ini juga diadakan diskusi dan pertemuan dengan pembuat film. Sejak 2006, kineforum didatangi kurang lebih 500 penonton pada program pemutaran tertentu dan sekitar 5.000 penonton selama acara festival.

kineforum adalah ruang pemutaran yang tidak bertujuan utama mencari keuntungan finansial, dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta dan para relawan muda. Kegiatan di kineforum dijalankan melalui kerjasama Dewan Kesenian Jakarta 2006-2009 dan Studio 21. Ruang ini diharapkan menjadi ruang eksibisi dan dialog bagi para pembuat film dan penonton Jakarta, terutama untuk karya-karya non-arus utama.

Alamat Kontak:

Kineforum

Taman Ismail Marzuki (Belakang Galeri Cipta 3)

Jl Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330, Indonesia.
Tel. 021-3162780
email: kineforumdkj@yahoo.co.id
website: http://www.dkj.or.id

blog: www.kineforum.com

sedang apa kineforum?

December 2016
M T W T F S S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: